Tags

, , , , , , ,

PicsArt_1402790130276

Title : Qualified School (QS), Chapter 3 : Meeting with Zelo’s Mother

Author : Kunang | Main Cast : Do Kyung Soo/D.O (EXO-K), Oh Mi Young (OC), Choi Jun Hong/Zelo (B.A.P), Kang Seung Yoon (Winner)| Support Cast: Kyuhyun (SuJu)Kris (EXO-M),Sehun(EXO-K), Jongup(B.A.P), Taehyun (Winner), Mingi (OC), Chanri (OC), Shin Ae (OC), Hanbin (Team B) & the others, find by your own |  Length : Chaptered | Genre : Family, romance, school life, friendship, fantasy | Rating  : PG-15

Warning : typo, kunang belum sempet 100% edit T.T

Disclaimer       : Mi Young milik Kunang, Min Gi milik my twin sist Chea, Shin Ae milik Azumi dan Chanri milik naeui dongsaeng purplefy. sedangkan member EXO, BAP dan Winner milik mereka sendiri. Cerita ini murni milik dari weird- happy- chicken maniac– Kunang, plagiat jauh-jauh sebelum di buang sama Kyungsoo keujung dunia.

Summary         : Oh Mi Young, gadis nekat, cuek, keras kepala dan selalu memandang sesuatu dengan positif. Dia adalah gadis yang selalu berambisi kuat mencari pangeran yang minggat dari planet asalnya. Ya, tidak ada yang tahu bahwa gadis ini sebenarnya adalah alien dari planet Zallua dan memiliki kekuatan spesial yang tidak biasa. Tapi tampaknya hidup di bumi tak semudah yang ia bayangkan apalagi saat ia harus masuk di dalam sekolah khusus, Qualified School of Arts dan terlibat dengan namja ter-annoying sedunia Kang Seung Yoon, namja ter-jahil sedunia Choi Jun Hong dan namja ter-misterius sedunia Do Kyung Soo. Akan kah gadis ini mencapai tujuannya?

Resume Previous Part : Hari hari pertama Mi Young sebagai siswi special class tidak berjalan sesuai keinginannya. Sesuai dugaannya, Seungyoon sama sekali tidak berniat menjadi partnernya. Dan tanpa alasan yang jelas, sepertinya Kyungsoo membenci Miyoung. Apa yang akan Miyoung lakukan jika rahasianya selama ini tiba-tiba diketahui Kyungsoo?

A/N : Buat yang lupa tentang Qualified School, di sekolah ini dibagi menjadi kelas reguler dan kelas special. Dan Miyoung serta cast lainnya berada di Special Class (SC), pembagian kelasnya sbb:

SC 1 (tahun pertama) : Oh Miyoung, Zelo, Kim Hanbin, Lee Chanri, Moon Jongup

SC 2 (tahun kedua) : Kang Seungyoon, Kim Jongin, Choi Shinae, Nam Taehyun, Oh Sehun

SC 3 (tahun ketiga) : Do Kyungsoo, Song Mino, Yoo Youngjae, Park Hanhee

ok, happy reading ^^

===.: Oh Mi Young  PoV :.===

@Basket Club Room, Qualified School

“Katakan! Bagaimana mungkin kau bisa berubah menjadi Lauren? Siapa yang melakukannya padamu Oh Miyoung?!”

Sudah lama aku tak melihat Sehun oppa semarah ini padaku. Matanya yang tajam menatap lurus kepadaku tanpa berkedip, dan aura berat yang dikeluarkan olehnya cukup membuatku sulit untuk merangkai kata-kata. Apa yang harus kulakukan? Tidak mungkin aku mengatakan jika aku berubah menjadi diriku yang berumur 5 tahun tadi adalah gara-gara accidental kiss denganKang Seungyoon. Jika kau memiliki saudara dengan kekuatan berbahaya seperti oppa ku, bukan pilihan bijak mengadukan seseorang padanya.

Aku menggigit lidahku sebelum mengeluarkan keberanianku untuk berdebat. “Oppa.. sudah kubilang, bukan keinginan ku menjadi Lauren” kataku. Sehun oppa mengedip sekali dan memiringkan kepalanya, aku merasa dia meragukanku. “ Tapi bagaimana lagi… gara-gara namja sialan itu, aku berubah menjadi anak-anak”

“Namja sialan?”

Miyoung pabo!! Kenapa kau keceplosan!

“Siapa namja sialan itu Oh Miyoung?” Sehun oppa sekarang berjalan mendekatiku yang sekarang masih menunduk sambil merutuki diriku yang keceplosan. Tapi tanpa kuduga, Sehun oppa mengulurkan tangannya hendak  menyentuh kepalaku dan refleks membuatku mundur ke belakang.

“Oppa?” aku mendongak dan mendapati raut wajah Sehun oppa telah berubah menjadi sedih, seolah sebelumnya aku telah menyakiti hatinya. Dan aku tahu, aku telah menorehkan luka di hatinya, anni… seharusnya aku tidak takut pada oppaku, seberapa menakutkannya dulu pun dia tidak pernah menyakitiku.

“Apa kau masih takut pada oppa, Miyoung-ah?”

Aku hanya menggelengkan kepala dan membiarkan Sehun oppa sekarang memelukku erat.  Aku tidak takut pada Sehun oppa, aku hanya takut, jika ‘kekuatan’ itu menguasainya, jika itu terjadi, Sehun oppa akan berubah menjadi sosok yang tak kukenal.

DRAKK

Suara sesuatu berbahan logam terjatuh atau tertendang dari luar membuat aku dan Sehun oppa melepas pelukan kami, dengan cepat kakak ku itu membuka pintu ruang club sedangkan aku mengikutinya dari belakang. Dan ketika keluar, aku mendapati Sehun oppa sudah memungut suatu benda berbentuk persegi panjang.

“Oppa?”

“Ini harmonika, apa ada yang tidak sengaja menjatuhkannya dari lantai dua?” kata Sehun oppa sambil mengerenyitkan dahinya dan mendongak ke atas, ke arah jendela-jendela di  lantai dua yang terbuka.

th

Harmonika itu tampak agak usang, tapi ntah mengapa aku merasa tertarik. Tanpa Sehun oppa sadari, aku sudah merebutnya dan memperhatikan harmonika yang terlihat antik itu. Mata ku mengerjap-ngerjap ketika menyadari ada sebuah ukiran bertuliskan D.O. di salah satu sudut bawah harmonika itu.

D. O? singkatan nama? Atau…? Sebentar bukankah Kyungsoo oppa memiliki marga ‘DO’?

Aku menyapukan pandangan ku ke sekitar kami. Sepi. Hanya ada segerombolan siswa tahun kedua yang bermain bola di lapangan basket, tapi jaraknya cukup jauh dari sini.

