Tags

, , , , ,

PicsArt_1378731098883

Title : The Prince and Ms Pauper (TPMP), Part 10 : The Truth

Author : Kunang | Main Cast : Baek Hyun (EXO-K), Yoo Ra (OC), Dae Hyun (B.A.P)| Support Cast: Kris (EXO-M), Chan yeol (EXO-K), Kai (EXO-K), Ji Yeon (T-Ara), Bo Eun (OC), Min Ki (OC) & the others, find by your own | Special Cast : Se Hun (EXO-K) | Length : Chaptered | Genre : Family, romance, school life, friendship, fantasy | Rating  : PG-15

Warning : may be some typos *aku lagi aga males ngecek *dibanjur

Summary :Like Aristotle said “Love isn’t something you find. Love is something  that finds you”.Kang Yoora, seorang yeoja kutu buku berkacamata, kalau bisa memilih dia tidak ingin terlibat hubungan dengan namja kaya dan hanya ingin melewatkan hari-harinya semasa senior high dengan tenang. Tapi bagaimana jika tiba-tiba sang Pangeran Sekolah yang biasa mengacuhkannya berbalik menyukainya dan mulai menginvansi hidupnya?

Disclaimer Kang Yoo Ra milik milik KangYoora Michelle Hwang Kazuko, Shin Min Ki milik Gege Wijaya, Han Bo Eun milik Annisa A. Ruti dan Park Ji Yeon milik Iga Nur Azizah untuk  Byun Baekhyun, Daehyun,  Kai, Kris, dan Chan yeol milik grup mereka, dan mereka adalah milik Tuhan YME. Inii FF ASLI hasil karya KUNANG , jadi kalau ga mau dijadiin bubble tea sama HunHan, please jangan plagiat ini FF.

====||.: Kang Yoora PoV:.||====

23th Day of 31th Day (9 Days left)

(Authot note : Yoora belum tahu bahwa waktu Baekhyun berkurang 5 hari sehingga tinggal 9 hari, dia masih mengira waktu Baekhyun masih ada 14 hari lagi)

Beberapa Jam sebelumnya

                Entah mengapa aku merasa tidak baik hari ini. Aku tidak pernah mempermasalahkan awan mendung, tapi melihatnya pagi ini padahal hari-hari sebelumnya sangat cerah membuat perasaanku tak nyaman. Dan bukan hanya awan yang mendadak seperti berkabung, bear Baekhyun- maksud ku Baekhyun oppa, entah mengapa hari ini dia tidak seperti biasanya. Dia tidak terbang dan terus berceloteh seperti burung beo untuk membangunkan ku, tidak memprotes sarapan ku yang katanya terkadang kurang bumbu, ataupun mengomentari dirinya sendiri yang tetap tampan walau berada dalam tubuh bear. Baekhyun oppa yang telah kembali masuk ke boneka bear ku, sejak pagi terus berdiam diri dan berkata seperlunya, bahkan saat aku masukkan ke tas selempang ku dengan sedikit kasar berharap dia akan mengumpat kesal tapi itu sama sekali tidak terjadi.

“Baekhyun oppa, gwenchana?” aku mengecek bear Baekhyun sekali lagi saat aku sampai di rumah megahnya di kawasan Gangnam. Ya, aku memutuskan untuk menemui fake Baek Hyun di rumahnya dengan alasan mengembalikan buku dari Min. Tentunya mungkin ada satu dua hal yang bisa ku ketahui dengan mengunjungi fake Baekhyun bukan?

Dan mungkin… aku bisa memastikan apakah memang fake Baekhyun adalah Kris oppa?

Gwenchana Yoora ya, telepati dari Baekhyun oppa, mata bonekanya menatap ku lembut, Aku mencintai mu

Seketika pipi ku menghangat, kata-kata Baekhyun oppa sejenak membuat perasaan ku yang sebelumnya kurang enak menjadi jauh lebih cerah.

Aku juga, aku juga mencintai mu oppa

Seharusnya ini menjadi hari yang indah karena semalam kami telah saling mengetahui perasaan satu sama lain bukan? Oh baiklah… yang benar aku sudah berhasil mengatakan perasaan ku pada Baekhyun oppa. Tapi kenapa hari ini dia aneh sekali? Sekarang sudah hampir tengah hari dan baru sekarang Baekhyun oppa mengatakan bahwa dia mencintai ku, biasanya namja cerewet ini mengatakannya setidaknya tiga kali saat pagi hari.

Dan hal yang paling aneh, Baekhyun oppa sama sekali tidak protes saat aku mengatakan akan ke rumah fake Baekhyun. Aku hanya menangkap dia sedikit terkejut dan berusaha mengendalikan dirinya. Seolah ada sesuatu yang menekan batinnya, membuat ku merasa sedih karena dia tak mau berterus terang padaku.

“Yoora” suara fake Baekhyun dari interkom, terdengar persis dengan suara Baekhyun yang asli tapi aku bisa membedakannya

“Hehehhehehe aku kesini mau bertemu dengan Min, mengembalikan buku yang ku pinjam darinya”

Dan begitulah, aku pun masuk ke dalam rumah keluarga Byun yang sangat mewah itu. Dulu, saat pertama kali aku masuk ke rumah ini, aku hampir ternganga karena ruang tamunya pun bahkan lebih besar dari apartment kecilku.

“Kesukaan mu”

Aku menatap fake Baekhyun dan kemudian sekaleng matcha latte yang dia sodorkan, kembali mengira-ngira apa dia mungkin adalah Kris oppa. Mengingat bahwa sebelum memberikan minuman itu, fake Baekhyun mengocok kalengnya. Kebiasaan Kris oppa dahulu, yang tahu aku suka mengocok minuman kaleng yang akan aku minum kecuali soda.

