Tags

, , , , , , ,

PicsArt_1402790130276

Title : Qualified School (QS), Chapter 2 : My Annoying Partners

Author : Kunang | Main Cast : Do Kyung Soo/D.O (EXO-K), Oh Mi Young (OC), Choi Jun Hong/Zelo (B.A.P), Kang Seung Yoon (Winner)| Support Cast: Kris (EXO-M),Sehun(EXO-K), Jongup(B.A.P), Taehyun (Winner), Mingi (OC), Chanri (OC), Hanbin (Team B) & the others, find by your own |  Length : Chaptered | Genre : Family, romance, school life, friendship, fantasy | Rating  : PG-15

Disclaimer       : Mi Young milik Kunang, Min Gi milik my twin sist Chea dan Chanri milik naeui dongsaeng purplefy. sedangkan member EXO, BAP dan Winner milik mereka sendiri. Cerita ini murni milik dari weird- happy- chicken maniac– Kunang, plagiat jauh-jauh sebelum di buang sama Kyungsoo keujung dunia.

Summary         : Oh Mi Young, gadis nekat, cuek, keras kepala dan selalu memandang sesuatu dengan positif. Dia adalah gadis yang selalu berambisi kuat mencari pangeran yang minggat dari planet asalnya. Ya, tidak ada yang tahu bahwa gadis ini sebenarnya adalah alien dari planet Zallua dan memiliki kekuatan spesial yang tidak biasa. Tapi tampaknya hidup di bumi tak semudah yang ia bayangkan apalagi saat ia harus masuk di dalam sekolah khusus, Qualified School of Arts dan terlibat dengan namja ter-annoying sedunia Kang Seung Yoon, namja ter-jahil sedunia Choi Jun Hong dan namja ter-misterius sedunia Do Kyung Soo. Akan kah gadis ini mencapai tujuannya?

Resume Previous Part : Oh Mi Young akhirnya diterima di special class Qualified School (QS) dan bertemu Kang Seung Yoon dan Do Kyungsoo, senior di QS yang terkenal tapi malah memberi kesan pertama yang buruk pada gadis itu. Belum lagi teman sekelasnya Zelo yang suka menggodanya. Bagaimana jika Seungyoon dan Kyungsoo ternyata adalah partner Mi Young yang harus membimbingnya selama di sekolah?

===.: Author PoV :.===

@Kantor Kepala Sekolah Qualified School

 

“Ini daftar revisinya Cho seonsaengnim”

Pria yang dipanggil ‘Cho seonsaengnim’ itu hanya mendongakkan wajahnya sekilas pada namja yang sekarang berdiri di hadapannya. Senyum penuh arti perlahan terukir di bibir tipisnya saat ia membaca file yang diserahkan dengan kesan agak terpaksa oleh namja tampan di depannya. Ya, namja itu adalah Cho Kyuhyun, kepala sekolah Qualified School of Arts (QS) khususnya di tingkat Senior High. Bagi sebagian besar siswa dan guru di QS, dia adalah sosok kepala sekolah yang diidolakan sekaligus disegani.

“Daftar ini sudah tidak masalah Kim seonsaeng, kau bisa menempelnya si pengumuman”

“Sudah kulakukan” kata Suho, sesekali matanya masih mencuri pandang ke arah Kyuhyun seolah merasa ragu apa hendak menanyakan hal yang sejak tadi mengganjal di pikirannya. Aneh, benar-benar aneh, biasanya Kyuhyun tidak pernah ambil bagian dengan pembagian Partner di QS setiap tahun, tapi tiba-tiba saja tahun ini dia sendiri mengatur agar seorang siswi Special Class mendapatkan dua partner. Dan kedua partnernya itu bukan orang sembarangan, Kang Seung Yoon dan Do Kyung Soo adalah idol sekaligus penyanyi paling terkenal di tahun ke-dua dan ke-tiga di sekolah mereka.

“Kau ingin menanyakan kenapa menempatkan ketiga anak itu bersama sebagai partner?”

“EH..” Suho membelalakkan matanya saat menyadari Kyuhyun tahu apa yang dia pikirkan, tapi dengan cepat ia bisa menguasai dirinya kembali “Jadi mengapa kau—“

“Hmm… tentunya walau kau tidak mengajar sciences, kau tahu kan jika air dan minyak tidak dapat bersatu?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba, ia mendorong kursinya sedikit untuk kemudian berdiri dan mendekati Suho yang tanpa sadar mundur selangkah. Ada suatu aura kuat di sekitar kepala sekolah mereka itu yang membuat banyak orang merasa terintimidasi jika berada di dekatnya, apalagi sekarang Kyuhyun terus menatap tajam ke arah Suho.

“A.. apa maksud mu?”

“Yah… tentunya kau tahu kan sabun? Emulsifier yang ajaib ini mampu menyatukan air dan minyak, dan aku kira gadis itu adalah ‘emulsifier’ yang tepat”

“Maksudmu… “ Suho berdecak tak percaya dan menatap Kyuhyun sangsi, untuk sesaat rasa segannya pada Kyuhyun lenyap “Dengan menjadikan Oh Mi Young partner dari Seung Yoon dan Kyung Soo maksudku D.O, kau ingin membuat kedua bocah itu akur?”

“Yah… kau simpulkan saja sendiri, kau boleh pergi sekarang Kim seonsaeng”

Dengan wajah tidak puas, akhirnya Suho meninggalkan ruangan kepala sekolah yang atmosfernya terasa lebih berat dari biasa. Walaupun Suho tidak tahu apa, tapi ia yakin ada sesuatu yang direncanakan oleh Cho Kyuhyun. Rencana yang jauh lebih sekedar dari ingin membuat Kyung Soo dan Seung Yoon menjadi akur.

****//****

Beberapa saat kemudian

 

Tok tok tok….

Suara ketukan pintu membuat Cho Kyuhyun berhenti menekuri buku ratusan halaman yang sedang di bacanya, terlihat jelas pinggiran bukunya telah menguning. Salah satu sudut bibirnya tertarik ke atas saat mata tajamnya menyapu jam dinding. Seperti dugaannya, siswa satunya ini tidak pernah terlambat. Ia pun berdiri dan beranjak ke arah pintu, memastikan dari interkom bahwa orang yang ditunggunya lah yang telah datang.

“Ini aku”

Cklekk

“Masuklah Do Kyung Soo”

Dan tak lama, namja bermata besar dengan tatapan datar sudah duduk tepat di hadapannya. Kyuhyun yang merasa terus dipelototi oleh Kyungsoo malah tersenyum meremehkan.

“Tidak ada gunanya Do Kyung Soo, kau tidak akan bisa membaca pikiran ku”

Kyung Soo mengangkat bahunya “Tidak ada salahnya dicoba, jadi apa yang ingin aku lakukan untuk mu?”

“Wahh…Wah… walau kau tak bisa membaca pikiran ku, sepertinya kau bisa menebak apa tujuan ku memanggilmu” sindir Kyuhyun dengan senyum semakin lebar, ntah mengapa Kyungsoo merasa tidak menyukai senyuman kepala sekolahnya itu. Selama lebih dari dua tahun berada di Qualified School, Kyung Soo telah belajar untuk tidak mempercayai orang lain terutama Cho Kyuhyun.

