Tags

, , , , ,

This is the 1st FF that could be finished by me and Azumi ^^,, I think I must repost this FF 🙂 cause my notes on FB have an error.

Happy Reading !

cover FF - Copy

Title                : Secret Wish Part 1

Author             :Kunang Annalitha (KeyMi) dan Azumi Aozora

Main Cast        : Kim Mi Young, Kim Min Ah, Lee Tae Min, Jo Kwang Min, Jo Young Min

Support Cast   : Jeong Min,  Jung Jin young, Min Woo, Baro dll (Member SHINee lain semua bakal ada, menyusul ^^)

Length             : sequel

Genre              : Family, romance, life, friendship,

Rating              : PG-15

Backsound(?)  : Don’t touch my girl by Boyfriend

Summary        : Kim Mi Young dan Kim Min Ah adalah 2 yeoja yang jadi idola di Anyang High School. Mereka berdua sama-sama cantik dan berprestasi, tapi dalam diri mereka, mereka tidak puas dengan keadaan diri mereka. Min Ah dan Mi Young terlihat saling membenci satu sama lain, tapi dalam lubuk hati mereka sebenarnya mereka iri dan ingin bertukar posisi. Bagaimana kalau keinginan mereka terkabul? Check out! ^,^

Oyaa.. ni FF duet, part ganjil aku (Kunang yang bikin) dan part genap chinguku yang bikin Azumi Aozora

Happy Reading

 Tokoh Utama :

  1. Kim Mi Young (2 Regular Class)→ sangat suka musik, sudah lama berhenti main piano dan biola, benci pelajaran mafikibi, jago olahraga dan seni, cerewet, benci kalah,
  2. Kim Min Ah (Musical Class) → cewek yang keras kepala, suka cerita2 fiksi, jutek ke cowok terutama yang baru dikenalnya, benci musik, sangat suka dengan science.
  3. Jo Kwang Min (2 Regular Class) → kalem, gak tahan digelitiki, gak bisa masak, pintar, baik sama cewek-cewek, paling bisa tahan dengan omelan Mi young,
  4. Jo Young Min (2 Musical Class è ngomongnya pedes tapi hatinya baik bgt, jago main gitar + masak, narsis, galak sama cewek-cewek  (gak peduli sama fans2 nya) tapi tetep aja banyak cewek yg suka.
  5. Lee Tae Min (3 Special class) → School Captain Anyang High School, idola no 1 di sekolah, misterius, kelihatan baik pada semua orang tapi yang berani melawannya akan berakhir tragis (?),

First Secret by Kunang

=============Author PoV============

@Depan rumah keluarga Kim

07.00

Seorang yeoja berambut ikal panjang tampak tak sabar menunggu di depan rumahnya. Sesekali dia melirik jam tangannya dan berdecak kesal. Yeoja mungil yang tingginya sekitar 158 cm itu benar-benar menyesal tidak menerima tawaran oppanya, Jonghyun oppa untuk mengantarnya ke sekolah. Ini semua gara-gara Kwang Min! Pikir yeoja itu kesal. Tidak biasanya seorang Jo Kwang Min, salah satu siswa teladan Anyang High School  yang merupakan peraih medali olimpiade sains tingkat nasional itu telat, mana yeoja ini juga sudah berencana menyalin habis-habisan pr fisika Kwang Min. Ini bukan karena dia tidak mengerjakan, tapi mau dicoba sekeras apapun dia mencoba sendiri tetap saja soal-soal fisika tak pernah bersahabat dengannya.

“Akhirnya…” ucap Mi Young senang walau agak kesal, benar saja  sebuah mobil sedan hitam  melaju ke arahnya dan kemudian berhenti tepat dihadapannya. Namja di dalamnya membuka jendela mobil.

“YOOOO!!!! MI YOUNG!!! Wahhh…. hari ini kau tidak telat bangun ya? daebaaakkkk!!! Kayaknya bentar lagi turun salju” ledek Kwang Min sambil memamerkan senyum manisnya, tapi dimata Mi young itu adalah senyum menyindir, jelas sekali sekarang musim panas mana mungkin ada salju?

“KWANG MIIIIN!!”  dengan segera Mi young bergerak ke arah mobil dan dengan kesal menggelitiki namja itu, kontan saja  Kwang Min menjerit “ rasakan! Kau tahu, aku sudah susah payah bangun pagi dan gara-gara kau, gara-gara kau kali ini aku akan dihukum lagi karena telat!! Ahh untung saja besok sudah liburan musim panas”

“HYAAA!!! STOPPP!!! MIANN… MIANHAEEE Mi Young~ahh…. hahaha” Kwang Min berusaha mengatur nafasnya setelah Mi young melepaskannya “mianhae.. jangan kesal lagi nee? Kemarin malam Young Min memaksaku menemaninya main game sampai larut malam. Kajja cepat masuk!”

“Baiklah kali ini kau kumaafkan Jo Kwang Min! hwaa… semoga saja guru piketnya kali ini Yang Seung Ho songsaengnim, ah… Seung Ho songsaengnim cuman ngajar di musical class sih… jadi paling bisa lihat dia kalau jadi guru piket” ucap yeoja itu sambil masuk ke dalam mobil dengan pandangan menerawang, Kwang Min yang sudah tahu kalau Mi young sangat ngefans sama guru piano satu itu cuma bisa geleng-geleng kepala. Namja itu pun dengan segera menjalankan mobilnya.

Ya, Kwang Min dan Mi Young adalah sahabat dekat dan sama-sama siswa tahun kedua di regular class, Anyang High School.  Selain regular class, ada juga musical class di sekolah mereka. Sebenarnya Mi Young sangat ingin sekali masuk musical class, tapi tidak disetujui oleh appanya. Appanya bersikeras agar Mi Young masuk ke jurusan reguler dan kemudian menjadi dokter seperti dirinya lalu kelak meneruskan usaha rumah sakit milik keluarga mereka. Semenjak Jonghyun, oppa kandungnya memilih pergi dari rumah karena appanya tak merestui keinginan oppanya itu jadi penyanyi. Mi young lah yang sekarang harus menjadi seperti appanya, padahal jujur dia sangat tidak tertarik menjadi dokter! Apalagi dia punya trauma dengan darah.