“Oppa, bagaimana kau tahu kalau minuman kesukaanku adalah matcha latte?”

“Aku hanya menebak” kata fake Baekhyun cuek, dia kembali duduk di sebelah ku. See… Baekhyun lagi-lagi tidak menterorku, minimal mencerewetiku dengan telepatinya yang bertubi-tubi

Piiiiipp….. pippp….

Aku menegakkan tubuhku untuk melihat nama di layar iphone milik Kris yang diletakkan begitu saja di meja samping kami “Baekhyun oppa, Min menelponmu”

“Ahh… okay” Fake Baekhyun mengambil hp nya dan berdiri, wajahnya terlihat mengeras ketika menerima panggilan itu, membuatku mengira-ngira apa yang sedang di dengarnya.

Brakkk *suara iphone jatuh*

“Oppa… gwenchana?”

“A…aku…”

Dan kemudian HP ku yang berdering, sejenak aku ragu saat melihat nomor yang tak kukenal memanggil. Tapi pada akhirnya aku angkat juga.

“Yoboseyo, Yoora ya, ini aku!” Suara yang kukenal, membuat mataku mengerjap saat menyadari siapa yang menelpon.

“Luhan oppa?”

“Nee… ada.. ada yang ingin kusampaikan, tapi aku harap kau tenang, ini mengenai Kris” ucapnya, aku bisa mendengar dia menarik nafas panjang sebelum melanjutkan “Kris… Kris telah meninggal pagi ini”

“Kris oppa meninggal?”

Dan seketika itu, aku merasa dunia mendadak menjadi hampa. Sunyi senyap. Hanya menyisakan suara jam antik yang berdetak di ruang tengah. Aku tak lagi mendengarkan kata-kata Luhan oppa, karena sekarang bahkan untuk mengangkat lenganku pun aku merasa tidak bertenaga. Lenganku terjatuh lemas. Yang kulakukan hanya menatap fake Baekhyun yang balik menatap ku juga dengan intens, sama sekali tak bisa kutebak apa yang ingin wajah itu sampaikan. Poker face itu mengingatkan ku pada Kris.

Anni.. Kris oppa tidak mati, dia ada di sini, di depan ku!

“Kris oppa, kaukah itu?” Tanya ku pada akhirnya, membuat pupil matanya membesar, tapi selain itu dia sama sekali tidak melakukan gerakan lainnya selama beberapa saat.

Shhhhh…….. Fake Baekhyun menarik nafas panjang sebelum berkata “Aku harus pergi Ra-ya, kakak tiri ku, Kris hyung baru saja dikabarkan meninggal

“Kris…”

“….” Fake Baekhyun tidak mengindahkan kata-kata ku, dia mengambil kunci mobil di atas rak buku dan hendak bergegas keluar. Tapi aku segera mengejarnya, aku tak peduli apapun. Aku harus mendapat kejelasan apakah perasaan ku benar, jikalau Kris oppa lah yang menempati tubuh Baekhyun oppa sekarang.

“KRIS OPPA!!” aku berlari cepat mendahului fake Baekhyun, merentangkan tangan di antara pintu kayu besar yang akan dilewati namja di depan ku “Jawab pertanyaanku, apa kau…. Apa kau adalah Kris oppa?”

“Kau tidak berubah …”

“OPPA.. JEBAL!!!”

“Ra ya….” Lirih fake Baekhyun pada akhirnya, matanya melembut tapi jelas-jelas tidak menatap mata ku melainkan sesuatu yang terpasang di pergelangan lengan kiri ku “Aku senang kau masih menggunakan gelang pemberianku…”

***//***

Keesokkan Harinya

24th Day of 31th Day (8 Days left)

 Jika aku berkata aku sudah tidak memiliki perasaan apapun pada Kris oppa, itu seperti kebohongan. Aku hampir yakin betul bahwa Kris lah yang ada dalam tubuh Baekhyun oppa sekarang. Tapi melihat sosok Kris yang pernah begitu aku cintai, terbaring selamanya dalam makamnya membuatku sakit. Rasanya ada bagian dari hatiku yang direnggut paksa, menyisakan luka yang pedih dan menyakitkan. Aroma kematian benar-benar menyiksaku, membuat ku sadar bahwa dalam beberapa hari ke depan, hanya jiwa satu orang lah yang dapat bertahan.

Baekhyun atau Kris oppa….

Dan jika ada yang mengetahui dan percaya bahwa Baekhyun yang sekarang adalah Kris, maka Baekhyun oppa akan kembali ke tubuhnya semula, dan Kris oppa akan bernar-benar lenyap

Tapi jika sebalikya….

“Baekhyun yang akan benar-benar hilang, mati, yeah.. kau sih tetap akan melihat wajah sok cute nya itu” kata seseorang tiba-tiba, aku mendongak dan menatap Himchan oppa tersenyum miring pada ku. Aku tidak suka cara dia yang melihat ku seolah seperti sedang membaca apa yang kupikirkan.

“Oppa.. kau jahat …”

Himchan oppa malah mendengus dan kemudian tertawa terbahak-bahak, jika saja dia bukan dewa kematian pastilah orang akan menganggapnya orang gila. Dan aku sedang tidak dalam kondisi ingin menanggapi kegilaannya, aku menjauhi namja itu dan berjalan agak menjauh dari makam Kris.