“Baiklah…” kata Kyuhyun lagi, saat menyadari Kyungsoo tidak akan menanggapinya “Aku ingin kau mengawasi partner mu, Oh Mi Young, dan setiap minggu kau harus melaporkan, apa saja yang tidak biasa mengenai gadis itu”

“Oh Mi Young?” Dahi Kyungsoo mengerut dalam, entah mengapa dia merasa pernah mendengar nama itu. Tapi bukan itu yang membuat Kyungsoo saat ini sangat penasaran “Kenapa kau ingin aku mengawasi dia? Apa dia… bukan gadis biasa? Apa—”

Aura pekat yang entah sejak kapan telah memenuhi ruangan membuat Kyungsoo tidak melanjutkan kata-kata yang ingin dilontarkannya, ia berdecak saat menyadari buku kuduknya telah berdiri dan perlahan ia mengalihkan tatapannya dari mata Kyuhyun dan berpura-pura menatap penuh minat ntich guci ntic yang terpajang di lemari buku kepala sekolahnya.

“Kyung soo, kau masih ingin ibu mu selamat kan?” Tanya Kyuhyun lagi, kali ini ia tak menyembunyikan senyum kemenangannya saat menyadari bola mata Kyungsoo telah bergetar.

“Akan aku lakukan jika itu membuatmu puas” ucap Kyung Soo berusaha terdengar biasa, tangannya kali ini mulai mengepal kuat “sebagai gantinya, kau harus memastikan ibuku baik-baik saja”

“Aku bisa menjaminkan itu untukmu. Jadi bagaimana? Kita ‘deal’ ?” dan Kyuhyun pun mengulurkan tangannya masih dengan senyum mengembang, dan dengan enggan Kyung Soo pun menjabatnya. Dia menelan ludahnya ketika merasakan hatinya sekarang mulai merasa tak nyaman.

Tenanglah Do Kyung Soo, semua akan baik-baik saja

 

=====Author PoV End====

====Oh Mi Young PoV===

@Sebuah Padang Rumput yang luas

 

“Youngie-ya, kau benar-benar tidak masalah dengan perjodohan kita?”

“MWO? HUAAA!!!! Zack diamlah!!! “ aku tidak benar-benar memperhatikan kata-kata namja yang beberapa lalu sudah meghampiri ku yang sedang mencoba mengendarai Zack, salah satu hewan Lihorse (hewan perpaduan antara singa dan kuda) paling tidak bersahabat milik keluarga kerajaan. Akhirnya aku menyerah untuk terus memegang tali kekangnya dan memilih untuk memeluk tubuh Lihorse yang terus bergerak lincah seolah aku ini adalah kutu raksasa yang ingin Zack lepaskan dari tubuhnya.

“Zack… tenanglah…” Namja disampingku kali ini menepuk –nepuk surau Zack, bibirnya membentuk lengkungan puas saat bola mata hitamnya tertuju pada hewan di pelukan ku ini.

Dan kemudian saat itu juga Zack menjadi jauh lebih tenang, dengan agak ragu aku melepaskan tubuh Zack dankali ini menatap namja yang menengadah padaku yang masih menunggangi lihorse ini. Namja itu kembali tersenyum dan kemudian dengan mudahnya naik dan duduk tepat di belakangku.

“Sudah lama aku tak menunggangi Zack”

“Y.. YA! Pangeran! Kau ini sebenarnya punya kekuatan mengendalikan binatang juga kan?” kataku agak gugup, aku bisa merasakan pipiku memanas saat punggungku menyentuh dada Pangeran Will saat ia berusaha mengambil tali kekang.

“Anni.. aku hanya memberi Zack sedikit memori agar dia lebih tenang” kata pangeran sekarang sambil mengatur Zack agar mulai berjalan. Dengan mudahnya ia  bisa membuat Zack berlari di padang rerumputan yang luas itu, sesaat karena excitednya aku bisa melupakan detak jantungku yang telah berdebar tak karuan karena sekarang posisi pangeran sudah seperti memelukku dari belakang >,<.

Selama ini aku sangat mencintai Zallua. Aku mencintai kedua orang tua ku, oppa ku Oh Sehun dan eonni kembar ku Oh Mingi. Tapi… akhir-akhir ini aku mulai menyadari, bahwa rasa cinta terasa begitu berbeda jika kau mulai menyadari menyukai lawan jenis. Saat ini bukan lah fakta aku berhasil menaiki Zack dan berkeliling di Padang rumput kerajaan yang luas ataupun fakta jika hari ini begitu cerah karena cuaca cerah yang membuatku bahagia. Hanya dengan keberadaan  ‘orang ini’ di sisi ku saja aku merasa sangat bahagia hingga hampir lupa cara bernafas.

Mungkin inilah yang dikatakan orang dengan ‘Jatuh cinta’.

 “Aku menyukai pangeran”

“MWO?” Kali ini sepertinya gantian pangeran yang terkejut, hingga tiba-tiba ia menarik tali kekang pada Zack hingga membuat Lihorse itu menaikkan kedua kaki depannya dan kemudian berhenti dengan tiba-tiba.

“YA! Kenapa kau menghentikan Zack tiba-tiba? Aku pikir tadi hampir jatuh!”

“Youngie ya, ulangi kata-kata yang kau ucapkan barusan!”

Mataku membelalak saat menyadari apa yang baru saja aku ucapkan sebelumnya, mencoba menghindari tatapan mata Pangeran di belakang ku yang telah mendekatkan wajahnya untuk melihat ku.

 Arghh.. bagaimana bisa aku menyuarakan begitu saja apa yang ada di dalam pikiran ku??

“A.. aku.. hanya berkata kalau tadi aku berpikir hampir jatuh” kataku berusaha terdengar biasa

“Yang sebelumnya!” titah pangeran lagi dengan nada memerintah, sepertinya ia agak kesal dengan ku karena sekarang ia sudah turun dari Zack dan berdiri di sampingku yang masih menunggang Zack.

“A.. aku.. bertanya kenapa kau menghentikan Zack tiba-tiba…” kataku lagi, dan ketika mata kami saling bertemu, langsung saja aku memalingkan kepalaku. Tamatlah kau Oh Mi Young, sekarang pangeran pasti tahu kau berbohong!!

“Huh, aku mendengar pengakuan mu dengan jelas Youngie ya! Sekarang turunlah! Apa kau tak bosan seharian bermain bersama Zack dan mengacuhkan ku?”

“M..mw—“ sebelum aku sempat berkata apapun, pangeran telah menarik tanganku setengah memaksa ku melompat ke pelukannya. Membuat ku terbius dalam aroma hutan pinus dan musim semi yang seolah menguar dari tubuh hangatnya.

“Aku juga menyukai mu Mi Youngie, anni.. aku mencintaimu…sangat”

 

KRIIINGGGGGG………. KRINGGGGGGGGGGGGG

 

“Aku juga mencintaimu…”

KRIIINGGGGGG………. KRINGGGGGGGGGGGGG

Akhirnya suara jam weker berhasil membangunkan diriku. Aku mengucek mataku, sesaat bingung aku ada dimana. Aku pasti tidak akan aneh jika sekarang terbangun di Padang rumput negeri Zalua, bersama pangeran di sisi ku, tapi kenyataannya aku terbangun di sebuah apartment mewah yang berjarak ratusan tahun cahaya dari planet asalku.

Mimpi?

Aku menghembuskan nafas panjang, seketika merasa agak kecewa. Tentu saja hanya mimpi, atau mungkin itu adalah salah satu memori ku yang hilang beberapa tahun lalu?

Saat kesadaranku telah pulih sepenuhnya, aku langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Aneh sekali.. selama ini aku belum pernah bermimpi apa yang kumimpikan tadi. Maksudku mimpiku bersama Pangeran Will selalu berputar pada saat-saat dia akan meninggalkan ku. Apakah itu berarti mungkin saja aku sudah semakin dekat dengan pangeran?

