Tags

, , , , , , ,

PicsArt_1399783122168

Title : Qualified School (QS), Chapter 1 : Come to Find My Prince

Author : Kunang | Main Cast : Do Kyung Soo/D.O (EXO-K), Oh Mi Young (OC), Choi Jun Hong/Zelo (B.A.P), Kang Seung Yoon (Winner)| Support Cast: Kris (EXO-M),Sehun(EXO-K), Jongup(B.A.P), Taehyun (Winner), Mingi (OC), Chanri (OC), Hanbin (Team B) & the others, find by your own |  Length : Chaptered | Genre : Family, romance, school life, friendship, fantasy | Rating  : PG-15

Disclaimer       : Mi Young milik Kunang, Min Gi milik my twin sist Chea dan Chanri milik naeui dongsaeng purplefy. sedangkan member EXO, BAP dan Winner milik mereka sendiri. Cerita ini murni milik dari weird- happy- chicken maniac– Kunang, plagiat jauh-jauh sebelum di buang sama Kyungsoo keujung dunia.

Summary         : Oh Mi Young, gadis nekat, cuek, keras kepala dan selalu memandang sesuatu dengan positif. Dia adalah gadis yang selalu berambisi kuat mencari pangeran yang minggat dari planet asalnya. Ya, tidak ada yang tahu bahwa gadis ini sebenarnya adalah alien dari planet Zallua dan memiliki kekuatan spesial yang tidak biasa. Tapi tampaknya hidup di bumi tak semudah yang ia bayangkan apalagi saat ia harus masuk di dalam sekolah khusus, Qualified School of Arts dan terlibat dengan namja ter-annoying sedunia Kang Seung Yoon, namja ter-jahil sedunia Choi Jun Hong dan namja ter-misterius sedunia Do Kyung Soo. Akan kah gadis ini mencapai tujuannya?

A/N                   : FF ini mengambil setting mirip dengan FF kunang pertama kali yaitu Shining School dengan beberapa perubahan, dan di ch 1 ini ada sedikit (?) scene yang mirip. Dan main cast FF ini aku pakai DO karena dia menang votes, Seung Yoon karena Kunang lagi suka dia, dan Zelo karena dia paling cucok (?) /dibuang kkk~, sip langsung ajah…

Starring  (Main Cast)

Ms. Alien – Oh Mi Young – (1st Year at Qualified School- SC 1)

Mi Young, seorang gadis berlesung pipi dengan rambut agak ikal panjang kecoklatan. Memiliki tabiat keras kepala tapi sangat bersemangat. Untuk pangeran yang merupakan cinta pertamanya, dia nekat pergi ke planet bumi.  Di bumi dia berhasil masuk ke dalam sekolah khusus, Qualified School of Arts yang berisi siswa-siswa paling berbakat di Korea dalam bidang seni. Tapi sialnya dia harus sering berhadapan dengan Choi Jun Hong, namja ternarsis sedunia yang selalu meledek dan menjahili Mi Young tapi terkadang bisa menjadi namja yang begitu gentle padanya. Belum lagi akhir-akhir ini Do Kyung Soo, salah satu member special class seperti mulai mengawasi dia. Terlebih lagi kakak kelasnya, Kang Seung Yoon selalu saja terlihat seperti membencinya. Di planet Mi young sebelumnya, dia merasa belum pernah menemukan tiga makhluk aneh ini, tapi mungkin saja salah satu diantaranya adalah pangeran yang dicarinya. Sebenarnya  Miyoung memiliki kekuatan khusus yang dia sembunyikan dari orang-orang disekitarnya.

Conceited Man – Choi Jun Hong/Zelo –(1st Year at Qualified School-SC 1)

Junhong/Zelo, teman sekelas Miyoung ini sangat senang menjahili Miyoung yang sebal dengan skinship dan tingkah jahil nya. Zelo juga memiliki kepercayaan diri di atas rata-rata mengenai ketampanan dan kemampuan dancenya. Walaupun suka mengganggu Mi Young, Junhong hampir selalu ada ketika Mi Young memerlukan bantuan.

Mysterious Man – Do Kyung Soo- (3rd Year at Qualified School- SC 3)

Kyung Soo atau lebih dikenal D.o adalah namja tampan dan sering kali bersikap dingin terutama pada Mi Young. Dengan mata bulatnya yang besar, Mi young sering merasa diawasi bahkan terkadang gadis itu merasa D.o bisa membaca isi kepalanya. Menurut Mi Young, D.o adalah namja tukang tidur yang pendiam, misterius dan seolah memiliki dunianya sendiri.

Double Personality Man – Kang Seung Yoon- (2nd Year at Qualified School- SC 2)

Seung Yoon dikenal sebagai School  Representative yang baik, ramah, down to earth, penuh sopan santun dan sangat jenius. Tapi ntah mengapa dia selalu bersikap seperti membenci Mi young. Sikap benci dan kasar itu selalu dirasakan Mi young saat bertemu dengan Seungyoon, tapi sepertinya orang di sekitar mereka sama sekali tidak menyadarinya, atau mungkin hanya satu dua orang yang sadar.