Dan untunglah Himchan oppa telah menghilang, jika tidak, mungkin aku ingin benar-benar mencoba memukulnya

“Huaaaa huaaaaa Kriss geee!!!! Krisss geeee!!!!!! Hiks hikssss…aku tidak mau pulaaaaang!!” isakkan yeoja jangkung yang duduk bersimpuh di samping makam Kris oppa kembali terdengar, aku menelan ludah menatap Min yang terus menangis sementara Kai dengan penuh kesabaran berusaha menenangkannya. Para pelayat sudah pulang menyisakan aku, Min, Kai, Chanyeol, Luhan dan juga Kris oppa yang berada dalam tubuh Baekhyun. Aku benar-benar ingin merutuki takdir yang harus menimpa aku, Baekhyun dan Kris oppa. Tidak bisa kah Tuhan membiarkan kami semua hidup bahagia?

Baekhyun oppa.. kau dimana?

Lagi, aku mengirimkan telepati pada Baekhyun oppa yang pergi entah kemana. Dan lagi nihil, tak ada balasan darinya. Tadi malam dia bilang akan pergi untuk beberapa hari karena ada yang harus dia lakukan. Tapi apa? Dan kenapa Baekhyun oppa tidak meminta bantuan ku?

“Pakailah ini, agar kau tidak kedinginan” aku menengok dan mendapati Luhan oppa tersenyum tipis setelah menyelimuti tubuhku yang tak sadar sudah menggigil dengan mantelnya.

“Tapi oppa sendiri…”

“Aku baik-baik saja” katanya cepat, kemudian mata cokelatnya menatap nisan di depannya “Yoora ya…. Mau kah esok kau ikut dengan ku?”

“Heoh?”

“Aku ingin menceritakan semua tentang Kris padamu, semua yang dia rahasia kan padamu”

****///****

25th Day of 31th Day (7 Days left)

“Apartment siapa ini? Bukan kah apartment mu ada di daerah Hongdae?”

“Ini apartment Kris, aku punya kunci cadangannya” Luhan oppa menunjukkan kartu di tangannya dan memasukkannya ke sebuah mesin yang berada di samping pintu itu, otomatis menimbulkan suara ‘cklek’ otomatis yang menandakan bahwa pintu telah terbuka.

“Kris oppa tinggal disini?”

Luhan oppa menganguk sambil tersenyum tipis “Ayo masuklah Ra-ya..”

“Inii…..” seketika aku terhenyak saat masuk ke dalam apartment mewah berdinding biru langit ini. Bukan karena aku kagum karena kemewahannya, tapi karena apartment ini seolah ditujukan Kris oppa untukku. Maksudku, dia tahu aku menyukai langit biru, aku menyukai lukisan-lukisannya yang abstrak, aku menyukai kaktus-kaktus mini, dan terlebih… aku hanya bisa terpana melihat berpuluh puluh frame  foto ku beberapa tahun lalu hingga foto ku akhir-akhir ini yang diambil secara diam-diam tersimpan rapih dipajang di atas rak –rak buku dan lemari.

“Kris bilang… jikalau mungkin, suatu saat dia ingin menunjukkan apartment ini pada mu Yoora ya, sebesar dia ingin mengungkapkan bahwa selama ini perasaanya pada mu tidak pernah berubah”

“Oppa …”

“Kris masih mencintai mu Yoora ya”

Aku menarik nafas panjang dan terduduk lemas di sofa ruang tengah. Mata ku masih menatap sedih ke arah sebuah pigura berisikan foto terakhir yang kuambil bersama Kris oppa. Di foto itu kami berdua tersenyum lebar sambil jari ku membentuk huruf V. Kejadian itu benar-benar seperti terjadi kemarin, saat kami pulang bermain bowling dan aku menang darinya.

“Lalu kenapa… kenapa Kris oppa dan wanita itu ….”

“Itu hanya sandiwara yoora ya, sandiwara bodoh seorang Wu Yi Fan yang begitu mencintai mu agar kau tak menderita mengetahui kenyataan bahwa dia menderita penyakit jantung”

Mata ku melebar “Kris oppa sakit jantung?”

Luhan menarik nafas panjang dan mulai menceritakan penyakit jantung yang diderita Kris oppa selama ini dan alasan Kris oppa dahulu ingin membuatku membencinya (untuk lebih jelas, bisa baca side story nya àff Heart Breaker). Si bodoh itu… dan mungkin aku yang terlalu bodoh karena sama sekali tidak menyadari bahwa hal itu lah yang terjadi. Seharusnya aku sadar bahwa bagaimana pun Kris mencintai ku.

Setelah Luhan oppa selesai bercerita, kami hanya terdiam dan aku tahu kami memikirkan orang yang sama. Luhan oppa yang aku tahu sangat kehilangan Kris oppa masih memasang wajah tegarnya sedangkan aku… apa yang harus kulakukan setelah mengetahui kenyataan ini? Apa yang harus aku lakukan jika aku bertemu dengan Kris oppa lagi?

Baekhyun oppa… aku membutuhkanmu

Tanpa sadar aku mengirimkan telepati ku lagi padanya. Ya bagaimana pun yang jelas hanyalah perasaan ku pada Baekhyun oppa. Jika saja aku memberi tahu Luhan oppa bahwa Kris oppa ada di tubuh Baekhyun akan kah dia percaya? Bukan kah dengan begitu Baekhyun oppa akan kembali pada tubuhnya?

Tapi…. Aku tak ingin membunuh keberadaan Kris oppa

Baekhyun oppa… katakan, apa yang harus kulakukan?

