Tags

, , , , ,

fix

Title : The Prince and Ms Pauper (TPMP), Part 12 : Fate

Author : Kunang | Main Cast : Baek Hyun (EXO-K), Yoo Ra (OC), Dae Hyun (B.A.P)| Support Cast: Kris (EXO-M), Chan yeol (EXO-K), Kai (EXO-K), Ji Yeon (T-Ara), Bo Eun (OC), Min Ki (OC) & the others, find by your own | Special Cast : Lee Seunghoon (Winner), Seo Ye Hwon (OC) | Length : Chaptered | Genre : Family, romance, school life, friendship, fantasy | Rating  : PG-15

Warning : may be some typos

Summary :Like Aristotle said “Love isn’t something you find. Love is something  that finds you”.Kang Yoora, seorang yeoja kutu buku berkacamata, kalau bisa memilih dia tidak ingin terlibat hubungan dengan namja kaya dan hanya ingin melewatkan hari-harinya semasa senior high dengan tenang. Tapi bagaimana jika tiba-tiba sang Pangeran Sekolah yang biasa mengacuhkannya berbalik menyukainya dan mulai menginvansi hidupnya?

Disclaimer Kang Yoo Ra milik milik KangYoora Michelle Hwang Kazuko, Shin Min Ki milik Gege Wijaya, Han Bo Eun milik Annisa A. Ruti dan Park Ji Yeon milik Iga Nur Azizah untuk  Byun Baekhyun, Daehyun,  Kai, Kris, dan Chan yeol milik grup mereka, dan mereka adalah milik Tuhan YME. Inii FF ASLI hasil karya KUNANG , jadi kalau ga mau dijadiin bubble tea sama HunHan, please jangan plagiat ini FF.

Previous Part : Yoora yang ternyata diculik oleh namja suruhan Jiyeon disembunyikan oleh Jiyeon di villa miliknya sementara Baekhyun dan Daehyun mencari Yoora tanpa hasil di Daegu. Tanpa diduga, Yoora terjatuh di tangga dan dilarikan ke rumah sakit oleh Kris. Dan saat Daehyun dan Baekhyun akhirnya berhasil menemukan Jiyeon, terungkaplah rahasia yang telah tersimpan selama beberapa belas tahun. Tapi yang paling menyakitkan… Kang Yoora harus menerima Baekhyun benar-benar menghilang dari hadapannya.

====||.: Kang Yoora PoV:.||====

@Pantai

“Kenapa melihat ku seperti itu chagiya? Ini aku”

Entah berapa lama aku hanya bisa membeku. Rasanya seluruh syaraf-syaraf di tubuhku lumpuh seketika karena shock menatap sosok yang selama ini aku rindukan tepat berdiri di depanku. Aku tak mempedulikan mataku yang mulai terasa perih karena terus menatapnya tanpa berkedip, padahal sekarang air mata perlahan mengalir dari pelupuk mataku. Aku takut,  takut sekali, jika aku memejamkan mataku sebentar saja, ia akan menghilang.

Garis wajah itu, senyum itu, caranya menatapku …. Kenapa terasa begitu nyata?

“Ini aku Ra ya, kenapa kau menangis? Ini aku, Byun Baekhyun” lirih namja di depanku, dia menatapku dengan tatapan penuh rindu.

Baekhyun oppa? Apa aku bermimpi? Bukankah Baekhyun oppa telah …

Aku masih menangis dalam diam, sementara entah sejak kapan boneka beruang couple yang kupegang telah lepas dari genggaman ku. Aku benar-benar bingung dan takut, bingung karena ini terlalu tiba-tiba dan takut jika ini semua hanya mimpi lalu Baekhyun akan menghilang jika aku berusaha menyentuhnya saat ini juga.

“Uljima, Ra ya… tidak ada yang perlu kau takuti lagi” Baekhyun oppa tersenyum tipis walau sorot wajahnya terlihat begitu merana, dia melangkahkan kaki nya hingga dia berada tepat di hadapan ku. Ibu jarinya perlahan menyapu air mata ku yang masih terus mengalir. Apa ini khayalan ku saja? Aku benar-benar merasakan sentuhannya yang dapat membuat seketika itu juga hatiku terasa hangat.

‘Ba..baekhyun oppa?’ Aku membuka mulut, tapi aku sadar aku tak bisa mendengar suara ku sendiri. Maka yang kulakukan kemudian hanya menggigit bibirku, terlalu takut jika mimpi indah ini akan segera berakhir.

“Kembalilah Ra ya…. Kembalilah padaku”

Dan kemudian semua berlangsung dengan cepat, Baekhyun oppa merengkuh tengkuk ku dan mendekatkan wajahnya lalu menutup matanya untuk kemudian mencium bibir ku dengan lembut dan tulus. Aku tak tahu harus bereaksi apa, karena sebelum otakku bisa kembali bekerja Baekhyun oppa sudah melepaskan ciumannya. Yang kutahu rasanya ada beribu kupu-kupu menggelitik perutku, geli tapi membuatku nyaman dan jantungku yang seolah bisa kapan saja lepas dari tempatnya saat bibir kami bertautan.

“Sadarlah Ra ya… aku menunggu mu… sadarlah…jebal…” kata Baekhyun oppa lagi, wajahnya sekarang terlihat frustasi dan sangat menderita. Kedua tangannya perlahan mengguncang-guncang bahuku hingga kemudian ia melonggarkan pegangannya dan menunduk. Mata ku melebar saat menyadari apa yang sedang Baekhyun oppa lakukan : dia menangis.

Aku tak tahu mendapati orang yang kau cintai menangis akan membuat dirimu begitu sesak- atau paling tidak itulah yang saat ini terjadi padaku.

Tapi…kenapa Baekhyun oppa menangis?

“Ra ya… kembalilah…. Aku mencintai mu”

Tiga patah kata terakhir yang diucapkan Baekhyun oppa seolah mengembalikan semua fungsi syarafku, dan yang kutahu aku ingin menggenggam tangannya, aku tak ingin melepaskannya. Tidak akan pernah.

“Nado”

Dan kemudian di sekitarku mendadak menjadi terang benderang dan terasa menyilaukan ketika baru saja dengan susah payah aku menggenggam tangan Baekhyun oppa. Cahaya ini membuatku terpaksa mengerjapkan mata beberapa saat, dan seolah baru saja melewati pusaran angin tiba-tiba saja yang bisa kulihat adalah langit langit putih.

Sebentar… ini dimana?

“Chagiya! Chagiya! Akhirnya kau sadar… syukurlah… aku… aku benar-benar takut!”

“Baekhyun oppa? Anni.. Kris oppa?” aku terperangah, shock melihat namja tampan berambut kecoklatan yang berdiri di sampingku sementara aku berbaring di tempat tidur dengan selang oksigen dihidungku juga jarum infus yang menempel di lenganku. Kepalaku juga terasa begitu berat dan sakit, apalagi ketika aku berusaha mencerna apa yang sebenarnya sedang terjadi. Apa mungkin kepalaku terantuk di pantai tadi? Tapi memang separah apa hingga  sampai harus dirawat di rumah sakit?

