Tags

, , , ,

COVER 3-horz

The Prince and Ms. Pauper (Pangeran dan Nona miskin)

Author             : Kunang

Chapter           : 3

Main Cast        : Kang Yoo Ra, Byun Baekhyun, Jung Dae Hyun

Support Cast   : Wu Yi Fan (Kris), Kim Jong In (Kai),  Wu Fu Zhen (Min Ki), Han Bo Eun, Park Chan Yeol, Park Ji Yeon

Length             : sequel

Genre              : Family, romance, life, friendship, fantasy (ntar di ep 3 pasti ngerti dimana letak fantasy nya XD)

Rating              : PG-15

Disclaimer Kang Yoo Ra milik milik KangYoora Michelle Hwang Kazuko, Shin Min Ki milik Gege Wijaya, Han Bo Eun milik Annisa A. Ruti dan Park Ji Yeon milik Iga Nur Azizah untuk  Byun Baekhyun, Daehyun,  Kai, Kris, dan Chan yeol milik grup mereka, dan mereka adalah milik Tuhan YME. Inii FF ASLI hasil karya KUNANG , jadi kalau ga mau dijadiin bubble tea sama HunHan, please jangan plagiat ini FF. 

======================Kang Yoora PoV=========

@Se Kang High, Pintu Gerbang

06.45 KST

Entah untuk ke berapa kalinya pagi ini aku menghembuskan nafas panjang, dipikirkan semalaman pun aku masih bingung akan tinggal dimana setelah 2 hari ke depan. Apartment itu satu-satunya apartment murah yang aku dapat dengan susah payah, dan aku tidak mungkin pulang ke rumah, meninggalkan sekolah ini. Abeoji selalu menginginkan aku sekolah disini, ya.. mau tidak mau aku harus berusaha lagi mencari apartment yang murah.

“YOO RAA!!!” seorang gadis dengan rambut digelung berlari ke arahku, dia terlihat shock dan hampir kehabisan nafas, seolah-olah ada sesuatu yang besar terjadi.

”APA… APA BENAR BAEK HYUN OPPA BERSAMA MU TADI MALAM???!! APA KAU SUDAH DENGAR KALAU.. KALAU DIAA….”

“Bo eun, bisakah kau tenang? Kenapa kau menanyakan Baek Hyun?” tanya ku kebingungan, siswa lain walau seangkatan dengan Baek Hyun memang kebanyakkan memanggil dia dengan menambahkan ‘oppa’,  seketika aku menyadari sesuatu. Banyak siswa lain yang dari tadi terus memperhatikanku, ada apa ini?

“Lebih baik kita bicara di tempat lain!” kata Bo eun cepat, gadis yang sedikit lebih tinggi dariku itu pun menarikku melewati koridor-koridor kelas ke arah taman belakang sekolah yang masih sepi dan seketika itu menyudutkan aku di tembok.

“Apa sihh??” ungkapku bingung, apa yang dipikirkan Bo Eun sampai membuatku merasa seperti terdakwa begini? “Sudah deh, cukup bercandanya aku mau—“

“Benar kau bersama Baek Hyun oppa tadi malam? Apa yang terjadi diantara kalian?”

“Ehh… memangnya kenapa?” aku balik bertanya, darimana Bo eun tahu kalau aku bertemu dengan Baek Hyun? Apa namja tidak waras itu sekarang menyebarkan ke semua orang kalau aku datang ke rumahnya?

“Memangnya kau tidak tahu?” Bo eun menatapku tak percaya, dari bola matanya aku tahu dia merasa begitu gemas  “KANG YOORA!! Baek Hyun oppa kecelakaan setelah keluar untuk mengantarmu pulang!”

“Ke.. celakaan?” ulangku hampir tak sadar, tubuhku menyandar seketika di tembok belakangku, entah mengapa rasanya tubuhku bagai dihempaskan dan seketika tak ada tenaga. Bagaimana mungkin, namja yang selalu terlihat bersemangat itu… dan dia bahkan masih tersenyum kemarin. Rasanya tidak masuk akal.

“Ba… bagaimana keadaanya? Apa penyebab kecelakannya?”

“Baek Hyun oppa kritis….dan untuk penyebabnya, kepolisian masih menyelidikinya itu yang kudengar dari Chanyeol…, hari ini dia tidak masuk untuk menjenguk Baek Hyun oppa di rumah sakit.. Eh…Yoora, kau.. kau menangis?”

“Ahh….” Aku mengelap wajahku yang ntah sejak kapan basah “Aku tidak tahu, kau tidak bercanda kan Bo Eun? Padahal tadi malam dia masih tersenyum seperti itu”

“Yoo ra –ahh… Kau khawatir padanya ya?” Bo Eun memelukku erat, aku tak tahu apa yang salah padaku sehingga tubuhku begitu gemetar. Kenapa tiba-tiba aku sangat mengkhawatirkan Baek Hyun? Apa karena aku dia jadi kecelakaan? Karena aku yang selalu ingin menjauhinya?