“Mi Young ah?”

“Oppa! Kau sudah tak marah lagi kan?” sela ku sebelum Sehun oppa sempat melanjutkan kata-katanya, sambil mengambil ancang-ancang untuk berlari. Hampir tak ada gadis lain di planet ku dulu yang bisa menandingi ku dalam berlari bahkan saudara kembarku Mingi, bahkan anak laki-laki pun mengakui kalau lariku cukup cepat.

“Oppa! Sebentar lagi aku ada kelas, aku pergi duluan! Oh ya! Harmonika ini biar ku bawa!”

“YAAA!! OH MI YOUNG! JJAMKAMAN! BIAR KUANTAR!”

Aku tak mempedulikan kakak ku yang kembali memanggilku, sepertinya dia mengejarku. Dasar, kadang aku memang tidak mengerti kenapa dia begitu protektif. Tapi memang kali ini cukup berbahaya, kalau sampai rahasia ku terbongkar dan aku kembali menjadi sosok Lauren, aku mungkin bisa langsung dideportasi oleh Sehun oppa ke planet asalku tanpa sempat menemukan Pangeran Will.

Aku terus berlari melewati lorong-lorong bangunan kelas tahun kedua dan beberapa kali hampir menyenggol siswa regular class lainnya. Saat bersama Sehun oppa tadi, aku sudah melihat denah seluruh sekolah, jadi dengan ingatan fotografis ku (dengan kekuatan ini aku tak akan melupakan apa yang pernah kulihat atau dengar) aku bisa kembali ke wilayah bangunan tahun pertama dengan mudah dan walau lari Sehun oppa sedikit lebih cepat dariku, tapi aku lebih pandai melarikan diri hehe.

“OH MI YOUNG!! JJAMKAMAN!”

Gawat! Aku benar-benar tak menyangka kalau sekarang Sehun oppa sudah di belakang ku. Kupikir aku sudah berhasil lolos darinya. Tapi kupikir-pikir kenapa aku harus lari dari Sehun oppa ya? Ahhh… sudahlah! Sudah terlanjur!

Tanpa berpikir panjang, setelah berbelok masih di lorong kelas tahun kedua, aku pun masuk ke dalam sebuah kelas yang kupikir kosong dan langsung menutup pintunya rapat-rapat. Tapi ternyata saat aku berbalik, seorang namja yang sedang menenteng gitarnya menatapku bingung.

“YAA!! PABOYA! APA—-“

“SHTTT!! DIAM!! “

Dengan cepat aku langsung memojokkan namja yang sebenarnya wajahnya sedang malas kulihat, dan kututup mulut besarnya dengan tangan kananku. Sebentar, sepertinya kejadian seperti ini pernah terjadi? Oh ya, di apartment Kris oppa. Tapi saat itu namja menyebalkan inilah yang memojokkan ku. Siapa lagi jika bukan School representative Qualified School Kang Seungyoon?

Seung Yoon hendak memberontak, tapi akhirnya dia diam setelah menyadari laser glare ku. Aku menahan nafas saat aku melihat dari jendela Sehun oppa berhenti di depan kelas kami, dengan segera aku merapatkan tubuhku agak ke pojok pintu tepat di depan Seungyoon. Dan akhirnya aku bisa bernafas lega setelah pada akhirnya Sehun oppa kembali berlari dan menjauh dari kami.

“Ah dia sudah pergi” kata ku setelah menghela nafas panjang dan melepas mulut Seungyoon. Kaki ku benar-benar lemas sekarang hingga aku langsung terduduk di kursi terdekat, padahal yang mengejar hanya oppa ku sendiri. Memang bermain kejar-kejaran dengan Sehun oppa tidaklah mudah.

“Ehmm.. hmm…” dehaman Seungyoon membuatku sadar bahwa dia disana, wajahnya terlihat begitu merah dan terlihat kesal “Sebenarnya apa yang terjadi Oh Mi Young? Siapa yang tadi mengejar mu? Apa…kau membuat masalah lagi? Ahh.. aku tahu, kau pasti dikejar seonsaengnim karena membuat kekacauan”

Aku mendelik ke arahnya. Mendengus. “Memangnya kapan aku pernah membuat masalah?”

“Kau lupa? Apa kau amnesia sudah melanggar aturan saat upacara penerimaan siswa baru?”

“Ahh…  kalau waktu upacara penerimaan siswa baru…” aku berdecak malas, aku kan tidak melakukan apa-apa saat upacara itu selain main game angry bird di tablet milik Zelo. Kang Seungyoon saja yang terlalu membesar-besarkan masalah dan menegurku di depan umum!

“Dan di perpustakaan tadi, apa kau sudah….” Seungyoon tak melanjutkan kata-katanya, dan malah menggigit bibirnya. Aku juga langsung menunduk dan memegang bibirku, kenapa sih pria ini harus mengungkit ngungkit kejadian di perpustakaan tadi? Dan jelas-jelas aku yang telah dirugikan!

“Sudahlah! Aku ada kelas!” ucap Seungyoon terdengar kesal dan tanpa berkata apapun lagi, namja chubby itu pun meninggalkan ku sendiri di kelas kosong ini. Mungkin tanpa kusadari, namja yang terlihat sok itu lebih kepikiran kejadian di perpustakaan tadi dibanding diriku sendiri.

Coba saja kalau dia tahu, kalau perbuatannya itu berhasil membuatku menjadi bocah -_-

 

=== //====

Beberapa hari kemudian

@Asrama Quallified School

 

Kelas baru selesai jam 5 sore, dan aku benar-benar merasa sangat lelah. Hari ini sepertinya dipenuhi oleh pelajaran yang tidak terlalu kusukai seperti matematika, fisika, juga pelajaran sejarah seni karena menurutku penjelasan Yongguk seongsaeng yang monolog membuatku ngantuk. Tapi tentunya yang paling mengesalkan adalah Seung ri seongsaeng yang diakhir pelajaran tadi memanggil ku untuk memastikan ku agar setidaknya bisa menyeret salah satu dari kedua partnerku ikut dalam kelas vocal mulai minggu depan.

“Mi Young ah!”

“Zelo?” aku tak jadi membuka pintu kamar dan menunggu seorang namja jangkung yang tengah setengah berlari ke arah ku. Jelas dari seragam sekolah yang masih menempel di tubuhnya dan tas yang masih di gendongnya, dia belum masuk ke dalam kamarnya “Aku dengar tadi Seungri seonsaeng memanggil mu ke kantornya, ada apa?”

