Tags

, , ,

PicsArt_1397316489119

Title : Trouble Date

Author : Kunang | Main Cast : Kim Jong In/Kai (EXO-K), Honey Lau/Han Hee (OC)| Support Cast: Lu Han (EXO-M), Henry (SJ-M), Taemin (SHINee), Sehun(EXO K), Chanrin (OC), Chanyeol (EXO-K)| | Length : Two Shots KaiHee series | Genre : Family, romance, fantasy , business entertainment ,comedy| Rating  : PG-15

Warning         : Seriously this story is mine! Plagiat jauh jauh sebelum dibikin bubble tea ama hunhan and sorry for some typos

Author Note    : This stoy is dedicated for , selamat ultah ya saeng ^^v~wish u all the best! hehe nih kadonya (?) moga suka, seneng ternyata kamu masih inget Kai Hee couple. dan juga tentunya best friend ku @azmiwiantina hehe.. finally aku bikin side story ini jadi HF nya kegeser yaa *dibuang.

Summary        :Empat bulan berlalu sejak Kai dan Hanhee bersama kembali, waktu yang cukup singkat mengingat panjangnya waktu yang harus mereka tempuh agar kembali bersama. Tapi satu hal yang Kai dan Hanhee sadari, hanya sedikit waktu yang mereka miliki bersama. Tidak mudah bagi Kai dan Hanhee memiliki kakak-kakak overprotective seperti Henry yang masih meng-underestimate Kai, Luhan yang selalu ingin memonopoli Hanhee dan Chanyeol yang selalu ingin tahu urusan Kai dan Hanhee. Dan jangan lupakan Lee Tae Min –sang Pangeran Angel-, kakak Kai yang masih mencurigai Hanhee. Belum lagi Sehun-Chanrin couple yang terkadang bukannya membantu, malah membuat hubungan mereka semakin kacau. Dan ketika EXO mendapat break, Kai tidak mau menyia-nyiakannya begitu saja!

***//***

@ Jalanan, Seoul

19.00 KST

April 2014

Hari ini aku benar-benar bahagia! Kalian tahu? Tadi siang Kai oppa memberitahuku bahwa akhirnya member EXO mendapatkan break selama 3 hari 2 malam akhir minggu ini sebelum kembali pada rutinitas mereka yang super sibuk. Dan Kai mengajakku kencan ke Jeju! Tapi Kai bilang ini adalah rahasia antara aku dan dia, jangan sampai kakak-kakak kami tahu, padahal aku pikir tidak buruk juga mengajak mereka semua. Bukankah liburan lebih menyenangkan jika dilakukan bersama-sama? Ahhh.. tapi bahkan aku tidak boleh mengajak Chan rin.

Aku mengangkat tanganku tinggi-tinggi sambil menatap langit malam yang cerah. Tanpa sadar segaris senyum tercipta dibibirku.

‘Semangat Hanhee!! Yang penting pada akhirnya kau bisa liburan bersama Kai oppa!!”

Aku mengeratkan jaket tipis yang membungkus tubuhku lalu kembali berjalan ke arah sebuah bangunan apartment besar yang menjulang di depan ku, walaupun musim dingin telah lewat tapi tetap saja udara masih terasa dingin bagiku. Dalam hati aku menyesal mengapa nekat menggunakan jaket tipis dan dress tipis, tapi ya sudahlah…

Hmm…. Kai oppa ada di dorm tidak ya?

Dari Sehun aku tahu kalau EXO selesai schedule lebih cepat hari ini dan sudah hampir sebulan juga aku tidak mengunjungi apartment mereka. Oya apakah aku sudah cerita pada kalian? Beberapa hari lalu aku lulus audisi masuk salah satu agensi yang cukup besar dan mulai minggu depan aku akan mulai sibuk menjadi trainee di sana, aku ingin sekali memberitahu Kai oppa langsung tapi dia sangat sibuk.

‘Kai oppa.. Kai oppa.. Kai oppa…’

Tanpa sadar aku terkekeh pelan mengingat sebentar lagi aku akan bertemu kekasih ku itu. Ada orang yang bilang kalau seseorang pernah patah hati, maka dia tidak akan mencintai sebesar cintanya pada pasangan sebelumnya. Tapi itu tidak berlaku padaku, perasaan ku pada Kai oppa begitu meluap-luap hingga aku yakin kapan saja bisa tumpah.

“Kau mencari serigala itu atau aku?”

“LUHAN OPPA! Kau membuatku kaget!” sejenak aku menahan nafasku sebelum tersenyum lebar saat seorang namja cute tiba-tiba saja membuka pintu tepat saat aku hendak memencet tombol interkom.