“Ahh… bukankah itu Young Min?” suara Kwang Min membuat Mi Young yang sibuk menyalin pr fisika milik Kwang Min menoleh, dan benar saja Mi Young melihat seorang namja yang mengendarai motor racing berwarna merah mengetuk pintu mobil yang mereka naiki, ya mereka saat ini berhenti karena lampu merah. Di belakang Young Min, duduk seorang yeoja, walau yeoja itu menggunakan helm, Mi Young cukup yakin kalau yeoja itu adalah yeoja yang dikenalnya. Yeoja yang paling malas ditemuinya!

“Kwangie… jam segini kau baru sampai sini? Hoho… aku dengar guru piketnya tuh Yesung haraboeji loh hohohoho…” canda Young Min, membuat senyuman Kwang Min hilang, yah sebenarnya Kwang Min agak segan sama Yesung songsaengnim karena fakta kalau orang tua Young Min dan Kwang Min pernah diajar juga oleh Yesung songsaengnim, tapi yesung songsaengnim masih terlihat sangat muda.. selain itu banyak gosip miring lainnya tentang Yesung songsaeng. Banyak yang mencoba ingin membongkar rahasia umur beliau, tapi kabarnya yang mencoba menyelidiki akan terkena kutukan. Mi Young sih maklum kenapa Kwang Min kelihatan takut, namja itu benci dengan hal-hal mistis berbeda dengan saudara kembarnya.

“YA!!! Jo Young Min!! Kau jangan  bercanda ya! memangnya wakil kepala sekolah seperti Yesung songsaeng bakal jadi guru piket?  Sudah Kwang Min, tidak usah dihiraukan!” Mi young mencibir ke arah Young Min yang  malah tertawa.

“ommo ommo…. anae nya Kwang Min sepertinya marah nih, hohoho” sindir yeoja yang duduk di bonceng Young Min “… ahh…  Young Min!! Lampu hijau! ”

“Ahh… bye bye…. !! selamat dihukum gara-gara telat!! Hehhehehhe” dan dalam hitungan detik, Young Min dan yeoja yang disampingnya itu sudah melesat.

“Sebaaalllll!!!”

“Wae…wae…? jangan dimasukkan kehati kata-kata Min Ah dan Young Min”

“bukan masalah itu… enak ya jadi Min Ah …” ucap Mi Young sambil melirik punggung Kim Min Ah di depan mereka, yeoja itu terus menatap nanar kotak yang dibawa Min Ah. Kotak biola. Biola miliknya sendiri sudah dihancurkan oleh appanya, untung saja dia masih punya satu lagi dan disembunyikan.

“Mwo?”

“Nee…. dia bisa bermain biola dan piano sepuasnya, sementara aku harus terus belajar pelajaran yang membosankan ini! Dan apa-apaan kelas musical? Mereka telat bahkan membolospun tak masalah asal ketika pementasan dapat menampilkan yang diinginkan songsaengnim! Sungguh tidak adil!”

“Jadi kau tak bahagia di kelas kita?” tanya Kwang Min spontan, ntah mengapa Mi Young dapat merasakan kalau sahabat dekatnya itu merasa kecewa.”Apa kalau ada kesempatan kau bisa di musical class, kau akan pindah kesana?”

Mi Young terdiam sejenak sambil memelintir rambutnya, membuat rambutnya yang ikal bertambah ikal, kebiasaannya kalau sedang berpikir “Molla~ ahh… tapi yang jelas kalau aku di Musical class aku akan jarang ketemu kau, dan aku harus sekelas dengan….”

“eh.. nugu..?” tanya Kwang Min ketika Mi Young malah terlihat menerawang

“Ah…anni…hwaaaa masih banyak yang harus aku salin! ” Mi young kembali menunduk dan berusaha memusatkan pikirannya untuk menyalin pr fisika Kwang Min, tapi begitu melihat jari-jari tangan kirinya yang kapalan karena dulu sering memainkan biola, membuat yeoja itu sedih

“Seandainya aku jadi Min Ah ….”

====================Still Author PoV===============

Satu jam kemudian

Disisi lain

~Anyang High School~

@Music Room,  Anyang High School

“Aduhhh…. kau lagi-lagi salah memainkannya Min Ah!” dengan agak tak sabar Seung Ho songsaengnim  yang dijuluki Yang chopin oleh siswa-siswanya, mengulang kembali permainan pianonya “Lihat! Kau harus memainkannya seperti ini! Kau harus menghayati lagu ini, tema lagu ini adalah kebebasan, kau sama sekali tak merasa bebas, kau tertekan!”

“Ah… mianhae songsaengnim…”ucap  yeoja berambut lurus panjang sambil berusaha mengingat not-not lagu Beethoven yang akan dimainkannya untuk pentas, dia ingat dengan jelas not-notnya, tapi tetap saja jari-jarinya tidak mengikutinya. Huuhh… ini sudah ketujuh kalinya dalam seminggu dia diomeli  Yang Chopin. *berarti sehari sekali dong :p

“Saya beri waktu 1 jam, saya tidak mau tahu caranya, kau harus sudah bisa menghayati lagu ini dan memainkannya dengan baik!” perintah Yang Chopin dan setelah songsaengnimnya pergi dari ruang musik akhirnya Min ah bisa menarik nafas lega.

“Masaaa…. siswi teladan di Anyang Junior High School, mainin yang beginian aja tidak bisa?” seorang pemuda berambut blonde yang tak lain adalah saudara kembar Kwang Min masuk ke ruang musik sambil menenteng gitar.

“Kau pasti mengintip aku diomeli Yang Chopin kan? haaahh…. aku benar-benar tak menyangka, aku yang hampir tak pernah dikalahkan dalam pelajaran sekarang harus masuk musical class dan level ku jauh di bawah kamu” gerutu Min Ah sambil memainkan piano secara asal, yeoja itu tak sadar kalau ekspresi Young Min berubah sesaat.