“Ra ya.. ini aku Byun Baekhyun kekasihmu, jjamkaman! apa ini bukan mimpi?” namja cute di hadapanku kemudian mencubit lengannya sendiri dan kemudian mengerenyit kesakitan “Syukurlah, ini bukan mimpi! Kau benar-benar telah bangun!”

“Aw…” aku mengaduh sambil memegang kepalaku yang terbalut perban

“Sakitkah? sebentar akan kupanggilkan dokter”

“Oppa…benarkah kau… Baekhyun oppa?” Baekhyun oppa baru saja akan melangkah saat sepertinya ia menyadari genggaman tangan kami. Aku benar-benar masih bingung dengan apa yang sedang terjadi saat ini, walaupun hatiku mengatakan bahwa pria di depanku adalah Baekhyun oppa tapi aku takut berharap.

Namja di depan ku tersenyum dan mengecup ujung jari tanganku “Kau ingin aku mengatakan sesuatu yang hanya diketahui oleh diriku? Orang yang pertama kali kau beritahu bahwa kau mencintaiku, bukan aku tapi Park Chanyeol, kau ingat?”

Flashback (Chapter 9)

Gila!! Ini gila!!! Apa aku harus mengungkapkan perasaan ku sekarang?! Dan kenapa fake Baekhyun, Bo Eun, atau pun Hyeseong noona tidak ada yang menyadari ada yang aneh antara aku dan Chanyeol?? Baekhyun juga hanya diam saja! Demi Tuhan, aku tak sanggup menatap wajah Chanyeol apalagi Baekhyun terlalu lama, aku hanya menunduk. Wajah ku pasti sudah semerah tomat sekarang.

“Yoora ya—“

“Aku mencintai Baekhyun oppa!” kata ku pada akhirnya, aku mengangkat wajah ku dan menatap Chan yeol yang masih tercengang “Dan kau mencintai sahabat ku, Han Bo Eun kan?”

End of Flashback

“Jadi ….” Lidahku tercekat dan aku pun langsung mengulurkan tanganku untuk memeluk Baekhyun oppa dengan erat sambil menangis, menangis karena bahagia jika tiga bulan terakhir yang kulalui hanya mimpi buruk. Membuatku menyadari bahwa arti seorang Byun Baekhyun, namja yang pada awalnya kupikir hanya pria kaya, narsis, dan berisik, sekarang sudah menjadi pria yang terpenting bagiku.

“Uljima… biasanya kau tidak secengeng ini Ra ya”

“Syukurlah, aku pikir kau sudah— Hiks hiks…”

“Uljima” Baekhyun oppa melepaskan pelukkan kami dan kemudian tersenyum lembut, ia membersihkan sisa air mata di pipinya, sepertinya diam-diam dia ikut menangis bersamaku.

“Kau mau kemana?” aku menahan genggaman tangan kami sementara Baekhyun oppa nyengir lebar dan kemudian mengacak-acak rambutku.

“Sebentar ya, aku akan keluar untuk memanggil dokter”

Aku pun menganguk dan membiarkan dia melepaskan genggaman tangan kami. Sebelum pergi, Baekhyun oppa mencium keningku dan mengusap air mata yang baru kusadari masih membekas di pipi ku.

“Terima kasih karena telah kembali chagiya”

Aku menggeleng, ingin sekali aku memberitahu bahwa aku juga merasa sangat bersyukur karena aku bisa melihatnya kembali. Bahkan menyentuhnya, aku tak akan menyesal jika ini semua hanya mimpi. Tapi… jika ini mimpi, aku benar-benar tak ingin terbangun. Aku bahkan bersedia hidup selamanya dalam mimpi jika Baekhyun oppa ada di dalamnya.

Ya, aku tidak akan pernah bisa benar-benar hidup tanpa Baekhyun oppa.

***//***

Dua jam kemudian

 

“Aku koma selama 3 bulan?” Aku menatap Baekhyun oppa, Daehyun dan Jiyeon bergantian. Ya, akhirnya aku berhasil diyakinkan jika saat ini aku sedang tidak bermimpi. Yang terjadi sebenarnya adalah setelah aku jatuh dari tangga di villa milik Jiyeon, kepalaku mengalami benturan keras dan membuatku menjadi koma. Jadi kejadian selama 3 bulan yang kurasakan, hari-hari yang seperti mimpi buruk karena kujalani tanpa Baekhyun oppa hanyalah mimpi belaka.

“Nee… kau koma selama 3 bulan eonni, dan selama itu kedua orang bodoh ini terus berebut untuk menungguimu” kata Jiyeon sambil menatap Daehyun dan Baekhyun oppa yang duduk di samping tempat tidurku, tapi saling bersebrangan Aku masih terkejut jika Jiyeon sebenarnya adalah adik kandung Daehyun. Sepertinya masih banyak yang kulewatkan saat aku koma.

“Oh ya….ba.. bagaimana dengan Kris oppa?” kali ini aku menatap Jiyeon, ntah mengapa aku yakin gadis cantik ini tahu jawabannya. Dan sebenarnya aku sudah bisa menebak jawabannya karena Baekhyun asli lah yang saat ini sedang berada di sampingku, dan itu berarti …

“Kris oppa mengikuti takdirnya …. Dia tak ingin merebut ‘kehidupan’ Baekhyun oppa karena itu artinya dia akan merebut ‘kehidupan’ eonni juga” Jiyeon tersenyum pahit dan kemudian menatap Baekhyun “Kurasa Kris oppa tahu jika eonni tidak bisa hidup tanpa Baekhyun oppa”

“Ja.. jadi….Kris oppa sudah benar-benar …”lidahku terlalu kelu untuk melanjutkan kata-kataku, aku bisa merasakan mataku mulai memanas. Bagaimanapun mengetahui aku tak akan pernah bertemu dengan Kris oppa lagi membuatku sangat sedih, bagaimanapun dia pernah mengisi ruang di salah satu bagian hatiku.

Jiyeon menghela nafas panjang seolah menahan segala rasa yang bergejolak dihatinya, dan aku langsung tahu, Jiyeon jauh lebih menderita dibandingkan aku karena kepergian Kris.

“Nee… Kris oppa sudah benar-benar pergi, dan Kris oppa berpesan… dia mengijinkan eonni melepas gelang pemberiannya”

“Pabo!” aku menatap gelang perak yang masih melingkar di pergelangan tangan kiri ku dan kemudian pandangan ku beralih ke arah Baekhyun oppa “Aku tak akan melepasnya hingga aku siap, tidak apa-apa kan?”

“Tentu saja, kau bisa memakainya selama yang kau mau” jawab Baekhyun oppa, membuat ku berhasil tersenyum tipis. Ternyata Baekhyun oppa lebih mengerti diriku dibanding yang aku kira. “Ya.. tentu saja itu tidak masalah, karena aku yakin hati mu hanya untuk ku kan chagiya?”

“Hyung, kau percaya diri sekali, lihat saja sampai dimana kepercayaan dirimu itu jika suatu saat nanti Yoora kembali menolakmu” balas Daehyun cuek, dan sepertinya berhasil membuat Baekhyun oppa sangat kesal

“YAA!! Kau belum tahu saja kalau Yoora juga mencintaiku! Chagiya! Kau beritahu cowok aneh ini kalau kau memilihku!”