Aku menenggelamkan wajah ku yang memanas di kedua telapak tangan ku, merutuki diri ku yang begitu lemah tanpa Baekhyun oppa, padahal baru dua hari aku tak bersamanya. Kurasakan sebuah tangan hangat menepuk nepuk punggung ku dalam diam.

“Gomawo Luhan oppa… Gomawo telah mengatakan semuanya”

=====****=====

Malam harinya, 19.00 KST

“Kau yakin tidak mau ku antarkan sampai rumah?”

“Tidak apa Luhan oppa, rumah sakit dan rumah Hyeseong nooa berbeda arah, sekali lagi terima kasih telah mengatakan semuanya pada ku tentang Kris oppa” kata ku setelah turun dari mobil audi hitamnya, tapi Luhan oppa masih terlihat cemas “Tenang saja, aku bisa pulang sendiri”

“Baiklah kalau begitu, berhati-hatilah di jalan”

“Nee…” aku pun melambai sesaat ketika mobil Luhan oppa berjalan menjauhi ku, dan ketika mobil itu lenyap aku pun berbalik untuk berjalan ke arah halte yang tidak terlalu jauh dari tempat ku berdiri. Dan saat itu lah, sosok yang ku kenal tiba-tiba sudah ada di depan ku.

Mata tajam itu, pipi tirusnya dan kulitnya yang begitu kontras dengan sweeter berwarna gelap yang digunakannya

Oh Sehun?

“YAAA!!!!” kata namja yang sekarang sudah ada di depan ku, intonasi suaranya mengingatkan ku pada orang yang sedang ingin sekali kutemui “Kau bersama siapa tadi heoh? Bukan kah dia namja sok ganteng yang dulu kita temui di statiun? Apa yang kalian lakukan? Kau tidak pernah berpikir untuk berpaling dari ku untuk bersama  dengannya kan? Kau—“

“Baekhyun pabo!!!” umpatku kesal seraya setengah melompat memeluknya. Ya, meskipun aku tahu raga ini milik Oh Sehun tapi tetap saja, hanya Baekhyun oppalah yang bisa mencerewetiku seperti ini.

“Ra-ya… kau kenapa?” Tangan kurus Oh Sehun menepuk nepuk punggung ku “Apa yang terjadi? Kau tidak—“

“Kau kemana saja pabo?!” aku memotong kata-kata namja yang kupeluk “Apa yang kau kerjakan? Apa yang kau lakukan dengan tubuh adikku? Kenapa kau tidak membalas telepati-telepati yang ku kirimkan?! Aku takut.. aku takut kau benar-benar menghilang …”

“Ya ya ya yaaa!…. Kenapa jadi terbalik begini? Bukan kah tadi aku yang sedang menginterogasi mu?” Baekhyun oppa memegang kedua bahu ku dan menatap wajahku yang hampir menangis, wajahnya yang terlihat kesal perlahan melembut “Mian… aku membuatmu sedih, aku pergi hanya untuk memastikan satu dua hal”

“Pabo!”

Baekhyun oppa hanya mendengus dan kemudian memegang kedua bahuku mantap. Aku mendongak untuk melihat wajahnya yang dihiasi senyum jenaka seorang Baekhyun, dan saat itu juga aku tidak melihat sosok di depan ku adalah si childish Oh Sehun melainkan namja paling cerewet sekaligus paling kucintai, Byun Baek Hyun.

Cup

Aku yang menggunakan flat shoes harus berjinjit untuk mencium pipi Baekhyun, maksudku pipi tirus Oh Sehun. Baiklah Sehun ataupun Baekhyun oppa tidak ada bedanya. Aku bisa merasa pipiku memanas ketika melihat ekspresinya yang bertambah cerah setelah kucium. Gila! Ini gila! Aku benar-benar tak tahu apa yang terjadi pada ku hingga nekat tiba-tiba menciumnya.

“Yoora ya…” Baekhyun menahan lengan ku yang hendak melepaskannya dan mencium dahi ku lembut “Aku mencintaimu… dan bolehkah aku mengaku? Sebenarnya aku mencuri ciumanmu dua hari lalu saat kau sedang tertidur”

Aku mengerjap “Mwo?”

Baekhyun tersenyum cengengesan, apa dia tidak sadar kalau sudah membuat jantung ku hampir copot saat mendengarnya. “Kau tak salah dengar chagiya”

“Eh… EH… EEEHHHHHHHHHHHHHHH??????!!! TAPI ..TAPI BAGAIMANA MUNGKIN…”

“Reaksi mu telat. Hmm…baby, kau tak marah kan?”

Dan saat itu juga tanpa sadar aku sudah membanting tubuh Oh Sehun dengan jurus Taekwondo yang ku kuasai. Sukses membuat adikku yang tak berdosa tidak bisa berjalan normal seharian.

Mianhae Sehun-ah …salah kan Baekhyun yang suka memakai tubuh mu -_-“

//**//

Keesokkan Harinya

26th Day of 31th Day (6 Days left)

Flashback, beberapa jam sebelumnya

03.00 KST

“Ternyata kau sudah tahu …”

Aku menggigit bibir bawahku, terlalu bingung hendak berkomentar apa. Dan namja tampan berwujud transparan yang duduk di sofa di sampingku sama sekali tidak memperbaiki suasana. Tidak ada senyum jenakanya yang biasa, atau pun omelan dan candaan yang mengalir dari mulutnya. Malam ini aku telah memutuskan menceritakan semuanya mengenai hubungan ku dengan Kris oppa dahulu, dan bagaimana aku telah tahu kalau yang menempati tubuh Baekhyun adalah Kris oppa.