“Hahahahha… “ mata ku menangkap Kyungsoo oppa yang menatapku dari balik tubuh Luhan oppa. Tangannya memegang sesuatu yang aku yakin adalah makanan. “Aku mencari Kyungsoo oppa, aku lapaarrrrrr”

“YAA!! YAA!!! YAAA!!!! Honey” Luhan oppa memberengut saat aku melewatinya begitu saja dan masuk untuk duduk di samping kanan Kyungsoo oppa, langsung mengambil segenggam popcorn yang masih hangat dari wadah kertas yang di pegang Kyungsoo oppa. Aku melihat ke sekeliling, agak kecewa saat hanya mendapati Baekhyun dan Chanyeol oppa yang sedang sibuk bermain dengan stick game mereka. Sedangkan Chen oppa duduk di sebelah kiri Kyungsoo oppa.

“Yang lainnya sudah tidur, jarang-jarang kami bisa pulang cepat. Kalau Kai sih… tadi dia masih di practice room” kata Kyungsoo oppa seolah tahu apa yang sedang kupikirkan, aku hanya menganguk merasa sedikit kecewa.

“Honey, jangan bilang kalau kau kecewa karena tidak ada Kai?” Luhan oppa sekarang masih terlihat agak kesal, dan dia pun dengan seenaknya duduk diantara ku dan Kyungsoo oppa “Kau lupakan saja dulu serigala itu, oya kami mendapat break akhir minggu ini, bagaimana kalau kita semua main?”

DAMN! Perlahan aku mengalihkan pandangan ku dari Luhan oppa. Tidak mungkin kan kalau aku bilang pada Luhan oppa kalau aku akan main dengan Kai oppa bahkan sampai menginap?

“A..Aku.. ah Yaa!! Aku ada acara sekolah hehehhe.. aku pergi bersama Mi young dan yang lainnya hehehhee” kata ku berbohong dan mengumpankan salah satu teman baikku. Setelah ini aku harus segera menelpon Mi young agar membenarkan kata-kataku, karena aku yakin Luhan oppa pasti akan mengeceknya langsung.

“Benarkan?” Mata Luhan oppa menyipit “Bukan kah baru minggu lalu kelas kalian pergi ke study tour ke luar kota?”

“Dan pada hari itu Kai tiba-tiba menghilang” Chen oppa tiba-tiba ikut menanggapi, dia tersenyum jahil

“YAA!! Kai tidak diam-diam menemui mu kan?”

“Hehehehhe… bagaimana ya hahahha” aku pasti benar-benar terlihat salah tingkah sekarang. Ya, meski cuman sebentar minggu lalu Kai memang berteleportasi menemui ku yang sedang study tour ke luar kota. Tapi bagaimana mungkin Chen oppa tahu?

“Honey Lau, sudah kuduga, berhubungan dengan serigala itu membuatmu ketularan menjadi pembohong”

“Oppa.. aku tidak berbohong kok pada oppa hehehe.. aku hanya takut oppa marah, jangan ngambek lagi yaa” kata ku sambil mengeluarkan puppy eyes ku.

“Ah.. oke oke… jangan memasang tampang seperti itu, kau tahu kan kalau kau sudah mulai aegyo aku jadi tidak bisa memarahi mu” kata Luhan oppa membuatku tersenyum semakin lebar. Untunglah moodnya sekarang membaik, kami pun lalu sibuk membicarakan konsep comeback EXO.

“Aku pulang….kenapa pintunya tidak terkunci? Ah…. chagiya”

“Kai oppa!” Refleks aku berdiri saat seorang namja tampan berkulit agak gelap dengan rambut dicat pirang tersenyum lebar ke arah ku. Demi Tuhan, bahkan dengan keringat yang masih mengucur di dahinya dia terlihat sangat tampan! Entah sejak kapan jantungku berdetak tak karuan, apalagi ketika dia merentangkan tangannya ke arahku seolah menghipnotisku untuk segera berlari ke dalam pelukannya.

“Heii.. heiii… kau mau kemana?” suara bass yang sangat kukenal, dia pasti sudah menarik ujung kerah jaket ku sekarang karena aku sama sekali tak bisa melangkah lebih jauh

“hahhahaha…. Chanyeol oppa”

“Hyung!” Kai oppa mempoutkan mulutnya, lucu sekali.

“Good job Chanyeol!” tambah Luhan sambil menepuk pundak Chanyeol. Oh ya, aku berhasil meyakinkan Chanyeol oppa bahwa Luhan oppa adalah kakak sepupu ku. Tidak mungkin kan aku bilang kalau Luhan oppa adalah pangeran devil yang meganggapku adalah pengganti adiknya yang telah meninggal?

“Mana mungkin aku biarkan adikku tercinta memeluk serigala bau keringat seperti mu? Mandi sana!”

“Hufft…. kalian tega sekali hyung! Baiklah kalau begitu aku akan mandi, jika sudah mandi, aku boleh kan memeluk bahkan menci—“

“YAAA!! MANDI SIH MANDI SAJA!” entah sejak kapan Luhan oppa sudah memegang sebuah handuk dan melemparkannya ke arah kepala Kai dan jatuh tepat di bahu bidangnya. Kai oppa mengedip seduktif padaku sebelum berjalan ke arah kamar mandi “Dan awas kalau kau berani macam-macam”

“YEEAYYY YEAYYYY AKU MENANGG !! YEAYYY!!!”  suara teriakkan Baekhyun membuat omelan Luhan oppa teredam. Haha.. padahal pada awalnya aku pikir Luhan oppa itu adalah namja yang cool, tapi jika sudah menyangkut hubungan ku dengan Kai dia bisa jadi sangat bawel.