“Ah.. eh….?”

“Eonni… sebaiknya kau istirahat, jangan dengarkan ocehan mereka berdua, dan kalian oppadeul ini saatnya Yoora eonni istirahat! Jangan—-“

“YOORAAAAA!!!!!”

“Bo Eun?” aku langsung menengok ke arah pintu saat seorang gadis berambut panjang digelung tiba-tiba masuk. Dia masih menggunakan seragam sekolah kami dan dibelakangnya seorang namja jangkung mengikutinya, Park Chanyeol. Aku jadi teringat di mimpiku yang terasa begitu nyata –saat aku koma- Bo Eun dan Chanyeol sudah jadian, apakah mungkin?

“Nice timing” sindir Jiyeon yang tidak dihiraukan oleh Chanyeol dan Boeun

“RA YAAA!!!! Syukurlahh kau benar-benar sadar!” Bo eun memelukku kelewat erat hingga Baekhyun oppa harus melerai kami sebelum aku merasa sesak “Syukurlah.. aku benar-benar takut jika sampai sesuatu yang buruk terjadi padamu”

“Aku baik-baik saja” jawabku dengan suara yang masih terdengar lemah. Bo eun tersenyum dan mengambil keranjang buah yang dibawa oleh Chanyeol yang berdiri di belakangnya.

“Kau dan Chanyeol sudah jadian?” tebakku sambil tersenyum tipis, sementara Bo Eun dan Chanyeol terlihat begitu terkejut dengan pertanyaanku, mereka berdua sama sekali tidak bisa menutup ekspresi mereka yang jelas-jelas terlihat salah tingkah.

“Bagaimana kau tahu Yoora ya? Apa Baekhyun sudah bercerita padamu?” tanya Chanyeol dengan senyum lebar menghiasi wajahnya, sementara Bo Eun menyikut perutnya “Aw… Han Pa Bo! Aku kan hanya bertanya—“

“Tapi kan?—dan YAA!!! Namaku bukan Han Pa Bo, dasar tiang listrik Park Chan!”

“Mwo?? Kau kan memang pabo ahahhaha”

“YA!!! PARK CHANYEOL, HAN BO EUN, DIAM ATAU KU SERET KALIAN KELUAR!” Potong Baekhyun tiba-tiba, ia berdecak kesal “Yoora harus istirahat dan butuh ketenangan, tapi kalian berdua malah memulai pertengkaran Tom & Jerry kalian disini”

“Kurasa akan jauh lebih tenang kalau kau juga keluar Baekhyun hyung” Daehyun kali ini angkat bicara, dia menatapku “Benar kan Yoora?”

Aku tersenyum sebelum menganguk, berhasil membuat Baekhyun oppa mengerucutkan bibirnya. Sebelum sempat aku menyadarinya, lengan ku sudah mencari telapak tangan Baekhyun oppa yang hangat dan menggenggamnya erat “Tapi seberisik apapun… aku tak ingin Baekhyun oppa meninggalkan ku”

“Walau tak kau suruh, aku tidak akan pernah meninggalkan mu chagiya” tanpa malu Baekhyun oppa mencium pipiku ku, membuat mataku melebar karena terkejut sekaligus bahagia. Perlahan aku  melemparkan pandangan penuh penyesalan pada Daehyun. Aku tak begitu mempedulikan reaksi Chanyeol dan Boeun yang sepertinya enek dengan tingkah cheesy Baekhyun.

Daehyun tersenyum pahit dan menganguk lemah. Ya, aku yakin dia sudah mengerti. Tidak ada ruang di hatiku selain untuk Baekhyun oppa. Daehyun harus segera menyadarinya, lebih cepat lebih baik karena aku tak ingin dia terus berharap.

“Ehmmm ehmmm… sepertinya ada yang sedang lovey dovey nih!” seorang gadis jangkung, berkulit putih bagai pualam dan berambut lurus tiba-tiba masuk diikuti seorang pemuda berkulit tan. Sepertinya mereka baru saja latihan basket karena masih memakai baju basket mereka dibalik sweeter couple yang mereka kenakan.

“Min dan Kai, kalian kesini juga” aku tak bisa menyembunyikan senyum ku saat melihat mereka dan juga semua orang yang mengunjungiku saat ini, terlebih ada Baekhyun oppa di sisi ku.

“Nee.. maafkan kami telat eonni” mata sipit Min semakin menyipit saat mencuri pandang ke arah Kai “Kai lagi-lagi tebar pesona, jadi susah sekali membawa kabur dia dari para fansnya”

Kai mengangkat bahunya “Gadis-gadis itu yang mengejarku, aku tak pernah meminta diriku menjadi begitu populer”

“Heol!… jadi begitu heoh?, sudah sana pergi sana bersama para fans mu! Ngapain kau ikut kesini” balas Min yang sekarang memasang muka galak

“Karena aku ingin selalu bersama mu” kata Kai dan tanpa malu mencium pipi Min di hadapan semunya, kontan membuat pipi gadis keturunan Chinese itu memerah, dan tambah merah lagi ketika kami semua menggodanya. Aku tak menyangka kalau Kai sepertinya tipe yang romantis karena di sekolah dia sering pasang wajah coolnya, tapi semua itu berubah di depan Min. Mungkin itu pun terjadi padaku, aku seorang gadis kutu buku dan miskin yang sulit bergaul dengan siswa Sekang high lainnya karena sang Pangeran menjadi berubah menjadi gadis yang lebih terbuka dan belajar kembali mencintai seseorang. Dan kurasa perubahan ku tidak buruk.

Chanyeol dan Bo Eun, Kai dengan Min, aku dengan Baekhyun oppa. Aku bersyukur kami berhasil menemukan cinta sejati kami, tapi Daehyun dan Jiyeon, aku yakin ada orang-orang yang tepat yang akan mendampingi mereka kelak. Bukan aku ataupun Kris oppa yang telah tiada.

“Mereka semua berisik sekali, apa perlu ku usir mereka semua?” bisik Baekhyun ketika beberapa saat kemudian semuanya tenggelam dengan obrolan, Chanyeol menceritakan cerita lucu yang beberapa kali ditimpali oleh Kai. Bahkan Daehyun dan Jiyeon pun tertawa mendengar cerita mereka.

“Tidak perlu, aku senang semuanya bisa berkumpul”

“Jika tahu akan berisik seperti ini, seharusnya aku tidak memberitahu mereka kalau kau sudah sadar” gumam Baekhyun lebih pada dirinya, membuatku memelototkan mata tapi dia hanya membalas dengan cengiran lebar.

Ya, aku benar-benar bahagia sekarang. Aku mempunyai teman-teman yang mempedulikan ku dan terlebih kekasih yang begitu mencintaiku. Mungkin aku harus berterima kasih pada mimpi burukku selama aku koma karena jika tidak, mungkin aku tidak akan bisa benar-benar merasakan betapa berharganya kehadiran Baekhyun oppa disisiku, karena aku sangat mencintainya. Sangat.