“Ra ya… kau masih mencintai Kris hyung …” kembali Baekhyun oppa berkata, bukan dengan nada pertanyaan melainkan pernyataan. Matanya sekilas menatap gelang pemberian Kris oppa yang masih melingkar di lengan ku.

“Anniya! Aku—“

“Aku akan memberikan waktu kau dengan Kris hyung, selanjutnya kau harus memilih Ra ya” lirih Baekhyun oppa, aku sampai ternganga tak mempercayai kata-katanya “Kau masih ingat peraturannya kan? Hanya salah satu dari kami yang akan hidup”

“Tapi—“

“Hahhahhahaha kenapa kau kelihatan cemas seperti itu? Tenang saja, aku percaya pada mu. Kau mencintai ku” dan perlahan senyum Baekhyun menghilang “Aku akan baik-baik saja, kita akan baik-baik saja”

Flashback End

Begitulah, Baekhyun oppa menepati kata-katanya. Dia membiarkanku seorang diri pergi ke belakang taman sekolah saat jam istirahat tempat biasa seorang fake Baekhyun – anni, Kris oppa—menyendiri, atau setidaknya melukis.  Aku memainkan dasi ku, merasa ragu untuk menghampiri sosoknya yang sedang melukis sesosok wajah.

“Kau melukis dirimu sendiri?”

Seketika itu juga Kris menghentikan aktifitasnya, dia berbalik dan sama sekali tidak terlihat terkejut melihatku “Sudah kuduga Ra-ya, kau pasti akan menemuiku. Apa yang akan kau lakukan? Sebaiknya kau cepat —–“

Srukkk

Suara rumput yang terinjak membuat kami berdua beku sesaat. Aku menengok ke samping, ke arah pepohonan yang tumbuh di tepi taman. Entah mengapa aku merasa ada seseorang yang memperhatikan kami sedari tadi. Apa Chan yeol dan Bo Eun lagi? Atau mungkin hanya perasaan ku saja?

“Ra ya …. “ Kris kembali berkata, membuat ku memusatkan pandangan kembali padanya “Apa kau ada waktu besok? Aku ingin menepati janji ku dulu, membawamu main ke Lotte World”

====||.: Kang Yoora PoV End:.||====

====||.: Park Chan Yeol PoV:.||====

Beberapa Jam Kemudian

Se Kang High School

“Kau mengajak ku ke Lotte World?” sekarang pasti aku sudah terlihat seperti orang bodoh yang terus menatap gadis berponi menyamping di hadapanku sambil ternganga. Seorang Han Bo Eun yang selalu saja menganggapku musuh bebuyutannya mengajakku main?

“YAA!! Park Chan! Kalau kau tidak segera menutup mulut besar mu, lalat-lalat akan masuk!”Bo Eun mencubit pipi ku dengan jahilnya, tapi kali ini aku tak bereaksi. Hanya disentuh oleh jemari lembutnya bahkan bisa membuat darah ku berdesir dan otomatis jantung ku jangan ditanya, pasti telah berdetak tak karuan. Gadis ini benar-benar hampir membuat ku gila.

“Ah.. uh…apa hari ini kau tak salah minum obat? Kau tetap Han Pa Bo kan?!”

“Aishh… aku mengajakmu bukan untuk main atau kencan pabo! Tapi untuk mengikuti Baekhyun oppa dan Yoora! Bukankah kita sepakat untuk gencatan senjata dan menyelidiki hal yang sepertinya disembunyikan mereka berdua?” jelas Bo Eun tak sabar, gadis ini sama sekali tidak sadar bahwa dia sukses menjatuhkan mood ku.

“..Jadi hanya karena ingin menyelidiki mereka

“Heoh? Kau bilang apa?”

“Ah anniya.. tapi darimana kau tahu kalau mereka berdua akan kencan ke lotte world?”

“Aku mendengar mereka berbicara di taman belakang sekolah” ujar Bo Eun, aku menangkap dia menjadi sedikit lesu “Kau tahu Chan Yeol ah… sepertinya aku bisa mulai menerima, sejak Baekhyun oppa mengenal Yoora.. hanya Yoora lah gadis yang dapat dilihatnya”

Dan sejak lama, hanya kau lah yang ku lihat. Diam-diam dan bahkan tanpa kusadari awal mulanya.

“Ah ha hahaha kenapa aku jadi malah curhat padamu? Aku ke kelas duluan, sebentar lagi bel masuk berbunyi” Bo Eun tertawa kaku dan kemudian menuruni tangga melewati ku yang segera menahan pergelangan tangannya, aku bisa merasakan gadis di samping ku menatapku yang menunduk dengan bingung “Park Chan wae?”

“Sebenarnya… aku….”

TEEEEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTTT TEEEEEEEEEETTTTTTTTT *ga elit banget suara bel nya -_-*

Suara bel menenggelamkan kata-kata ku selanjutnya, dan aku tahu aku belum punya cukup keberanian lagi jika harus mengulanginya saat ini juga.

“Mwo? Kau bilang apa tadi?”

“Bukan apa-apa, jadi kapan kita pergi?”

====||.: Park Chan Yeol PoV End:.||====

====||.: Kang Yoo Ra PoV:.||====

“Siapa kau?” aku mengerjapkan mata ku, membiasakannya dari cahaya matahari pagi. Dan saat ku buka mata ku, saat itu juga aku melihat dia. Sosok yang awalnya tidak terlalu kulihat dengan jelas karena membelakangi sinar matahari pagi, menimbulkan bayangan di sekitar wajah ku.