Menit-menit pun berlalu, tapi itu tidak terasa membosankan. Baekhyun oppa masih sibuk bermain playstation sekarang melawan Luhan oppa, Chen oppa sudah tertidur di kursinya sementara Chanyeol dan Kyungsoo oppa dengan semangat menggebu mengomentari permainan game Baekhyun dan Luhan oppa.

“Chagiya…. Hanhee ya…..”

“Oppa…” aku tertegun saat menyadari Kai oppa memanggilku dari arah dapur, dengan perlahan aku pun meninggalkan yang lainnya.

“Aku merindukan mu” Kai oppa tersenyum seduktif sebelum menarikku ke dalam pelukannya. Aku sama sekali tak bisa menolak ketika ia merengkuh wajah ku, menarikku mendekat dan kemudian bibir kami bersentuhan. Awalnya aku benar-benar terkesiap karena Kai oppa tiba-tiba mencium ku tapi beberapa detik berlalu dan rasa kaget itu berubah menjadi perasaan senang. Aku pun akhirnya melingkarkan tangan ku di leher Kai oppa dan balas menciumnya dengan perlahan.

Aku membuka mata saat menyadari setetes air mata mengalir di pipiku, dan itu bukan milikku tapi Kai oppa. Akhirnya Kai oppa menjauhkan wajah kami, membiarkan ku menghirup kembali oksigen yang telah terenggut dari kami sesaat.

“Oppa.. wae? Gwenchana?”

Kai oppa tersenyum, perlahan ia menghapus air matanya yang tersisa di pipiku. “Aku masih tidak percaya kalau sekarang kau kekasihku” kemudian dia menatapku penuh selidik sambil mengendurkan senyumannya, pura-pura terlihat kesal “Kau sedang tidak punya gebetan lain kan? Akhir-akhir ini kau sepertinya sibuk sekali”

“Mana mungkin!’ Aku berdecak kesal, ini adalah salah satu sifat Kim Jong In  yang tidak kusuka. Dia itu curigaan dan cemburuan! Padahal kan akhir-akhir ini aku tidak dekat dengan namja mana pun selain dia dan kakak-kakak ku. Eh tunggu… mungkin ada satu orang, tapi kan dia idolaku jadi tidak dihitung hehe..

“Honey Lau… jadi siapa ‘idola’ mu sekarang?”

Bingo

“Ahahhahaa” Baiklah kali ini lagi-lagi Kai oppa bisa membaca pikiran ku “Bukan siapa-siapa, dibanding Kai oppa dia tidak bisa disamakan. Kai oppa jauh lebih jago dance dibanding dia. Eh tapi dia jago sekali bermain gitar”

“Siapa ‘dia’?” Kai oppa memajukan tubuhnya selangkah membuatku terpojok ke dinding dingin di belakang ku “Apa dia lebih tampan dari ku?”

“A… anni…”

Sekarang Kai oppa memajukan tubuhnya selangkah lagi hingga hampir tak ada jarak antara kami. Rahangnya mengeras, matanya menatap mataku dalam-dalam “Apa dia membuat mu berdebar-debar seperti keadaan mu saat ini?”

Perlahan aku memegang dadaku yang serasa mau meledak, dan seketika itu tangan Kai oppa menggenggam tangan ku “Anni…. aku hanya berdebar seperti ini jika bersama Kai oppa, tapi bagaimana oppa tahu?”

“Tentu saja aku tahu, kau kan kekasih ku” Kai oppa kali ini mengeluarkan smirknya sebelum mendekatkan wajahnya lagi untuk menciumku, tapi…

“LUHAN HYUNGGG!!! CHANYEOL HYUNGGGG!!!! HAN HEE DALAM BAHAYA!!!”

“YAA!! OH SEHUN!!!” Gertak Kai. Dia menghentikan aktifitasnya dan memelototi seorang pemuda berkulit putih susu yang ntah sejak kapan sudah berada di dapur, ia mengambil sebotol air mineral dan langsung kabur dari hadapan kami. Dan beberapa detik kemudian seperti dugaanku, Luhan, Chanyeol oppa bahkan yang lainnya langsung ke dapur untuk menceramahi Kai oppa.

Awas saja kau nanti Oh Sehun! Gara-gara kau dan Kai oppa jadi tidak sempat membicarakan rencana liburan kami!

 

***// Author PoV//****

 

@Incheon International Airport

Friday, Sunny day- 14.00 KST

 

“Kenapa aku harus ikut-ikutan menyamar seperti orang bodoh begini?”