“Te.. tentu saja, dia kan teman sekelas kita” kataku dengan suara yang sangat pelan, anehnya Bo Eun malah mendengus seolah tak percaya dan mulai mengacak rambutku dengan gemas.

“Jadi apa benar kalian tadi malam bertemu? Apa kalian berantem?”

“Anni… Baek Hyun malah mengantarku sampai rumah dengan selamat” jawabku, ya aku tahu Baek hyun membuntutiku untuk memastikan aku sampai apartment dengan selamat. Biasanya aku merasa agak cemas kalau harus pulang malam-malam melewati jalanan sepi, tapi anehnya tadi malam, mengetahui Baek Hyun oppa mengikutiku malah membuatku merasa aman.

“Syukurlahh…” Bo Eun melepas pelukan kami dan menatapku sungguh-sungguh “Yoora –ahh… Kau tahu kan…Aku percaya, bukan salahmu Baek Hyun oppa kecelakaan, tapi pandangan siswa lain berbeda, kau lah yang bersama oppa terakhir kali dan siswa lain menganggap kau selalu menolak oppa, mungkin mereka berpikir macam-macam dan dan melakukan hal-hal buruk padamu”

Aku tersenyum penuh terima kasih sambil menatap wajah Bo Eun “Gwenchana, asal kau percaya padaku, aku akan baik baik saja”

***^^**

@Jam istirahat

Ternyata kekhawatiran Bo Eun bukan tanpa alasan, aku baru menyadari betapa Three Luxury Star  terutama Byun Baek Hyun dipuja dan dikagumi di sekolah ini. Kabar mengenai Baek Hyun yang kecelakaan dan sedang kritis di rumah sakit pun sudah menyebar ke seluruh sekolah termasuk berita kalau Baek hyun kecelakaan setelah bersamaku.

DANGGG

Langkahku terhenti ketika secara tiba-tiba tong sampah jatuh tepat di depanku, isinya berserakkan, aku langsung melirik ke sampingku. Seorang yeoja jangkung dengan dandanan modis yang aku tahu sangat mengagumi Baek Hyun oppa menatapku dengan jijik. Sedangkan beberapa siswa lainnya saling berbisik satu sama lain, tatapan mereka sekarang tertuju padaku.

Childish”

“MWO?” yeoja itu terlihat kaget dengan kata-kataku

“YA, kalian para orang kaya ga ada kerjaan ya?” kata ku datar sambil menatap siswa-siswa di sekitarku, aku benar-benar sudah muak! Hari ini aku benar-benar dikerjai, bukan hanya oleh siswa tapi guru juga. Ketika masuk ke kelas, ternyata kursiku sudah dipindahkan ke gudang dan aku harus susah payah mengambilnya untung saja Daehyun membantuku. Ketika pelajaran olahraga,  ada yang menyembunyikan kaos olah ragaku dan menggantungkannya di pohon belakag sekolah. Belum lagi tiba-tiba seonsaengnim mengacuhkanku dan masih banyak hal bodoh lainnya.

Yahh… walaupun ini tidak separah ‘pembullyan’ yang aku lihat di drama-drama, tapi tetap saja mengesalkan!

“Kalau kalian ingin tahu apa aku memang bertemu dengan Baek Hyun, YA!, aku memang bertemu dengan dia tadi malam! Dan kalau kalian berpikir kalau Baek Hyun memang kecelakaan karena aku, kalian pasti bodoh sekali!”

“Yoo Ra?”  Dae Hyun oppa yang ntah sejak kapan sudah disampingku menatapku khawatir, aku tersenyum tipis berusaha menenangkannya.

“Apa maksudmu hah?”

“Baek Hyun oppa kalian tidak sebodoh itu! Kalian sendiri tahu kan begitu jeniusnya pangeran kalian itu?! Apa kalian ingat ekspresinya ketika aku menolaknya? Dia masih penuh percaya diri dan optimis!! Jadi apa dia tipe yang akan putus asa hanya karena mungkin saja dia marah padaku tadi malam? Apa dia tipe yang akan kehilangan kendali dan mengemudi ugal-ugalan karena masalahnya denganku? Dan yang mesti kalian tahu, aku dan Baek Hyun SAMA SEKALI TIDAK BERDEBAT,  sebelumnya dia hanya mengantarku, beres!”

“Baek Hyun oppa mengantarmu?” sekarang Ji yeon yang berbicara, entah sejak kapan dia sudah ada di depanku. Aku menganguk, entah mengapa aku merasa dia tidak percaya dengan ucapanku. Memangnya segitu anehnya kalau seorang Byun Baek Hyun mengantarku?