“Kenalkan, aku adalah Pangeran dari negeri ini. Apa yang kau rasakan? Apa kau masih merasa sakit?”

“Pangeran?” aku mengerenyitkan dahi, ingatan ku berusaha menggali siapa pria di depan ku sementara tubuhku yang terasa pegal dan mati rasa berusaha beranjak ke posisi duduk.

Dan saat itu lah aku baru benar-benar bisa memperhatikan wajah namja yang mengaku ‘Pangeran Hyun’ ini. Harus ku akui dia cukup tampan dengan senyum jenaka yang menghiasi wajahnya. Sorotan mata lincahnya yang menatapku antusias entah mengapa membuatku merasa nyaman. Sepertinya dia pria yang menyenangkan.

“Ya, semua orang di sini memanggil ku Pangeran Hyun. Dan siapakah engkau Yang Mulia? Kau pastilah seorang putri dari suatu negeri, darah bangsawan mu dan aura sihir mu jelas berkata seperti itu” katanya lagi, sambil berdiri untuk membantuku duduk. Bibirnya yang semenjak tadi terukir senyum membuatku bertanya-tanya apa yang membuatnya bisa terus tersenyum.

“Aku… tidak tahu”

“Hmm?”

“Aku tidak tahu siapa aku” lirih ku, ntah mengapa aku tiba-tiba merasa diri ku begitu kosong dan hampa. Pertanyaan Pangeran Hyun membuatku menyadari bahwa sedalam apapun saat ini aku menggali ingatan ku, aku tak bisa menemukan siapa diriku. Dan tak hanya aku, aku bahkan tidak bisa menemukan satu orang atau bahkan secuil kejadian dalam ingatank sebelumnya.

“Clara, Putri Clara”

“Mwo?”

“Kata itu terukir di kalung yang aku temukan di samping mu, mungkin kah itu namamu?”Pangeran Hyun tersenyum menampakkan deretan giginya yang rapi. Senyuman lebar itu sukses membuat hatiku yang beku dan dingin seperti disirami hangatnya mentari pagi “Sementara ini, sampai kau ingat, aku akan memanggilmu dengan sebutan Putri Clara”

Kruyukkkkk…

Aku menunduk malu saat perutku berbunyi keroncongan. Pastilah aku sudah tidak makan selama beberapa hari. Pangeran Hyun terkekeh dan kemudian menganguk mengerti. Dia menyuruh para pelayan istananya mengantarkan berbagai macam makanan untukku, lebih dari 20 menu datang yang kemudian diprotes keras oleh seorang namja bertubuh atletis yang ku ketahui kemudian adalah  penari sekaligus tabib kerajaan.

“Padahal aku sudah menyediakan makanan yang enak-enak, dan sekarang yang bisa Putri Clara makan hanyalah bubur?” Pangeran Hyun merajuk seperti anak kecil, sengaja menyindir tabib kerajaan di belakangnya “Lay… mentang-mentang kau lebih tua dari ku—-“

“Dan aku juga lebih cakap darimu untuk urusan kesehatan Yang Mulia”

“Baiklah.. baiklah… aku sedang tak berminat berdebat denganmu” perhatian Pangeran Hyun kembali pada ku. Wajahnya terlihat tidak puas ketika menangkap diriku yang memegang sendok dengan gemetar. Tangan ku pasti sebelumnya terluka begitu parah tapi aku bersikeras untuk tidak disuapi.

 “Sudah! Kau sakit dan jangan keras kepala! Biar aku saja yang menyuapimu” namja di depan ku merebut sendok yang kupegang, aku baru saja hendak menyampaikan kata-kata penolakkanku tapi terhenti saat aroma rempah dan bubur hangat yang menempel di bibir ku membuat ku membuka mulut. “Bagaimana? enak?”

Aku menganguk saat bubur yang hangat mengisi rongga mulutku. Pangeran Hyun tersenyum puas dan kemudian dia kembali berbicara sambil menyuapiku. Dia membicarakan banyak hal, mulai dari kerajaanya, orang-orang terdekatnya hingga rakyatnya yang sepertinya benar-benar dia pedulikan. Dan setelah bubur di mangkuk ku tandas dan dia terus bercerita, aku sadar dia bisa berbicara bahkan sampai dunia kiamat. Tapi aku tak peduli, aku sama sekali tak merasa bosan.

“Yang Mulia, Putri Clara mu butuh istirahat”

“Ah.. benarkah Lay? Padahal aku baru saja mau menceritakan hobby baru ku saat ini” Pangeran Hyun menggembungkan pipinya seolah ingin menunjukkan aegyonya, lucu sekali. Lay terlihat sama sekali tak terpengaruh “Baiklah.. baiklah Lay seonsaengnim! Putri, aku akan datang beberapa jam lagi. Kau istirahatlah, jika sudah sembuh kita akan bermain”

“Main?”

“Hehehhehe banyak yang bisa kita mainkan disini” Pangeran Hyun mengedipkan sebelah matanya dan kemudian mengacak-acak rambut ku sebelum berdiri “Kalau kau butuh apapun, pejamkan mata mu dan ingatlah aku. Sebutkan namaku dan aku akan datang lebih cepat dari yang kau kira”

“Yang Mulia, cepatlah!! !”

“Ahh.. Iya iya sebentar!” gerutu Pangeran Hyun saat Lay yang sudah berdiri di ambang pintu memanggilnya. “Tidurlah Clara”

Yoora Ireohna!! tiba-tiba ada suara yang sama persis seperti berasal dari kejauhan

“Beristirahatlah.. Putri“

KANG YOORAAAAA CHAGIYAAAAA!!!! IREOHNAAAAAAAAA!!!!