“Shhtttt…. bukan kah sudah ku katakan kalau Kai itu ‘istimewa’ ? dia bisa mengetahui keberadaan kita kalau kita menggunakan kekuatan kita ataupun berubah wujud menjadi makhluk lain. Menjadi manusia dan menyamar seperti ini adalah yang paling aman”

“Tapi Lu,  menyamar sih menyamar… tapi apa perlu kita sampai harus menyamar menjadi perempuan?! Kau sih pantas! Tapi aku—?“

“Shtttt suara mu terlalu keras Kris.. ehh Kristin” balas Luhan dengan suara rendah.  Ya! Jika kalian menebak bahwa ini adalah percakapan antara Luhan dan Kris, kalian benar sekali. Luhan masih curiga tentang rencana liburan Hanhee bersama ‘temannya’, ntah mengapa dia yakin sekali bahwa Hanhee akan pergi dengan Kai. Dan karena itu, Luhan –dengan bantuan penyamaran berupa wig palsu dan juga dress plus kardigan bermerk- dan Kris –yang dipaksa Luhan ikut menyamar menjadi perempuan, menggunakan high heels dan rambut palsu ikal juga gaun berenda renda- sedang memata-matai Hanhee yang duduk sendiri di airport. Tepatnya mereka duduk di belakang pilar tak jauh dari kursi Hanhee.

“Aku yakin.. sebentar lagi serigala itu akan datang”

“Kenapa sih mereka tidak berteleportasi saja? Ahh… it isn’t my style Lu… aku tidak suka memakai baju ini, mau dikemanakan muka ku jika Chanrin melihat ku seperti ini?”

“Kai tahu aku bisa melacaknya dengan mudah jika dia berteleportasi.. dan terlebih Hanhee tidak menyukai ide untuk berteleportasi” kata Luhan mengingat saat adiknya yang hampir pingsan karena pusing setelah Luhan mengajaknya berteleportasi dari sekolah ke tempat les vocalnya.

“Bukan kah itu—“ mata Kris menyipit ketika melihat seseorang berbadan tinggi dengan kaca mata dan syal yang menutupi setengah wajahnya berjalan menghampiri Hanhee. Meski orang-orang selain Hanhee terlihat tidak mengenalinya, tapi Kris dan Luhan tahu persis jika orang tersebut adalah Kai.

“Ahh.. itu dia Kim Jong In!! Sudah kuduga bocah itu!! Dia membohongi ku, dia bilang mau pulang untuk menemui anak anjingnya ckk…”

Luhan dan Kris mengamati Hanhee yang sekarang berdiri dan memeluk sekilas Kai. Hanhee terlihat begitu imut saat ini, dia mengenakan dress berwarna kuning dengan pola polkadot selutut dan juga sepatu boots dengan high heels yang cukup tinggi. Rambutnya digerai, sementara sebuah bando berwarna senada melekat di puncak kepalanya.

“Ayo kita ikuti—“

“KYAAA KYAAA KYAAAAAAA !!!!! ADA EXO!!!!”

“KYAAA TAMPANNYA!!!”

“LIHAT KESINI OPPA!!!”

Baru saja Luhan dan Kris hendak membuntuti Kai dan Hanhee yang menuju pintu keberangkatan, suara teriakan para fan girls yang familiar membuat mereka berdua kembali bersembunyi.

“Ya! Apa mungkin kita ketahuan?” tanya Kris agak khawatir

“Mana mungkin!”

Mereka berdua pun mengintip dari pilar dan segera mendapati siapa biang keladi yang membuat kehebohan di bandara. Dengan tinggi yang melebihi rata-rata pria Korea, tidak sulit untuk mengetahui pria diantara kerumunan para yeoja itu adalah Park Chan Yeol!!!

“Ahahhahhaa… aku? Aku kesini untuk mengantarkan bekal yang tertinggal pada adikku yang akan pergi dengan teman sekelasnya, ah… tanda tangan? Boleh saja… foto bareng juga eh?”

“Huhhhhh…. kita harus mengambil jalan lain dan—- WUAHH!!!! Kau mengagetkan ku!!!” Luhan dan Kris bahkan langsung terguling dari kursi mereka, karena saat memalingkan wajah mereka, wajah cute seorang namja benar-benar close up di depan mereka.

“LEE TAE MIN!!”

“Shhtt…. kau ingin kerumunan fangirl itu sekarang mengerubungi kita di sini!” gerutu Lee Tae Min. Ya, diam-diam Taemin juga sudah membuntuti Kai sampai ke bandara. Tidak seperti Luhan dan Kris yang menyamar sebagai perempuan, Taemin menyamar dengan menggunakan kostum Sherlock Holmes berupa celana bahan berwarna coklat –bukan skinny pants yang biasa dia pakai- dan coat berwarna senada, plus topi dan tak lupa dengan cerutunya.

“Mau apa kau disini?” tanya Luhan dengan nada tak suka. Meski mereka sudah tidak ada masalah, tapi masing-masing masih belum setuju adik mereka saling berhubungan.

“Harusnya itu pertanyaan ku,  tapi ngomong-ngomong kau cantik sekali, mau main dengan oppa?”