 

====||.: Kang Yoora PoV  END:.||====

====||.: Baekhyun PoV:.||====

Sebulan kemudian

@Sekang High

07.15 KST

 

‘Apa cuman perasaan ku saja, atau benar jika Yoora sekarang menghindariku?’

Aku hanya mengerutkan kening saat Yoora masuk kelas dan melewatiku begitu saja untuk duduk di kursinya. Kursi bagian pojok belakang yang berada tepat di belakang Han Bo Eun. Di minggu kedua dia kembali bersekolah, gadis ku itu tiba-tiba memintaku untuk tidak mempedulikan dan menjaga jarak dengannya selama satu minggu. Dia bersikeras tidak mau memberikan alasannya sebelum waktu satu minggu itu lewat, dan aku terlanjur menyanggupinya karena dia mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan tawaran ku untuk pindah ke rumah ku jika aku setuju.

Sekarang Yoora tinggal di apartment kecil yang dulu pernah ditempatinya, diam-diam aku membeli apartment itu sehingga dengan mudah gadisku itu bisa kembali. Tapi ini semua rahasia, aku tak ingin dia merasa tak enak.

“Kau dan Yoora sedang ada masalah? Kalian terlihat aneh, seperti pasangan suami istri sedang perang dingin hehe” tanya Chanyeol sambil mencubit pipiku, tapi aku sedang tak bersemangat membalas kejailannya dan hanya menggeleng. Memang aku dan Yoora tidak ada masalah kan?

“Hmmm…dari analisa ku, kau sedang menderita lovesickness” Chanyeol sekarang berdiri tepat di depanku, menghalangi pandangan ku dari Yoora. Lovesickness?? Aku?? Namja ini pasti bercanda!

“Jangan sok tahu, aku mau belajar!”kataku dengan asal sambil mengambil buku dan membukanya

“Hahhaha kau memang menderita lovesickness  atau…” Chanyeol memasang cengiran lebarnya sambil menepuk bahuku “memang sedang tren membaca dengan posisi buku terbalik?”

“Terbalik? Eh?…Ishh.. membaca buku terbalik bisa meningkatkan konsentrasi, apa kau tidak tahu?” aku langsung membalikkan buku pelajaran bahasa Inggris ku yang tadi kupegang terbalik. Aku benar-benar tidak bisa fokus saat ini, padahal dua hari lagi ujian semester yang juga akan berpengaruh di ujian kelulusan kami di semester depannya.

“Oh ya, aku tak tahu harus memberitahu mu ini atau tidak.. tapi.. sepertinya Yoora sedang dekat dengan anak baru pindahan dari Busan, kudengar dia cukup populer”

“MWO?” aku langsung berdiri dan menatap Yoora lekat lekat, dan kemudian membuang muka ku lagi saat menyadari Yoora sama sekali tidak mengacuhkanku. Aku sudah berjanji selama seminggu ini akan tak akan berinteraksi dengannya, tapi memangnya aku bisa menahan diri kalau memang ada laki-laki yang mendekati Yoora?

“Chanyeol, kau sedang tidak bercanda kan?” tanyaku dengan suara rendah setelah aku berhasil meredakan emosiku. Di sekitar ku hanya ada Chanyeol, dan Yoora beserta teman-temannya sedang duduk di mejanya di belakang, jadi aku yakin tidak ada yang mendengar.

“Tentu saja tidak! Ini gosip terbaru hari ini!” Jawab namja jangkung itu

“Chanyeol, katakan siapa anak baru itu? Dia ada di kelas mana?”

Chanyeol tersenyum lebar, kemudian ia berdiri dan berbisik di telingaku “Namja itu bernama Seung Hoon, kalau tidak salah marganya Kim atau Lee, aku tak terlalu mengingatnya. Dia di kelas B, seangkatan dengan kita. Kudengar dia anak orang kaya baru”

Aku mengepalkan tanganku kuat-kuat lalu mendorong meja sebelum beranjak “Baiklah… sekarang bukan saatnya belajar, aku harus menyelidiki”

“Hey!!! YAA!! Baekki kau mau kemana??? Aishhh”

===***====

@Computer’s room

 

“Apa kau sudah puas tuan Byun?” tanya Chanyeol sambil melipat tangan di dadanya sementara aku menganguk anguk sambil menatap biodata salah satu murid pindahan Sekang high, aku akui dia memang lebih tinggi dariku tapi selain itu aku melebihinya. Kecerdasan? Selama ini aku tetap jadi Ranking 2 seluruh angkatan (peringkat pertama tentunya Yoora), Kekayaan? Dia hanyalah anak dari pemilik perusahaan yang baru saja menanjak, sama sekali bukan saingan Byun corporation, Ketampanan? Itu sih tidak perlu diragukan, aku adalah namja paling tampan di Sekang high.

lee seunghoonLee Seunghoon

Tapi ntah mengapa aku masih merasa tidak bisa tenang.

“Belum, aku masih menunggu e-mail dari Kai”

“Heoh?” Chanyeol melipat keningnya dan kemudian matanya membelalak “Jangan bilang kau… yaa! Aku sudah susah-susah memberikan data siswa yang bersifat rahasia ini, memangnya apa yang kurang?”

“Bukti, aku harus lihat dengan mata kepalaku sendiri kalau Seunghoon siapalah itu pernah berinteraksi dengan Yoora, ah.. e-mailnya sudah ada!” aku memajukan tubuhku begitu melihat sebuah tanda notifikasi kecil di layar computer. Segera kubuka file dari Kai.

“Daebaakk…. Bukan kah ini—“

“Nee… ini adalah data cctv dari dua hari yang lalu” kataku kemudian mengklik salah satu link videonya “Mwo? Apa yang mereka berdua lakukan?”

“Heoh? Bukankah mereka jelas belajar bersama?” balas Chanyeol. Ya, dalam video ini tampak seorang namja bertubuh kurus dengan mata sipit sedang mendiskusikan sebuah soal di salah satu tangga darurat sekolah.

“Keunde….” Aku menghentikan kata-kataku begitu melihat Yoora tertawa, hatiku serasa merosot. Apa aku sedang bermimpi? Selama Yoora memintaku untuk sementara menjauhinya, dia tersenyum dan tertawa bersama namja lain. Apa dia tak sadar bahwa beberapa hari ini aku merasa begitu hampa tanpanya?

“Baekhyun –ah gwenchana?”

Aku menghela nafas panjang dan kemudian berdiri “Sesukanya saja, lagipula dia tak ingin aku berada di sisinya”

“Mungkin ada alasan hingga Yoora mencoba menjauhimu, karena yang kutahu dari Bo Eun, sebenarnya Yoora sangat menyukaimu” kata Chanyeol lagi, dia menepuk pundakku ketika aku akan melangkah “Jadilah dirimu sendiri Baek, apa seorang Byun Baekhyun akan diam saja ketika Kang Yoora menjauhinya? Apa dia akan diam saja ketika ada laki-laki lain yang mendekati kekasihnya? Kau adalah Byun Baekhyun, The Prince of Gangnam, tidak ada yang bisa menandingi pesonamu. Aku bahkan hampir jatuh cinta padamu”

“Ya! Jangan gila! Tapi… itu mungkin saja karena aku begitu mempesona” Aku terkekeh kecil dan berbalik untuk menatap sahabatku yang telah memasang ekspresi jijik karena kata-kataku

“Kau benar Chanyeol ah, aku sudah bersumpah tak akan melepaskan Yoora, kali ini aku tidak akan diam saja”

“Itu baru Baekhyun yang aku kenal, jadi apa yang akan kau lakukan?”