Zallua Prince- Will/Unknown –  (age undefined)

Pangeran Will adalah Pangeran sekaligus Putra Mahkota kerajaan besar di Planet Zallua yang memiliki kemampuan memodifikasi memori sehingga hampir seluruh rakyat Zallua melupakan sosok dan rupanya. Hanya Mi young, yang memiliki kekuatan photographic memory (ingatan fotografis) masih memiliki sedikit bayangan mengenai pangeran Will. Karena hal itu, Miyoung ditugaskan oleh Raja Planet Zallua (dan juga keinginannya sendiri) untuk membawa pulang kembali pangeran Will ke Planet Zallua.

Oh Sehun (2nd Year at Qualified School- SC 2)

Kakak kandung Mi Young. Karena khawatir dengan adiknya yang di suruh pergi ke bumi, Sehun mengikutinya. Dia adalah tipe kakak yang sangat protektif dan menyayangi kedua adik kembarnya. Dengan cepat, karena wajah tampan, kepintaran dan sikap coolnya Oh Sehun menjadi idola sekolah selain Kang Seung Yoon dan D.O.

Oh Min Gi (akan muncul dipertengahan cerita)

Kakak kembar Mi Young, tidak seperti Mi Young, sosok Min Gi begitu dewasa dan cool, walau sebenarnya rapuh. Terlihat begitu menyayangi Mi Young walau terkadang dia membenci dirinya sendiri karena iri pada Mi Young yang selalu percaya diri dan tampak dicintai semua orang.

 

====Oh Mi Young PoV, 14 y,o====

@Di sebuah padang rumput yang luas

 

Dalam hati kecilku, tidak pernah terbersit sedikitpun bahwa suatu saat nanti aku akan pergi meninggalkan tempat tinggal ku sekarang. Langit jingga keemasan yang elok diterangi oleh bintang-bintang yang berpendar cukup terang dan indah, walau tidak seterik matahari. Dan juga langit malam yang lebih pekat dengan sinar bintang yang terlihat lebih jelas dan membentuk gugusan-gugusan nan indah. Dalam musim-musim tertentu, bahkan kita bisa menyaksikan hujan meteor dengan begitu jelas di tengah gelapnya langit biru. Kesimpulannya, tidak ada yang bisa menandingi keindahan langit di Planet Zallua.

Tapi bukan karena langit indah yang membuat hari-hari ku terasa menyenangkan atau karena fakta bahwa peradaban di planet kami telah lebih maju dibanding banyak planet lainnya, tapi karena seseorang- Pangeran Will. Dia adalah teman sepermainan ku sejak kecil yang sangat menyenangkan dan terlebih dia adalah calon suami ku kelak. Ya, di planet ku ini, masalah perjodohan diatur dengan cepat terutama bagi keluarga kerajaan. Tapi aku tak menyesal, aku rasa aku menyukai pangeran. Walau begitu aku tak tahu apakah pangeran juga menyukai ku hanya sebagai teman atau sebagai pasangannya kelak. Yah, lagi pula untuk pernikahan kami masih harus menunggu bertahun-tahun ke depan bukan?

“Youngie ya, aku akan pergi… jauh sekali…”

Aku tersenyum lebar, masih tidak bisa memalingkan wajah ku dari hewan yang kalian bisa temukan di bumi sebagai perpaduan dari setengah kuda dan setengah singa dalam 100 tahun ke depan. Ya, hewan ini adalah Lihorse, pertama kali dikembang biakkan di Mato tapi planet kami, Planet Zallua, turut andil dalam menciptakan spesies unggulnya. Lihorse ini seperti belum diberi makan bertahun-tahun, terlihat begitu kelaparan saat aku memberi makan mereka dengan ikan mentah, benar-benar menggemaskan.

“Memangnya pangeran akan ke mana? Kabur ke Mato lagi?” akhirnya aku mendongakkan wajahku ke arahnya setelah mencuci tangan ku yang kotor karena memegang ikan, ntah mengapa saat itu cahaya bintang-bintang membelakanginya membuatku tak bisa melihat jelas wajah sang pangeran.

“Aku akan ke planet bumi, dan mungkin tak pernah kembali”

Aku hanya diam, mencoba mencari candaan di balik kata-katanya yang baru kusadari terkesan serius, tapi nihil “Maksud pangeran?”

“Aku ingin mencari ibu ku, Youngie ya” Pangeran perlahan berjalan mendekati ku, dan saat itu aku bisa menatap wajahnya lebih jelas. Matanya, bibirnya, bentuk alisnya, pipi nya, garis wajahnya… jika saja aku tahu dia akan membuatku melupakan semua itu, mungkin aku sudah mundur untuk menjauhinya saat dia mulai mendekatiku.

“Bukankah Ratu telah meninggal?”