“YAAA!!! Memangnya aku cewek?!”

“Aishhhhh tenanglah kalian berdua!! Ini bukan saatnya kalian ribut, karena lihat! Hanhee dan Kai sudah tidak ada ditempatnya lagi! Kemungkinan besar mereka sudah take off!”

“Teman mu kekanakkan sih”

“Sudah cukup! Bukan kah lebih baik kalian bekerja sama! Aku tahu kalian ingin memata-matai kencan-nya Kai dan Hanhee kan?”

“Cih… you wish!”

“Aku juga tidak butuh bantuan mu!” tambah Taemin

“Baiklah….sementara kalian ribut, aku akan pergi! Ahh.. padahal dari Chan rin aku tahu kemana Kai dan Hanhee mau pergi!”

Dan seketika itu mata Taemin dan Luhan melebar “Kris!!! Jjamkaman!!!!”

***Sementara itu***

“Hanhee ya?? Hanhee?? Ahh.. kau minta tanda tangan ku.. eh apa kau melihat adikku? Dia tingginya seperti ini dan bla bla….”

(dan setelahnya Chanyeol menghabiskan waktu lebih dari dua jam untuk fan meeting di airport)

 

===**Still Author PoV**===

@Jeju Island, depan La-Silla Cottege (100 m from Beach)

5 Jam kemudian

“KYAAAAAA YEPPEOOOO!!!!”

“Kau suka?” Kai tersenyum lebar melihat seorang gadis yang sedang berjingkrak jingkrak dengan excited. Ia menghampiri gadis itu dan mengacak rambutnya.

“AKU SANGAT SANGAT SANGAT SUKA!!! Ahhh.. kita beruntung sampai ke sini tepat saat matahari terbenam!  Aku selalu suka melihat warna kejinggaan matahari yang dipantulkan oleh permukaan air laut!”

Kai merangkul Hanhee dan terus menatap wajah manisnya. Bagi dirinya, pemandangan matahari terbenam tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan menatap wajah polos  dan excited Hanhee. Hanhee masih jauh lebih ‘cantik’ bagi dirinya. Tanpa sadar mereka menghabiskan setengah jam untuk berdiri dan menikmati indahnya matahari terbenam.

“Ehh… mwo? Sampai kapan kau mau melihat ku seperti itu mr. Wolf?”

“Jika cahayanya agak redup seperti ini, bando mu terlihat berwarna merah”

“Heoh? Jinjja?” Hanhee melepas bandonya “Wahh benar juga, jadi apa sekarang aku adalah gadis berbando merah yang sedang diculik Mr. Wolf?”

Cup

Kai merebut ciuman Hanhee sekilas sebelum menjitak ringan gadis itu “Yang ada gadis berkerudung merah tahu! Sudah lah ayo masuk, aku sudah pesan kamar untuk kita”

“KA..kamar—tapi oppa!”

“Nee.. nee.. arra, aku sudah tahu! Aku sudah pesan dua kamar” Kai pun menarik tangan Hanhee yang pipinya sekarang memanas “Tapi kalau kau tidak bisa tidur, kau boleh datang ke kamar ku”

“You wish Kim Jong In!!”Hanhee terkekeh kecil saat melihat Kai memasang senyuman seduktifnya.

“Kau akan menyesal, padahal semua fans ku ingin sekamar dengan ku” Kai memberi wink pada Hanhee dan berlari meninggalkan gadis itu sambil tertawa lepas. Hanhee yang beberapa saat terdiam shock, langsung melepas sepatu bootsnya dan mengejar Kai.

Pervert Wolf! Awass yaaa!!”

 

=====***Author PoV End***====

@Restaurant, dinner

 

“Mencurigakan….”

“Kau melihat apa Kai oppa?” Tanya gadis di depan Kai, matanya mengerjap bingung sambil mengikuti arah pandangan namja berkulit tan itu  yang tertuju tak jauh dari balik tubuh Hanhee “Ada yang kau kenal? Atau…jangan-jangan ada gadis yang oppa perhatikan ya!”

Kai yang sedang menenggak jus jeruk ku kontan tersedak “Ya!! Jangan samakan aku dengan mu! Memangnya aku tidak tahu ketika kau hadir di acara show minggu lalu, bukannya membawa placard EXO kau malah membawa placard Got7?!”

“Hehehhehe… “ Hanhee terkekeh kecil, jelas sekali dia terlihat seperti pencuri kecil yang tertangkap basah “Lain kali aku akan membawa placard EXO”

“Anni.. aku tak mau, aku ingin kau membuat poster jumbo berisi lampu-lampu kecil bertuliskan ‘Kai Oppa Saranghae’”

“Ckk.. kau benar-benar childish Kim Jong In!, sudah ini makan!” Hanhee mempoutkan mulutnya dan menyodok mulut Kai yang masih penuh dengan sayur buncis yang terdapat pada steak mereka. Walau namja itu tidak terlalu suka buncis, tapi jika yang menyuapkannya adalah Hanhee, pasti dia memakannya juga.