“Kau menyesal masuk Musical class? Apa kalau kau bisa masuk ke regular class, kau akan pindah kesana?”

Min Ah menghentikan permainan pianonya yang asal-asalan “Ahh… kau bicara apa sih Young Min? Mana mungkin aku bisa pindah ke regular class? Terus kalau aku masuk regular class, aku akan jarang ketemu kau, lalu yang paling menyebalkan aku akan sekelas dengan ….”

“ehhh… nugu.. nuguyaa… nuguyaaaaa Min Ah??”

“Eobso… ahhhh…aku harus latihan!!! Latihaaannnn!!!” Min Ah menekan beberapa tuts piano, kemudian terdiam, ia teringat lagi buku fisika yang dipegang Mi Young di mobil “Ah… seandainya aku  Mi Young…”

Young Min menatap Min Ah sesaat lalu menarik bahu yeoja itu hingga Min ah berdiri “Aishh… sudahlah… sekarang lebih baik temani aku ke kantin! “

“Hajiman…”

“Percaya padaku! Kata Yang Chopin temanya kebebasan kan? percuma saja kalau kau terus disini, kau akan tertekan… kita keliling sekolah saja dulu sambil dengarkan lagu itu” saran Young Min dengan gaya sok tahu

sambil memasang head phonenya, dan Min Ah pun memasang headphones putih miliknya.

Min Ah dan Young Min adalah sahabat dekat, seperti halnya Mi Young dan Kwang Min, dan sama-sama tahun kedua di Musical Class Anyang high School. Sebenarnya Min Ah kurang tertarik pada musik, dia bisa bertahan di musical class juga gara-gara dia punya kemampuan menghapal  yang bagus sehingga bisa mengingat not-not balok tapi tetap saja soal penghayatan  dan memainkan harmoni yang rumit yeoja ini selalu kesulitan. Min Ah masuk ke musical class gara-gara keinginan eommonimnya yang seorang artis dan pianis agar Min Ah menjadi seperti dirinya. Eommonimnya itu selalu membanggakan Min Ah diberbagai shownya. Jadilah terpaksa dia menggeluti musik, berusaha bisa memainkan piano, biola dan menyanyi padahal Min Ah lebih tertarik pada Science, Matematika dan Ilmu sosial.

“Ehhh… mereka sedang apa?” Min Ah berhenti ketika melewati kebun botani yang merupakan bagian dari regular class, yang menarik perhatiannya adalah Kwang Min dan yeoja yang paling malas dilihatnya sedang  dan beberapa siswa regular class lainnya sibuk memperhatikan tanaman-tanaman.

“hahhaha… ituu… Kwang Min bilang salah satu hukuman kalau mereka telat, mereka harus menghafal  50 nama latin dari tumbuhan yang ada di kebun botani hohoho, seperti kau lihat..dekat tanaman itu dipasang papan kecil bertulis nama latin setiap tanaman~~~ Kwang Min sih mudah, tapi kalau yeoja cerewet itu sihh.. aku tak yakin” Young Min tertawa lagi ketika melihat Mi Young yang tergores kaktus dengan bodohnya, aku juga ikut tertawa

“YAAA!!! APA YANG KALIAN TERTAWAKAN!!”

“Siapa yang menertawakan siapa?” Min Ah pura-pura polos dan malah bersiul seolah tak peduli

“Ahh… Min Ah… sepertinya kau dan Young Min tambah dekat saja, bagus, sebaiknya kau jangan dekat-dekat dengan Lee Tae Min sunbae”

“MWO? “ sesaat Min Ah terlihat kesal, tapi kemudian dia terlihat tenang kembali “Kau pikir Tae Min sunbae mau sama yeoja pentium satu kayak kamu?”

“Mworgo? COBA KAU BERANI BILANG SEPERTI ITU SEKALI LAGI?!!!” Mi young kali ini benar-benar kesal! Sudah telat, pr fisika Kwang Min belum selesai dicontek semua, dan guru piketnya malah Kyuhyun songsaengnim yang dijuluki evil songsaeng jadilah dia harus menghafal 100 nama latin padahal biasanya cuma setengahnya, ehh.. sekarang malah ditertawakan oleh orang-orang yang menyebalkan ini?

“Mi Young..shhttt…. itu nanti terdengar sama Kyuhyun songsaeng, kajja jangan hiraukan mereka” Kwang Min berusaha menengahi.

“Kajja Min Ah…. hohoho…. tinggalkan saja pasangan pabo disana!”

“YAAA!! Kau bilang apa Young Min?!” Mi Young yang rupanya mendengar kata-kata Young Min kali ini membelalakkan matanya pada namja kurus itu, sedangkan Young Min malah menarik Min Ah sambil mencibir ke arah Mi Young.

Bukan hal yang aneh sebenarnya Young Min dan Mi Young bertengkar, mereka memang tidak pernah cocok dari SMP. Sebenarnya Jo twins, Mi Young dan Min Ah sekelas ketika SMP, tapi Mi Young dan Young Min sudah seperti magnet dengan kutub sama, tidak pernah akur dan sering bertengkar.  Begitu pula Kwang Min dan Min Ah, karena sama-sama kalem hampir dipastikan kalau mereka bersama, pasti suasana akan awkward. Mi Young dan Min Ah sendiri dari SMP jarang terlihat akur akur, ada saja yang mereka ributkan terutama mengenai orang yang mereka taksir dari SMP yaitu Taemin sunbaenim yang sekarang menjabat menjadi school representative (school rep) Anyang High School. Jadilah Kwang Min lebih akrab dengan Mi Young dan Young Min lebih akrab dengan Min Ah.