“Ah.. iya! Pindahan asrama!” Gumamku dan langsung menatap jam dinding. Aku menghembuskan nafas lega dan langsung melesat kembali ke kamarku setelah melihat jam dinding digital yang menunjukkan angka 15:15 KST. Setidaknya aku masih punya waktu setengah jam untuk mengemasi sisa barang-barangku yang belum sempat dibereskan.

Seandainya aku bisa mengingat wajah pangeran di mimpi tadi

Aku tersenyum tipis dan kembali mengemasi barangku satu-persatu, hingga tinggal beberapa frame foto saja yang tertinggal di rak buku.

“Min Gi ya… mulai hari ini aku dan Sehun oppa akan meninggalkan rumah Kris dan mulai tinggal di asrama”  kataku sambil tersenyum ke arah selembar foto bergerak seperti yang kalian lihat di Movie Harry Potter. Foto ku dengan saudara kembarku Min Gi. Sungguh merepotkan! Di planet Zallua, kami bisa saling berkomunikasi menggunakan telepati, tapi di bumi ini manusia harus menggunakan benda lain seperti handphone dan semacamnya. Benar-benar tidak efisien!

Aku menaruh foto ku bersama Mingi dengan hati-hati ke dalam buku harian ku yang kemudian kumasukkan ke dalam koper. Sesaat aku terdiam saat menyadari hanya suara detik jam saja yang bisa kudengar, dengan cepat aku berjalan ke arah dvd player dekat tempat tidurku dan menyalakan musik. Aku benci keheningan, keheningan hanya membuatku teringat pada hal-hal buruk.

Drtttt…..

Hp ku bergetar saat menerima messages dari seseorang. Aku langsung tersenyum saat tahu Kris oppa lah yang me-Line ku.

Kris        : Princess Lauren..hati-hatilah … jangan sampai ‘berubah’ di sana, arrachi?

Dasar Kris oppa! Dia masih saja menyebutku dengan panggilan dari orang tua ku saat kecil! Ya, orang-orang dikerajaan kami kadang memanggilku Putri Lauren, tapi aku lebih senang dipanggil dengan sebutan ‘Mi Young’ saja, dan lagi aku bukan putri. Karena suatu hal, para cenayang di Planet Zallua percaya bahwa aku adalah anak gadis yang dilahirkan sebagai calon pendamping pangeran.

Aku        : Tenang saja! Aku masih ingin hidup haha.. eh tapi oppa, apa kau benar-benar yakin Pangeran Will adalah salah satu siswa Special Class?

Aku menunggu jawaban dari Kris oppa dengan dada berdebar. Jika itu benar, maka tidak akan terlalu sulit untuk melacaknya, karena siswa special class setiap angkatan hanya berjumlah maksimal 5 orang. Dan jika diantaranya ada Pangeran Will.. mungkin saja…

Drrrttt….

Kris        : Aku tak bisa menjamin 100%, tapi kemungkinan besar dia disana. Kau tahu sendiri kan Pangeran ingin mencari ibunya, dan kurasa dia pasti ingin menjadi siswa special class karena itu berarti lebih banyak kesempatan dan koneksi agar dirinya terkenal.

Aku        : Memang kenapa jika Pangeran terkenal?

Kris        :Pabo! Tentu saja dengan begitu ibunya mungkin bisa menemukannya saat menonton tv atau apalah

Ah… rupanya begitu..

Selama beberapa saat aku larut dalam alam pikiran ku sendiri hingga tak lama kemudian handphoneku kembali bergetar.

Drrrttt….

Kris        : Princess.. kau baik-baik saja kan?

Aku        : HAHHAHA tentu saja ^^b

Kris        :  Mian aku tak bisa mengantar mu ke asrama T.T

Aku        : Hahhaha gwenchana oppa ^^v, lagi pula ada Sehun oppa di sini

enter

White lie. Ya… aku berbohong, karena jika tidak, Kris oppa akan merasa cemas. Aku juga berbohong pada Sehun oppa kalau Kris oppa yang akan mengantarku ke asrama. Sehun bersama siswa tahun ke-2 lainnya sudah pindahan ke asrama Special Class tadi siang, sedangkan siswa tahun pertama seperti ku dijadwalkan pindah sore hari ini. Mungkin jadwalnya diatur seperti itu agar siswa tahun kedua dan ketiga yang mempunyai Partner dapat membantu siswa tahun pertama seperti ku untuk pindahan.

Drrrtttt

Kris        : Geotjimal! Oh Mi Mi, bukankah sudah kukatakan beribu kali kalau kau tak dapat membohongi ku? aku tahu Sehun tidak ada di sana, karena itu aku sudah menyuruh ‘dia’ menjemputmu. Tunggu saja, ‘dia’ akan datang dalam waktu kurang dari 10 menit.

Aku mengerjap bingung. Bagaimana Kris oppa bisa tahu? Dan ‘Dia’ siapa? Kalau Kris oppa sudah memanggil ku dengan sebutan ‘Mimi’ itu sudah jelas kalau dia sedang merasa kesal padaku.

Aku        : Baiklah…. Jangan marah! Dan lagi namaku bukan Oh Mimi–(-.-)- , tapi siapa yang oppa maksud dengan ‘dia’? siapa yang akan menjemput ku?

Aku menatap layar handphoneku selama beberapa detik, hingga akhirnya dengan tak sabar aku mengirimkan sticker cheesy Moon yang sedang berkata ‘Please’ .

Kris        : Namja yang saat ini sedang kau dengarkan lagunya

Eh…

It’s raining in my heart, it’s raining coldly

It’s raining in my heart, it’s raining again today

A dark shadow comes down in my room

The clock that shines with the moonlight has stopped at the day we broke up

The times I lived for you, my heart that held you

They have no owner and is only one embracing the wind

-It Rains-

Entah mengapa sekarang jantungku berdebar lebih cepat. Sudah selama hampir sebulan ini aku berada di bumi dan tinggal di aparment Kris oppa, dan selama hampir sebulan ini juga aku selalu mendengar lagu ini. Diantara puluhan CD di rak, CD tak bernama ini hanya berisi satu lagu dan tanpa sadar aku telah memutarnya berkali-kali. Entah mengapa lagu ini selalu mengingatkan ku pada pangeran Will.

Tapi siapa orang yang telah menyanyikan lagu ini? apa mungkin.. pangeran?

TEETTT… TETTTTT…TEETTTT…..

TOK… TOK… TOK……

Aku tersentak saat menyadari suara ketukan dan bel dari arah pintu utama, dengan segera aku mengecilkan volume dvd player dan berlari ke arah pintu. Sesaat tangan ku agak ragu untuk membuka kunci apalagi untuk membuka pintu.

“YAA!! OH MI YOUNG!! Kalau sekali lagi aku membunyikan bel dan kau tidak keluar, aku bersumpah akan mengeluarkan mu dari special class

Bukankah suara ini….

“Oh Mi Young haksaeng, kalau sekali lagi kau bermain games saat upacara, akan kukeluarkan dari special class”-Flashback

Kang Seung Yoon!

Dasar! Dia masih saja menggunakan ‘ancaman’ yang sama! Tapi mau apa dia disini? -_-

BRAKK

“YAA!! Kang Seung Yoon ssi! Apa kau tak bosan mengancam mengeluarkan ku dari special class?!” Omelku langsung, tak mempedulikan beberapa orang yang sedang berjalan di lorong mulai menatap kami penuh minat. Lagi pula sekarang perhatian ku lebih tertuju pada pakaian yang digunakan Seung Yoon “Kenapa kau pakai topi dan kacamata hitam besar segala—-“

“Shtttt!!!!”