Pangeran menggeleng, segaris senyum penuh harap terbentuk di bibirnya saat dia menggenggam tangan kanan ku. Matanya memperhatikan ukiran bunga lonceng berwarna keemasan yang terukir di punggung tanganku. Jika manusia di bumi menggunakan cincin sebagai tanda pertunangan, kami rakyat negeri Zallua menggunakan tatto khusus yang disematkan di punggung tangan sang wanita, dan tatto serupa yang ada di punggung sang pria. Ya, itu adalah tanda pertunanganku dengan Pangeran.

“Maaf Youngie ya, aku harus meninggalkan mu” dan saat itu juga mataku membulat melihat pangeran tiba-tiba menggigit telunjuk jari telunjuk tangan kanannya yang bebas hingga berdarah.

“PANGERAN!”

“Tenanglah Oh Mi young!” dan sebelum aku menyadari, pangeran sudah mengoleskan darah yang mengucur di jarinya ke tanda pertunangan kami. Perlahan ukiran tato bunga lonceng di punggung tangan ku memudar dan saat itu, aku langsung tahu, dia benar-benar akan pergi.

“Tidak.. kau pasti bercanda! Pangeran! Apa kau sudah gila?”

“Maafkan aku Youngie ya, Mi Youngie.. dengan ini pertunangan kita sudah berakhir” perlahan pangeran menyentuh pipiku yang ntah sejak kapan basah dan untuk pertama kali dan mungkin terakhir kalinya dia mencium bibir ku dengan lembut, aku bisa merasakan air matanya yang panas jatuh di pipiku.

“Pangeran…” aku masih shock akibat ciumannya yang tiba-tiba, hanya bisa menatap pangeran yang sekarang tersenyum pahit, perlahan pangeran menyeka pipiku yang basah. Rasanya dadaku begitu sakit dan sesak seolah sesuatu yang sangat berharga telah direnggut dariku.

“Mulai saat ini kau bisa mulai menyukai laki-laki lain Youngie ya”

“ANDWAE!!!!!!”

Dan saat itu pun, dia terhapus dari ingatan ku.

Tidak, dia tidak benar-benar terhapus.

Ntah mengapa aku merasa masih ada jejaknya yang tertinggal dalam diriku. Aku masih mengingat kejadian itu, walau aku tak bisa mengingat sosok, rupa, ataupun suaranya.

Ntah bagaimana caranya, aku masih mengingatmu, Pangeran Will.

 

2 Years later

====|| .: still Oh Miyoung PoV :.||===

@Qualified School of Arts

07.00 KST

 

“YAA!! Oh Mi Young!! Ireohna!!” seseorang mengguncang guncangkan bahuku yang sedang terkulai ke batang pohon di belakang ku, aku kenal suara ini dan tidak mau repot-repot membuka mataku yang masih terasa berat.

“Sehunnie oppa.. 5 menit lagi…”

“Aigoo… gadis manis mana yang bisa-bisa tertidur di hari pertamanya sekolah” namja yang aku yakin adalah oppaku sekarang menepuk kepalaku, seolah aku adalah anak anjing. Aku membuka sebelah mataku dan menyandarkan kepalaku ke bahunya saat kusadari sekarang dia duduk di sebelahku.

“Akan kuijinkan kau tidur selama lima menit, ingat! Hanya lima menit! Upacara penerimaan siswa baru dimulai sepuluh menit lagi tapi apa yang kau lakukan sekarang? Aigoo.. kau malah tertidur di taman sekolah ini”

Mendengar kata-kata oppa ku itu, akhirnya aku membuka mata. Butuh waktu lima menit agar aku pulih dari rasa kantuk yang begitu berat, jadi aku tak punya waktu untuk terpejam lagi bukan? Dengan malas aku berdiri dan melakukan stretching, sementara oppaku—seorang namja jangkung, bertubuh kurus dengan kulit seputih susu dan sangat tampan, menyipitkan matanya seolah menscan seluruh tubuhku.

“Lihat, betapa cantiknya adikku bahkan dengan lingkaran hitam dimatamu” ujar Sehun oppa, kemudian wajahnya tiba-tiba serius “Mi Young-ah, kau kemana saja semalam suntuk? Kau tidak berpikir untuk mencari pangeran brengsek itu sampai mengelilingi Seoul kan?”

“YAAA!! Dia tidak brengsek! Jangan sekali-kali menyebut tunangan ku ‘brengsek’!” aku pura-pura marah, tapi sepertinya Sehun oppa tidak peduli. Dari potongan memori ku yang masih tersisa, seharusnya Sehun oppa dan Pangeran Will bersahabat, tapi sekarang oppa begitu membenci pangeran walaupun sama sekali tak mengingatnya. Aku tidak bisa menyalahkannya, karena aku bersikeras pergi ke bumi hanya untuk mencari pangeran yang telah meninggalkan aku. Yah… tapi aku mengerti, pangeran pergi ke bumi untuk mencari ibunya. Aku tak mengatakan hal itu pada siapapun karena semua rakyat Zallua yakin bahwa ibu atau Ratu negeri Zallua sudah meninggal lama sekali.