“Ah.. kau tahulah, hanya sedikit masalah karena aku tak bisa mengajak Kyungsoo oppa atau Seungyoon ssi ke kelas vocal” jawabku malas “Aku lelah Zelo ya, aku—-“

Sebelum sempat aku mendorong pintu, Zelo telah menarik telapak tangan ku. Membuatku berbalik kembali menghadapnya. Ntah mengapa aku merasa ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Zelo padaku.

“Mwo ya? Ada apa dengan punggung tangan ku?” dahiku melipat. Bingung karena sekarang Zelo sibuk memperhatikan punggung tangan kanan ku, seolah dia mencari sesuatu yang seharusnya menempel disitu.

Zelo terlihat berpikir sejenak, kemudian dia menggeleng sambil tersenyum dan melepaskan tangan ku “Hmm… bagaimana jika malam ini kita jalan-jalan Mi Young ah? Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat”

“Kemana?”

“Ada deh! Kau pasti suka!” jawab Zelo antusias sambil mendorong diriku agar masuk kamar “Bersiap-siaplah, jam 20.00 KST kita bertemu di gerbang sekolah”

//—//

@Gerbang Quallified School

 

Aku mengeratkan jaketku saat angin malam bertiup cukup kencang, sedikit merutuki kebodohan ku sendiri tidak memilih menggunakan jaket tebal dibanding jaket tipis berwarna ivory yang sedang kugunakan. Sepertinya sebentar lagi musim dingin, dan mengingat sebentar lagi mungkin akan ada salju membuat hatiku terasa hangat dan senang. Di planet Zallua tidak pernah turun salju, jadi aku benar-benar excited membayangkan bisa bermain-main dengan salju seperti di drama-drama yang akhir-akhir ini aku tonton. Yang jelas, aku akan bisa memenuhi keinginan ku sejak dulu yaitu membuat boneka salju dan perang bola salju!

Oh ya, untunglah hari ini Sehun oppa sibuk dengan projek kelompok siswa tahun keduanya. Mereka mendapatkan tugas untuk menggelar musical drama, jadi saja aku bisa menyelinap keluar tanpa harus ketahuan olehnya.

“Zelo lama sekali!” aku melirik jam tanganku, berdecak kesal karena Zelo sudah terlambat hampir setengah jam dari waktu yang dia janjikan. Karena letih, aku pun menyandar pada dinding gerbang  QS yang terasa dingin. Gerbang sekolah yang awal nya cukup ramai dengan siswa yang memilih untuk keluar main atau pulang di akhir pekan, perlahan semakin sepi. Dan itu membuat perutku terasa mual, karena aku benci suasana sepi.

Oh ya! Harmonika!

Aku meraba saku jaketku dan menemukan benda berbentuk persegi itu. Dengan agak ragu, aku mencoba memainkannya, setidaknya untuk mengusir keheningan malam.

Pippp.. piiiippp…

“Anniya… ini bukan suara yang seharusnya” aku menggembungkan pipiku dan kembali menaruh harmonika ini. Ya, ini adalah harmonika yang kutemukan bersama Sehun oppa tempo lalu. Awalnya aku memang berencana mencari pemiliknya, tapi melihat tidak ada yang ribut kehilangan benda ini membuatku ingin tetap menyimpannya. Lagi pula benda ini sudah usang, mungkin saja ada yang membuangnya kan?

Tapi… jika benar ini milik Kyungsoo oppa…. apa mungkin dia tahu rahasiaku? Aku menggelengkan kepalaku, meyakinkan sendiri mungkin pikiranku terlalu berlebihan. Jika Kyungsoo oppa tahu, mungkin setidaknya dia sudah bertanya padaku kan?

DDAK

Aku menendang kerikil-kerikil kecil dengan bosan. Pikiran ku kembali terfokus pada namja jangkung teman sekelasku itu. Awas saja jika Choi Junhoong menampakkan wajahnya, mungkin akan kugantung dia karena membuatku lama menunggu!

DDAKK DDAKK

Dan ternyata sebuah kerikil ternyata berhasil melambung tinggi dan tepat mengenai kepala seseorang yang baru saja keluar dari pintu gerbang, menimbulkan suara ttak yang cukup keras.

“Argghh.. appo!”

“Ah mian.. aku…” lidah ku tercekat ketika menyadari bahwa seseorang yang baru saja terkena tendangan kerikil dariku adalah Kyungsoo oppa. Dia menatapku dengan mata bulat besarnya, sementara tubuhnya dibalut dengan coat hitam yang senada dengan celana jeans hitamnya. Dia mengenakan ransel hitam dan tak ketinggalan sarung tangan hitam. Sungguh-sungguh mencurigakan.

“Oh Miyoung, apa yang kau lakukan disini?”

Aku tak langsung menjawab, karena tak lama ada sebuah van hitam yang berdiri tepat di depan Kyungsoo oppa. Namja di depanku masih menatapku penuh selidik. “Mencurigakan! Kau tidak mengikutiku kan?”

“YAA!! Siapa yang mengikuti mu?! Jelas-jelas aku duluan disini!” umpatku kesal. Kenapa sih namja ini sering berlaku dingin padaku? Oke dengan pengecualian saat aku menjadi Lauren, saat itu aku benar-benar berpikir dia adalah orang baik.

Kyungsoo melayangkan pandangannya padaku sekali lagi dan kemudian mengalihkan tatapannya “Baguslah” dan tanpa mengatakan apapun, dia menaiki van dan pergi begitu saja.

“Heol! Kenapa sih dengannya? KAU YANG MENCURIGAKAN DO KYUNGSOO!!!” sentakku kesal, walau aku tahu Kyungsoo tidak mungkin mendengarnya. Perut kosong, kedinginan dan terlalu lama menunggu mungkin sedang membuat emosiku tidak stabil.

“Mi young-ah!”

“Eh?” aku berbalik dan mendapati Zelo yang alih-alih keluar dari arah gerbang, malah muncul dari belakangku sambil menaiki sebuah motor sport berwarna hitam. Mulutnya membentuk legkungan tipis saat ia melemparkan helmnya padaku , ntah mengapa aku jadi lupa harus marah dengannya “Kau sejak kapan disini?”

“Cukup lama, hingga aku bisa mendengar umpatan mu tentang Kyungsoo hyung” jawab Zelo sambil menepuk kursi penumpang “Pakailah helm, dan naiklah, aku ingin mempertemukan mu dengan seseorang”

“Siapa?” dahiku mengerut bingung, tapi Zelo hanya nyengir lebar dan menarik tangan ku. Akhirnya aku pun mengikuti keinginannya dan duduk di jok motor. “Kau tidak memakai helm?”