“Pindahan!”

“Heoh?”

Aku menganguk dan tersenyum penuh rahasia sebelum bangkit dan berlari keluar ruangan “Chanyeol-ah!! Aku akan pura-pura sakit dan pulang duluan!!”

“MWO?? Pindahan?? Jangan jangan…. He must be going crazy! YAAA BYUN BAEKHYUN!!!”

****//*****

“Dengan ini semuanya beres!” aku menatap puas ruangan kecil yang sekarang ini aku tempati. Yup, aku benar-benar pindah ke apartment yang selama ini Yoora tempati dan menghabiskan hampir setengah hari untuk memindahkan barang-barangku ke ruangan yang bahkan jauh lebih kecil dari tempat tidurku. Oleh karena itu aku menempati tiga kamar, tepat di depan dan kanan kiri kamar Yoora. Penghuni sebelumnya aku pindahkan saja ke kamar lain, mudah kan? Karena apartment ini sekarang milikku.

Satu kamar aku jadikan tempat menyimpan barang-barangku, sedangkan dua kamar lainnya aku jadikan tempat tidur dan ruang tamu. Sebaiknya aku cepat-cepat memberitahu Min dan bersiap jika gadis itu merajuk karena aku pindah, tapi dia akan mengerti karena aku melakukannya demi Yoora.

Lihat saja Kang Yoora, aku bisa tinggal satu atap dengan mu walau tidak memenuhi deal konyol kita. Ah.. aku benar-benar tidak sabar menunggu Yoora pulang ke apartmentnya.

“Oppa! Kau benar-benar tidak menyangka juga kan? Aishh… bocah itu!”

“O.OPPPA?!” aku langsung menutup mulutku dan bersembunyi di balik koridor saat lift yang membawa Yoora dan seorang namja berambut keabuan dengan mata sipit berhenti. Entah mengapa aku malah bersembunyi sekarang dan diam-diam mengintip mereka “Yoora memanggil namja tidak jelas itu dengan sebutan ‘oppa’, Yoora kau benar-benar….kukira hanya aku”

“hahhaha… kau tidak keberatan keduluan oleh bocah itu? Ahh.. padahal.. bla… bla..” balas namja yang kuyakini bernama Lee Seunghoon. Jelas sekali dia adalah namja yang kulihat di video cctv yang dikirim oleh Kai tadi siang. Dan siapa dan apa yang mereka bicarakan dan tertawakan? Aku sama sekali tidak mengerti, dan itu membuatku kesal.

“Oppa, ini kamar ku, kau pulanglah” kata Yoora begitu langkah kaki mereka sampai tepat di depan pintu kamar  apartment Yoora “Terima kasih sudah mengantarku pulang”

“Kau tidak menawari masuk? Setidaknya untuk minum secangkir teh?”

“Bagaimana ya…ah…” Yoora mengaduh, membuatku penasaran dan kembali mengintip mereka. Tapi pemandangan di depanku membuat hatiku terasa membusuk, sakit… sakit sekali. Aku tak bisa melihat jelas sosok Yoora karena terhalang oleh namja sialan bernama Seunghoon itu, tapi posisi mereka saat ini seperti pasangan yang sedang berciuman.

‘DUK’

Aku menjatuhkan bungkusan berpita yang sejak tadi kupegang. Bungkusan yang berisi boneka bear ku dan Yoora. Tapi apa-apaan ini? Apa Yoora sekarang benar-benar mencoba berselingkuh? Aku langsung menggelengkan kepalaku yang rasanya begitu panas dan sakit.

“Sudah tidak apa-apa, Omo!…Baekhyun oppa!?” Yoora terlihat terkejut melihatku, persetan dengan Seunghoon

Aku menghela nafas panjang berusaha menahan darahku yang terasa mendidih. Aku tak tahu monster apa yang merasuki ku sekarang karena aku merasa seperti terbakar dan kapan saja bisa meledak. Setelah semua yang kulalui bersama Yoora selama ini, setelah penantian ku menunggunya yang terasa bertahun-tahun… sebegitu tegakah Yoora berselingkuh?

“Ya ini aku… “ aku memasang tampang datar ku dan berjalan ke arah mereka berdua “Wae? Kau tak senang melihatku? Merasa terganggu?”

“Oppa, jangan-jangan.. kau salah paham! Aku dan—-“

“ARRASEO! Kau ingin menjauhi ku karena namja ini kan?” kata ku dingin sambil menatap tajam ke arah Yoora yang mulutnya menganga, matanya terlihat ketakutan“Setelah apa yang kita lalui selama ini, aku pikir kau benar-benar menyukaiku”

“Jjamkaman..” Seunghoon melangkah agar berada tepat di depan Yoora “Baekhyun ssi, sebaiknya kau tenang, ini semua—“

“CUKUP! Aku tahu semuanya!”

“Mwo?”

“Aku sudah tahu kalian sangat akrab di sekolah dan luar sekolah, berhari-hari ini mungkin hanya aku yang hampir gila karena tidak bisa bersamamu, tapi ternyata aku salah, nappeun yeoja!”

“Oppa.. tenanglah. Ahh— “ aku menepis kasar tangan Yoora yang berusaha memegang bahuku

“Baekhyun ssi, aku dan Yoora—“

“Aku sedang tak ingin mendengar apapun” aku memotong kata-kata namja yang kuketahui bernama Lee Seunghoon ini. Dalam hati kecilku, aku sadar bahwa seharusnya aku mendengarkan penjelasan mereka tapi sekarang mood ku sedang jelek. “Kalian lanjutkan ‘perbincangan mesra’ kalian”

“OPPA!”

“Aku salah menilaimu Yoora” kataku sadis sambil berlalu begitu saja. Aku benar-benar merasa sesak dan sakit, mungkin udara di luar bisa menenangkan sekaligus mendinginkan emosiku.

“BAEKHYUN OPPA! JJAMKAMAN!”

Drap   drap   drap 

Langkah ku semakin cepat saat kusadari langkah-langkah yang lebih kecil mencoba mengejarku. Yoora masih memanggil ku tapi aku tak menghiraukannya, aku sedang ingin sendirian.

“YAA!! BYUN BAEKHYUN!!!”

Aku menghentikan langkahku karena kesal dengan panggilannya barusan, tapi hanya sesaat dan kembali berjalan cepat. Sekilas aku teringat tadi Yoora menggunakan sepatu boots berhak tinggi, bagaimana kalau dia jatuh karena mengejarku?