Sebelum sadar apa yang terjadi, Seung Yoon sudah menutup mulutku dan menarik ku masuk ke dalam apartment. Dia terlihat agak panik, atau lebih tepatnya sangat-sangat panik. Tapi dia tak perlu berlebihan sampai menyudutkan ku di pintu kan?

“Hmmppfffff…” aku memelototinya, sedangkan kedua tangan ku berusaha melepaskan tangannya yang kuat menahan tangan kiri dan mulutku.

“Ya! Aku ini idol! Aku tak ingin digosipkan macam-macam karena menjemput seorang gadis liar!”

Mwo? Dia mengatai ku ‘gadis liar’?Maka entah terinspirasi dari mana, aku langsung menggigit tangannya tanpa ampun.

“ARGHHH!!! YAAA!!! Kenapa kau gigit tangan ku?!!!!” Seung Yoon menatapku galak dan kemudian mengelus telapak tangannya. Jelas sekali bekas gigitan ku di sana, membuatku tersenyun puas. Pria sombong seperti ini memang sewaktu waktu perlu diberi pelajaran.

“WAE? Bukan kah kata mu aku adalah gadis liar?”

“Awas saja kau sampai aku terinfeksi gara-gara gigitan berbisamu itu!” gertak Seung Yoon, kali ini dia membuka topi dan kaca matanya

“Omoo.. baiklah aku akan sangat bersyukur kalau kau benar-benar terinfeksi” kataku sebal “Jadi kau namja yang dibilang Kris oppa akan menjemputku? Hari ini aku sial sekali”

“Wae? Kau seharusnya merasa beruntung! Banyak gadis yang mengantri hanya untuk melihatku” kata Seung Yoon sok sekali, sekarang dia mulai beranjak masuk ke dalam apartment Kris seolah bukan pertama kalinya dia ke sini  “Dimana barang-barang mu? kau hampir terlambat pindahan”

“Kau duduk saja, aku akan mengambilnya!” kata ku sambil berlari ke arah kamar, bisa gawat jika Seung Yoon tahu aku memutar lagunya. Tapi bagaimana mungkin namja childish seperti dia bisa bernyanyi sebaik ini?  Dan tadi aku berpikir kalau mungkin saja namja yang telah menyanyikan lagu ini- Kang Seung Yoon- adalah Pangeran Will? Impossible!

“Kau tak membantu ku?” aku menatap Seung Yoon tak percaya saat telah berhasil mengeluarkan tiga buah koper besar ku dari kamar. Seungyoon hanya mengangkat bahu.

“Kau lupa? Aku partner mu, dan bukan budakmu, melainkan sebaliknya, kau budak ku” kata Seung Yoon non senses sambil menekankan dua kata terakhir yang dia ucapkan, dengan tenang ia menggunakan kembali penyamarannya dan beranjak “Aku tunggu di parkir basement selama 15 menit, jika kau datang telat, aku tak menjamin jika aku sudah pergi duluan”

“YAA!! Kang Seung—“

“Dan satu lagi… panggil aku ‘Oppa’ seperti para fans ku lainnya“ perintahnya  dengan nada menyebalkan sebelum pergi begitu saja.

“Namja ituuuuu!!!!”

Detik ini! Aku, Oh Mi Young, bersumpah suatu saat akan membalas tingkah kekanakkannya!!

 

///****///

@Qualified School

17.30 KST

 

Suatu saat aku pasti membunuhmu Kang Seung Yoon!!! *jeritan hati*

“Oh Mi Young ssi, bukan kah seonsaengnim sudah menekan kan agar tidak terlambat heoh? Siswa tahun pertama lainnya sudah menempati asrama mereka masing-masing dan kau?”

“Jwesonghamnida Jong In sunbaenim” kata ku dengan agak enggan. Ya, seperti yang sebagian dari kalian bisa menebak, pada akhirnya Kang Seung Yoon meninggalkan ku! Padahal aku hanya terlambat kurang dari semenit untuk membawa semua barangku ke basement. Dan ketika aku sudah sampai di QS, dia sama sekali tak kelihatan batang hidungnya. Yang ada malah namja berkulit gelap ini yang mengaku sebagai siswa tahun kedua Special Class sekaligus ketua asrama kami.

“Baiklah, lalu dimana partner mu?”

Aku mengangkat bahu ku dengan malas “Dia kabur”

“MWO?”

“Ah.. daripada itu, aku penasaran, bagaimana caranya kita akan ke asrama? Ada lift tentunya kan?” tanya ku sambil menatap bangunan besar yang menjulang di depanku. Bagian bawahnya terdiri dari bebatuan-bebatuan besar yang seolah ditumpuk begitu saja dengan rapih sedangkan bagian puncaknya berupa bangunan bergaya victoria dengan sentuhan lebih modern. Mungkin dari dasar tingginya lebih dari 60 meter.

“Hahhaha… kau bercanda? Kita akan menggunakan heli, tapi jika partnermu tidak datang dalam waktu 5 menit, aku akan meninggalkan mu di sini. Karena tidak seperti yang kau duga, bangunan asrama kami tidak ada lift melainkan tangga biasa”

“Menaiki tangga….pasti membutuhkan waktu berjam jam” Aku menatap kembali bangunan di depan ku dengan speechless.  Jika saja aku punya kekuatan untuk teleportasi, mungkin lain ceritanya. Mataku sekarang menyapu sekeliling, berusaha mendapati sosok congkak yang tadi meninggalkan ku dengan entengnya. Tapi bukan sosok Kang Seung Yoon yang kulihat, melainkan namja yang sedikit lebih pendek dari Seung Yoon dengan mata yang lebih besar dan wajah lebih cute.

Sebentar…. Bukankah namja itu …Aku benar-benar hampir lupa pada partner ku satu lagi

“Do Kyung Soo sunbaenim”

“Maaf aku terlambat” kata Kyung soo sunbae yang kemudian berdiri di sebelahku, bersamaan dengan angin yang bertambah kencang saat aku sadari sebuah helikopter semakin mendekat untuk perlahan berhenti di lapangan depan kami sekarang berdiri.

“D.O hyung… kau dan gadis ini…” Jong In sunbae menatap ku dan Kyung Soo dengan tatapan tak percaya, sepertinya dia lebih terkejut dariku saat melihat Kyung soo  sunbae di sini.

“Dia partner ku Kai ya, ah… karena acara di SBS pasti kau tak melihat detail pengumuman partner kemarin”

Jong In menganguk dan tak berkata apapun hingga helicopter akhirnya mendarat. Aku menelan ludah ku, ntah mengapa aku merasa agak takut menaiki benda aneh yang terdengar sangat berisik ini.

“Pertama kalinya?” Tanya Kyung soo di sebelahku, dia sama sekali tak repot-repot untuk memalingkan wajahnya ke arah ku.

“Nee sunbaenim”

“Kau akan terbiasa, kajja” ujar Kyung soo lagi, dan seolah itu adalah hal paling wajar di dunia, dia menggenggam tangan ku dan menarikku ke arah heli. Sungguh berbeda 180 derajat dari cara Seung Yoon menarik tangan ku paksa tadi siang. Mungkin sebenarnya Kyung soo sunbae tidak semenyebalkan yang aku pikirkan.