“Aku cuma punya satu helm, dan keselamatan mu lebih penting prince—eh Miyoung-ah”

“Heoh?” sebentar, tadi Zelo seolah mau memanggilku princess? Atau aku salah dengar.

“Pegangan!” Zelo menarik kedua tanganku agar melingkar di pinggangnya, rasanya agak awkward  saat dadaku harus menyentuh punggung hangatnya yang dibalut jaket kulit, dan disaat seperti ini Zelo malah tertawa kecil.

“YAA! Kenapa kau malah tertawa?!”

“Anni, bukan apa-apa” kata Zelo lagi dan kemudian dia mulai menyalakan motornya, tak lama kemudian menjalankannya dengan cepat menembus kegelapan malam.

 

======//=====

@Zelo’s Mom Restaurant, Itaewon

 

“Huaaaa… mashitaa!!! Eommoni, ini kare paling enak yang pernah kumakan!” Puji ku tulus sambil menyendokkan kare ke dalam mulutku. Aku benar-benar terlihat seperti orang kelaparan sekarang. Wajar saja karena tadi siang aku belum sempat makan apapun karena sibuk mengerjakan tugas sekolah yang setumpuk.

“Kalau begitu, tambah lagi, ini makan juga!” Mrs. Choi, seorang wanita paruh baya yang terlihat ramah dan berhati lembut kembali menaruhkan sepotong daging goreng di nasi kari ku. Aku tersenyum senang dan kembali memakannya, hampir tidak menyadari Zelo yang terlihat cemburu dengan perlakuan eommanya itu.

curryplate1

Ya, tak kuduga Zelo membawaku bertemu dengan eommanya. Dan untunglah, sepertinya Mrs. Choi senang dengan kedatangan ku bahkan dia memintaku memanggilnya eommoni. Bahkan aku merasa Mrs. Choi seolah sudah mengenalku sebelumnya, tapi aku langsung menepis pikiran itu. Tidak mungkin ahjumma ini mengenalku sebelumnya, karena hampir seumur hidupku sebelumnya kuhabiskan di planet Zallua.

“Aigoo… sudah kuduga, kau akan tumbuh menjadi gadis cantik, tapi aku tak menyangka kau akan secantik ini prin—ahh.. maksudku Miyoung-ah”

“heoh?”

“Eomma merasa kau mirip dengan putri temannya” kata Zelo yang duduk di depanku dengan cuek sambil merebut sendokku yang baru saja ditaruh sebuah ikan kecil oleh eommanya yang duduk tepat di sebelahku, dengan cepat dia memasukkan isi sendok itu ke mulutnya. “Yaa.. sudah kuduga, rasanya lebih enak milik Miyoung!”

“Aishh… biasanya kau tidak suka jika eomma  menaruh makanan di atas nasi mu”

“Aku tak pernah bilang seperti itu!” rajuk Zelo, dan kemudian anak dan ibu itu berdebat. Zelo terus berceloteh mengenai kelakuan ibunya yang terlihat lebih memanjakan ku dan ibu Zelo akan tertawa menyindir. Entah mengapa walau mereka berdebat, suasanyanya terasa hangat. Di sisi lain aku merasa sedih, aku tak punya kenangan apapun bersama eomma ku, kejadian saat Prince Will meninggalkan ku dua tahun lalu telah menghapus semua ingatan ku sebelumnya.

“Mi Young-ah, kau menangis?”

“Ah aku…” aku langsung berniat mengambil tisu di meja, tapi terhenti saat Mrs Choi mengulurkan sebuah tisu berwarna pastel ke arahku.Wajahnya terlihat cemas.

“Aigoo Mi young-ah, tidak baik anak gadis menangis. Kau kenapa? Ada masalah? Ceritakan pada eomma”

“Ah.. anni, aku hanya senang melihat kalian berdua karena aku tidak mengingat ibuku” kata ku terus terang, aku benar-benar iri pada Zelo sekarang.

“Kau bilang apa?” Mrs. Choi mengusap bekas air mataku dengan kedua tangannya lalu menatapku lekat-lekat “Dari dulu, maksudku.. mulai sekarang kau bisa menganggapku sebagai ibu mu Miyoung –ah”

“Eomma!” Desis Zelo, aku hendak menengok ke arah Zelo tapi kedua tangan Mrs. Choi menahan wajahku agar tetap melihat wajahnya.

“Eommoni….” aku benar-benar terharu dan langsung memeluk Mrs. Choi. Rasanya begitu hangat dan nyaman, lebih nyaman bahkan dibanding saat Sehun oppa memelukku. Rasanya nyaman dan aman yang hanya bisa kau dapatkan dari figure seorang ibu. Rasanya aku sedikit mengerti kenapa pangeran Will bersikeras untuk menemukan ibunya walau itu berarti meninggalkan planet kami.

“Sudahh.. sudah jangan menangis lagi!” Mrs. Choi menepuk nepuk punggung ku , dan kemudian memegang bahuku sambil tersenyum “Ayo, lanjutkan makannya, oh ya! Sekarang sudah cukup malam, Mi young ah, bagaimana kalau kau menginap disini malam ini! Eomma kesepian karena Shin Ae tidak bisa pulang karena sibuk, tidak masalah kan Zelo?”

“Wae? Kenapa tanya aku? Kupikir eomma sudah tidak peduli padaku” kata Zelo ketus sambil mengangkat bahunya, kembali makan dengan lahapnya. Sedangkan Mrs. Choi hanya geleng-geleng kepala.

“Maka dari itu aku lebih suka anak perempuan, anak laki-laki ku selalu saja bersikap sok dingin bahkan pada ibunya sendiri..aigoo… padahal saat kecil Zelo begitu manis, ayo Mi young-ah, makan lagi, tambah ini, oh ya, setelah kare kau masih mau makan tteokbokki kan?”

“Ah.. nee eommoni” aku menganguk dan tidak menolak saat Mrs. Choi menyumpitkan ku sepotong kimchii.  Aku sama sekali tak ingat pada hp ku yang lupa kuhidupkan, padahal mungkin saja Sehun oppa sudah mencariku seperti orang gila ke seluruh sekolah.

 

////***///

 

“Ini kamar Shin Ae, malam ini kau tidurlah disini Miyoung-ah” kata Mrs. Choi setelah mengantarku ke sebuah kamar yang cukup luas di lantai dua. Ya, rumah Zelo dan Shin Ae eonni berada tepat di atas restaurant sederhana  milik ibu mereka. “Dan ini adalah piyama milik Shin Ae, pakailah untuk tidur, sepertinya ukuran kalian sama walau Shin Ae lebih tinggi darimu”

“Ah.. nee.. gomawo eommoni” ucapku sambil menerima piyama dari Mrs. Choi. Lucu sekali, atasan piyama itu ada topi berbentuk panda. Dan kemudian Mrs. Choi meninggalkan ku sendiri, dan ketika aku berniat masuk ke dalam kamar seseorang keluar dari pintu tak jauh dari sampingku.