TENG TENG TENG

Bel tanda masuk istirahat selesai berbunyi, tapi aku dan masih banyak siswa dan siswi lain termasuk Ji Yeon dan Dae Hyun masih di tempat kami semula. Sampai akhirnya Dae Hyun memecahkan kesunyian

“Sudah! Bubar! Dan kau – siapapun itu- bereskan kembali tong sampah yang kau jatuhkan, yang jelas siapapun yang berani mengganggu Kang Yoo Ra, aku akan pastikan klub yang kalian ikuti tidak akan eksis di sekolah kita!” kata Dae Hyun yang lebih terdengar seperti ancaman, semuanya tahu bahwa klub di Sekang high ini berada di bawah pengawasan dan kekuasaan Student Council yang diketuai Dae Hyun, dan tentunya namja tampan ini memegang kendali besar  untuk keberlangsungan setiap klub yang ada.

Eeehhhhh……..”

                “Apa-apaan ini? bahkan sekarang juga Daehyun oppa membela gadis itu??”

                Aku menatap Daehyun bingung, tapi namja ini malah tersenyum padaku dan mendorongku ke arah kelas ku “Dae Hyunnie wae?”

“Shhttt sudahlahh… sekarang  saatnya jam pelajaran!”bisik Dae Hyun sambil mengedipkan matanya, entah mengapa aku agak shock dengan tingkahnya barusan.

“Gomawo”

“Lain kali kau harus traktir aku es Krim” kata Dae Hyun sambil tertawa kecil saat kami sampai di depan kelasku, aku pun menganguk.

Aku masih menatap Dae Hyun dengan bingung “Tentu saja”

*****^^*****

@Apartment, 21.00 KST

“Yoo Ra –ah! Baru pulang? Kenapa hari ini tidak kerja part time? Ahjumma bilang kau ada keperluan ya?”  Tanya Dae Hyun dengan busan satorinya begitu aku menginjakkan kaki di lantai tiga, ntah sejak kapan Dae Hyun berdiri di depan pintu apartmentnya yang berada tidak jauh dari pintu apartmentku.

Apa mungkin dia menungguku?

“Aku… ada yang harus aku lakukan” jawabku singkat sambil mengambil mengaduk tas selempang mencari kunci, aku memang tidak memberi tahu siapapun mengenai masalahku.  Aku tidak mau merepotkan orang lain. Hari ini pun sepulang sekolah aku mencari apartmen yang murah seorang diri, dan hasilnya nihil.  Mungkin besok kesempatan terakhirku, aku akan mencari apartment di pinggiran Gangnam saja walau aku akan lebih jauh ke sekolah.

Dan sebenarnya tadi juga aku ke rumah sakit dimana Baek Hyun dirawat, hanya…. Aku tidak berani masuk ke ruangan namja itu, aku hanya melihat sekilas sosok Min, Chan yeol dan Kai dari balik pintu ruang ICU. Entah mengapa aku tidak berani melihat Baek hyun, rasanya ini bukan waktu yang tepat. Yang membuatku paling tidak tega, adalah Min Ki, dia terlihat sangat sedih untung saja namja chingunya, Kai sepertinya selalu ada di sisinya.

“Kau ada masalah?” Tanya Dae Hyun lagi, aku tersenyum dan menggeleng berharap membuatnya tidak mengkhawatirkanku. Aku dengar dari Bo Eun kalau Daehyun sama denganku, dapat bersekolah di Sekang high karena beasiswa full dan dia pasti punya kesulitannya sendiri, aku tidak mau merepotkannya  lagi  dengan masalahku.

“Anniya… gwenchana”

Dae hyun tersenyum, tapi jelas terlihat tidak puas, dan tanpa aku sangka dia berjalan ke arahku dan menepuk kepalaku lembut “Yoora ah… aku  bisa diandalkan lebih daripada yang kau pikirkan, jadi kalau kau ada kesulitan beritahu aku, arraseo?”

“A.. arra” Kataku sambil menganguk, ntah mengapa rasanya pipi ku agak panas. Dae Hyun tersenyum lagi, entah perasaanku saja atau bukan wajah Dae Hyun terlihat merah

“Kalau begitu Yoo ra-ah, kau masuklah ke kamarmu, sudah malam”

“Dae Hyunnie?”

“Aku akan masuk setelah kau masuk…. Jaljja Yoo Ra ah”

“Enggg… oke, Jaljja” jawabku agak bingung, aku baru sadar kalau akhir-akhir ini Daehyun begitu perhatian padaku. Begitu berbeda dengan orang itu.. Orang yang super sangat dingin dan tidak sensitif, Pikirku sambil melirik gelang yang melingkar di lengan kiriku. Huruf-huruf yang terukir di gelang itu terlihat jelas dibawah cahaya lampu yang cukup terang.

ORN OGK AYA FW UIY NA

            3 Kata pertama adalah anagram nama ku, Kang Yoo Ra dan 3 kata lainnya adalah anagram ‘namanya’, aku menggelengkan kepalaku pelan. Seandainya aku dapat benar-benar melupakannya, sure there’s something that couldn’t easily erased by time.