“Algaera syatoma”

“Eh?” Young Min yang sekarang sudah melepaskan headphonesnya  bingung mendengar kata-kata asing yang didengarnya dari mulut Min Ah. Ya, akhirnya Young Min berhasil mengajak Min Ah kembali berjalan ke kantin,

“Ituu… nama latin tanaman yang dipegang Mi Young tadi…kau tak ingat? Ada di buku biologi SMP” jawab Min Ah sambil kembali memasang headphonesnya, mencoba mendengarkan kembali Beethoven symphony no 67 yang katanya bertema kebebasan, kebebasan? Kebebasan apaan? Min Ah sama sekali tak mengerti kenapa bisa tema lagu yang didengarnya adalah kebebasan.

“Ahh… seandainya aku adalah Mi Young….”

==============End of Author PoV=============

===============Kwang Min PoV ==============

@Kediaman keluarga Jo

@Kwang Min’s room

22.00 pm

“Seandainya aku jadi Min Ah ….”

Kata-kata Mi Young membuatku yang hendak memasukkan botol minum ke tas ransel terdiam. Ah.. aku sudah sangat tahu, Mi Young sangat mencintai musik seperti saudara kembarku itu. Dulu ketika SMP aku sering membantunya berbohong pada appanya Mi Young atau membantunya kabur agar dia dapat les piano dan biola, padahal bilangnya sih les bahasa Inggris. Aku sama sekali tak bisa menolak keinginan yeoja satu ini, karena dia adalah Mi Young, tidak ada alasan lain. Dan sekarang, aku bisa melihat dia sangat merindukan bermain musik lagi, tapi aku tak bisa apa-apa. Sejujurnya aku juga sangat merindukan melihat ekspresinya ketika bermain musik.

JDREEEKKKKKKK

Suara pintu kamar yang tiba-tiba terbuka membuatku kaget, dan siapa lagi kalau bukan saudara kembarku yang super berisik yang datang sambil membawa gitarnya.

“KWANG MIIINNN!!!! AKHIRNYA BESOKKK LIBUURRRRAAANNNN!!!! BESOK LIBURAAANNNN!! JREEENGGG JREENGG JREEENGGG” seru Young Min  sambil memetik gitarnya sampai bersuara memekakan telinga.

“Kau ini berisik sekali Young Min! Ehh… sudah kau kemasi barang-barang yang mau kau bawa?” tanyaku, dan aku yakin dengan jawabannya, benar saja saudaraku itu langsung menepuk dahinya.

“Ahh…. aku lupaa…. apa sih yang harus dibawa? Ehh… dongsaengku yang manis, bantu hyung mu yang tampan ini berkemas yah? Yahhh??”

“dasar! Kau bilang hyung? Aku tidak ingat punya hyung” sindirku sambil kembali membereskan pakaianku, dasar Young Min!  mentang-mentang lahir beberapa menit lebih cepat daripada ku, kalau ada masalah dia selalu merayuku sambil menyebutku ‘dongsaengku yang manis’ dengan intonasi yang menggelikan.

“Hohohooo…. ini botol minum yang couple an sama Mi Young itu yahh? Wahhh…. sekarang kau sudah mulai tidak mau punya barang yang sama denganku tapi lebih ingin sama dengan Mi Young?? Aku sediiihhh…”

“YAA! Young Min! Kembalikan botol minumku!” aku merenggut kesal, sedangkan Young Min malah mulai tertawa menyebalkan. Dan akhirnya aku berhasil merebut botol minumku

“neee… tidak usah  kesal seperti itu Kwang Min, aku dapat merasakan kau lagi bad mood kan? wae? Kau ditolak Mi Young?ahhh eumppfffff….” boneka pikachu yang kulempar sukses mengenai muka Young Min dan boneka itu langsung berbunyi ‘Pikaaaa – pikaaaa’ mau tak mau aku tertawa.

“Jangan berkata bodoh…aku tidak bad mood, kau yang sepertinya bad mood, jadi saja aku ikut bad mood” kataku asal, tapi Young Min terlihat serius menanggapi perkataanku, ehh… jangan-jangan benar lagi? “Jangan-jangan kau yang ditolak Min Ah? Kau kan suka dia”

“Si…siapa  yang suka sama yeoja jutek seperti dia?”

Aku hanya tertawa kecil melihat Young Min yang sepertinya salah tingkah, aku sudah tahu jelas kalau saudara kembarku itu menyukai  Min Ah walaupun dia tidak pernah mengakuinya, dan Young Min juga sepertinya tahu siapa yeoja yang aku sukai, tapi… ah sudahlah….

“Sudah! Jangan tertawa!” Young Min tiba-tiba cemberut “Ahhh… mana mungkin aku bad mood, padahal besok kita liburan ke Jeju? Sudaaaahhhhhh kajja…. bantu aku berkemass!!!”

Dasar Young Min pabo! Dia tidak pernah bisa berbohong padaku J

=====================Kwang Min PoV end==============

=================Mi Young PoV ====================

@Lapangan Anyang High School

07.45 am

“Lee Taemin sunbaenim memang sangat tampaaaannnn, dia itu bagaikan pangeran di cerita cinderella, ah bukan dia itu memang pangeran yang sebenanrnya ….”  aku merasa tak bisa menahan pesona school representative kami itu begitu dia meninggalkan bis yang akan aku tumpangi, ya tadi Taemin sunbae sedang berkeliling setiap kelas dan bertanya ke semua class representative mengenai kelengkapan anggota dan barang-barang lainnya. Untungnya di kelasku class representative nya adalah Kwang Min. Jadi saja aku bisa pura-pura jadi asisten (?) nya Kwang Min hehehehe….

“HEEYYY HEYYY!!!! Waktunya pergi!”  Kwang Min menarikku yang masih asyik melihat punggung Taemin sunbae, eh.. sepertinya Taemin sunbae berjalan ke arah bus yang akan digunakan musical class! Ahh.. sial! Min Ah pasti coba tebar pesona, “KAJJAA… MI YOUNG!!”

“Nee..nee…” akhirnya aku pasrah juga ditarik Kwang Min ke bus, huhhh.. kenapa sih sahabatku ini selalu terliat tidak senang kalau ada sesuatu yang berhubungan dengan Taemin sunbae? Dan akhirnya akupun duduk di kursi kedua dari depan, Kwang Min tahu kalau aku sangat suka duduk di depan dan dekat kaca jadi dia sebagai class representative bisa mempersiapkannya untukku, dia benar-benar baik hehe….