Mereka pun melanjutkan makan, dan sejenak Kai melupakan orang yang dicurigainya sedang memperhatikan dirinya dengan Hanhee. Ntah hanya perasaan namja itu saja atau bukan sepertinya ada yang mengikuti dirinya dan Hanhee sejak di bandara, tapi jika yang mengikuti mereka adalah kakak-kakak mereka, bukan kah harusnya Kai sudah merasakan kekuatan mereka?

“Ah.. mereka masih di sana..” gumam Kai setelah menghabis kan makanannya, dan ketika Hanhee akan menengok ke belakang.. “Jangan menengok chagiya”

“Heoh..? wae?”

Kai menegakkan tubuhnya, dan lebih merapat kemeja untuk menggenggam kedua tangan Hanhee, seolah mengisyaratkan agar gadis itu ikut mendekatinya juga dan Hanhee mengikutinya.

“Di belakang mu ada pasangan mencurigakan yang sejak tadi menutupi wajah mereka dengan buku menu, mereka sejak tadi memperhatikan kita”

“Heohhhh??? Apa mungkin… paparazi? Gawat oppa! Bukan kah oppa bilang restauran ini dijaga ya privasi customernya?!”

“Bukan.. bukan… sepertinya pasangan itu orang yang kita kenal”

Hanhee melipat dahinya, ekspresinya campuran antara cemas dan penasaran. Dan bagi Kai, gadis nya itu malah terlihat makin cute hingga ia tak bisa menahan dirinya untuk mencuri ciuman gadis itu.

“YAAA!!! Pervert!”

“Shtttt!!”

Hanhee melepaskan  tangannya yang digenggam Kai dan menutup bibirnya yang terasa hangat. “Jangan-jangan kau membohongi ku untuk mencari kesempatan!”

Kai menaikkan bahunya “Pokoknya jangan pasang tampang seperti itu di depan namja lain!”

Hanhee berdecak dan membalikkan kepalanya sekilas, ekspresinya berubah campuran antara senang dan bingung setelah menyadari siapa yang sejak tadi memperhatikan mereka.

“Oppa, bukan kah itu Chan-Chan dan Sehun oppa? Apa yang mereka lakukan disini? Padahal Chan rin bilang dia mau ke kutub utara saja bersama vampire aneh itu”

“Kau bilang pada Chan rin?”

“Hhehehehe.. aku tak bisa menyembunyikan apapun pada Chan-chan, ketika oppa mengajakku aku sangat senang hingga ingin membaginya pada orang lain. Tapi tidak mungkin kan bercerita pada Luhan, Chanyeol apalagi Henry oppa?”

“Ya sudahlah..” Kai hanya bisa geleng-geleng kepala, ntah mengapa dia bisa merasakan perasaan yang lebih buruk lagi. Apa mungkin Henry, Chanyeol, Luhan dan Taemin hyung mengikuti mereka kesini? Kai segera menepis pikiran itu cepat-cepat. Merusak mood saja, pikirnya.

“Jadi bagaimana oppa? Apa kita ajak mereka bergabung bersama kita?”

“Sebaliknya…” Kai tersenyum seduktif dan langsung menyambar tangan Hanhee untuk menariknya pergi “Kita harus bisa menghilang dari hadapan mereka”

“Ehh.. eh… tunggu tas ku!”

 

====***//Kai PoV//***====

@Pantai

 

“Bulan purnamanya sangat indah kan oppa? Aku sangat menyukai bulan purnama!” Hanhee tersenyum lebar, sementara angin malam meniup lembut tubuh ku dan Hanhee yang sedang duduk duduk di sebuah kursi di pinggir pantai. Lampu  pantai bertiang tinggi di samping kami terus berkedip kedip membuat suasana diantara kami terasa lebih romantis.

Aku tersenyum melihat Hanhee yang dengan excitednya menunjuk bulan purnama di atas kami dan menceritakan bagaimana keluarganya dulu sering menceritakan dongeng mengenai asal mula bulan purnama. Jujur dahulu aku sangat membenci bulan purnama karena itu berarti aku kutukan yang bersarang di tubuhku dulu akan aktif, membuatku kehilangan akal dan menjelma menjadi manusia serigala. Rasanya sangat menyakitkan hingga mendengar ‘kata bulan purnama’ pun membuat ku muak. Tapi mulai sekarang aku akan mulai menyukai kata itu karena Hanhee menyukainya.

Lihatlah.. bagaimana seseorang yang kau cintai dapat dengan mudah merubah pandangan mu

“Kau bawel sekali chagiya…”

“Heoh? Ahh.. mian, aku kalau bicara sering keterusan. Baiklah, aku akan diam, sekarang bagian Kai oppa yang bercerita”

Aku tak berkata apapun dan memilih untuk menatap mata Hanhee dalam-dalam, dan seperti yang kuduga dia mulai terlihat salah tingkah.

“Kai oppa, a..apa kau gugup?”