Aku pun masuk ke kamar dan langsung saja duduk di tempat tidur, di samping seseorang dengan pungguh bersayap putih mungil yang sedang  tidur telungkup

JJAMKAMAN!!!! SESEORANG – DENGAN- SAYAP –PUTIH???!!

“EHHHHHH???????” Aku tak bisa mempercayai pandanganku sendiri, sekarang di tempat tidurku ada seseorang yang mengunakan pakaian serba putih dan bersayap mungil!!?? Aku mencoba menyentuhnya dengan agak takut-takut, tapi bagaimanapun aku berusaha, aku hanya seperti menyentuh udara kosong!!

“KKAU KKAU SIAPAA??? ” tanyaku bingung, apa dia Roh? Hantu? Malaikat? Jin? Dan kenapa bersayap dan lebih penting BAGAIMANA DIA BISA MASUK KE KAMARKU???

Hhhhh…hhh…….k… kau bisa melihatku? Syukurlah… Yoora ah.. kau…” sekarang sosok yang membuatku shock itu membalikkan tubuhnya perlahan, dia terlihat begitu lemah dan pucat, tapi bukan hal itu yang membuatku lebih terkejut, tapi karena sosok ini adalah sosok yang sangat kukenal!! Dan tentunya wajahnya  sangat familiar!!

“BYUN BAEK HYUN???!!!! A..apa yang sebenarnya ter..jadi… ke .. kenapa aku tidak bisa menyentuhmu? Kenapa kau bisa disini?  Ja…jangan jangan kau….”

“Mungkin aku sudah mati…. Tapi kenapa makin lama aku makin merasa lemah? Yoo ra ahh.. kau benar-benar bisa melihatku? Padahal orang lain bahkan Min… — hey!! Dengarkan aku!!”

“Aku pasti bermimpi!!  Ya, ini pasti hanya mimpi! Atau kalau tidak aku pasti berhalusinasi“ Pikirku sambil menggelengkan kepalaku kuat-kuat, otakku benar-benar tidak bisa menerima sekarang di apartmentku ada semacam roh yang sangat mirip dengan Baek Hyun, dan tanpa memikirkan apapun aku merebahkan tubuhku yang sangat kelelahan dan tertidur.

“Y..YAAA!! KANG YOORA!! KAU MENDENGARKAN KU KAN??” suara itu lagi, tanpa sadar aku menggeleng lemah “K..kau benar-benar tidur? Aishh kau tidak takut tidur di sebelahku, aku ini namja!”

“Ya… ini pasti hanya mimpi”

============****===========

@Keesokkan Paginya

“Yo ora-ahh…. ireohnaseyo…… Yoora ahhhh….ireohnaseyoo…” alih-alih bunyi alarm hp ku, sebuah suara nan lembut dan seindah bunyi alat musik yang dimainkan dengan jenius membuatku bangun dari alam mimpiku, dan begitu  aku membuka mataku, walau tidak jelas, aku bisa melihat boneka bear milikku ku yang tingginya tidak lebih dari 20 cm sedang melayang-layang tepat di depan mataku!!

DZIIIIINGGGGGG

“Hmmm?” Aku mengucek mataku, masih belum sadar sebelumnya sampai ….

“Yo ora ahh…. GOOD MORNING!!!!”

“Eh…. “

Sebentar, jadi ini bukan mimpi? Dengan agak takut-takut aku mencubit pipiku sendiri. Sakit. Lalu aku pun mengambil kaca mata yang kuletakkan di samping meja tempat tidurku dan memakainya. Dan aku langsung terduduk begitu melihat dengan jelas boneka bear pangeranku BENAR-BENAR TERBANG DENGAN SEPASANG  SAYAP PUTIH !!!!

“E.. EEEHHHHHHH??????? A.. APA …?? KE KENAPA BISA???” sentakku kebingungan, dan lebih kebingungan lagi ketika mendapati seorang namja berkulit putih dengan setelan tuksedo hitam ntah sejak kapan ada di depanku sambil menatapku dengan pandangan menilai, yang membuatku terkejut namja ini juga memiliki sayap hitam dan besar

“K…KAU SIAPAAA???”

“Yoora ah.. kau bisa melihat dia? DAEBAAAKKKKK! Kau tahu dia itu….”

“Shttt…. Bukan kah sudah kubilang, JANGAN SEKALI-KALI kau menyebarkan identitasku pada siapapun?” kata namja bersayap hitam itu, dia terlihat agak kesal “Kau Kang Yoo Ra, cukup tahu saja namaku KIM HIM CHAN, Dewa kematian paling TAMPAN di seluruh bumi, tugasku adalah mengumpulkan jiwa yang meninggalkan bumi ini dan mengantarkan mereka ke tempat yang tepat, selain itu juga tugas ku bla ~ bla ~ bla…..”