“YAAA! PAKAI BAJUMU!” aku langsung menutup mukaku sebelum melihat lebih lama tubuh topless Zelo yang baru saja keluar dari kamar mandi. Kekuatan fotografisku sama sekali tidak menolong! Dengan begini seumur hidup aku akan mengingat bagaimana bentuk tubuh topless Zelo dan rambutnya  pendeknya yang setengah basah.

“Kau…. Heol! Aku kira kau tidur di kamar bawah! Awas! Jangan lihat ya! Atau aku akan menerkammu” Zelo terdengar tak kalah panik dan kemudian aku mendengar suara derap kaki . Setelah suasana kembali hening, perlahan aku membuka kedua tangan ku. Mataku mengerjap saat menyadari ada pintu lain tepat di depan kamar Shin Ae eonni. Ini pasti kamar Choi Junhong alias Zelo.

Oh Mi Young! Harusnya kau masuk saja ke dalam kemar dari tadi!Aku merutuki diriku sendiri dan masuk ke dalam kamar Shin Ae eonni. Berbeda dengan kamar para gadis di bumi yang aku tahu, kamar Shin Ae eonni terlihat lebih elegant dan tidak terkesan girly. Beberapa lukisan puri tua dan abstrak tergantung, dan di dekat lemari pakaian terdapat lemari kaca besar yang berisi banyak buku-buku tebal.

Aku mengganti pakaian ku dengan piyama lalu merebahkan diri ke kasur. Mataku terpaku lagi pada salah satu lukisan puri istana yang tergantung di samping tempat tidur, memperhatikannya lekat-lekat. Tak salah lagi, puri itu terasa familiar, apa mungkin sebelum ingatan ku hilang aku pernah melihatnya? Tapi jika benar, berarti puri itu bukan puri di dunia ini.

Mungkinkah…

Aku langsung menegakkan punggungku. Mengingat mulai saat pertama bertemu Zelo.  Dari awal Zelo memperlakukan ku seolah aku adalah teman baiknya, dan aku pun merasa nyaman bersamanya. Zelo pun tadi siang melihat punggung tangan ku, apa dia bermaksud mencari tatto bunga lily tanda pertunangan ku dengan pangeran Will? Atau Zelo kah pangeran Will itu?

Dan jika Zelo adalah pangeran Will, bukankah seharusnya dia kembali ke Zallua? Bukankah ibunya telah ia temukan?

Aku menghela nafas panjang dan kembali merebahkan kepalaku. Rasanya kepalaku sakit memikirkan semua itu, tapi yang jelas aku harus mulai menyelidiki Zelo. Jika dia bukan pangeran Will, Zelo pasti mengetahui sesuatu!

“Ah iya, aku belum mengabari Sehun oppa kalau akan menginap” gumamku sambil membuka tas selempangku, setelah menyalakan iphone ku, mataku membulat seketika menyadari ada lebih dari 100 missed call dan 50an pesan lainnya yang hampir semuanya dari Sehun oppa!

I’m dead!

Triiiingg…. Triiingggg…..

Aku langsung mengangkat handphone ku, dan tentunya langsung langsung disambut kata-kata dingin kakakku Oh Sehun.

“Kau dimana Miyoung-ah!?”

“A..aku… aku menginap di rumah teman” jawabku was was, yang jelas jangan sampai oppa tahu kalau aku menginap di rumah teman laki-laki. Tiba-tiba aku teringat teman sekelasku, Chan ri yang bercerita padaku kalau mala mini dia akan pulang ke rumahnya yang berada di daerah Gwangju “Aku menginap di rumah Chan ri, besok juga pulang kok”

“Mana Chan ri?!, aku ingin mendengar suaranya!” tanya Sehun oppa, lebih seperti perintah.

“Chanri sudah tidur, oppa mian aku—“

“Miyoung dengar… bumi ini asing bagi kita, aku tak mau sampai ada yang menyakitimu” potong Sehun oppa, suaranya terdengar semakin serius “Disini kita tak bisa mempercayai siapapun bahkan Kris, bukan kah kau telah berjanji tidak akan terlibat dengan manusia bumi? Bukankah tujuan mu hanya mencari pangeran?”

“Nee, mian….”

Aku bisa mendengarkan suara nafas panjang Sehun oppa, seolah dia lelah. “Ya sudahlah, kau tidurlah… kuminta ini yang terakhir kalinya kau pergi tanpaku, arraseo?”

“Arra oppa…”

“Oke, jaljja” Sehun oppa mematikan ponselnya. Ya Sehun oppa benar, mungkin terlalu lama di bumi membuatku terbiasa berbaur dengan siapapun terutama teman-teman sekelasku. Zelo yang jahil tapi sering membantuku, Chanri yang hangat dan care, Jongup yang selalu tersenyum dan membuat lelucon garing dan tak ketinggalan Kim Hanbin, ketua kelas kami yang ambisius dan keras kepala. Aku mulai terbiasa dengan mereka semua.

Lalu, Kang Seungyoon dan Do Kyungsoo oppa, entah mengapa aku penasaran dengan mereka berdua.

Sehun oppa, tak bisa kah aku mempunyai teman disini?

 

==\\==

@Dua hari kemudian

Special Class (SC 1)

 

“Chan ri, please! Bantu aku! Jika Sehun oppa tanya padamu apa aku bersamamu sabtu kemarin, kau harus bilang iya!” pintaku pada Chanri saat ketiga teman sekelasku yang lain sudah keluar kelas. Aku sengaja meminta Zelo membelikan ku roti saja sedangkan Chanri membawa bekal dari rumahnya.

Chan ri menatapku antusias dengan cengiran lebar di wajahnya “Tapi Miyoung –ah, benarkah kau pergi bersama Zelo? Jongup bilang kalau dia melihat kalian berdua datang pagi-pagi ke asrama kemarin, apa mungkin kau dan Zelo …”

Aku menggelengkan kepala “Anni, maksudku iya aku bersama Zelo, tapi kau jangan salah sangka, aku dan Zelo—“

“Sudah, aku mengerti semuanya Miyoung-ah”

“Mengerti?” mataku menyipit, menyadari sepertinya Chanri sudah salah tafsir. Pasti dia sekarang mengira aku dan Zelo ada hubungan special -_-, dan gadis keras kepala macam Chanri akan sulit diyakinkan.

“Baiklah, aku akan menyimpan rahasia mu ini pada Sehun oppa dengan satu syarat!”