Bahkan di saat seperti ini aku masih mengkhawatirkan Yoora

Aku menatap sekilas jalanan yang cukup sepi ketika sampai tepat di pinggir jalan, lampu pejalan kaki masih berwarna merah tapi tidak terlihat mobil yang melintas. Tanpa ragu aku pun melangkah.

“BAEKHYUN OPPA!! AWASSS!!!!”

DUAAGGGGG

“Aw….” Rasanya tubuhku sakit ketika ada seseorang yang mendorongku dari belakang hingga aku terjatuh ke aspal yang dingin, dan rasanya jantungku hampir lepas ketika melihat Yoora dan sebuah mobil yang hendak menabrak tubuh mungilnya

“YOORA!!!” aku baru saja akan bangkit ketika jarak mobil itu hanya tinggal beberapa meter dan…

Ckiiiiiittttttttttttttttttt

Beberapa detik waktu tampak berhenti. Yoora masih dengan posisinya, menunduk sambil memegang kepalanya, dan mobil yang hanya berjarak hitungan centimeter dari tubuh Yoora. Dan aku langsung tahu, Yoora hampir saja kehilangan nyawanya untuk menolong ku!

“YAAA!!! AGAESHI!! MICHEOSSEO? Apa kau tak bisa melihat lampu penunjuk sebelum menyebrang? Aishh…”

“Jwesonghamnida.. jwesonghamnida…” Yoora terus membungkukkan tubuhnya untuk meminta maaf pada supir mobil yang akhirnya kembali menjalankan sambil menggerutu, sementara aku masih membeku di tempat. Demi Tuhan, apa yang kulakukan saat ini? Jika saja tadi Yoora benar-benar terluka, rasanya aku tak akan bisa memaafkan diriku seumur hidup.

“Oppa gwenchana? Ah… tangan mu terluka!” ujar Yoora ketika dia menunduk di depanku yang masih duduk di tengah jalan, matanya memperhatikan telapak tanganku yang terluka karena terjatuh tadi “Kita harus ke pinggir oppa, sebelum lampu pejalan kaki berubah jadi merah kembali”

Aku pun langsung berdiri dan memegang pergelangan tangan Yoora dengan telapak tangan ku yang luka. Dan ketika kami sampai di pinggir jalan, aku langsung memeluk Yoora dengan erat.

“Nappeun yeoja! Sampai kapan kau mau menguji jantungku heoh? Kenapa kau mendorongku tadi heoh? Kau sadar tidak kalau hampir mati?!”

“Oppa… aku dan Seunghoon oppa”

Aku menggelengkan kepala “Aku tak peduli, sekarang aku sadar  sepenuhnya.. mau kau melakukan apapun, mau kau mencintai siapapun, aku tetap terikat dengan mu Kang Yoora”

“Oppa.. kau salah paham! Dengarkan aku!” Yoora mendorong tubuhku yang masih lemas karena tindakannya barusan, wajah nya cemberut dan dia menghela nafas panjang sebelum mulai berteriak “LEE SEUNGHOON ITU KAKAK SEPUPU KU! DAN KAMI TIDAK BERCIUMAN, DIA HANYA MEMBANTUKU MENIUP DEBU YANG MASUK MATAKU, PUAS BYUN DOLUNIM?!”

Aku membuka mulutku dengan bingung dan menatap sekitar. Beberapa orang yang ada di sekitar kami menatap Yoora dan aku dengan tatapan aneh, jelas saja karena Yoora setengah berteriak tadi. Tapi apa katanya? Saudara sepupu? Tidak berciuman? Jadi…

“dan kau malah seenaknya mengambil kesimpulan…” tambah Yoora pelan, matanya diam-diam mencuri pandang padaku yang masih tercengang.

“Ta..tapi kenapa kau ingin menjauhiku? Kenapa Ra ya?”

Mendengar pertanyaanku, Yoora langsung menduduk dan entah perasaanku saja jika pipinya memerah “Itu.. karena aku malu…”

“Heoh?”

“Ujian percobaan kemarin, aku peringkat 10 seangkatan” bisik Yoora, nada suaranya terdengar seperti orang yang meminta pengampunan

“Lalu? Jika peringkat mu turun kan kita bisa belajar bersama, selain itu—”

“Aku tidak bisa fokus” Yoora kali ini mendongakkan kepalanya untuk menatap mataku, dia terlihat kebingungan “Ba.. bagaimana aku bisa fokus belajar kalau setiap dekat dengan mu rasanya jantungku bisa melompat begitu saja?! Bagaimana aku bisa fokus jika setiap bersama mu, kau selalu saja berisik dan aku tak bisa menahan diri untuk mendengarkan mu?”

“Eh..” aku mengerjapkan mataku, berusaha mencerna kata-kata Yoora

I think… I really like you, very much…” kata gadis di depanku, aku terperangah sebentar sebelum tersenyum lebar. Ajaib sekali, 15 menit lalu aku masih merasa bad mood dan sekarang aku merasa sangat bahagia..

Me too sweetheart!”aku langsung memeluk Yoora dengan erat. Aroma manis cherry dan madu dari Yoora memenuhi seluruh rongga nafasku, membuatku jantungku berdegup lebih kencang. Untuk selanjutnya aku tak akan sebodoh tadi, seharusnya aku mendengarkan kata-kata Yoora. Bagaimana jika Yoora tertabrak dan terjadi sesuatu yang buruk padanya? Aku sama sekali tidak ingin membayangkannya.

“Oppa…”

“Hmm..?”

Cup

Mataku mengerjap, kaget ketika gadisku ini sedikit berjinjit untuk mencium bibirku sekilas.

“Saat koma, aku bermimpi oppa mencium bibirku, dan itu membuatku entah kenapa kepikiran.. eng..”

“Kepikiran?”

“Ngg.. kepikiran.. yah ngg..apa mungkin selama aku tidur oppa pernah benar-benar men—“

Dan saat itu juga,  aku memotong kata-kata Yoora dengan mendaratkan ciuman di bibirnya. Mata Yoora sesaat terbelalak tapi kemudian ia pun perlahan memejamkan matanya dan membalas ciuman ku membuatku semakin bernafsu untuk menciumnya. Aku tak mempedulikan orang di sekitar kami, aku terus mengulum bibirnya dan menggigitnya meminta akses lidahku untuk masuk dan menciumnya lebih dalam, tapi Yoora menghentikan ciuman kami.

“Oppa….” Yoora terlihat seperti kehabisan nafas

“Ah.. mian…”  aku tersenyum dan mencubit pipi Yoora yang kemerahan “Sebenarnya aku menciummu saat kau koma, dan tak lama kau benar-benar terbangun. Jika tahu akan seperti itu, seharusnya aku melakukannya lebih awal hehehe”

“Dasar pervert!

Pervert? Hmm… tapi kau suka kan? Ahahhahha….” Baru saja aku akan mendekatkan wajah ku lagi pada Yoora, suara langkah kaki terdengar mendekati kami. Aku tidak peduli, tapi tidak dengan Yoora yang langsung mendorong pelan tubuhku “Ah wae..?”

“Oh Sehun?”

“Noona! Hyung… aishh… apa kalian tidak malu bercumbu di depan umum? Walaupun ini sudah malam dan sepi, tapi di tempat umum seperti ini?”