Bukahkah tadi dia bilang kalau aku cukup mengetahui namanya? Dan apa-apaan pula? Apa dia semacam Schedular yang diperankan Jung Il Woo di 49 Days?? Aku pasti bermimpi!!!

Aku hanya menatap kosong Himchan dan boneka bear ku, rasanya benar-benar tidak masuk akal, sekarang boneka bear ku tiba-tiba hidup dan di depanku muncul pula dewa kematian (?) yang sepertinya sangat cerewet.

“OMMO!! JANGAN-JANGAN” pekikku begitu teringat kejadian tadi malam ketika aku melihat tubuh Baek Hyun yang tertidur, dan aku pun langsung menyadari sesuatu! boneka bear ku memiliki suara yang sampa persis dengan Byun Baek Hyun!!! Mungkinkah …..??

“Yo ora –ah sebenarnya aku adalah…”

“Byun Baek Hyun?” Kata-kata itu mengalir begitu saja dari mulutku, sekarang ekspresi boneka beruang ku yang kuberi nama bear mendadak  menjadi berseri-seri. Aku baru menyadari kalau sayap putih yang kulihat pada Baek Hyun kemarin sama persis dengan sayap yang sekarang dimiliki bear.

“YOO RA AHHHH!!!! AKU TAHUU!! KAU PASTI TAHU SIAPA AKU!! Jiwa ku terperangkap dalam boneka bear iniiiii, kau harus membantuku  kembali ke tubuh asliku dan untuk itu kau bla~ bla~ bla~~”

“AAAAAAAA  TIDAK MUNGKINNNNNNNN!!!!”

=========^^=========

@Beberapa saat kemudian

“Jadi kau benar- benar Byun Baek Hyun? “

Boneka beruang di depanku menganguk penuh semangat, walau rupanya jelas berbeda entah mengapa ekspresinya mengingatkan aku dengan Baekki.

“Jadi ketika kau kecelakaan, ada sesuatu yang membuat jiwa mu lepas dari raga mu” kata ku mulai mengulang point-point yang dijelaskan oleh bear.

Bear atau pun memang benar bear yang sekarang telah dirasuki jiwa Baekki menganguk kembali dengan semangat, dia benar-benar seperti lalat (¿) terbang kesana kemari dan terus berputar putar di kamar kecilku.

“Lalu kau bertemu dengan Himchan, dia bilang dia adalah dewa kematian, dia bilang padamu kalau sekarang sebenarnya belum waktunya kau meninggal?”

“Nee… tapi aku sama sekali tidak bisa kembali ke tubuhku, Himchan bilang ada 2 kemungkinan , yaitu yang pertama tubuhku memang dalam keadaan sangat kritis atau koma atau ada jiwa lain yang masuk ke tubuhku ”

“Dan makanya sementara ini kau membutuhkan tubuh lain atau malah boneka bear mu selama siang hari, dan kalau malam hari jiwa mu bisa keluar dari tubuh lain/ boneka yang kau tempati?”

“Benar,  Jiwa ku akan sangat lemah jika tanpa raga pada siang hari” kata bear lagi “Yo ora ahh… kau harus membantuku kembali ke tubuhkuuuu! Dan jangan sampai siapapun selain kau mengetahui keberadaanku disini, karena kalau tidak…. Kalau tidakk… si devil Kim Him Chan hyung itu akan menyeretku pergi dari dunia iniiii!!”

“Ta.. tapi… kenapa harus aku?” pertanyaan itu keluar begitu saja, refleks aku menutup mulutku begitu melihat bear yang sekarang terlihat sedih.

“Molla, aku menyusahkanmu…”

Tok tok tok

                Aku menatap bear lalu pintu dengan bingung, siapa yang pagi-pagi di hari libur mengunjungiku?

                “Yo ora yah… kau harus merahasiakan mengenai keberadaanku, kalau sampai ada yang tahu keberadaanku selain kau, si Devil akan membawa jiwaku, aku akan benar-benar mati, a.. aku tak mau mati, aku harus melihat Min menikah terlebih dahulu dan bla-~ bla~” Baek Hyun terus mengoceh dan akhirnya berhenti setelah aku menyumpal mulutnya dengan apel utuh.  Untunglah dewa kematian cerewet yang ingin dipanggil Himchan oppa sudah pergi dari tadi. Katanya dia harus mengumpulkan jiwa-jiwa lain.

“Oke, baiklah, tapi sebaiknya kau tidak bicara apalagi terbang!” perintahku sambil sedikit berbisik, dan untunglah kali ini Baekki menurut. Setelah menghembuskan nafas panjang, aku pun  bangkit untuk membuka pintu.