“Heoh? Apa yang harus kulakukan?” tanyaku agak bimbang, entah mengapa rasanya tidak akan mudah. Aku memperhatikan Chan ri yang sedang mengaduk tas warna ungunya, dan menyadari wajahnya berubah menjadi merah.

Kang Seung Yoon - Stealer

“Bisakah kau memintakan tanda tangan Seungyoon oppa?! Itu syaratnya” kata Chanri sambil menyodorkan sebuah CD dengan potret Kang Seung Yoon memegang gitar di depannya. Aku menatap Chanri lagi sambil menggigit bibirku, ini sih mission impossible!

“Tapi…”

“Oh ayolah Mi young ah, bukan kah kalian partner? Aku tak bisa memintanya sendiri karena setiap melihatnya aku selalu kehilangan kata-kata, Mi young ah, jebal!”

“Ah.. mau bagaimana lagi”

“Oke deal! Aku beri kau waktu 3 hari, oke?”

“Kau benar-benar nge-fans dengan pria ini ya?”

Seharusnya aku tidak bertanya, karena selanjutnya selama setengah jam nonstop Chanri terus bercerita perjalanan nya menjadi fans seorang Kang Seung Yoon dari dua tahun lalu. Bahkan Chanri pun mengikuti Seungyoon untuk masuk Quallified School dan juga Special Class. Chan ri sebenarnya berharap kalau Seungyoon adalah partnernya, tapi kenyataannya aku lah partnernya. Dia bercerita kalau awalnya dia khawatir aku dan Seungyoon akan saling menyukai, tapi sekarang dia yakin kalau yang kusukai adalah Zelo.

Padahal kapan coba aku bilang suka pada Zelo ==a

Aku memperhatikan gedung kelas tahun kedua dari kelasku yang berada di lantai dua, berpikir bagaimana caranya bisa mendapatkan tanda tangan Seungyoon. Entah mengapa aku merasa Seungyoon tak akan semudah itu memberikan tanda tangannya padaku.

 

===/Author PoV/===

Keesokkan harinya

@Kantor Kepala Sekolah Qualified School

 

“Jadi apa yang bisa kau laporkan padaku Do Kyungsoo?” tanya suara khas pria jangkung yang sedang melihat ke luar jendela, ia pun berbalik membelakangi cahaya mentari senja untuk menatap pria cute yang berdiri di depannya.

“Cho seonsaeng, bukan kah aku sudah melaporkan seluruh hasil misi rahasia sekolah kemarin malam?” kata Kyungsoo cuek, walau dalam hatinya dia tahu apa yang dimaksud kepala sekolahnya itu.

Pria jangkung berkulit putih yang tak lain adalah Cho Kyuhyun itu mendengus kesal, dan kemudian wajahnya berubah dingin saat mendekat ke arah Kyungsoo “Kau tahu kan Do Kyungsoo, aku paling benci dengan hal yang bertele-tele, aku yakin kau tahu maksudku, ini sudah dua minggu dan kau belum memberikan laporan mengenai Oh Mi Young!”

“Kukira dia belum menunjukkan hal-hal yang diluar batas kewajaran, selain tentu saja kekuatan fotografinya yang telah anda sadari sebelumnya” kata Kyungsoo, berbohong. Sejujurnya selama seminggu ini dirinya terus dibuat penasaran oleh Mi Young  karena kemapuan gadis itu berubah menjadi anak kecil, tapi rasanya tidak bijak memberitahu Cho Kyuhyun sekarang. Bagaimana kalau sampai Kyuhyun menyakiti Mi young? Kyungsoo menggelengkan kepalanya yang terasa sedikit sakit, kenapa sekarang dia jadi mengkhawatirkan Mi young?

“Wae? Apa yang kau sembunyikan Do Kyungsoo?”

“Anni.. bukan apa-apa” kata Kyungsoo berusaha tetap tenang “Jika tak ada lagi, ijin kan aku kembali ke kelas seonsaeng”

Kyuhyun menatap lekat Kyungsoo sebelum akhirnya menganguk, dan Kyungsoo tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Setelah menunduk sekilas, ia pun bergegas ke luar ruangan kepala sekolahnya.

Kyungsoo berjalan cepat menuju ke ruang kelasnya, tapi di tengah jalan, ia berhenti saat melihat lima anak special class sedang berkumpul dan makan bersama di bawah pohon maple belakang sekolah. Mau tak mau ia menatap mereka dengan iri, karena seingat Kyungsoo, sejak tahun pertama dia tak pernah bisa akrab dengan teman sekelasnya. Mereka semua memiliki keinginan sama sebagai penyanyi, tapi motivasi Kyungsoo berbeda, dan itu membuat Kyungsoo tak yakin jika harus memiliki teman.

Sesaat sebelum Kyungsoo memutuskan kembali berjalan, seorang gadis yang duduk tepat di depan  Mi young yang membelakanginya, menunjuk ke arahnya. Kyungsoo langsung memalingkan wajahnya saat menyadari Miyoung menatapnya dan bahkan berlari ke arahnya. Ia memutuskan untuk cuek berjalan  cepat saja.

“OPPA!! KYUNGSOO OPPA!! JJAMKAMAN!”

Di luar dugaan, Miyoung dapat memblock Kyungsoo yang baru saja mau masuk ke ruangan perkusi. Ia menatap lekat-lekat gadis di depannya, meyakinkan dirinya jika memang Miyoung mirip dengan Lauren, hanya jika Lauren adalah versi anak-anak dari Miyoung.

“Kyungsoo oppa, kumohon, ikutlah dengan ku ke kelas vocal besok. Seung ri seonsaeng akan memberikan ku nilai E jika sampai aku tak bisa mengajak mu”

“Ajak saja Kang Seungyoon” jawab ku cuek dan memutuskan untuk berbalik, tapi Miyoung kembali menghadang jalan ku “Mian oppa, tapi aku ingin kau yang datang, dan ini…”

“Ini…” Kyungsoo menatap surat yang dibukakan Miyoung di depan kepalanya, surat bertanda tangan kepala sekolahnya yang berisi jika dia dan Seungyoon harus sedapat mungkin selalu bersama Miyoung dan menghadiri kelas vocal. Hari Senin s.d. Rabu adalah bagian Kyungsoo berada di sekitar Miyoung dan hari kamis s.d Sabtu adalah bagian Seungyoon.

Miyoung menutup suratnya “Aku tak meminta oppa terus bersamaku, aku tak peduli yang lainnya, aku hanya ingin oppa ikut kelas vocal dengan ku di hari Rabu karena jika tidak, aku tidak akan bisa lulus”

Kyungsoo tak berkata apapun, dan hendak berbalik saat Miyoung mengeluarkan sesuatu dari saku baju seragamnya. “Apa ini milik oppa?”