“Kau masih ngestalker Taemin sunbae yah?” seseorang tiba-tiba muncul dari atas kursi depan membuatku dan Kwang Min kaget.

“Jeong Min?!” aku hanya bisa manyun melihat salah satu namja paling imut di kelas itu melirik ku dan Kwang Min dengan semangat “enak saja, memangnya aku itu stalker? Tumben kau bangun, kau tidak tidur?”

“Mau, tapi nanti hehehhehe…” Jeong Min memperlihatkan bantal hijaunya yang berbentuk kura-kura “Kwang Min, sabar ya…. mungkin suatu saat Mi Young bakal menyerah ngestalker Taemin sunbae”

“mwo? Apa maksudmu?” aku tak mengerti, lagian apa-apaan? Sampai kapanpun aku tak akan berhenti ngestalker Taemin sunbae..” ucapku spontan, tapi rasanya ada yang salah dengan ucapanku , Jeong Min juga malah tertawa “eh?? apa yang aku bilang! Aku bukan stalker!”

Kwang Min tiba-tiba membuka tas ranselnya dan menyodorkan sekotak susu cokelat pada Jeong Min “ Minum ini dan tidurlah! Ppali!”

Jeong Min tersenyum senang tapi kemudian dia pura-pura tidak tertarik. sebentar? Kenapa Kwang Min mau-maunya memberikan susu cokelat untuk si tukang tidur ini?, mana aku tidak dikasih?

“Aku biasa minum dua sebelum tidur…” ucap Jeong Min, dan yang membuatku terkejut Kwang Min yang terlihat agak jengkel akhirnya mengambil sekotak lagi dari tasnya dan seketika itu pula Jeong Min mengambilnya.

“Jangan tanya apapun… dia itu lebih menyebalkan saat bangun, dan nih aku tak memberikan susu pisang favoritmu pada Jeong Min” kata kwang Min sambil menyodorkan sekotak susu pisang padaku, hehehe.. sebenarnya aku suka susu pisang karena tahu Taemin sunbae sering meminumnya. Tapi Kwang Min sama sekali tak tahu hal ini.

“Gomawo, wahhh susu pisang memang yang terbaik! Kau tahu saja Kwang Min kalau aku lebih suka susu ini” ucapku cepat lalu meminum susu ini, Kwang Min tersenyum puas. Lalu aku pun melihat ke sekeliling, tampak beberapa bis kelas lain sudah siap berangkat “Ehh… bis kita belum berangkat nih?”

“ituu… satu orang lagi belum sampai..eh akhirnyaaa!!! Kau datang juga Baro!” ucap Kwang Min bertepatan saat seorang namja yang terkenal bandel naik ke bus kami, tangan kanannya digips dari beberapa hari yang lalu karena jatuh dari motor. Ya, dia memang terkenal suka balap-balapan. Setelah Baro datang, bis segera melaju keluar dari gerbang sekolah kami.

“Bagaimana tanganmu Baro? apa kamu harus ke dokter lagi sehingga kamu telat? Aku tadi telpon ke rumahmu tapi kata pembantumu kau sudah pergi” cerocosku sambil menatapnya cemas, ahh… aku ngeri membayangkan dia jatuh dari motor terus berlumur darah.

“Kau menelpon ke rumahnya? ” tanya Kwang Min sinis, menatap curiga padaku dan Baro. eh.. kenapa dia kelihatan kesal? Aku langsung mencubitnya “Aaaahww… appo!”

“Tenang saja Mi Young, gwenchana” jawab Baro sambil tersenyum padaku tanpa menoleh atau menjawab pertanyaan Kwang Min sebelum duduk di samping Jeong Min yang sepertinya sudah tertidur pulas. Tapi kemudian dia berbalik dan memberikan beberapa lembar kertas pada Kwang Min”

“Ige mwo ya?”

“Molla yo~ begitu aku bilang akan liburan ke Jeju, aku dikasih brosur itu oleh eommaku… kau bagikan saja pada yang lain”

“Apaan sih Kwang Min?” aku pun mengambil satu lembar brosur itu dan membacanya “Haahh? Make a wish at Cheongwoon beach?”

“Bukan kah letak tempat ini tidak jauh dari tempat kita nanti menginap?” tanya Kwang Min, dan begitu aku baca benar saja, Cheongwoon kan masih daerah Jeju dan dekat dengan hotel kami menginap “Ige mwo ya? bisa mengabulkan permintaan? Ah… paling ini hanya mitos saja agar tempat itu lebih terkenal, sebentar ya Mi Young, aku akan membagikan brosur ini”

“Nee..” aku merasa Kwang Min tidak terlalu tertarik dengan ‘Make a wish at Cheongwoon beach ini, tapi bukankah mungkin saja hal yang seperti itu bisa terjadi, aku pun membaca lagi “datanglah ke pantai Cheongwoon pada malam bulan pertama, apabila kau bisa lihat bayangan bulan purnama dengan jelas di laut maka permintaanmu akan terkabul”

“Malam bulan purnama yah? Ehh… apa ini? Satu orang kalau permintaan dikabulkan, baru dapat meminta lagi pada tahun depannya lagi…eeehhh… ige mwo ya?” aku hanya geleng-geleng kepala,  ahh…. tapi sepertinya menarik kalau aku mencoba, tapi apa yang akan kupinta ya? aku menerawang ke luar jendela, bersamaan dengan itu bus yang dinaiki musical class menyalip bus yang aku naiki. Aku dapat melihat jelas Min Ah duduk di belakang bus disamping Young Min, dan tanpa aku sadari apa yang aku lakukan.. kata-kata itu muncul dari mulutku

“apa mungkin aku bisa meminta jadi Min Ah?”