Dukk

Kepala ku terantuk suatu benda padat. Aku menatap ke sekeliling dan menyadari bahwa aku sedang di dalam kelas. Dan apa-apaan kertas penuh berisi soal kimia karbon yang sekarang ada di depan ku? Mata ku seketika terbelalak saat menyadari apa yang sedang berlangsung saat ini, aku tertidur di tengah mid test Kimia??!!

Akhirnya kau bangun juga, sudah kubilang seharusnya kau benar-benar tidur tadi malam

Aku tidak bisa tidur, kau tahu sendiri kan Baekhyun oppa? Aku membalas telepatinya, sekilas melihat wajah bear yang menyembul dari dalam laci meja ku. Sesaat aku teringat mimpi aneh ku barusan. Mimpi itu terasa tidak asing, apa kah mungkin itu adalah salah satu mimpi yang sering kudapatkan saat aku kecil?

Dan pangeran yang ku lihat …

Ra ya! Aku suka melihat senyum mu, tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat! Kau hanya punya sisa waktu hanye 15 menit untuk mengerjakan ujian mu

hanya

15

menit…

Ini gila! BYUN BAEKHYUN! KENAPA TIDAK SEJAK TADI KAU BANGUNKAN AKU?

Dan seperti orang kesetanan aku pun mulai memusatkan otakku untuk mengerjakan soal-soal di kertas ulangan. Tak mempedulikan si cerewet Byun Baekhyun yang terus mencereweti ku karena sulit dibangunkan.

====||.: Kang Yoo Ra PoV END:.||====

====||.: Author PoV:.||====

Sementara itu

@Atap Sekolah Sekang High

“Jadi maksud mu dia adalah pangeran Hyun?” seorang namja tampan berpipi tirus yang sejak tadi menikmati strawberry cheesecake nya hanya mendengus.

Surprise bukan? Ahahhahahhaa… di kehidupan sebelumnya kau pernah bertemu dengannya, kau masih ingat Jung Daehyun, anni… maksud ku pangeran—”

“Jangan sebut namaku dulu!” Wajah Daehyun sekarang mengeras, dia tidak lagi bernafsu untuk memakan cake favoritnya itu. Dia tinggalkan begitu saja dan berdiri menyandar di pagar pembatas, tepat di samping Kim Him Chan yang masih menampakkan seringaian khasnya.

“Ahahahhahhaa…. Seandainya dahulu kau tidak terlalu bodoh untuk menyadari bahwa putri Clara ada di negeri EXO tentunya kau tidak akan semenderita ini, bagaimana? Bukankah itu yang kau pikirkan Daehyunnie?”

Daehyun tak bereaksi apapun, hanya lebih mengeratkan pegangannya di besi pagar depannya. Jika saja dia mau, dengan kemampuan sihir yang masih membekas di tubuhya, namja itu bisa dengan mudahya melelehkan ataupun langsung mematahkan pagar besi itu.

“Sebenarnya sejauh mana yang kau ketahui tentang ku Kim Him Chan?”

“Hmm… aku tahu banyak hal, termasuk kau dan Pangeran Hyun di kehidupan lalu sebenarnya bersahabat” Himchan tersenyum licik, matanya masih menerka-nerka reaksi yang akan Daehyun berikan “Tapi sayang ya.. dia sengaja menyembunyikan putri Clara dari mu”

“Cih…”

“Jadi apa yang kau lakukan Jung Daehyun? Apa kau tetap akan tetap menjadi penonton seperti selama ini atau ….”

Senyum dingin yang terukir di bibir Daehyun membuat Himchan tak melanjutkan kata-katanya

 Ini semakin menarik

 ****//*****

Keesokkan harinya

27th Day of 31th Day (5 Days left)

@Pintu Masuk Lotte World

09.30 KST

                “Seperti nya aku datang terlalu cepat” gumam seorang yeoja yang baru sampai di pintu gerbang besar salah satu wahana permainan terbesar di kota Seoul. Gadis itu menggunakan sweeter berwarna ivory dan syal berwarna senada untuk menahan angin musim dingin yang terasa menusuk tulang. Matanya yang lincah bergerak cepat melirik sekitarnya untuk mencari penjual minuman hangat atau setidaknya vending machine yang menyediakan hot matcha latte kesukaannya.

“Aaaahh di sana!” mulut gadis itu membentuk senyuman saat menyadari tak jauh darinya –tepat di dekat pintu tempat membeli tiket masuk- terdapat vending machine, dengan uang recehan di genggamannya ia pun segera bergegas.

Tanpa gadis itu sadari, sejak tadi telah ada dua pasang mata memperhatikannya. Dengan beberapa orang yang lalu lalang (karena hari masih pagi dan Lotte World baru buka jam 10.00), juga syal yang menutupi setengah dari wajah mereka membuat gadis yang mereka perhatikan sama sekali tidak sadar.

“Mundurlah.. tinggi mu itu membuat mu terlalu mencolok Park Chan! Bagaimana kalau Yoora memergoki kita?” desis salah seorang yang menguntit gadis bernama Kang Yoora sejak pergi dari rumahnya, dengan tangannya yang mungil ia memberi isyarat agar namja di belakangnya mundur dan berada tepat di belakang punggungnya. Mereka sedari tadi bersembunyi tepat di belakang pohon maple besar yang berada di sisi tak jauh dari gerbang Lotte World.