“Bagaimana—-“ Kyungsoo langsung merebut benda yang tak lain adalah harmonika antik yang Miyoung dan Sehun temukan. Mata besar namja itu menyipit curiga “Dimana kau menemukannya?”

Tanpa Kyungsoo duga, Miyoung tersenyum lebar “Syukurlah, ternyata memang punya oppa, aku sempat ragu karena aku menemukannya di daerah kelas tahun kedua, hmm… sepertinya lain kali harus ada yang kita bicarakan, baiklah aku duluan ya oppa! Jangan lupa besok!”

“Mi —“ Kyungsoo tak melanjutkan kata-katanya dan hanya memperhatikan punggung Mi young yang semakin menjauh. Tangannya menggenggam erat harmonika di tangannya, barang yang sudah ia cari mati-matian selama seminggu terakhir ini. Barang satu-satunya peninggalan dari ibunya.

Kyungsoo menatap langit yang mulai gelap, merasa tak yakin apakah dia akan memenuhi permintaan Miyoung besok atau tidak. Dan tak lama kemudian namja tampan itu pun berbalik dan menghilang di balik pintu ruang kelas 3 special class.

 

===/Mi young PoV/===

Malam harinya

Ruang Makan Asrama Special Class

 

“Ingat Mi youngie! Besok kau harus sudah mendapatkan tanda tangan Seung Yoon oppa!”

 

Aku menatap text dari Chanri, dan mulai memelintir rambutku sambil sesekali menatap Seungyoon yang telah selesai makan dan sibuk memainkan ponselnya. Hanya tinggal aku, Sehun oppa dan Seungyoon sekarang di ruangan makan karena yang lain sudah makan duluan.

“Kau sudah selesai makan Mi young ah?” Tanya Sehun oppa, aku menganguk, tak menyadari jika dari tadi aku sudah menempatkan sumpit di bibirku. “YA! Oh Mi young!”

“Ah.. ehh… nee?” aku menatap Sehun oppa yang kelihatan tidak senang aku terus memperhatikan Seungyoon dari tadi.

“Kalau sudah selesai makannya, sebaiknya kau ke kamar dan belajar untuk besok!”

“Oppa… apa kau tak ada gambaran sedikitpun mengenai pangeran Will?” bisikku, sambil sekali lagi mencuri pandang kea rah Seungyoon. Aku tahu jika aku sudah melemparkan pertanyaan ini lebih dari seratus kali pada Sehun oppa, tapi bagaimana lagi kadang aku tak tahan untuk bertanya “Kris oppa bilang, jika dia ada di special class, apa mungkin orang itu adalah Seungyoon oppa? tapi… jika benar,  aku tak mengerti kenapa aku bisa menyukai pangeran Will jika dia adalah Kang Seungyoon”

“Kau bicara apa sih Miyoung? Yang jelas aku tak percaya kata-kata Kris hyung, tapi jika kau penasaran, aku akan mengikuti mu sampai kau menyerah dan mau pulang ke Zallua!” Sehun oppa terlihat kesal dan kemudian menarik tanganku “Ayo, ke kamar mu!”

Dan akhirnya aku pun ditarik ke kamar, selama kurang lebih sejam Sehun oppa membantu ku belajar dan tentunya tidak terlalu sulit mengajariku (selain vocal) karena ingatan superku. Kami malah banyak membicarakan mengenai appa dan Mingi di Zallua sana.

“Baiklah, tidurlah Miyoung ah, jangan lupa kau kunci pintu, apalagi ada dua serigala di sebelah kamar mu” nasehat Sehun oppa dengan mimik serius yang menurutku lucu sekali, aku langsung tahu yang dia maksud adalah Seungyoon dan Kyungsoo oppa yang kamarnya berada tepat di sebelah kanan dan kiri ku.

“Nee.. jaljja oppa” aku menutup pintu dan diam sejenak meyakinkan diri Sehun oppa sudah pergi. Diam-diam aku membuka pintu lagi dan beranjak ke arah kamar Seungyoon sambil tak lupa membawa CD Seungyoon.

Yang jelas aku harus mendapatkan tanda tangan cowok menyebalkan itu!

Tok tok

“Seungyoon ssi….? Apa kau ada di kamar?” Eh…. Pintunya terbuka?” aku menatap heran mendapati pintu kamar Seungyoon yang terbuka saat aku mengetuknya sedikit  “Seungyoon ssi, aku masuk!”

Aku pun membuka kamar Seungyoon dan langsung berdecak kagum. Aku sudah dengar jika kamar school representative dibedakan dengan kamar lainnya, tapi ini berlebihan! Kamar Seungyoon sudah seperti apartment mewah saja dengan ruang tamu, dapur, kamar dan juga studio musik sendiri. TV nya pun layar super lebar jauh berbeda dengan di kamarku yang hanya 21” bahkan dia memiliki lemari es sendiri -_-“.

Bright-colourful-Apartment-9

Oke! Jika aku masih disini tahun depan, aku harus berusaha menjadi school representative!

“Seungyoon ssi, apa kau di kamar?” aku membuka sebuah pintu lebih lebar setelah mengendap ngendap menaiki tangga hingga ke lantai dua, dan kamar tidur dengan penerangan masih menyala menyambutku. Mataku terpaku menyadari setumpuk CD yang sama dengan milik Chan ri tergeletak di meja samping lemari, dan hebatnya CD itu sudah ditanda tangani!

Lucky!” aku pun langsung menukar CD di tangan ku dengan CD di meja yang telah di-sign oleh Seungyoon, tapi baru saja hendak keluar dari kamar….

“Aku ikut tidur sebentar di kamar mu ya” suara seorang pria membuat mataku membulat.. eothokke?

“Oke”

CKLEKK…

Sepasang slender eyes menatapku dengan kaget, aku langsung menyembunyikan sign CD itu di balik punggungku. Tak lama senyum penuh arti mengembang di wajah pria itu. Pria jangkung dengan rambut di belah dua menatapku dengan ekspresi senang seolah dia baru saja memenangkan jackpot. Aku tidak pernah suka dengan pria ini, rasanya ada sesuatu yang mengerikan terpancar dari wajahnya.

“Seungyoon-ah, kau bilang gadis ini bukan selera mu”

“Ta..Taehyun sunbae…. I…ini bukan seperti yang kau pikirkan” aku benar-benar bingung sekarang, dan dipikiran ku hanya kabur. Jadi saja aku langsung melesat melewati Taehyun dan keluar kamar, untunglah namja ini tidak menahanku dan malah tertawa.