======================Mi Young PoV end ======================

======================Author PoV======================

Dalam liburan musim panas kali ini, siswa tahun kedua di Anyang High School berlibur ke pantai Jeju. Mereka naik bus sekolah hanya sampai Incheon International Airport karena untuk ke Jeju mereka harus menaiki pesawat terbang. Setelah perjalanan selama kurang lebih 5 jam, mereka semua akhirnya sampai di Jeju Airport dan langsung menuju hotel yang tak jauh dari pantai. Setelah beristirahat sejenak, jam 8 pm semua siswa menikmati makan malam mereka.

@The Shilla Resort and Spa Hotel

Seorang yeoja bersama beberapa teman nya sedang menikmati makan malam. Yeoja itu tampak tidak benar-benar bisa menikmati makanannya karena dari tadi dia merasa terus diperhatikan seseorang. Mana sahabat dekatnya malah pergi ntah kemana dengan Seung ho songsaengnim lagi, Lee Taemin sunbae juga tidak terlihat.

“Min ah… sepertinya Jin young sunbae dari tadi terus memperhatikanmu”, hehe…sepertinya dia benar-benar menyukaimu” goda Shin Hwan teman sekelasnya, Min Ah tidak memberikan reaksi apapun, dia sudah tahu kalau Jin Young  sunbae, kakak kelasnya di musical itu sering memperhatikannya dan sok baik padanya. Biasanya namja-namja  jarang ada yang berani mendekati Min Ah karena mengira Min Ah itu yeojachingunya Young Min, padahal Min Ah menganggap Young Min itu sahabat dekatnya. Atau paling tidak itu yang Min Ah pikir sekarang.

“Ah… tapi tentunya kau pasti lebih memilih Young Min kan? walau suka galak dan narsis seperti itu dia juga tidak kalah keren” tambah Hae Rin yang duduk disampingnya.

“Kaliaaannnn!! Sudah kubilang kan! aku dan Young Min itu hanya sahabat!” seru Min Ah sambil menaruh kembali sumpitnya, ah… ntah kenapa moodnya jadi jelek. Ini pasti gara-gara tadi dia melihat brosur yang diberikan temannya tentang ‘Make a wish on Cheongwoon beach’, jelas sekali Cheongwoon hanya sekitar 200 m dari hotel dan berdasarkan tanggal, yeoja cerdas ini tahu dengan jelas kalau malam ini bulan purnama. Yang membuatnya kesal adalah hal yang pertama terpikirkan ketika membaca brosur itu.

“Aku ingin menjadi Mi Young”

Ah… apa yang dipikirkannya saat itu? Menjadi Mi Young? Yeoja yang selama ini tak pernah akrab dengannya? Yeoja yang selalu mendapatkan yang  Min Ah inginkan? Min Ah tahu orang tua Mi Young adalah pemilih rumah sakit Shiekai Group yang telah memiliki lebih dari 10 cabang di korea, dan orang tuanya sangat mendukungnya menjadi dokter, jadi walaupun nilai-nilai Mi Young tidak terlalu baik dia masih bisa diterima di Anyang High School sedangkan dia? Memang ibunya adalah penyanyi yang cukup terkenal, tapi tidak seterkenal dulu dan terus memaksakan Min Ah untuk masuk ke dalam dunia entertainmen. Jadilah dia di Musical class, padahal dia ingin menjadi dokter.

“Min Ah… Min Ah… Jin Young sunbae kesini!”

“eh?” Min Ah tak terlalu memperhatikan kata-kata temannya itu, dan entah sejak kapan Jin Young sunbae sudah ada di hadapannya. Min Ah mengakui kalau Jin Young adalah seorang namja yah..well cukup tampan dan populer di sekolah dan sepertinya jin Young memiliki perasaan padanya, tapi… entah mengapa Min Ah  merasa segan dengannya

“Min Ah… mau menemaniku jalan-jalan dipantai setelah makan malam? Ada yang ingin kukatakan” ajak Jin young sambil tersenyum manis pada Min Ah, membuat yeoja itu bingung. Bukannya dia kepedean, tapi bagaimana kalau Jin Young menembaknya? Min Ah sama sekali tidak punya perasaan apapun pada Jin Young dan dia belum bisa membuat alasan kalau menolak namja itu, apalagi Jin Young tahu kalau Min Ah dan Young Min hanya sahabat dekat.”Wae? kenapa kau diam saja? Tidak bisa ya?”

“Ah… mianhae sunbae, aku sangat lelah, sepertinya aku ingin langsung tidur”

“Begitu?”

Jin Young terlihat kecewa, kedua teman Min Ah juga malah kelihatan kesal karena yeoja itu tidak menerima ajakan Jin Young, Min Ah membalas dengan tatapan laser glare andalannya  pada Shin Hwan  dan Hae Rin  agar kedua temannya itu diam.

“Bagaimana kalau besok malam setelah makan malam? Ada hal yang harus aku katakan” pinta Jin Young tidak putus asa “Kali ini aku tidak menerima penolakkan darimu”

Min Ah berpikir sejenak, Jin Young sepertinya cukup keras kepala juga dan tidak akan berhenti sebelum yeoja itu menolaknya. Ah… lagi pula mungkin hanya mengajak jalan-jalan saja, tapi… Min Ah menatap mata temannya berharap mereka akan menolongnya, tapi percuma saja, kedua temannya itu malah terus memberi kode agar dia menerima ajakan Jin Young . “Nee… baiklah.. sunbae”

“Jinjja? Gomawo Min Ah… kalau begitu good night, sleep well”

“ok… good night” jawab Min Ah, kemudian Jin Young pun berlalu setelah memberikan senyum manisnya itu, setelah Jin Young pergi dan sahabatnya kembali sibuk bergosip perlahan gadis manis itu mengeluarkan sebuah brosur dari tas kecilnya.

“sepertinya aku harus membuktikan mitos satu ini”

======================== Still Author PoV ==============

==1 jam kemudian==

Setelah selesai makan malam, Min Ah tidak langsung menuju kamarnya. Tadi dari jendela di restoran tepat seperti dugaannya, dia bisa melihat bulan purnama. Yeoja itu memutuskan kali ini dia akan keluar dan berusaha membuktikan mitos itu tanpa memberi tahu teman-temannya. Jarak hotel yang sangat dekat dengan bibir pantai membuat yeoja itu hanya perlu berjalan semenit dan sudah mencapai pantai, sejenak dia melihat siluet seseorang sedang dance di pantai.