“Ah rupanya kau hahhaha….”aku berbalik dan memasang tampang tanpa dosa di depan adik kekasihku ini. “Kau sendiri, apa yang kau lakukan disini?”

“YAAA!! OH SEHUN!!! Tunggu aku! Aishhh…. Aku benar-benar benci dengan high heels!” suara lain dari belakang Oh Sehun, tepatnya disebrang jalan membuatku dan Yoora penasaran, dan ternyata ada seorang gadis yang cukup manis, rambutnya yang lurus panjang ditata dengan gaya. Tubuhnya dibalut dress selutut yang sama sekali tidak serasi dengan jaket olahraga kebesaran yang dia gunakan. Sekarang gadis itu sedang membuka sepatu hak tingginya dan berjalan ke arah kami tanpa alas.

“Aishhh… cewek cerewet itu larinya cepat juga!” gumam Sehun kesal, tapi aku bisa menangkap ekspresi khawatir namja itu saat melihat gadis manis itu menyebrang jalan.

“Sehun-ah, jadi gadis itu yang dijodohkan dengan mu? Ms. Seo Ye Hwon anak pewaris tunggal A & Z Tech corporation?” Tanya Yoora, dan kemudian Sehun menganguk dengan enggan. Matanya masih menatap gadis itu, tapi ekspresinya berubah menjadi agak kesal. Berbeda dengan Yoora saudara seibunya, ayah Sehun adalah orang terpandang yang bekerja di pengadilan tinggi sebagai hakim.

“Hahh? Kau dijodohkan? Hmmm… tapi dari cara mu memandangnya, sepertinya kau menyukainya kan?”

“MWO? AKU? Aku pasti sudah gila jika menyukai gadis cerewet dan tidak ada manis-manisnya, hyung, noona.. aku pergi dulu sebelum Ye Hwon kesini!” kata Sehun lagi dan bersiap beranjak pergi, bertepatan saat Ye Hwon berhasil menyebrang tanpa alas kaki.

“YAA!! Oh Sehun… ah…. “ Gadis bernama Yehwon itu menatapku dan Yoora bergantian dengan tatapan penuh tanya sebelum menyeret tubuhnya  ke arah kursi tak jauh dari pinggir jalan.

“Oppa… sepertinya gadis itu terluka” bisik Yoora, aku menganguk dan mengikuti Yoora mendekati gadis itu “Seo Ye Hwon ssi? Apa kau baik-baik saja?” tanya Yoora ramah ketika kami tepat berada di depannya

“Ngg.. nuguseyo?”

“Joneun Kang Yoora imnida, noona nya Oh Sehun”

“Ahh…. Jeongmal? Sehun pernah bercerita tentang noonanya, dan aku tahu kau. Kau adalah Baekhyun ssi, benar? Aku sering melihatmu dulu di beberapa pesta, tapi beberapa bulan ini kau tidak pernah terlihat”

“Ada banyak hal yang terjadi” jawab ku sekenanya, dan kemudian aku pun berjongkok untuk melihat pergelangan kakinya yang terlihat lebam “Gwenchana? Sepertinya kaki mu terluka”

“Gwenchana, kaki ku pernah lebih parah ketika terjatuh saat hiking apalagi waktu menunggang kuda” Ye Hwon memperhatikan kakinya lalu tersenyum, seolah itu semua tidak masalah “hmm… karena kau adalah noonanya Sehun, bolehkah aku memanggil mu eonni?”

“Tentu saja” jawab Yoora

“Dan panggil aku ‘oppa’ karena mungkin suatu saat aku menjadi kakak iparmu ahahhaha—aww… chagiya! Kenapa menyikutku tiba-tiba?” aku mengelus ngelus perutku yang lumayan sakit

“Ckk.. karena kau selalu berkata yang aneh-aneh”

“Ahh..jadi kalian???” Ye Hwon memperhatikan aku dan Yoora dengan excited “Sudah kuduga, aku baru saja ingin bertanya apakah kalian itu couple, kalian terlihat serasi’

“Benar kah?” tanya ku memastikan, dan merangkul erat bahu Yoora “Kami memang serasi”

“Sudah, lepaskan aku!” Yoora mendorong tubuh ku cukup keras, wajahnya seolah mengatakan –bukan saat nya untuk bercanda—“Lebih baik kita membantu Ye Hwon berdiri dan membawanya ke klinik, kakinya—eh…Oh Sehun?”

“Sehun-ah…”

“Yang benar Sehun oppa, sudah naik, kau tak bisa berjalan kan?” Sehun yang tiba-tiba muncul kembali di depan kami sekarang berjongkok membelakangi Ye Hwon yang terlihat kebingungan, seolah menunggu gadis itu menaiki punggungnya

“Se..”

“Shtttt…..” Yoora memberi isyarat agar aku tak berkata apa pun, dan aku pun langsung menutup mulutku sambil mengerucutkan bibirku karena gatal ingin berkomentar.

Ye Hwon terlihat ragu “Ta.. tapi aku berat dan—“

“Arra, bukan kali ini saja aku menggendong mu kan?” kata Sehun, masih dengan nada datar

“Aku kira kau marah dan—“

“Aku akan benar-benar marah jika kau tidak segera naik Seo Ye Hwon!”

“Ckk… kau ini selalu saja.. baiklah…” Ye Hwon pun naik ke punggung Sehun dan dengan mudahnya namja berpipi tirus itu mengangkat tubuh Ye Hwon yang sedikit lebih tinggi dibanding Yoora.

“Hyung… noona, kami duluan” kata Sehun, dia seolah menghindari tatapan mataku dan Yoora

“Yoora eonni.. Baekhyun oppa.. annyeong!” Ye Hwon melambaikan tangannya pada ku dan Yoora, bisa kulihat sebelas alis Yoora naik sedikit saat mendengar Ye Hwon memanggil ku dengan sebutan ‘oppa’, apa mungkin dia cemburu? Haha

“Wae? Kau senyum-senyum seperti itu? Sepertinya kau senang sekali dipanggil ‘oppa’oleh Ye Hwon ssi ” kata Yoora galak, membuatku mencubit kedua pipinya

“Anni— hehe ..sudah jangan cemberut seperti itu, smile!” Aku sedikit menarik pipi Yoora agar bibirnya membentuk lengkungan, membuatku tersenyum puas “Oh ya chagiya, aku sudah pindah tepat di samping apartment mu loh hehe”

“Aku tahu, Park Chanyeol memberitahuku, sepertinya kau memang benar-benar sudah gila”rutuk Yoora, dia melepaskan tanganku dari pipinya dan mulai memijit mijit keningnya “Ah.. kalau begini aku tidak bisa fokus belajar”

“Aku akan membantu mu hehe”

“Kau bukan membantu, tapi mengganggu”

“Akan kubuat kau terbiasa belajar dengan ku” aku merangkul bahu Yoora dan tersenyum meyakinkan, aku kira Yoora akan kembali mendorongku tapi kali ini dia tersenyum lebar, begitu cantik dan menggemaskan “Ya! Berjanjilah kau tak akan tersenyum seperti itu di depan orang lain!”