“Oppa.. sebelum terlambat, sebaiknya oppa kembali ke Zallua” kataku, yang sebenarnya sudah kuulang puluhan kali sejak kami sampai di bumi sebulan yang lalu.

“Tidak sebelum kau juga pulang”

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal, frustasi sendiri. “Apa kau tak kasihan pada Min Gi? Aku rasa dia sangat kehilangan mu sekarang”

Sehun mengangkat bahunya, perlahan-lahan dia menepuk nepuk celananya yang agak kotor sebelum bangkit “Eonni mu itu bisa menjaga dirinya, dia tidak ceroboh seperti kau. Dan lagi ada eomma dan appa yang menjaga nya, tapi kau disini?”

Aku mengangkat bahu ku “Bukan kah disini ada Kris oppa? Lihat! Dengan bantuan dia, aku berhasil menyusup ke sini hehehhe~~bahkan dia memberi info bahwa kemungkinan besar Pangeran Will ada disini, jadi aku akan baik-baik saja”

“Sebaiknya jangan terlalu percaya pada kakek itu, kajja ke School Hall, kita hampir terlambat!” kata Sehun sambil menarik tangan ku.

“Ehh.. ehh… pelan-pelan oppa!!” protes ku ketika Sehun oppa mengajakku berlari memotong lapangan basket dan tenis, menuju sebuah gedung besar yang dirancang seperti gedung-gedung jaman victoria. Aneh, selain gedung itu gedung sekolah lainnya tampak begitu modern dan mewah.

‘Hmm.. bahkan disini pun sepertinya Sehun oppa akan memiliki banyak fans’ aku melirik sekeliling dan memergoki beberapa siswi yang kami lewati mulai terlihat heboh saat Sehun oppa melewati mereka. Yah.. aku tak bisa menyalah kan mereka semua, kakak ku memang sangat tampan.

Tapi sayang, dia sangat dingin pada wanita, kecuali padaku, Min Gi saudara kembar ku dan juga eomma.

“YAA!! Awas saja kalau kalian berani mempermainkan adikku! “

“Eh?” aku cuma bengong ketika Sehun oppa tiba-tiba berhenti di pintu hall dan memelototi beberapa namja yang sedang berkerumun di pintu “Oppa, tenanglah..”

“Kalau saja kau dengar apa yang tadi mereka bicarakan.. mereka bertaruh siapa yang bisa jadi pacarmu, kau tak lihat tatapan mereka? Cih! ” Sehun berbisik di telingaku, aku menggelengkan kepala. Ya, Sehun memang memiliki pendengaran super jadi dia dengan mudah bisa mendengar percakapan jarak jauh hanya dengan menatap orang tersebut berbicara. Sangat berguna tapi lebih sering menjengkelkan.

“Sudahlah.. biarkan saja mereka!” aku menarik Sehun oppa ke dalam hall yang telah dipenuhi ratusan siswa dan siswi. Ya, sebentar lagi upacara penerimaan siswa baru di Qualified School of Arts dimulai. Jujur sulit sekali masuk ke sekolah ini apalagi kemampuan bermusikku sebenarnya pas-pas an, tapi untunglah kemampuan fotografisku membantu ku untuk meniru permainan piano para musisi terkenal dan juga aku bisa mengingat dan meniru dengan mudah dance yang kulihat di tv dan internet.

Oya, akan kujelaskan sedikit mengenai sekolah baru ku ini. Qualified School of Arts adalah sekolah yang dibentuk untuk mencetak musisi-musisi yang bertalenta. Sudah terbukti alumni sekolah ini sukses menjadi aktor, aktris, penyanyi, penari dan pelaku seni lainnya. Tapi kau akan tetap diajarkan pelajaran eksakta dan lainnya seperti Senior high lain pada umumnya, sehingga ketika lulus kau akan mendapat dua sertifikat. Yang pertama, sertifikat kelulusan seperti Senior high lainnya dan yang kedua, sertifikat khusus di bidang seni yang kau pilih.

“Oppa, kau kan tahun kedua, kau berbaris disana!” aku menunjuk barisan lainnya yang bersebrangan dengan barisan ku. Dengan wajah masam, akhirnya kakak ku itu mau melepaskan tangan ku. Dasar kakak over protective -_-“

“Baiklah, tapi hati-hati ya Mi youngie”

“Arraseo! Sudahh.. hus.. sana!” aku mendorong tubuh Sehun oppa dan berjalan ke arah siswa-siswi yang berbaris di belakang papan bertuliskan kelas IA. Tepat di samping seorang namja jangkung yang sibuk memainkan tablet 8 inchinya, dengan agak penasaran aku melirik ke arah tabletnya.