GREP

“Min ….” Tubuhku nyaris terhuyung ke belakang begitu tubuh seorang gadis putih sempurna yang lebih tinggi dariku memelukku erat. Aku bisa merasakan bahuku mulai basah karena air matanya yang terus mengalir. Di belakang gadis itu, seorang pemuda berkulit agak gelap menepuk punggung Min dengan lembut.

“Eonniiii….”

“Min… wae?”kata ku bingung sambil membalas pelukkan Min dengan ragu, tapi Min malah menangis lebih keras.

“Eonni… hiks… Kai oppa melihat mu datang ke rumah sakit, kenapa eonni tidak masuk saja ke ruangan Baek hyun oppa?? Eonni…. Baek Hyun oppa kritis, oppa membutuhkan eonni”

Seandainya saja Min tahu kalau sekarang di kamar ini ada ‘oppa’ tersayangnya itu…. , aku melepaskan pelukkan Min dan menatap bear sekilas, aku bisa merasakan bear memberiku gelengan singkat. Aku tahu dia memintaku tidak member itahu mengenai dirinya pada Min.

“Mian Min, aku… hanya merasa kurang tepat waktunya bagiku menjenguk Baek hyun” kataku sambil menepuk punggungnya “ayo masuk dulu, atau tujuan kalian kesini…”

“Tentu saja untuk mengajak noona ke rumah sakit menemui Baek hyun hyung” sela Kai, dia terlihat jauh lebih tegar dibanding Min “Sudah hampir dua hari Baek hyun hyung belum sadar, dan tadi malam kondisinya malah memburuk, dia…“

“Eonnii … Baek Hyun oppa koma, mungkin kalau eonni menengoknya dia akan sadar, mau kan eonni menengok oppa?”

“Baiklah… aku akan menengoknya…”

=======^^===========

Sejam Kemudian

@Elite Park’s Hospital, lift

“Eonni.. apa itu yang keluar dari tas mu?” tanya Min begitu aku dan gadis itu masuk ke dalam lift (Kai sendiri tidak ikut dengan kami karena dia ada janji dengan orang tuanya). Mataku langsung terbelalak begitu menyadari sekarang kepala bear yang aku bawa menyembul dari dalam tas.

“Hahahhahahha bukan apa-apa hahahha” elakku sambil  menekan bear kembali masuk ke dalam tas selempangku, aku pun berpura-pura mencari ponselku agar bisa mengintip ke dalam tasku.

“Mana ya ponselkuu….” Kataku sambil menatap tajam bear alias Baek Hyun yang terkapar di dalam tasku, aduhhh… kalau sampai Min apalagi seluruh siswa Se Kang high tahu kalau sekarang Baek Hyun oppa ada di dalam tasku, entah apa yang akan terjadi.

“Akuu tidak bisa bernafas….” Bisik Baek Hyun bear hampir tidak bersuara, mau tak mau aku jadi kasihan

“Baiklah aku tidak akan menutup resleting tas ini, tapi diam lahh”

“Ehhh… eonni… bukankah dari tadi kau memegang ponselmu?” Min tiba-tiba menepuk pundakku membuat ku refleks menutup tasku, dia menunjuk ponsel di tangan kiriku.

“Ahh… iya… aku lupa.. eh.. ayo keluar..” kataku begitu lift sampai di lantai 10, Min menatapku bimbang tapi untung lah dia tidak berkomentar lagi. Dalam diam aku pun mengikuti Min ke arah kamar yang aku datangi kemarin, walau aku tidak sampai masuk ke dalam.

“Eh Ji Yeon ah?” aku agak terkejut begitu mendapati seorang gadis berambut panjang baru saja keluar dari kamar Baek Hyun di rawat, tapi yang lebih membuatku terkejut adalah Min. Gadis ini langsung mendorong bahu Ji Yeon dengan keras.

“APA YANG KAU LAKUKAN DISINI??!! BUKANKAH SUDAH KUBILANG, TIDAK USAH MENENGOK OPPAKU!!”

“Aku tidak peduli, Memangnya siapa kau? Kau bukan adik kandungnya? kau tidak berhak melarangku!” kata-kata dingin Ji Yeon membuatku bingung, Min bukan adik kandung Baek Hyun?? Aku benar-benar baru tahu. Setelah menepuk-nepuk bajunya seolah terkena debu, Ji Yeon pun meninggalkan Min dan menatapku tajam sebelum melewatiku.

Sebenarnya ada masalah apa dengan Ji Yeon, Min, dan Baek Hyun? Aku benar-benar tidak mengerti…

“YAAA!!! PARK JI YEON!!!”

“Min… sudahlahh… tenang! Ini rumah sakit!”

“Ta… tapi eonnii…” Min masih terlihat kesal, akhirnya dengan susah payah aku menyeretnya ke dalam kamar Baek Hyun yang sedang dirawat. Dan seketika itu juga gadis jangkung itu langsung melihat oppanya dengan cemas, seolah memastikan Ji yeon tidak melakukan apa-apa pada Baek Hyun oppanya.