“Oh ya..” kata Kyung Soo sunbae lagi setelah kami duduk di kursi penumpang helikopter, sedangkan Jongin sunbae duduk di bangku ko-pilot. Aku yang sebelumnya menundukkan wajah dengan agak ragu menengok ke arahnya. “Panggil saja aku ‘oppa’”

“Heoh?” aku mengerjapkan mata, tak percaya dengan pendengaran ku sendiri. Bersamaan dengan itu Kyung soo melepaskan tangannya dari tangan ku dan menepuk kepalaku sekilas sebelum memajukan badannya untuk berbincang dengan Jongin yang duduk di depannya.

Perlahan aku memegang rambutku yang sedikit berantakan, sepertinya aku memang tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran partner ku satu ini. Saking kepikirannya aku tidak sadar bahwa benda berisik ini sudah lepas landas dan membawa kami ke asrama special Class.

 

***///***

@Asrama Special Class

 

“HEY!!! ANGRY GIRL!”

Aku memicingkan mata begitu mendengar suara yang aku kenal memanggil ku, dan benar saja  tak lama Zelo sudah muncul dan berlari ke arah ku yang baru saja keluar dari kamar. Mood ku sedang tidak baik sekarang, jadi aku tak repot-repot untuk tersenyum.

Bagaimana tidak baik jika saat tadi aku sampai di kamar ku sejam yang lalu, Kang Seung Yoon dengan wajarnya seolah tak terjadi apapun ia keluar dari kamarnya yang berada tepat di sebelah ku! Dengan entengnya dia meninggalkan ku yang sedang mendorong koper, Kyung Soo oppa saja membantuku membawa nya sampai kamar. Oh ya perlu kuberi tahu, ternyata setiap kelompok partner memiliki kamar bersebelahan, jadi kamar ku tepat berada di tengah tengah kamar Seung Yoon dan Kyung Soo oppa. Aku tidak tahu harus senang atau tidak bersebelahan dengan Kyung Soo oppa yang begitu misterius, tapi pasti aku sial sekali harus bersebelahan dengan Kang Seung Yoon!

“Kamar ku tepat di bawah lantai mu ini” kata Zelo tanpa kutanya, dan dengan sok akrab dia merangkulku. Aku mengerjapkan mata bingung saat kusadari seorang gadis cantik telah berada di belakang Zelo. Rambutnya yang lurus dan hitam terlihat berkilau, dia tersenyum anggun.

“Dia..”

“Ahh…. Ini Shin Ae noona, partner ku shtt… jangan beritahu siapapun, sebenarnya dia noona kandung ku”

“Noona mu?” aku memutar mataku, aku kira gadis cantik ini lebih pantas menjadi adiknya.

“Panggil saja aku Shin Ae eonni, Mi Young ah-, ahhh tapi apa benar kau tidak ingat aku? Padahal—“ Zelo tiba-tiba  saja menginjak kaki Shin Ae eonni “YAA!! CHOI JUN HONG! Arraseo.. aku tak akan mengatakkannya, aigoo… “

“Eonni… apa maksudmu bahwa ‘aku tidak ingat?’apa kita pernah bertemu?” tanya ku waspada, suatu kemungkinan tiba-tiba melintas di otakku. Bagaiman jika kedua bersaudara ini sebenarnya alien dari Zallua juga? Bagaimana jika Zelo adalah …

“Anni Mi Young ah, hahhaha~~ ah, Taehyun mencariku” gadis itu mengangkat teleponnya yang berdering “Aku pergi duluan, bye!”

Dan dengan agak tergesa Shin Ae eonni pun bergegas, meninggalkan aku dan Zelo yang masih berdiri di depan kamar ku.

“Sekarang bukan kah sudah waktunya makan? Ayo kita ke ruang makan” ajakku pada Zelo, dan kami pun mulai menelusuri lorong lorong bangunan ini. Walau terlihat antik dari luar, dari dalam gedung ini tak ubahnya seperti gedung hotel bintang 5. Lantainya dilapisi karpet abu-abu yang empuk dengan lampu-lampu bagus yang menggantung di langit langit.

“Ah… kau pasti berpikir aku beruntung punya noona seperti dia kan?” Zelo menarik nafas panjang  saat mulai bercerita dan kemudian menepuk nepuk kepalanya “Jangan tertipu dengan kesan pertamanya, sebenarnya dia itu gadis yang ‘mengerikan’, dan trouble maker kelas kakap. Walau sekarang sih setelah berhubungan dengan Taehyun hyung, dia tampak lebih terkontrol”

“Taehyun?” aku mengerjapkan mata “Apa mungkin kau mengenal semua member Special class, Zelo ya?”

“Coba kuingat, special class dari kelas 1 seperti yang kau tahu, ada aku, kau, Hanbin, Chan Ri dan Jong Up. Lalu di kelas 2, ada oppa mu Oh Sehun, noonaku Choi Shin Ae, Nam Taehyun hyung, Jong In hyung dan Seung Yoon hyung. Sedangkan di kelas 3 ada Do Kyung Soo hyung, Song Mino hyung, Yoo Young Jae hyung dan Park Hanhee noona” kata Zelo tanpa sekalipun menatapku karena entah sejak kapan dia sudah sibuk dengan phablet di tangannya.

“Sebentar, special class di kelas tiga hanya empat orang?”

“Nee… aku tak tahu kenapa hanya 4” kata Zelo cuek “Dan kau pasti ingin tahu ini juga kan?

Aku pun membaca apa yang disodorkan Zelo

Kelompok Partner

1. Kang Seung Yoon – Oh MI Young – Do Kyung Soo (Vocal)

2. Choi Jun Hong/ Zelo  – Shin Ae noona (Dance)

3. Hanbin – Mino hyung (Rapp)

4. Chanri – Young Jae hyung (Vocal)

5. Jongup – Kai (Dance)

“Ada vocal, rapp dan dance, maksudnya?”

Zelo mengangkat bahunya “Kata Shin Ae noona, biasanya partner memiliki kesamaan dalam bidang seni  yang dikuasainya”

“Vocal….” Gumamku tanpa sadar, tiba-tiba teringat saat aku ujian masuk. Salah satu seonsaengnim yang mengetes kemampuan olah vocal ku tak henti-hentinya mengejek suara ku yang tidak berkarakter karena yang bisa kulakukan adalah meniru suara penyanyi yang telah ada. Dan itu pun tidak persis 100% karena aku sering offtune. Tapi yang paling parah adalah setelah bernyanyi aku akan mulai menangis, ntah mengapa sepertinya hatiku seperti dilingkupi rasa bersalah setiap selesai bernyanyi.

“Itu tebakan ku saja, soalnya kemampuan bernyanyi Seung Yoon dan Kyung Soo hyung sangat hebat, jangan-jangan suaramu juga bagus! ah… itu Jongup! Sebentar ya!” Zelo pun mendahuluiku untuk berlari ke arah seorang namja yang baru saja keluar dari kamarnya. Aku menghentikan langkahku, ragu apakah akan menunggu Zelo yang sekarang sedang berbincang dengan Jongup atau pergi duluan. Aku sudah melihat dan mengingat seluruh denah bangunan asrama ini jadi aku tak perlu takut tersesat.

Drrrttttt drtttttttt……..

Getaran ponsel di saku baju ku membuat lamunanku buyar, dahiku mengerut saat sebuah nomor yang tak kukenal memanggilku. Dengan agak ragu akhirnya akupun menerimanya.

“Yoboseyo?”

“Oh Mi Young ssi, bisa kah kau ikut dengan ku setelah makan malam?”

Suara ini… “Ah… Do Kyung Soo oppa?”

Tapi darimana dia mendapatkan no telepon ku?