“Ahh.. ini angry bird!” aku langsung excited begitu melihat burung berwarna kemerahan yang sedang melayang dan kemudian menabrak box-box dan sangkar berisi burung lainnya di tablet milik namja jangkung ini. Haha aku tahu mengenai angry bird dari Kris oppa, paman ku yang maniak sekali mengumpulkan segala souvernir dan boneka angry bird di bumi (sebenarnya dia rakyat Planet Zallua sepertiku juga). Kris oppa adalah salah satu pemegang saham di Qualified school ini sekaligus orang yang sangat berpengaruh di Zallua. Tidak ada yang bisa menebak berapa umur dia sebenarnya, padahal dia terlihat begitu muda dan tampan tapi aku yakin sedikitnya dia sudah berumur 100 tahun.

“Ckk.. kau membuatku game over!” namja itu tiba-tiba menggerutu dan menatapku kesal. Tapi aku tak mempedulikannya.

“Boleh aku pinjam?”

“Heoh?”

“Sini aku pinjam! Hehe!” aku pun merebut tablet cowok jangkung ini, sepertinya dia tidak bisa protes karena gong tanda upacara dimulai telah dibunyikan. Dengan asyik akupun memainkan game yang telah sering diajarkan oleh Kris oppa ini, dengan mudah aku me-unlock level-level yang lebih tinggi.

“Daebak, apa kau master angry bird?”

“Mungkin hehe” kata ku dengan mata yang masih terfokus pada layar.

“Nama ku Choi Jun Hong, panggil saja aku Zelo dan kau?” bisik namja itu lagi di sebelahku.

“Nama ku Oh Mi Young” jawabku sekenanya karena masih asyik dengan tabletnya dan tiba-tiba begitu saja layarnya mati “WAHH !! Ini kenapa Zelo ya?!”

“Shhttttt!!!”

“Eh apa?” Aku menatap ke sekeliling ketika menyadari banyak mata tertuju ke arah ku dan Zelo, tak lama terdengar bisik-bisik yang sepertinya mencelaku karena tidak sopan. Aku langsung menyembunyikan tablet Zelo dibelakang tubuhku, saat kemudian mata ku bertatapan dengan pemilik mata tajam dengan pipinya yang agak chubby. Dia berdiri di atas mimbar dan menatapku seolah berniat hendak membunuhku dengan tatapannya.

“Oh Mi Young haksaeng, kalau sekali lagi kau bermain games saat upacara, akan kukeluarkan dari special class” kata namja itu, datar dan dingin.

‘eh ketahuan ya?’

‘tadi dia bilang apa? special class?’

‘Lagian darimana namja itu tahu nama ku?’

Dan banyak pertanyaan lainnya melayang di kepalaku. Aku menatap barisan di sebrangku dan mendapati Sehun oppa memberi kode agar aku melihat amplop berisi kertas pengumuman penerimaan Qualified School. Aku memang menerimanya tapi setelah mendengar dari Kris oppa bahwa aku lolos, aku tak repot-repot membuka amplopnya. Ah..dan amplopnya tertinggal di rumah Kris, mungkin Sehun oppa mau memberitahu kalau aku masuk special class. Tapi memang apa bedanya dengan kelas reguler?

“Yah.. sepertinya baterainya habis” gumam Zelo saat aku mengembalikan tabletnya, saat ini yang berbicara di depan bukan lagi si sombong yang tadi menegur ku “Oh ya, sepertinya Kang Seung Yoon ssi akan membencimu, aishh.. dia itu sangat tidak suka diinterupsi”

“Seung Yoon?” aku melipat dahiku, tak mengerti “Namja yang di depan tadi?”

“Nee..Kang Seung Yoon, dia adalah school representative disini sekaligus siswa special class di tahun ke dua, kau tak kenal dia? Yaa daebak! Kupikir seluruh remaja di Korea sudah mengenal dia”

Aku menggeleng, tak begitu tertarik “Bisa kau jelaskan mengenai special class, Zelo ya?”

“Hmm.. itu kelas spesial untuk lima terbaik di setiap angkatan, karena kita kelas 1, berarti kelas kita SC1 singkatan dari Special Class 1 dan seharusnya kita berbaris disana” Zelo menunjuk ke arah samping kami, hanya ada tiga orang. Seorang siswi perempuan dan dua orang siswa laki-laki “Tapi aku ingin main game, jadi aku berbaris di belakang sini hehe”

“Ahh.. Sehun oppa juga berdiri di SC2, tunggu kalau begitu.. Sehun akan sekelas dengan Seung Yoon?”

“Sehun? Sehun siapa?”

“Oh Sehun, Oppa kandung ku, dia juga siswa baru disini” jawab ku sambil sedikit mundur agar sosok diriku tidak terlihat oleh Sehun oppa, bisa ribut dia kalau tahu baru dihari pertama saja aku sudah mengobrol akrab dengan namja lain -_-“. Padahal dia tidak pernah se-protektif ini dengan Min Gi, saudara kembar ku yang kutinggal di Zallua.