“Oppa… bangunlahh…. Yoora eonni disini”

“Baek Hyun…” ucapku kaku, rasanya aneh sekali, baru saja aku mendengar suara Baek Hyun di boneka bear ku, dan sekarang aku melihat tubuhnya terkulai dengan mata terpejam. Beberapa selang penyambung kehidupan terpasang di tubuhnya dan untuk nafas pun dia dibantu oleh selang oksigen. Hanya grafik  dari sebuah alat saja yang menunjukkan bahwa tanda-tanda vital kehidupannya masih bekerja dengan lemah. Rasanya tubuhku lemas seketika.

“Eonni… kemarilah, duduk di samping oppa”

Dengan agak ragu aku pun duduk di samping tempat tidur Baek Hyun, rasanya aku benar-benar tidak tega dan tak percaya orang se-ceria dan se-optimis dia harus terbaring seperti ini. Tiba-tiba aku merasa pipiku disentuh, ternyata Min mengusap pipiku yang ntah sejak kapan basah.

“Eonni… kau menangis? “

“Tenang saja Min, aku yakin… aku yakin Baek Hyun akan segera sadar”

Min tersenyum penuh terima kasih, dan dia pun tiba-tiba memegang telapak tanganku dan meletakkannya di telapak tangan Baek Hyun yang terbuka, membuatku menatap gadis itu penuh tanda tanya.

“Aku menyukai eonni,  entah mengapa kalau eonni dan Baek Hyun oppa, aku setuju!”

“Aku tidak setuju!” kata-kata seseorang membuat ku dan Min spontan menatap ke arah pintu kamar yang ntah sejak kapan terbuka, dan seorang namja tampan sedang menggembungkan pipinya sambil membawa sekeranjang buah.

“JUNG DAE HYUN! Apa maksudmu tidak setuju heoh?” ucap Min kesal, gadis itu berdecak kesal “Dan aku pikir kau sudah lupa dengan sahabatmu sendiri sampai –sampai kau baru sempat menengoknya sekarang”

“Dae Hyunnie? Kau temannya Baek Hyun?” aku menatap Dae Hyun dan kemudian Min, gadis keturunan Cina itu terlihat kaget seolah kelepasan bicara.

“Sudahlah… tidak apa-apa Min, oh ya Yoo Ra ah, aku dan Baek Hyun hyung memang berteman dari junior high hehe… tapi ini rahasia, nanti akan kuberitahu lebih lanjut”

“Oh….” Aku hanya bisa manggut-manggut mendengar penjelasan Dae Hyun, agak di luar dugaan juga seorang yang sangat kaya seperti Baek Hyun berteman dan sepertinya akrab dengan orang sederhana seperti Dae Hyun. Tapi tentu saja hal-hal seperti itu mungkin, aku dan orang itu pun bagaikan langit dan bumi.

^^^^^0^^^^^

@Kawasan Gangnam, street

21.00 KST

“Yoora ah!! Ayoo!!! Tinggal saja di rumahku! Min pasti tidak keberatan” entah sudah keberapa puluh kalinya  si Bacon ini terus membujukku, kali ini dia menghadangku yang kemudian melewati tubuhnya yang agak tembus pandang. Kali ini aku sudah cukup terbiasa dengan wujud jiwanya dan tidak cukup bodoh untuk membalas kata-katanya di tempat yang banyak orang seperti ini.

“Kau mau mencari apartment murah dimana lagi sih? Kita sudah berputar-putar seharian penuh, untung saja di malam hari aku tidak perlu berada di dalam boneka mu itu, kalau tidak aku benar-benar bisa pingsan karena pengap”

“Ishh… diam!” bisikku sambil menatapnya tajam, dan akhirnya  si bawel ini pun diam. Yah… harus kuakui, aku memang membutuhkan tempat tinggal tapi rasanya aku belum siap kalau sampai harus tinggal di rumah Baek Hyun. Aku sudah menelpon Bo Eun dan memintanya mengijinkanku  mulai besok menginap di rumahnya selama tiga hari, tapi untuk selanjutnya aku harus berpikir lagi.

“Mian… seandainya saja aku tidak seperti ini… aku tentu bisa membantu mu” kata Baek Hyun pelan, dia benar-benar tidak berbeda dengan manusia lainnya terkecuali sayap mungil di punggungnya dan tubuhnya yang agak transparan juga kenyataan kalau hanya aku yang bisa melihat atau mendengar suaranya. Dia juga masih menggunakan pakaian casual yang dia pakai saat terakhir bertemu denganku.