 

////

 

@Atap Asrama Special Class

 

Aku mengeratkan jaketku saat angin malam di musim gugur menyapu tubuhku. Rasanya aku ingin merutuki diriku yang malah menggunakan rok pendek dan jaket tipis, jika saja aku tahu akan keluar, tentunya aku tak akan kedinginan seperti ini. Tapi perhatian ku segera teralih ketika tatapan mataku tertuju ke arah langit bintang-bintang berkilauan yang terlihat begitu mencolok dengan latar belakang langit berwarna hitam. Sepertinya aku harus menarik ulang kata-kataku yang mengatakan langit malam di bumi tidak semenarik langit malam di Planet Zallua.

“Akhirnya kau datang juga..”

“Kyungsoo Oppa?” Sesaat aku tersadar bahwa sudah ada seseorang yang menatap ku dari kejauhan. Tatapannya sama sekali tak bisa kuartikan, tapi yang bisa kuyakinkan itu adalah tatapan yang tidak bersahabat. Dengan agak penasaran –dan entah mengapa gugup- aku melangkahkan kaki ku ke arah Kyungsoo oppa yang sedang menyandarkan tubuhnya di ujung pagar.

“Akan kutegaskan satu hal” kata-kata Kyung soo oppa membuatku berhenti saat jarak kami hanya tingal dua –tiga meter saja “Aku tidak menyukai mu!”

“M..mwo?”

“Aku memang tidak bisa menolak karena sudah jadi keputusan pihak sekolah jika aku harus berpasangan dengan mu, tapi kau perlu ingat satu hal, aku tidak menyukai mu! Jadi jangan membuat ku terlibat dengan masalah yang tidak perlu!”

Aku berdecak kesal saat begitu saja Kyungsoo melewatiku dan terus berjalan ke arah pintu. Aku pikir dia berbeda dengan Kang Seung Yoon, tapi ternyata mereka berdua sama saja! Kenapa sih tidak bisa bersikap bersahabat sedikit?

“YAA! DO KYUNG SOO SSI! JJAMKAMAN!”

Sesaat sepertinya panggilanku membawa dampak, karena Kyung soo oppa sekarang sudah menghentikan langkahnya.

“Kenapa kau tidak menyukai ku?”

Kyungsoo mendengus “Memangnya aku tak tahu bagaimana gadis yang tak bisa bernyanyi seperti mu bisa ada di Qualified School of Arts bahkan sampai masuk dalam special class? Aku paling benci orang tak berbakat yang memaksakan diri dengan dibantu koneksi orang lain”

“Mwo…?”

“Aku tahu semuanya Oh Mi Young ssi, jauh daripada yang kau bayangkan” ujar Kyungsoo kemudian , ia pun kembali melangkahkan kakinya hingga sampai ke pintu keluar. Kali ini dia mengengok ke arahku. “Aku sarankan, lebih baik kau menyerah dan kembali ke tempat asalmu saja!“

“Wae?”

“Apakah tidak jelas? Kau hanya akan menganggu saja Oh Mi Young!”

========|| Still  Mi Young PoV ||=======

Keesokkan harinya

@Vocal Class

 

“Seonsaeng, Jadi aku harus datang bersama partner ku?”  aku menatap guru ku tak percaya. Aku benar-benar tak habis pikir dengan sistem pendidikan di sekolah ini! Di beberapa kelas seni, siswa kelas 1 harus menghadiri kelas bersama partner mereka masing-masing!

“Memangnya kau belum diberitahu heoh?”

Kukira itu hanya lelucon, pikirku sambil berusaha mengalihkan wajahku dari Young Bae seonsaeng. Aku menatap teman-teman ku dan partnernya yang telah duduk di kelas kami dari balik pintu, tampaknya partner mereka tidak kesulitan untuk datang.  Zelo menatapku, sesekali ia mengembungkan pipinya dan diam-diam menatap marah ke arah Seungri seonsaeng dan alhasil, Choi Shin Ae, noonanya menjitak kepalanya. Chan Ri menggigit bibirnya, sepertinya dia malah terlihat lebih cemas dibanding siapapun di kelas, sedangkan siswa lainnya tidak peduli dan sibuk menekuri alat musik mereka masing-masing.

“Seonsaengnim….”

“Yaa! Aku tak akan mempan dengan aegyo mu!” sekarang Seung ri seongsaeng sudah memegang gagang pintu “Bawalah salah satu parnermu untuk masuk ke dalam kelasku!”

DRAKKKK

*pintu kelas di tutup rapat*

“Ah.. eothokkhe…” aku menggeram pelan menatap pintu di depan ku yang telah tertutup.  Entah mengapa aku memang sudah mendapat firasat buruk ketika bertemu dengan seonsaengnim yang satu ini, dan ternyata dia memang keras kepala. Setelah terdiam beberapa saat dan memastikan Seung ri seonsaeng tidak berubah pikiran, aku pun berbalik dan menjauhi kelas. Hanya berjalan saja, yang jelas aku harus berpikir.

“Partner…. Kyungsoo oppa?”

Atau… mungkin dia Pangeran…

Akan kutegaskan satu hal, Aku tidak menyukai mu!

“Anni..anni…” aku langsung menepis keinginan untuk mencari Kyungsoo oppa apalagi menganggap dia mungkin saja Pangeran Will, bagaimana pun dia sepertinya tidak menyukaiku. Dan partner ku satu lagi, ahh .. aku langsung menggelengkan kepala, entah mengapa perasaan ku tidak enak ketika mengingat namja bernama Kang Seung Yoon itu.

Tringg…..

Aku langsung mengambil hp ku yang bergetar, nomor tak dikenal. Aku mengerutkan dahi. Bingung. Siapa yan menelponku saat jam sekolah seperti ini?

“Yobose—“

“YAA!!  PABOYA! Kudengar Seung ri seonsaeng tidak membiarkan kau masuk kelas ya?!”

“Seung Yoon ssi?” Aku sampai melepaskan ponselku dari telinga saking terkejutnya, sejenak mataku melihat sekeliling, berusaha menangkap sosok namja annoying yang aku yakin sedang menyeringai lebar melihat penderitaanku. “YAA! Kau dimana?! Ah..”

Bingo!

“Ckkk.. apa mata mu kabur? Perlu waktu lebih dari semenit kau menyadari kalau aku di atas sini” kata suara disebrang saat mata kami bertemu. Saat ini Seung Yoon, dengan tubuhya yang dibalut pakaian serba hitam dengan beberapa aksesoris yang mencolok tersenyum sinis saat menyadari aku telah menemukannya berdiri di koridor lantai dua gedung perpustakaan. Tumben sekali wajah menyebalkannya itu dibingkai kaca mata transparan ber-frame bulat.

Aku menurunkan pandangan ku, merasa sedang tidak mood untuk bercanda saat ini “Kalau kau hanya ingin meledekku, aku akan—-“

“JJAMKAN!!! Jangan matikan telponnya!”  suara Seung Yoon terdengar panik sesaat, dengan malas aku mendongak lagi.

“WAE? BELUM PUAS KAU MELIHATKU DIUSIR DARI KELAS?”

“YAA!!K..KAU!!” Seungyoon menatap galak ke arahku, jelas sekali senyumannya telah menghilang “Lebih baik kau kesini dalam waktu 5 menit atau aku tidak akan pernah mau ikut kelas vocal bersamamu!”

“Heoh…?”

Piipppp

Sambungan terputus. Sekarang Seung Yoon mengacungkan telunjuknya ke arahku dan memberi isyarat untuk ke tempatnya sekarang. Dan setelahnya dia mengibaskan telapak tangannya di lehernya seolah mengatakan –kau- akan- mati- jika -tidak –datang.