Upacara pembukaan lebih membosankan dari dugaanku, terlebih karena Kang Seung Yoon yang duduk di salah satu kursi- tepat di atas panggung bersama kepala sekolah dan beberapa guru -terus menerus melihatku dengan tatapan seolah aku adalah serangga pengganggu. Memang sebegitu besar salah ku sampai dia terlihat membenci ku? Padahal baru pertama kali kami bertemu kan?

Ah.. memangnya aku peduli?

Ya! Oh Mi Young, kau mau kemana?” Tanya Zelo ketika aku berbalik

“Toilet” kataku tak acuh, dan alih-alih ke arah toilet di hall, aku menyelinap keluar dan memutuskan berjalan-jalan di sekitar sekolah. Secara keseluruhan, aku merasa akan menyukai sekolah ini. Bangunannya besar dan megah dengan arsitektur yang unik, lapangannya banyak dan luas, tapi ada sebuah bangunan di atas tebing yang agak jauh dari bangunan sekolah tapi tampak mencolok karena temboknya yang berwarna merah menyala. Entah mengapa aku penasaran dengan bangunan itu.

“Itu menara asrama special class”

“HWAAA!!!” pekikku kaget saat menyadari hampir saja menginjak seseorang yang sedang berbaring begitu saja di lantai teras bangunan sekolah, kepalanya yang tertutup buku ensiklopedia terbuka sedikit menampakkan matanya yang masih terpejam.

“Ah.. kupikir bisa tenang sedikit” namja di depan ku itu akhirnya membuka matanya dan bangkit. Kemudian dia mengambil bukunya dan tanpa sekalipun menatapku, berbalik dan beranjak pergi meninggalkan ku.

“Jjamkaman… Do Kyung soo sunbaenim?” kata ku, begitu mengingat dasi yang tadi dia gunakan terdapat ukiran angka ‘3’ yang menandakan jika dia adalah siswa tahun ke-3, dan juga name tag berukir namanya dengan tinta emas “Maksud mu, itu asrama special class, jadi—“

Namja itu berbalik dengan malas, matanya yang cukup besar terlihat tidak menaruh minat “Apa kau siswi baru special class? Jika ya, kau harus tinggal disana, bahkan partner mu pun harus dari siswa special class

“Partner?”

Sekarang namja itu menatapku dingin “Kau kesini tanpa tahu apa-apa mengenai Qualified School? “tanya namja itu balik dengan nada sinis, sebelum kemudian berbalik dan menghilang di belokkan koridor sekolah.

“AISHHHH JINJJA!!!! Kenapa sihhh? tidak dia, tidak Kang Seung Yoon, sama-sama menyebalkan!”

Sepertinya aku akan sangat sial jika harus bertemu lagi dengan salah satu dari mereka, memikirkannya saja sudah membuat perasaan ku jadi tidak enak!

===//====

Sejam kemudian

 

“Jadi… kita hanya berlima?” aku menatap teman-teman sekelasku, pria jangkung berambut kemerahan yang sudah kukenal waktu upacara, Choi Jun Hong. Lalu seorang gadis cantik keturunan Jepang-Korea bernama Chan Ri, seorang pria yang terlihat cool bernama Kim Han Bin dan seorang namja yang sejak tadi menampakkan senyum lebarnya, Moon Jong Up. Ya di kelas yang sedikit lebih kecil dari kelas reguler ini kami hanya berlina, karena ini hari pertama bagi siswa tahun pertama, jadi hanya perkenalan dan pembagian asrama.

“Yup! Mi Young-ah… aku benar-benar tidak sabar mengetahui siapa parner kita” kata Chan Ri excited

“Partner?”

“Apa kau siswi baru special class? Jika ya, kau harus tinggal disana, bahkan partner mu pun harus siswa special class”

Suara namja aneh yang hampir saja kuinjak tadi pagi kembali melayang di pikiran ku.

“Kau tidak tahu ya pendek hehe” dengan seenaknya Zelo mengacak rambutku kemudian merangkulku tapi langsung kutepis, lihat saja kalau dia berani melakukan itu di depan Sehun oppa! Dan aku tidak pendek! Tinggiku lebih dari 160 cm! Zelo saja yang tingginya melebihi normal.

“Nee.. aku tidak tahu, jadi beritahu aku.. ng.. Jongupiee…” aku menjauhi Zelo dan mendekati Jongup. Sejak tadi Zelo bersikap jahil dan kelewat akrab padaku, aneh sekali.

“Ohh.. itu sudah tradisi dari sekolah ini, jadi khusus untuk setiap siswa special class dan reguler tahun pertama, selama setahun akan mendapatkan seorang partner dari siswa tahun kedua atau ketiga, tugas kakak kelas tersebut adalah memastikan partnernya tetap menjadi yang terbaik di angkatannya, sedangkan tugas kita adalah menaati perintahnya, yah seperti itu”

Aku menggelengkan kepala ketika mengingat Kang Seung Yoon dan namja bermata besar , Do Kyungsoo yang tertidur di lantai, jangan sampai deh harus menjadi partner salah satu dari mereka. Akan lebih baik jika bersama Sehun… jjankam.. itu juga tidak terlalu baik, dia akan lebih mengaturku -_-

“Yang jelas…” akhirnya Han Bin angkat bicara, aku pikir dia bisu karena diam dari tadi “Aku tak peduli siapapun partner kita, pada akhirnya aku yang akan menjadi nomor satu di kelas ini” katanya ketus, dan kemudian dengan dingin Han Bin pun keluar kelas.