“Aishh.. Han Bo, sebenarnya apa sih yang kita lakukan di sini?” Chanyeol merenggut, walau dalam hati namja jangkung itu mulai merasa ada yang tak beres dengan jantungnya. Posisinya dengan Bo Eun sudah hampir seperti pasangan yang sedang melakukan back hug, namja itu bisa merasakan aroma segar buah dari rambut Bo eun yang sejajar dengan dagunya. Ya, kali ini Bo Eun menggunakan high heels yang membuat gadis itu lebih tinggi.

“Bo Eun.. eng… kau pakai shampoo apa?”

“Cherry, punya adikku, kemarin shampoo ku habis” kata Bo Eun yang belum menyadari perubahan suasana di hati Chan Yeol “Park Chan! Kenapa Baekhyun oppa belum datang ya? Aishh… kasihan Yoora”

“Pantas saja, biasanya aroma rambutmu tidak seperti ini” kata Chan yeol, jujur namja itu sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dia katakan. Yang jelas otak nya merasa mulutnya harus terus mengatakan sesuatu agar bisa mengendalikan dirinya untuk memeluk Bo Eun saat ini.

“Hmm.. biasanya aku pakai shampo beraroma apel, ups jangan katakan pada siapapun kalau aku….” Kali ini Bo Eun berbalik, dia agak tercekat saat menyadari wajah Chan Yeol yang close up, begitu dekat dengannya.

“Kalau kau selalu menggunakan shampo untuk anak-anak?” lengkung senyum terbentuk di wajah tampan Park Chan Yeol, membuat Bo Eun melebarkan matanya. Ada yang aneh pada dirinya saat melihat senyuman Chan yeol kali ini, bahkan tangan usil Chanyeol yang sekarang membuka kuciran sekaligus mengacak rambutnya sama sekali tak ditangapinya. Selama lebih dari delapan tahun Bo Eun mengenal Park Chan Yeol, baru kali ini dia merasa aneh berada di dekat namja ini.

Perasaan apa ini?

“A.. a.. awas saja kalau kau bilang!” Bo Eun langsung membalikkan tubuhnya lagi, memfokuskan dari apa yang sejenak tadi dia lupakan.

 Demi Tuhan Han Bo Eun!! Kau kemari untuk memata-matai Yoora dan Baekhyun oppa!! Bukan untuk terpesona pada si tiang listrik Park Chan!

“Baekhyun lama sekali, apa perlu aku telpon Baekhyun untuk mengecek dimana dia sekarang?” desis Chan Yeol setelah keheningan melanda mereka berdua, dan Yoora masih di tempatnya. Menyeruput matcha latte kesukaannya.

“Jangan, nanti—- eh siapa itu?”

Kejadian selanjutnya berlangsung begitu cepat, seorang namja tinggi besar berbaju serba hitam tiba-tiba datang dari belakang Yoora dan membekap wajah gadis itu dengan saputangan yang di bawanya. Dan hanya perlu waktu beberapa detik agar gadis itu tidak sadarkan diri.

“YOORAAA!!!!!”

“TUNGGU!!!!”

Teriakan Bo Eun membuat namja tinggi besar itu lebih cepat menggendong Yoora dan memasukkan tubuh gadis itu ke dalam van hitam tak jauh dari gerbang masuk, dan tak menunggu lama van hitam itu pun sudah melesat meninggalkan Bo Eun dan Chan Yeol yang telah berhenti berlari, terengah-engah saat melihat van hitam itu hilang dari balik tikungan.

“Bo Eun-ah…” perlahan Chan Yeol menghampiri Bo Eun yang masih terduduk lemas di jalan, air mata nya bercucuran membasahi aspal jalanan. Gadis itu tak mempedulikan beberapa orang yang memperhatikannya ataupun yang terus heboh menceritakan kejadian yang terjadi pada Yoora.

“Nee.. mengerikan, tadi ada pria besar yang menculik seorang gadis”

“Mungkin gadis itu akan jadi korban pembunuhan berantai yang terjadi akhir-akhir ini, mengerikan, seharusnya anak perempuan tidak pergi sendiri walaupun ini sudah beranjak siang”

“Sayang sekali, gadis secantik itu harus mati”

Dan kata-kata penuh dugaan membuat Bo Eun tak tahan lagi, gadis itu terus menangis sambil menutupi kedua telinganya.

“DIAAAAM!!!!!!!” teriakkan Chan Yeol membuat orang-orang yang mulai mengerubungi mereka terdiam, mata nya mendadak berubah mengerikan. Seolah menantang siapa saja yang berani membuat Bo Eun semakin terisak “Bukan kah dari pada bergosip lebih baik kalian cepat telepon polisi?”

“Chan Yeol –ah” Bo Eun mengangkat wajahnya dan mendapati Chan yeol yang tersenyum menenangkan, gadis itu sama sekali tak menolak saat Chan yeol memeluknya. Menenggelamkan tubuh mungilnya dalam dada bidang namja tampan itu, masih menangis.

“Tenanglah Bo Eun-ah, Yoora akan baik-baik saja”

====||.: To Be Continued:.||====

sippp FF ini tinggal 1 or 2 chapterr :))) ~ soo ada yang tau siapa yg berani nyulik Yoora? dan dimana sih baekhyun yg asli *jitak baekki bukannya ngikutin yoora aa kris -_-

Thanks yaa yg ngikutin FF ini juga FF kunang yang lain, miannnnn.. kunang emang agak (?) lama apdet huhuhuu

anddd.. please kindly give me some comments or crictic, your comments always brought smile to me 🙂 *pelukkk

Advertisements