Aku menggeleng dan tersenyum “Anni, kenapa kau terlihat gugup seperti itu Hanhee ya?”

“Mungkin karena oppa, hahahha… orang bilang jika mencintai seseorang maka akan timbul perasaan gugup saat bersama dengannya”

Aku mendengus dan mengacak rambut ikalnya “Ada juga yang tidak gugup dan malah merasa tenang jika bersama dengan orang yang dicintainya, I love you gadis berbando merah”

“Hehehehe..” Hanhee tersenyum lebar dan tiba-tiba saja lampu di samping kami mati “OPPA!!!”

“Hanhee tenanglah!” aku langsung merangkul tubuh Hanhee, aku tahu gadis ku ini tidak tahan dengan kegelapan total. Tapi bagaimana bisa lampu-lampu di pinggir pantai ini mati dengan serentak?

“OPPA!! AYO KEMBALI!! Aku takuut!”

“Tenanglah..” aku mencium pucuk kepala Hanhee dan menyalakan senter hp. Untung saja hotel tempat kami menginap tidak jauh dari pinggir pantai jadi kami bisa segera kesana.

Tapi… sepertinya ada yang tidak beres….

“Chagiya.. sudah tidak apa-apa kan?”

Hanhee menganguk dan melepaskan lengan kiri ku yang dipeluknya saat kami sampai lobi. Dan kami pun langsung disambut oleh perdebatan dua pasangan yang sepertinnya suami istri dengan resepsionist.

“Bagaimana mungki hotel sebesar ini semua kamarnya sudah habis heoh?!! Kami datang jauh-jauh dari Gwang Ju!”

“Tenanglah yeobo” pria setengah baya itu menenangkan istrinya dan kembali berbicara pada resepsionis yang terlihat kebingungan “Tolong berikan kami kamar, apapun juga, akan kami bayar.. di hotel sekitar sini semua kamar habis, tidak mungkin kan kami tidur di luar?”

“Tapi tuan… jwesonghamnida, kami—-“

“Bagaimana jika tuan dan nyonya menginap di kamar ku”

“EH.. HANHEE?!” aku menatap takjub pada Hanhee yang ntah sejak kapan sudah meninggalkan ku dan berada di tempat resepsionis, aku pun menghampirinya

“Benarkah agaesshi? Lalu bagaimana dengan dirimu?” tanya si wanita tua penuh harap

“Tentu saja, lagi pula aku bisa menginap di kamar pasangan ku, jadi tidak usah sungkan hehe”

Aku mengerjapkan mata tak percaya menatap Hanhee yang sekarang menganguk minta persetujuan ku, aku hanya balas menganguk bingung. Hanhee… tidur di kamar ku? Dan seketika bayangan-bayangan aneh (?) menyerang ku.

Apa gadis ini bukan Hanhee polos yang ku kenal?!

 

===== || Still Kai PoV || =====

 

1 Jam Kemudian, 23.00 KST

@Kamar Kai, La Silla Hotel

 

“Pokoknya aku yang akan tidur di sofa! Aku kan menumpang di kamar mu!”

Baiklah… ini berbeda dengan yang kubayangkan

Aku hanya bisa melihat Hanhee mengambil selimut dan sebuah bantal lalu berjalan ke sofa dan berbaring. Aku tidak tahu harus tertawa atau sedih melihat gadis itu membungkus tubuhnya dengan selimut dan rambutnya dengan scraf berwarna merah. Kalau saja ada orang yang melihat kami pasti mereka mengira Hanhee adalah gadis berkerudung merah yang terancam oleh serigala (aku).

“Sebegitu takutkah kau padaku Hanhee?”

“Anni… aku tidak takut pada oppa, aku hanya kedinginan” katanya sambil berbaring di sofa. Aku menghela nafas panjang. Mana mungkin seorang Kim Jong In membiarkan kekasihnya tidur di sofa yang dingin sementara dia tidur di kasur? Maka aku pun mendekat ke arah Hanhee.

“A..apa?”

Grepp

Dengan mudah aku menggendong Hanhee ala bridal style, bisa kulihat mata gadisku ini melebar sepertinya ia benar-benar terkejut dengan tindakan ku.

“O..OPPA! Apa yang kau lakukan! Aku teriak loh!” Hanhee meronta dalam gendongan ku sementara aku berjalan ke arah tempat tidur queen size.

“Siapa yang suruh kau dengan sukarela masuk ke dalam ‘kandang’ serigala hahaha” aku pun tersenyum jahil dan pura-pura akan mencium Hanhee, hingga ntah karena malu atau takut dia menutup matanya. Dan aku pun dengan perlahan membaringkan Hanhee di tempat tidur.

“Tidurlah di kasur, biar aku yang tidur di sofa otthe?” aku melihat Hanhee dari ujung kaki sampai kepalanya yang tertutup “Kalau seperti ini, kau seperti ulat bulu, tenang saja.. aku tidak akan bertingkah macam-macam”

“Ahh hehehhe… mian oppa…”

“Baiklah, kau tidur ya!” Aku mencium pucuk kepala Hanhee yang dikerudungi scraf merah. Sebenarnya aku ingin mencium bibir merahnya tapi aku tak yakin bisa menahan diriku nanti, intinya aku masih sayang pada nyawaku. (Author : Kai takut dibunuh (?) kakak2 Hanhee).