“Dia bilang seperti itu, padahal mungkin saja sekarang dia mengecek papan pengumuman untuk melihat apakah partner kelas kita sudah diumumkan atau belum” ujar Zelo jengkel “Mi Young ah, ayo!! Kita juga keluar! Aku ingin keliling sekolah ini!”

“Sirheo, aku sudah keliling tadi!”

“Aishhh… kajja!!! Apa kau tak penasaran kalau-kalau pembagian partner dan asrama sudah terpasang di pengumuman?” dan tanpa meminta persetujuan ku, Zelo menarik tangan ku dan berlari ke luar kelas.

Ahh…. Bagaimana aku bisa tahan jika ada namja yang suka menarik narik ku seperti Sehun oppa? -_-“

 

=====/ Mi Young POV END/======

====/ Author PoV/====

@Student Council Room

 

“Sepertinya ada yang aneh…” seorang namja terlihat sejak tadi sibuk dengan notebook di mejanya, perlahan jemari tangan kanannya mengetuk ngetuk meja sedangkan matanya masih menatap tajam ke arah foto yang tercitra di layar notebook nya.

“Kenapa Seung Yoon ah? Sepertinya kau penasaran sekali dengan gadis itu”

“Ah… Tae Hyun –ah..” kata namja berpipi chubby itu sekenanya ketika seorang namja kurus dengan rambut dibelah tengah duduk di samping mejanya. Seung Yoon sudah tidak aneh lagi mendapati Taehyun, sahabatnya itu sering muncul tiba-tiba di depannya.

“Dia cantik, I think she’s your ideal type, right?

“Ckckck…. Hanya karena dia sedikit cantik, jadi dia tipeku? Anni! Standarku jauh lebih tinggi!” protes Seung Yoon ketus, kembali jarinya bergerak untuk meng-scroll biodata di bawah foto gadis itu “Lihat Taehyun-ah, gadis ini mendapat nilai hampir sempurna di setiap sesi ujian masuk sekolah ini, nilainya hanya dikalahkan oleh Kim Han Bin. Bukan kah ini aneh? Bahkan jika dia benar sebelumnya bersekolah di USA, setidaknya dia pernah memenangkan penghargaan sekali kan? Tapi sama sekali tidak ada award yang dia cantumkan”

“Kau yang aneh, biasanya kau tidak pernah—- AHHH… apa mungkin.. siapa nama gadis ini..” Taehyun membaca nama di layar notebook milik Seungyoon “Oh Mi Young ssi, apa dia adalah gadis yang sama sekali tidak menghiraukan keberadaan mu saat upacara tadi ya? Yang main game terus? Hahahhaha… kekanakkan sekali! Jadi kau kesal hanya karena itu?!”

“Bukan seperti itu!, sudah.. aku mau ke kelas!” kata Seung Yoon memberengut sambil menutup notebooknya dan hendak bangkit, sedangkan Taehyun masih tertawa.

“Oh ya Seung Yoon ah, Seung Ri seonsaeng bilang, walau kau saat ini menjabat sebagai School Representative, kau tetap harus berpartner dengan anak kelas 1”

“Memangnya aku peduli” katanya tak ambil pusing, Seung Yoon tidak mau repot repot mengajari atau mempunyai adik kelas untuk mematuhinya karena dia adalah partnernya. Untuk apa? Partnernya sendiri saat kelas 1 sama sekali tidak membantunya, dan tidak masalah. Ia bisa tetap menjadi no 1 diangkatannya.

“Sepertinya menarik jika gadis mungil bernama Oh Mi Young ini menjadi partner mu, aku sih tidak menolak, sepertinya dia memiliki sesuatu yang special

Mendengar itu Seung Yoon menghentikan langkahnya yang hendak keluar dari pintu, kepalanya menengok sedikit berusaha terkesan tidak begitu penasaran “Apa maksud mu Taehyun-ah?”

“Kau cari tahu saja sendiri, kau sendiri penasaran kan bagaimana caranya dia lolos masuk kesini bahkan masuk special class?” dan tanpa menunggu jawaban Seungyoon yang masih membeku, Taehyun pun melewati Seung Yoon dan berlalu.

‘Oh Mi Young, siapa kau sebenarnya?’

 

====//=====

Sementara itu…

Atap sekolah

 

“Kyung Soo ya, Tidak melihat pengumuman?”

“Ah… Suho seonsaeng…” namja yang dipanggil Kyungsoo itu menyingkirkan buku yang menutupi kepalanya dengan malas “Pengumuman apa?”