“Min Woo?” tebak Min Ah ketika cahaya bulan menerpa wajah namja itu ketika dia sedang melakukan back flip, namja itu langsung berhenti menari begitu menyadari ada yang menyebut namanya.

“Ehh…. Min Ah? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Min Woo sambil melepaskan headphonesnya, terlihat jelas dia berusaha mengendalikan nafasnya yang terengah-engah “Mau dance sama aku? Disini tak ada yang melihat?”

Pertanyaan Min Woo membuat dahi Min Ah mengkerut, namja ini, tiap bertemu pasti mengajak dia menari. Padahal Min woo tahu kalau Min Ah tidak terlalu bisa menari. “Aku lelah… aku ingin jalan-jalan saja”

“Kau ingin melihat bayangan bulan itu kan? lalu meminta permintaan? Hahahhaa” Min Woo menunjuk ke arah laut, ahh.. ternyata memang ada pantulan bulan, tapi tidak jelas karena air laut tidak tenang, eh memang disini sudah pantai Changwoon?

“…..”

“mwo? Ini sudah daerah Changwoon loh! Waktu SD aku tinggal tak jauh dari sini, jadi aku sudah tahu tentang mitos itu. Haa.. tapi dari tadi menunggu, bayangan bulannya tetap seperti itu, ya sudah… aku duluan ke hotel ya? aku tadi ditelpon songsaengnim, atau kau mau ke hotel bareng?”

“Hmm… anni, sepertinya aku disini dulu”

“oh… ok!”

Ahh… jjamkaman” ucapku tiba-tiba membuat Min Woo yang hendak beranjak, berbalik kembali ke arahku “apa mitos itu benar? Kalau bisa melihat bayangan bulan dengan jelas, permintaan akan terkabul?”

Min woo tertawa kecil “coba saja buktikan!” ucapnya sebelum melambai dan pergi dari hadapan Min Ah.

Mau tak mau Min Ah jadi kepikiran, yah… dia pun akhirnya duduk di tepi pantai sambil menatap bayangan bulan yang tidak sempurna karena gelombang air laut yang cukup besar. Untung saja keadaan pantai itu tidak terlalu gelap karena ada beberapa lampu besar yang dipasang di tiang tinggi “Aigoo… baiklah aku akan mencoba menunggu 30 menit lagi”

“Mi Young! Kau kah itu?” suara seseorang membuat Min Ah terlonjak, ketika berbalik dia mendapati namja yang dikenalnya berjalan ke arahnya

“Young…. eh..kwang Min?” Min Ah hampir salah mengenali orang

“Ah…Min Ah…”Kwang Min jelas terlihat sekali kecewa begitu pun Min Ah, sesaat diantara mereka hening.

“Kau mencari Mi Young?” akhirnya Min Ah memecah keheningan diantara mereka.

“Kau melihatnya?” tanya Kwang Min langsung

“Anni… aku baru datang”

“Oh… kalau begitu, aku duluan, ..erng… anneyong”

“Annyeong”

Selalu seperti itu, tak pernah ada percakapan panjang antara Min Ah dan Kwang Min. Hanya percakapan basa-basi biasa. Min Ah menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ah dia juga bingung sendiri kenapa suasananya pasti aneh kalau dengan Kwang Min, berbeda sekali dengan ketika dia bersama Young Min. Dengan lesu, yeoja itu kembali menatap laut dan kemudian tersentak…

“Ahh… itu!!! Bayangan bulan yang sempurna!” Min Ah tersenyum senang melihat laut yang tiba-tiba tenang dan memantulkan bayangan bulan yang sempurna, lalu ia pun memejamkan matanya dan memohon.

‘Aku ingin berada di posisi Mi Young, aku ingin menjadi dia’ pikirnya, lalu setelah beberapa saat Min Ah membuka matanya dan menatap dirinya dengan menggunakan cermin kecil yang dibawanya.

“Ahh~~~  ternyata memang cuma mitos…. aku tetaplah seorang  Kim Min Ah” gerutu yeoja itu sambil memasukkan kembali cerminnya, ia pun berdiri dan membersihkan pasir yang melekat di rok nya  kemudian tertawa kecil “Hahahhaha ternyata aku masih seperti anak kecil… kalau Young Min tahu, namja cerewet itu pasti akan menertawakanku”

====================Min Ah PoV end=======================

======================Mi Young PoV ==================

~~Sementara itu, ± 100 m dari tempat Min Ah~~

“IGE MWO YA! Aku tetap lah aku!!! Ahhh….. kesaaaaallll!!” kataku sambil membanting kaca spongebob ku, apa-apaan ini? Aku sudah menunggu selama 1 jam, dan ketika akhirnya bayangan bulan purnama terlihat jelas dan aku memohon, tetap saja aku adalah aku. Dengan kesal aku menendang-nendang pasir.

“WOOYY!! YEOJA ANEH!!! MICHEOSSEO? Malam-malam nari-nari tidak jelas!” Suara menyebalkan seseorang membuatku berbalik, dan benar saja Jo Young Min menatapku dengan ekspresi mengejek. Ahh… kenapa aku harus bertemu namja menyebalkan itu??????

“WAE? KAU NGAJAK BERANTEM?!” ucapku lantang, aku benar-benar sedang kesal, dan Young Min membuatku tambah kesal saja.

“Oh.. aku itu siswa yang cinta damai, tidak seperti yeoja bawel dan kasar seperti seseorang” balas Young Min membuatku ingin sekali menjambaknya, ah.. tapi aku lagi tak ada tenaga untuk menanggapi ocehannya saat ini. Gara-gara ingin ke tempat ini aku sama sekali belum makan malam.