“Ini bukan salah mu” bisikku, sambil mendekatkan hp ke telingaku berpura-pura menelpon. Jadi orang-orang tidak akan menatapku dengan aneh karena bicara sendiri “Sudah, lebih baik kau pikirkan bagaimana cara kembali ke tubuh asalmu saja”

Tiiinnnn tinnnnnn

Sebuah mobil sport mewah tiba-tiba berhenti di sampingku, kemudian kacanya terbuka dan  pengemudinya- seorang wanita cantik dengan rambut pendek sebahu- tiba-tiba melambai ke arahku seolah sudah benar-benar mengenalku.

“Hye Seong noona!” Baek Hyun terlihat sangat terkejut mendapati wanita yang sepertinya beberapa tahun lebih tua dari kami. Aku menatap ke arah Baekki dan gaids itu dengan penuh tanda tanya.

“Ehhhh…. Kau kenal?”

“Heii… kau bicara dengan siapa? Sini!” wanita itu melihatku dengan bingung, lalu ia pun mengulurkan tangannya begitu aku mendekatinya

“Kenalkan, aku adalah Jung Hye Seong, noona kandung Jung Dae Hyun, kau Kang Yoo Ra kan?”

“HEEEEEEEEE……. NOONANYA DAEHYUNNN?????” aku benar-benar terkejut kalau gadis cantik yang sepertinya kaya raya ini adalah kakak perempuan Dae Hyun. Penampilan mereka benar-benar berbeda, Dae Hyun selalu tampil sederhana semantara gadis di hadapanku ini terlihat sangat modis,untunglah akhirnya aku berhasil menguasai diriku lagi “Mian, nee benar aku adalah Kang Yoo Ra”

“Nice to meet you Yoo Ra ah, hmm… aku punya penawaran menarik untukmu”

“Heoh?”

Hye Seong eonni tersenyum penuh arti “Aku dengar kau sedang kesulitan mencari tempat tinggal, mau kah kau tinggal di rumahku? Kalau kau tinggal disana, aku yakin adikku yang sebenarnya bandel itu mau pulang!”

“M..mwo?!”

========^Someone PoV^=========

@Elite’s Part

Sementara itu…

                Aku masih sangat mengingatnya, dinginnya air hujan yang mengguyur kami malam itu, dan terlebih wajah terlukanya. Aku mengingat setiap kata dan setiap detail ekspresi wajahnya, setiap hari ingatan itu terus terulang di otakku dan menimbulkan perih yang sangat dihatiku.

                PLAKK

Aku memegang pipinya yang dia tampar, perih, tapi aku tahu tamparan ini tidak ada apa-apanya dibanding sakit di hatinya. Aku hanya terdiam di tempatku, menatap ke arahnya, berharap masih bisa dimaafkan.

“Aku tidak mau melihat wajahmu lagi!”

“Yoo ra ah…”

“Aku mau kita putus, dan jangan pernah menampakkan wajahmu lagi di depanku, jebal…”

“Aku tidak mau!” dengan paksa aku memeluk gadis di hadapanku, aku tidak peduli dia terus memuku, menampar, mencakar ku, aku tidak peduli, selama itu bisa menghentikannya untuk menjauhiku.

DUAKK

“AW!!!” sebuah pukulan telak mengenai perutku, aku tersenyum kecut, aku lupa kalau pernah mengajari gadis ini bela diri.

“Jangan… jangan berani-berani perlihatkan wajah mu di depanku, aku sudah muak dengan ekspresi dingin mu! Kau tidak pernah benar-benar peduli padaku!”

“Tapi..”

“Selamat tinggal…. “

“YOO RA AH!!!!!!”

“O… oppa!!! Oppa sudah sadar?”

Mimpi itu lagi             

Aku mengerjap-ngerjapkan mata menatap ke arah langit-langit putih di atasku, entah mengapa rasanya kepalaku sangat sakit. Aroma parfum ini.. Min? Dan benar saja ketika aku menatap ke samping, seorang gadis berambut panjang menatapku sambil menangis.

“OPPA!! KAU SADAR!!! KAU INGAT AKU KAN OPPA!!” Min berkata heboh, aku menatap ke sekeliling dan menyaari diriku terbaring di rumah sakit, tapi bagaimana bisa aku berada disini?

“Min.. apa yang terjadi?” ucap suara lain yang rasanya agak familiar, aku sedikit mengangkat kepalaku yang masih berat untuk mendapati pemuda jangkung yang aku tahu adalah temannya Baek Hyun. Tapi apa yang dia lakukan disini

“Baek hyun! Kau sudah sadar!? Bagaimana? Ada yang sakit? ”

“Sudah!! Cepat panggilkan dokter kesini!” pekik Min panik, aku masih belum bisa mencerna apa yang terjadi, apa aku salah dengar? Dia memanggilku ‘Baek Hyun’?

“Min.. apa?”

“Tenang lah Baekki oppa, jangan banyak bicara dulu, ahh.. syukurlah kau sadar” Min memelukku hati-hati, tapi otakku masih berusaha mencerna hal lain, kenapa Min juga memanggilku ‘Baekki?’

Jangan-jangan …..

TBC