“Partner”

Kyung soo menaikkan alisnya, dan menunjuk dirinya sendiri “Aku?”

“Ya, kau …”

Kyung soo menggelengkan kepalanya dengan agak frustasi “Seonsaeng, aku—“

“Kepala sekolah, Kyuhyun seonsangnim yakin, jika orang ini bisa mengontrol kekuatan mu Kyungsoo ya” potong Suho dengan nada serius, sedangkan Kyungsoo tampak masih tidak percaya.

“Tapi dua tahun lalu aku hampir—“

“Hal itu tidak akan terjadi lagi, kami percaya padamu juga padanya” kata Suho lagi “Keputusan kepala sekolah sudah bulat, kau tahu kan tidak ada yang bisa menentang keputusannya?”

Kyungsoo menghela nafas panjang sebelum kemudian berdiri “Jadi, siapa orang tidak beruntung itu? Kurasa dalam waktu tiga hari dia akan minta ditukar”

“Hmm oh ya, mau taruhan? Jika dia tahan menjadi partner mu selama satu bulan, kau harus mengabulkan satu permintaan ku, tapi jika sebaliknya kau boleh meminta apapun dariku, bagaimana?”

Kyungsoo berpikir sejenak “Call, kau akan menyesal seonsaeng” dan kemudian namja cute bermata besar itu pun melangkah ke arah pintu.

“Yaa! Kyungsoo! Kau tak perlu repot-repot melihat pengumuman, aku bisa memberitahumu siapa partner mu”

“Heoh? Aku tidak berniat pergi melihat pengumuman kok, aku hanya mencari tempat tenang untuk tidur” jawab Kyung soo cuek, dan dia pun menutup pintu akses menuju atap. Meninggalkan Suho yang hanya bisa geleng-geleng kepala menghadapi tingkah salah satu murid kesayangannya itu.

****/Back to Mi Young PoV/****

@Koridor Sekolah

 

“Mi Young ah!!! Kau kemana saja!”

“Sehun oppa!” aku melambaikan tangan ke arah Sehun oppa yang berlari ke arahku

“Kau sendirian?”

Aku menaikkan bahuku “Tadi aku bersama teman, tapi dia nyangkut di kelas regular, eh.. kenapa oppa? kau tampak murung?”

“Anni.. hanya… aku agak kesal karena tidak bisa menjadi partner mu, Daesung seonsaeng bilang itu karena aku siswa baru ditahun kedua. Padahal aku ingin menjadi partner adik kesayanganku, kurasa aku tak bisa mempercayakan kau pada siapapun”

“Aishhh… aku bukan anak kecil lagi!” kata ku agak kesal, dan bersamaan dengan itu papan pengumuman yang terletak disebrang kami mendadak ramai ketika seorang guru menempelkan pengumuman “Oppa, kajja.. sepertinya itu penguman partner dan pembagian asrama”

“Oke.. oke, dan sekarang aku hanya berharap partner mu bukan pria” kata Sehun oppa, tapi aku tak mempedulikannya dan setengah berlari untuk melihat pengumuman itu dari dekat.

“Zelo, kau berpasangan dengan siapa?” kataku saat menemukan Zelo, yang mudahnya –karena tubuh tingginya—melihat pengumuman.

“Jjamkaman… partner ku ternyata adalah siswi tahun ke dua, hmm”

“Zelo, carikan dan bacakan punya ku”

“Oke.. jjamkaman…” Zelo dengan tubuh kurusnya maju agak ke depan, sedangkan aku tak mau repot-repot menembus kerumunan. Sejenak aku berbalik untuk melihat Sehun oppa yang sepertinya sedang menjelas kan sebuah soal pada tiga siswi yang aku yakin tadi menghadangnya.

“Ketemu tidak?”

Zelo tiba-tiba berbalik dan menghadap ke arahku, wajahnya terlihat tidak percaya. Beberapa siswa juga menunjuk-nunjuk ke arahku dan mulai berbisik, sebentar, memangnya ada yang salah dengan ku?

“Mi Young ah.. kau…”

“Kenapa sih? Ketemu tidak? Siapa partner ku?”

“Sebaiknya kau lihat sendiri, padahal biasanya partner hanya berdua dan kau…” kata Zelo yang telihat masih bingung, aku pun berdecak dan akhirnya mengikuti sarannya untuk menembus kerumunan. Ya, cukup mudah sekarang karena mereka semua memberi jalan padaku, aneh bukan?

“Ini…..” aku tersenyum kecil begitu mencari dan dengan mudah mendapat nama ku, tapi begitu membaca nama di sebelah kanan dan kiri nama ku, senyumku lenyap seketika.

Kang Seung Yoon (SC2) – Oh Mi Young (SC1) – Do Kyung Soo (SC3)

 

Kenapa harus kedua orang itu??!!!

 

TBC

Please commentnya kalau mau lanjut ^^,, thank you ^^

And sorry for my typos *puyeng castnya aku gonta ganti mulu haha

Advertisements