“Jaljjayo Kai oppa”

“Jaljja Hanhee ya…” aku pun mematikan lampu kamar dan membiarkan lampu tidur di sekitar Hanhee menyala baru setelahnya mengambil selimut lainnya dan berbaring di sofa. Ya, Hanhee memang tidak bisa tidur jika keadaan kamar gelap gulita sedangkan aku lebih suka tidur dengan lampu mati.

5 menit… 10 menit…. aku masih belum bisa tertidur

Triiingggg

“Ah….” suara Hanhee, aku membuka sebelah mataku dan melihat ia terbangun dan mengambil ponselnya yang tadi diletakkan di meja kecil samping lampu tidur. Aku membuka sebelah lagi mataku kelita melihat senyum merekah di wajah Hanhee.

Triiingggg

Triiingggg

Triiingggg

Aku tahu itu suara notifikasi jika ada pesan masuk ke ponsel Hanhee. Tapi siapa yang mengirim pesan pada Hanhee tengah malam seperti ini?

Jangan-jangan…. namja?

“Hmm?”

“Ah!!! Kai oppa kau belum tidur?” kata Hanhee dengan nada agak terkejut, lengannya yang mungil memasukkan hp nya ke dalam selimut.

“Siapa yang mengirimmu message semalam ini?”

“Ah.. hahahha….ini teman ku kok, hanya teman —ahh!!!” Hanhee tiba-tiba menepuk kepalanya sendiri “Honey Lau… kau bodoh sekali! Harusnya aku bilang pada Kai oppa tentang audisi itu…”

“Honey Lau… ada yang kau sembunyikan dari ku?”  aku mendekati Hanhee, ntah mengapa rasanya ada rasa sakit di ulu hatiku -perasaan yang sama saat dulu aku melihat Hanhee yang masih mengejar-ngejar Jung Daehyun-

“Oppa.. ini bukan hal penting, ahh.. aku bingung mau menjelaskannya dari mana” Hanhee malah mundur dari ujung tempat tidurnya saat aku mendekatinya.

“Ponsel mu” aku membuka telapak tangan ku meminta hp nya, tapi gadis ku itu malah mendekatkan hpnya ke dadanya “Ini rahasia! Kau belum boleh melihatnya oppa! Kau akan mengerti nanti!”

“Aku tidak peduli! Aku lihat!” Aku berusaha merebut ponsel HTC One gadis ku itu tapi dia cukup gesit dan berdiri di atas tempat tidur sambil mengacungkan hpnya.

“Kau tidak bisa mengambilnya Kim Jong In”

Aku menghela nafas panjang, berusaha meredakan rasa cemburu yang tidak jelas datang dari mana. “Honey Lau, biarkan aku melihat isi ponsel mu, dan aku berjanji tidak akan memarahi mu, oke?”

Hanhee terlihat ragu tapi tak lama ia kembali menggeleng “Please Kai oppa… kali ini percaya pada ku, aku tidak selingkuh dengan pria lain”

“Mianhae Hanhee ya—“ aku pun menaiki kasur untuk menggapai ponsel Hanhee dan ntah bagaimana keseimbangan ku hilang setelah berhasil menggenggam benda berbahan polikarbonat itu dan—

“Kai oppa…” Suara Hanhee terdengar agak tertahan, wajahnya close up di depan ku. Untung saja aku berhasil menahan tubuh ku dengan kedua tangan ku sehingga tidak sampai menimpa tubuhnya yang terbaring di tempat tidur.

“Hanhee ya.. kenapa kau menangis?”

Hanhee menggeleng “Aku—-“

DUAKK *suara pintu tiba-tiba terbuka dengan kasar*

“Heoh?” mata ku melebar saat menengok dan mendapati empat sosok yang kukenal tiba-tiba muncul di depan ku. Cepat-cepat aku berdiri dan melepaskan tangan Hanhee yang masih kupegang. Haduhhh… pasti mereka mengira macam-macam!

“HAN HEE!”

“HONEY!”

“KIM JONG IN!”

“OPPADEUL??!!! Bagaimana kalian bisa??!!!”

“Ah.. hyung.. ini bukan seperti yang kalian pikir”

Rasanya setelah ini aku benar-benar akan dibunuh oleh mereka berempat!

 TBC

sooo.. gimana?? masih mau lanjut Trouble Date nya?

Thank you for Kindly put some comments hehehhe

dan ada yang bisa nebak 4 orang yang tiba2 buka *dobrak* kamar Kaihee?? ahahha..itu mereka dobrak karena Kai udah pasang mantera (?) anti teleportasi *ngarang

*Jitak pervert wolf Kai, kaburr ama Umin

 

Advertisements