“Aku tak ada waktu menanggapi ocehanmu. Yang jelas, masalah hari ini dan sebelumnya belum selesai  Jo Young Min!” ancamku,sambil berjalan menjauhi laut tanpa sekalipun menatapnya, tapi sebelum aku berjalan aku sempat melihat kembali ke arah laut berharap aku bisa meminta sekali lagi. Tapi percuma saja, bayangan bulannya kembali terpecah karena gelombang laut, ini pasti gara-gara Young Min. #eehhh

“yeoja pendek! YAA!! WAE? Kau tidak bisa membalas ucapanku? Hahhahahha….” ledek Young Min tak mau berhenti ketika aku melewatinya, tapi aku berusaha diam saja. Yeoja pendek? Apa-apaan itu? Aku memang tidak setinggi Min Ah, tapi orang-orang malah menganggapku imut

“ahh… bukankah aku mau mencari Min Ah…. ckk gara-gara kau, aku jadi harus tertahan disini”tambah Young Min,  aishhh… cari ya cari saja, malah menyalahkan orang lain! Pikirku kesal… ah… Mi Young pabo! Seandainya aku tak percaya pada mitos bodoh itu, tentunya aku tak akan kesal begini.

================Mi Young PoV end =================

===================Author PoV=====================

@Anyang High School

11.00 pm

Seorang namja tampan tampak sibuk di ruang kerjanya, sedari tadi dia terus mengerjakan berbagai dokumen sekolah yang harus diselesaikan sampai seminggu kemudian. Memang semua pekerjaan ini sebenarnya bisa diselesaikan oleh bawahannya tapi dia sama sekali tidak percaya pada siapapun. Segalanya akan sempurna bila dirinya yang mengerjakan. Lagi sibuk-sibuknya mengatur anggaran sekolah, tiba-tiba ada seseorang yang memasuki kantornya tanpa mengetuk pintu.

“Vice headmaster! Haahhh… hahhh… ada berita penting!” lapor namja itu sambil  terengah-engah, seketika  namja tampan, wakil kepala sekolah itu menghentikan ketikannya. “Itu, seperti yang diramalkan 17 tahun lalu, mereka…”

“Aku sudah tahu….”

“A…Jinjja? anda sudah tahu?”

“Begitu melihat bulan purnama malam ini, aku langsung tahu. Sudah mulai untuk kedua yeoja itu untuk memulai ujian sesungguhnya” jawab wakil kepala sekolah, sebenarnya dia merasa khawatir dengan sesuatu hal “Oh ya… sepertinya ‘mereka’ juga sudah tahu”

“Mereka tahu? Ba..bagaimana ini? Bukankah ‘mereka’ ada di Jeju juga bersama kedua yeoja itu?”

“Tenang… tenang saja… mereka tidak akan gegabah. Mencelakai Mi Young ataupun Min Ah saat ini tidak akan menguntungkan mereka, kau percaya saja padaku, dan kedua yeoja itu”

================Author PoV====================

=============== Mi Young  PoV=====================

Keesokkan harinya

@Room 878, The Shilla Resort and Spa Hotel

07.30 am

“MIN AHH….!!! MIN AH!! IREOHNAAA!”

Aku mendengar suara samar-samar, dan juga ada orang yang berusaha merebut guling dan selimut yang aku peluk. Tapi mataku masih terlalu berat untuk membuka mataku, ahh… aku ngantuk. Maka setelah menggeliat sebentar aku kembali menutupi kepalaku dengan selimut.

“Ada apa dengan dia? Tidak biasanya susah dibangunkan”

“ntahlah, tapi yang jelas kita harus membangunkannya…. kita bisa ketinggalan sarapan, ah begini saja”

Aku merasa badanku bersama selimutku ditarik dan belum sempat aku berpikir apapun, badan ku terjatuh ke bawah…

“Appo…..!!!” aku menggeliat kesakitan sambil tetap memejamkan mataku yang sangat ngantuk “Yaa! Ha Ni, Seun Ah! Kalian tak perlu membangunkanku seperti itu!”

“Haahh? Siapa mereka? Kau masih bermimpi Min Ah?” tanya seseorang, eh… rasanya aku tak mengenal suaranya

“Yaa!! Jangan bilang kau lupa! Ini kami, Shin Hwan  dan aku Hae Rin  hey! Cepat bangun! Kau ingin Seung Ho songsaengnim mengomeli kau lagi.

Seung Ho? Ahh… bukannya guru pengawas di regular class itu Kyuhyun songsaeng? Ommo…. aku bingung, dan ketika akhirnya aku membuka mata, kedua orang gadis di depanku membuatku mundur dan menabrak kasur, siapa mereka? Aku tak mengenalnya ‘”Nu…nuguseyo?? kenapa kalian ada di kamarku??”

“Haaahhh?? Kau masih ngelindur Min Ah?” tanya yeoja berbando putih menatapku penuh tanda tanya, jjamkaman? Min Ah? Apa yang mereka bicarakan?? Kenapa mereka memanggilku Min Ah? Langsung aku teringat permintaan ku tadi malam, jangan bilang kalau permintaanku itu?

“Jadi… aku Min Ah?” kataku bingung, seketika aku melihat kaca lemari tak jauh dari kasur. Tanpa mempedulikan pertanyaan-pertanyaan kedua yeoja itu, aku perlahan mendekati cermin dengan ragu-ragu, dan seketika itu, dadaku rasanya langsung mencelos. Perasaan ketika kehilangan anak tangga yang akan dinaiki!! Rambut lurus ini, kaki jenjang ini, lesung pipi ku yang tidak bisa kulihat, eh memang Min Ah tidak punya lesung pipi , tapi ini semua??

Kenyataan menghantamku, membuatku ingin pingsan

AKU BENAR-BENAR JADI KIM MIN AH!!

Tbc.

Jangan lupa komennya ya ^^v

*note : Min ho bakal jadi support cast yang cukup penting, buat Key, Onew dan Jonghyun bakal muncul juga >0<, author ga punya duit (?) banyak, jadi cuma bisa ngecast mereka bertiga jadi cameo ntar

Thank youu yang udah baca 🙂