Namja ini pasti sudah tidak waras!

***//***

@Perpustakaan lantai dua. Gudang

 

“MWO? Aku harus membereskan semua ini?” aku menatap marah ke arah namja berpakaian serba hitam yang masih menenteng gitar di punggungnya. Dengan soknya, dia sudah duduk di salah satu sofa bekas yang masih terlihat bagus, matanya menatapku puas.

Aku memandang sekeliling gudang yang terlihat kacau dengan buku-buku  lama yang tertumpuk dan bertebaran begitu saja, belum lagi di sekeliling kami terdapat rak-rak buku besar yang telah beralih fungsi menjadi rak penyimpanan apa saja, mulai dari alat-alat instrument musik yang telah rusak hingga peralatan olahraga yang telah usang.

“Yang perlu kau kerjakan adalah singkirkan barang-barang di rak, lalu pindahkan dan susun buku-buku yang bertumpuk itu di rak sesuai abjad” kata namja yang tak lain adalah Seung Yoon, oh..please! Aku tak akan pernah memanggilnya dengan embel-embel ‘oppa’. Dia sama sekali tidak pantas!

Remember, You’re my slave Oh Mi Young” tambahnya lagi. Sungguh sekarang aku benar-benar ingin meledak dan menghajarnya.

“Tapi—“

Seung Yoon membuka kacamatanya dan menunduk untuk memijit  ringan keningnya. Mau tak mau aku menangkap jika dia sama sekali belum tidur dan mungkin saja merasa pusing. Tapi perlakuan Seungyoon dari awal bertemu sampai detik ini membuatku sama sekali tidak bersimpati padanya.

“Kau.. baru pulang?”

Jangan salah sangka! Aku.. Oh Mi Young hanya berbasa-basi dan sama sekali tidak khawatir dengan namja menyebalkan satu ini!

“Nee… aku baru pulang, dan sialnya Yunho seonsaeng menghukumku membersihkan gudang ini karena kabur dari stage kemarin”

“Kabur?”

Seung yoon tak membalas pertanyaanku malah sibuk menaruh gitarnya di bawah sofa. Sedetik kemudian matanya terpejam dan perlahan kepalanya terkulai di bantalan sofa. Tertidur dengan nyenyaknya. Aku menghembuskan nafas panjang, berpikir akan mengambil kesempatan ini untuk kabur saja.

Tapi ntah mengapa langkahku menjadi berat saat aku berbalik dan menjauhinya, maka setelah terdiam beberapa saat, berbalik kembali untuk menatap Seungyoon yang tertidur, menggaruk kepalaku yang tidak gatal, dan kemudian menatap buku-buku yang bertumpuk aku pun kembali masuk ke dalam gudang. Tanpa kusadari sebuah senyum simpul tercipta di bibirku saat berpikir bahwa dengan mudah aku bisa menyusun buku-buku itu sesuai dengan abjad dengan kemampuan fotografis milikku.

“YOSH! Baiklah!! Kali ini kau berhutang padaku Kang Seung Yoon!”

 

***/Author PoV/***

 

DEG

Seungyoon yang terbangun tiba-tiba langsung menegakkan punggungnya. Waspada. Nafasnya memburu bersamaan dengan peluh yang telah mengalir di pelipisnya, nyaris membanjiri wajahnya.  Kedua tangannya bergerak lincah mencari sapu tangan di saku-saku jaketnya dan alih alih ia menemukan tissu yang langsung ia gunakan untuk mengelap peluhnya.  Matanya menatap liar ke sekelilingnya dan perlahan hatinya merasa sedikit lebih baik setelah menyadari bahwa yang dia lalui tadi hanya mimpi. Ya.. mimpi yang terus terulang.

Sekarang Seungyoon memajukan badannya sedikit untuk melihat lebih jelas gadis yang sedang memasukkan buku-buku ke dalam rak. Perasaan tak nyamannya mendadak sirna  saat ia tahu bahwa gadis yang dia pikir cuek itu tidak meninggalkannya saat tertidur. Bahkan sekarang senyum tipis  tercipta di bibirnya saat menyadari gadis itu terkadang bicara sendiri.

Dasar gadis aneh, kalau gadis lain, pasti sudah melarikan diri atau paling parah menggunakan kesempatan tadi untuk melakukan hal yang aneh padaku pikir Seungyoon dalam hati.

Ya, Oh Mi Young tanpa sadar telah membuatnya merasa nyaman, membuat Seungyoon merasa mimpi buruknya beberapa menit lalu hanyalah khayalan yang nyaris tak berbekas.

“Ahhh…. Buku ini sama seperti yang dipunya Sehun oppa, sebentar.. bukan kah ini..” Mi Young terus sibuk menyusun buku sambil berbicara sendiri, hingga Seungyoon menyadari kalau dirinya sudah terlalu lama menatap Mi Young.

“Aishh.. jinjja.. pasti ada yang salah dengan sel otakku sekarang” rungut Seungyoon lagi, tak sengaja matanya menangkap jam. Sudah jam 11 siang. Itu artinya sudah 3 jam dia dan Mi Young bersama di ruangan ini, dan benar saja gudang perpustakaan sekarang sudah jauh lebih bersih dan tertata dibanding sebelumnya. Matanya sekarang kembali pada Miyoung yang belum menyadari jika sekarang partnernya itu telah bangun. Dahi Seungyoon mengerut dalam menatap Mi Young yang sama sekali tidak terlihat lelah.

“Nah.. sekarang rapi kan!” kembali Mi young melakukan self talking, ia mundur beberapa langkah untuk melihat lebih jelas buku-buku yang telah ia bereskan dan tanpa gadis itu sadari kakinya menyenggol rak buku di belakangnya.

Dan semuanya terjadi begitu cepat. Seung Yoon yang menyadari sebuah vas usang besar di atas rak hampir saja terjatuh menimpa Mi Young langsung berlari untuk menangkap Mi Young, memeluknya. Menyelamatkannya.

PRAANGGG

Suara pecahan vas memekakkan telinga, membuat Miyoung menutup matanya erat-erat. Sedetik yang lalu, gadis itu pikir dia pasti tidak akan selamat. Tapi sekarang, otaknya mulai kembali bekerja. Dengan jelas ia bisa merasakan ada yang memeluk tubuhnya erat, hingga ia bisa merasaka detak suara jantungnya sendiri yang seirama dengan pria yang dipeluknya. Tapi bukan itu yang membuatnya terkejut, melainkan karena sekarang Miyoung bisa merasakan nafas yang bukan miliknya begitu dekat dengan wajahnya.

Dan bibir tipisnya telah terkunci  oleh sesuatu yang lembut dan hangat.

“Hmpfff…” Mi Young mendorong Seungyoon sekuat tenaga, membuat namja itu menyadari kesalahannya dan buru-buru melepaskan tubuh mungil Mi Young.  Wajah gadis itu terlihat seperti mau menangis, sementara tangan mungilnya menutup bibirnya. Jelas terlihat shock.

“A..aku.. tidak sengaja! Aku.. hanya— “ Seungyoon benar-benar gelagapan sekarang.

“AKU BENCI KAU!!!!” Teriak Mi Young sebelum ia berdiri dan berlari keluar dari gudang. Seungyoon yang masih terkejut hanya terpaku menatap pintu yang baru saja dilalui Miyoung tadi. Perlahan tangannya memegang tempat dimana jantungnya bersemayam. Jelas sekali terasa perih karena kata terakhir Mi Young.