Yoora mengangkat bahunya “Sudah nasehatnya? Sekarang diam dan kita pulang! Masih banyak bahan ujian yang harus aku review

“Baiklah..” aku pun semakin mengeratkan rangkulan ku dan kami pun berjalan bersama ke arah apartment dalam diam, tidak buruk juga sekali-kali kami berjalan tanpa berbicara. Hanya terdengar suara nafas dan detak jantung masing-masing, juga sesekali suara mobil yang berseliweran. Asalkan bersama Yoora, keheningan pun bisa aku terima.

“Ahh… oppa, bukankah di lorong apartment tadi kau menjatuhkan sesuatu?”

“Eh.. ahh.. iya!!! Boneka bear couple kita!! Aku lupa!”

“Mwo? Bagaimana jika ada yang mengambilnya??” Yoora menggaruk kepalanya dengan kesal dan kemudian menggenggam tanganku sebelum bersiap untuk berlari “Awas saja kau Byun Bear kalau sampai berani menghilangkan beruang ku!”

“Hehe.. aku benar-benar lupa! Yaa!! Kang Yoora! Bisa kau pelan-pelan sedikit?”

Aku menggenggam erat tangan Yoora yang menarikku. Hanya dengan keberadaannya, aku merasa sangat bahagia. Jika mungkin, sampai kami lulus sekolah, berkuliah, mendapatkan kerja kami dan menua, kami akan tetap bersama. Di depan kami, mungkin akan ada lebih banyak kerikil besar dan kecil yang akan menggoyahkan hubungan kami. Tapi akan kupastikan, perasaan ku tidak akan pernah berubah dan aku harap perasaan Yoora juga.

Karena gadis ku, Kang Yoora, aku menemukan betapa pentingnya melindungi, mempercayai dan mencintai seseorang

~END~

Epilog…

Sementara itu

@Beranda, sebuah apartment mewah di Kawasan Gangnam

 

Angin malam yang dingin menghembus perlahan menelusup ke pori-pori setiap kulit manusia yang di laluinya, menimbulkan sensasi dingin yang menusuk tulang. Tapi sepertinya hal itu tidak dirasakan oleh seorang gadis jangkung yang sejak tadi termenung di beranda apartmentnya. Tubuhnya yang kurus hanya dibalut oleh dress tipis selutut. Sekilas tadi dia melihat dua orang yang dikenalnya lewat di jalan yang tak jauh dari  gedung apartment mewahnya. Yoora dan Baekhyun oppa, kedua orang yang tidak tahu harus dia benci atau sukai.

“Aku benar-benar tak menyangka kau akan mengatakan omong kosong itu Lynn”

“Sudah kubilang nama ku Park Jiyeon” gadis jangkung yang ternyata bernama Jiyeon itu akhirnya bergerak dan menatap sesosok namja berpakaian formal, namja itu benar-benar akan terlihat normal jika tanpa sayap hitam besar di punggungnya “dan lagi, aku tak mengerti apa yang kau bicarakan Kim Him Chan”

“Oh ayolah~, mengenai Pangeran Hyun, Putri Clara dan kakak mu sendiri, apa kau masi bersikeras jika itu hanyalah khayalan?”

“Aku rasa akan lebih baik bagi Daehyun oppa jika ia menganggapnya sebagai khayalan, ingatan palsu” Jiyeon menarik nafas panjang dan membuangnya “Karena bagaimanapun, beratus tahun lalu ataupun sekarang, takdir tidak berubah”

“Kau tenang saja, berbeda dengan dahulu, aku jamin cepat atau lambat Daehyun akan bertemu dengan gadis yang akan membuatnya jatuh cinta kembali”

“Heoh? Jinjja?”

“Kita lihat saja nanti” Himchan tersenyum penuh rahasia, kemudian ia pun menatap ponsel yang sejak tadi digenggam oleh Jiyeon “Dan sepertinya kau sedang menunggu text atau telepon dari seseorang” godanya lagi

“A—anniyo, aku —“

Triiingg

“Ahh.. tuh kan benar, dari siapa? Lee.. Lee Seunghoon?” dengan secepat kilat, dewa kematian kepo (?) itu berhasil mengambil handphone milik Jiyeon dan mengangkatnya tinggi-tinggi untuk membaca apa yang tertulis di layar hpnya “Jiyeon-ah, apa kau ada waktu—–Wahh!!! Daebak! Jiyeon, kau diajak kencan nih! Sepertinya akan menarik jika aku mengikutimu! hahahhaha”

“YAAA!!! KIM HIMCHAN KEMBALIKAN PONSEL KU!!!!”

*****tamat beneran****

Cuap-cuap dari Kunang :

Sebelumnya Congratz buat Seo Ye Hwon aka angel salah satu reader TPMP yang akhirnya aku pasangin sama Thehun hehe~ walo cuman dikit partnya, may be next time? ^^v

Oh ya buat Lee Seunghoon, Kunang pakai Lee Seunghoon rapper Boy Group YG yang baru yaitu “Winner”

Eh ini ciyusan udahan? Terus gimana nasip Dae? Gimana nasip Jiyeon? Gimana nasip gw? Kalau Kris *kita doakan dia tenang dialamnya/dibuang*/ okesipp kalian semua tenang ajah, klo Dae itu biasnya Kunang jadi tar Kunang yang bakal puk puk (?) dia

Thank you buat semua yang udah ngikutin, terutama yg udah koment dari awal dan ga bosen nanya kelanjutannya kapan, udah kasi kritik saran, juga keripik dll baik di wp pribadi Kunang atau di exo FF, mian ga bisa mention satu persatu,.. ,, Kunang surprise banget tau yang ngoment FF ini di part sebelumnya lumayan banyak (mungkin karena diimingi secret story) mian ga dibales satu2 , tapi buat part akhir ini Kunang akan balas semua koment yang masuk. Mungkin ada yang masih membuat reader penasaran? Atau mau protes karena endingnya ky gini?

Gimana??  Kunang tahu dari polling, keinginan sebagian besar reader tercapai (?),,happy ending buat Baekra couple, dan yeayy.. ChanEun (Chanyeol Boeun) juga finally jadian hehe *wlo ga jelas gimana bisa kaya gtu*

Thank you thank you…semoga ga kecewa dengan ceritanya, sampe jumpa di secret story TPMP tahun depan *dijitak *kidding mudah2an bulan depan*, secret story ini bercerita tentang after story ff TPMP ini~ yayy ~ atau mungkin malah alternative ending dari FF ini? *kita lihat nanti hehe

Secret story akan di protect, tapi tenang ajah~ yg mau passwordnya please leave comments ‘kalau bisa tulis juga akun twitter kalian’ di FF ini dan follow @helloimnia or @kunang_anna (dua2 nya twitter aku, tp klo fangirlingan yang @kunang_anna) mention for folbek, ketika side storynya udah ada nanti aku dm passwordnya J.

Tapi prioritas, yg koment duluan, yang aku kasih duluan passwordnya nanti.

ps ; sabtu baru aku post FF ini di exo ff, hehe~ (ga da yg nanya)

Thx for reading ^^

 

Advertisements