“Apa mungkin … aku pada Miyoung….” Seungyoon menggelengkan kepalanya kuat sebelum berdiri dan berjalan ke luar gudang. Sama sekali tidak berniat untuk membereskan bekas kekacauan di dalam.

 

===========|| Author PoV||===========

@Keesokkan harinya, Jam istirahat

 

“Yaa… hyung!, kau dingin sekali pada partnermu” sindir Kai ketika mereka berdua melewati Special Class 1. Tadi D.O dengan cueknya melewati seorang gadis berambut ikal yang terlihat kesal.

“Bukan urusan mu” jawab Kyungsoo ringan, ia pun duduk di kursi kantin sambil melihat buku menu dengan tidak berselera sedangkan Kai yang duduk di hadapannya telah teralihkan perhatian sepenuhnya pada seorang gadis yang baru saja masuk ke kantin. Gadis itu melambai ke arah Kai dan Kyungsoo sebelum berlari ke arah ahjusshi penjual es krim.

“Hanhee noona”

“Biar kutebak, kau belum mengatakan perasaan mu pada Hanhee kan?” Kyungsoo menatap Kai yang sekarang masih menatap Park Hanhee, gadis berambut cokelat yang sekelas dengannya dan tanpa mempedulikan pertanyaan Kyungsoo, Kai sudah melesat mendekati Hanhee.

Baru saja Kyungsoo berpikir untuk meninggalkan kantin, sebuah tangan telah memegang bahunya.

“O… oppa… mian…”

“Mwo?” Kyungsoo melipat dahinya dalam-dalam, agak terkejut ketika mendapati seorang gadis kecil yang kira-kira berumur lima atau enam tahun sedang memandanginya. Tapi sesaat kemudian senyumnya mengembang saat menyadari betapa cute nya dia. “Kau kelihatan kebingungan, ada yang bisa oppa bantú?”

tumblr_m4qlaqkwNl1ruis0uo1_500

Sekarang gantian gadis cilik itu yang melipat dahinya dan mendelik curiga, seolah ia terkejut dengan perlakuan ramah Kyungsoo.

“Wae? Oppa bukan orang jahat” ujar Kyungsoo lagi, kemudian namja tampan itu melihat ke sekeliling “Kau datang dengan siapa? Bagaimana bisa kau ada di sekolah ini?”

“Aku mencari seseorang” jawab gadis itu singkat “Oppa, apa kau tahu dimana kelas 2 special class? Atau.. dimana aku bisa melihat denah sekolah ini”

Kyungsoo berpikir sesaat, agak terkejut karena alih-alih meminta Kyungsoo mengantarnya, gadis kecil itu malah meminta petunjuk saja. Tak lama, Kyungsoo pun berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah gadis kecil itu. “Di papan pengumuman dekat pintu masuk kantin, ada denah sekolah ini, kau mau lihat?”

Gadis cilik itu menganguk dengan semangat dan menerima uluran tangan Kyungsoo. Senyuman gadis cilik itu terasa familiar dan menyenangkan di benaknya, membuatnya melupakan fakta bahwa jika ia tidak berhati-hati mungkin saja bisa membuat gadis cilik itu dalam bahaya.

“LAUREN!”

“SEHUN OPPA!!!”

“Heoh?” Kyungsoo hanya bisa termangu saat gadis kecil itu melepaskan genggamannya dan berlari kecil ke arah seorang namja jangkung yang telah menunduk dan merentangkan kedua tangannya seolah siap untuk memeluk gadis itu. Dan tanpa ragu, gadis cilik yang dipanggil Lauren itu memeluk Sehun dengan erat.

“Kenapa bisa begini? Aku benar-benar cemas Lauren ah!” kata Sehun sambil menggendong gadis kecil dipelukannya, tak sengaja matanya bertatapan dengan bola mata Kyungsoo.  Dan seketika itu, seolah menyadari sesuatu, Sehun langsung memalingkan tatapannya dari Kyungsoo

“Kau kakak gadis ini?”

Sehun tak menjawab apapun dan hanya berbalik untuk membawa Lauren  yang digendonganya pergi. Kyungsoo menarik nafas panjang saat melihat tatapan Lauren padanya saat semakin mereka menjauh, jika saja mungkin… ia ingin sekali tahu apa yang dipikirkan oleh gadis kecil itu.

Tapi sayang, kekuatannya tidak berlaku untuk anak kecil.

“Gadis kecil itu …” Dahi Kyungsoo mengerut, entah mengapa dia merasa masih penasaran dengan anak kecil bernama Lauren itu. Ada perasaan dia pernah melihatnya di suatu tempat. Maka untuk memenuhi rasa penasarannya, ia pun berjalan cepat ke arah koridor tempat Sehun dan Lauren tadi menghilang.

Kyungsoo terus berjalan cepat dan melihat sekeliling. Sedapat mungkin ia berusaha terlihat wajar dan memasang muka poker face nya saat para adik kelas menyapanya atau saat kerumunan fan girl dari regular class berbisik heboh saat melihatnya. Setelah naik ke tahun ketiga, Kyungsoo memang jarang menapakkan kaki di gedung kelas tahun kedua.

Setelah mencari lebih dari setengah jam dan tak mendapati jejak Sehun ataupun Lauren, ia pun akhirnya menyerah. Ia pun berbelok hendak meninggalkan gedung klub yang berada di samping gedung kelas, hingga suara yang dikenalnya membuat namja itu menghentikan langkahnya.

“Katakan! Bagaimana mungkin kau bisa berubah menjadi Lauren?” Suara Oh Sehun terdengar dingin dan kesal.

Berubah menjadi Lauren?

Perlahan Kyungsoo mengintip melalui jendela kecil yang terbuka. Tidak terlalu besar terbukanya, tapi cukup jelas untuk melihat kedua kakak beradik Oh yang sekarang sedang berdiri saling berhadapan di sebuah ruangan klub. Mata besar Kyungsoo menyapu ruangan di dalamnya, tapi sama sekali tidak menemukan sosok Lauren yang setengah jam lalu dibawa oleh Sehun. Hanya ada Sehun dan Miyoung sekarang. Kyungsoo tak bisa melihat Miyoung karena membelakanginya, tapi ia mengenali warna rambut dan proporsi tubuh gadis itu.

“Oppa.. sudah kubilang, bukan keinginan ku menjadi Lauren” ucap Miyoung terdengar frustasi dan kesal “ Tapi bagaimana lagi… gara-gara namja sialan itu, aku berubah menjadi anak-anak”

Mata Kyungsoo melebar, otaknya berusaha mencerna hal yang baru saja ditangkap di indra pendengarannya.

Mi Young bisa berubah menjadi anak-anak?

== TBC==

annyeongg ^^ akhirnya kunang kembali, huaaa miannn lama yah (?) *dibuang sok PD da yg nunggu

hmm kalo ada yg pernah baca FF SFI (Super Fantasy Idol) punya Kunang & Azumi, pasti langsung inget Zelo yang bisa jadi anak kecil (Leo) kalau di tempat gelap, nah kalau Miyoung kira-kira kenapa ya?? kkkk~ dan apa si kyungsoo bakal ngelaporin ‘keanehan’ miyoung ke kyu seonsaeng? trus si seungyoon .. kyaa >,< gw ga relaa /dibuang/

so jadi karena ‘sesuatu’/coba tebak?/ Miyoung bisa berubah jadi anak kecil~ aaaa ketauan dio

eh ada yg udah bisa nebak siapa pangerannya? huaa miannn part ini zelo kurang ngeksis >,<

please feel free to leave any comments, thank you ❤

Advertisements