“Seung…”

“Mi Young, apa—“ Seungyoon terlihat kaget saat aku keluar kamarnya

“Hhhehe mian, aku hanya mencari barangku yang hilang, aku kembali ke kamarku!!!” kata ku asal dan langsung berlari melewatinya sambil masih menyembunyikan cdnya di balek jaketku, aku tahu Seungyoon tidak akan percaya begitu saja, tapi mau bagaimana lagi T.T

“YAA!! YAA!! YAA!! Oh Mi Young!!!”

Mianhae Seungyoon ah, dan gomawo untuk CD nya,  setidaknya sekarang aku bisa selamat dari Sehun oppa ^^v

***/Author PoV/***

@Keesokkan harinya

 

“Princess… akhirnya kau datang” sapa seorang namja tampan sesaat setelah membuka pintu mobil Rolls Royce yang baru saja parker di pelataran Quallified School. Dia mengulurkan tangannya, dan seorang gadis berambut lurus dengan ekspresi angkuh menerima uluran tangannya dan keluar mobil.

“Nee Youngjae oppa, kudengar kau telah menemukan dia

“Ya, aku sudah menemukan dia princess”kata Youngjae yakin sambil mempersilahkan gadis cantik yang dibawanya itu ke arah ruang VIP sekolah. Sebagai salah satu pemegang saham sekaligus senior di Quallified School, Youngjae memiliki kekuasaan yang hampir sama dengan School Representative untuk menggunakan setiap ruangan seolah yang ia mau.

“Apa Mi young sudah tahu?”

Youngjae menggeleng “Aku rasa prin—maksudku Mi young ssi mengira Pangeran Will adalah orang lain, tapi yang perlu tuan putri ingat, pangeran Will yang sekarang tidak mengingat siapa dirinya yang sebenarnya. Aku mendapat kesan seperti itu, atau jika dia memang mengingat identitasnya, berarti aktingnya sangat baik”

Gadis itu tersenyum tipis dan duduk di sofa empuk dalam ruangan VIP “Panggil dia, tidak seperti Miyoung, aku akan tahu apakah dia pria yang kucari saat melihatnya”

“Panggil? Princess yakin ingin menemuinya sekarang, kepala sekolah ingin menemui princess terlebih dahulu”

“Maksudmu Cho Kyuhyun? Oh baiklah… aku akan menemui Kyuhyun oppai terlebih dahulu, dan aku akan memanggil Kang Seungyoon setelahnya”

“Kang Seungyoon? Jadi itukah nama pria itu sekarang? Youngjae apakah kau yakin?” gadis di depannya terdengar sangsi, dahinya melipat dalam “Sebab yang kutahu dari mata-mata ku di special class, namanya bukan Kang Seungyoon”

Youngjae menunduk sedikit “Hamba yakin princess Mingi, anda bisa memastikannya jika bertemu dengannya”

Gadis yang dipanggil Mingi itu mengaguk sekali “Dan tolong pastikan, tidak ada yang tahu aku disini terutama Miyoung dan Sehun oppa”

 

===//===

Beberapa saat kemudian

 

“Gadis aneh!”

Seungyoon memainkan gitarnya dengan asal sebelum kembali menaruh benda kesayangannya itu ke dalam tempatnya. Hari ini dia benar-benar tidak mood untuk menulis lagu atau bernyanyi. Walau terus menepis dalam-dalam, pikirannya masih terpusat pada seorang yeoja yang tadi malam berhasil menyelinap ke dalam kamarnya.

Apa mungkin diam-diam Mi young adalah Stalker? Atau Sassaeng fans nya?

Seungyoon kembali berpikir, mengingat tak ada yang hilang di kamarnya mungkin pikirannya tadi terlalu berlebihan. Walau begitu jelas-jelas Mi young seperti menyembunyikan sesuatu di balik mejanya saat keluar dari kamarnya. Seungyoon benar-benar tak mengerti.

“Jam 10” gumam Seungyoon, tiba-tiba ia teringat pada jam yang sama beberapa minggu lalu Miyoung selalu meminta padanya untuk datang ke kelas vocal. Dia tak melakukan itu sekarang, apa itu berarti Seungri seonsaeng sudah berbaik hati membiarkan Miyoung masuk walau tanpa partnernya? Seungyoon lebih dari yakin Kyungsoo hyung yang dikenalnya tidak akan mau terlibat dengan orang lain selain Kim Jongin, dalam bentuk apapun .

Baiklah, kali ini saja aku berbuat baik padamu Oh Miyoung!

Akhirnya Seungyoon pun beranjak dari kursi dan keluar kelas menuju vocal class khusus siswa tahun pertama. Butuh waktu sekitar tiga sampai lima menit agar dia bisa sampai di gedung kesenian yang terletak bersebrangan dengan bangunan kelas tahun kedua. Setelah berbelok di lorong terakhir, akhirnya Seungyoon melihat sosok yang dia cari. Oh Mi Young masih berada di luar kelas tapi gadis mungil itu tak bisa melihatnya karena membelakanginya.

“YAA! OH MI—-“

“KYUNGSOO OPPA!”

Saat itu juga hati Seungyoon mencelos seketika. Miyoung berlari menjauhinya untuk setengah berlari ke arah Kyungsoo yang sekarang berdiri tepat di depan pintu vocal class. Sesaat Seungyoon merasakan matanya, dan mata bulat Kyungsoo bertemu, ia hampir tak bisa mempercayai matanya saat menyadari jika Kyungsoo sekilas telah memperlihatkan senyum penuh kemenangan padanya. Ia bahkan dengan wajarnya merangkul Miyoung dan menghilang ke dalam kelas.

“Gadis itu! Aishh… pabo!” rutuk Seungyoon kesal, dan dia pun berbalik untuk kembali ke kelasnya tapi keburu dihadang oleh seorang pria berwajah lembut bak malaikat yang sekarang tersenyum ke arahnya.

“Youngjae hyung? Wae?”

Namja yang dipanggil Youngjae itu pun tersenyum semakin lebar “Ada yang ingin bertemu dengan mu Seungyoon-ah, kuharap kau ada waktu sekarang”

 =====TBC=====

Huaaa gimana makin pusing kah? mian kalau feel nya kurang dapet T.T

hahhaha ada yang sudah bisa nebak siapa pangeran Will nya? mian yah emang kunang kalo chapter2 awal mainnya tebak tebakkan dulu, tar selanjutnya mulai deh terbongkar satu-satu kkkk~~

Mian yahh lama update T.T,, sibuk persiapan lebaran (?)nih *alibi apa ini, tapi kalo banyak koment, bisa jadi sebelum lebaran bisa lanjut

saudara kembarnya Miyoung sudah datang >,<, kita lihat ntar apa yang direncanain cewek ini kkkkk~~

Please feel free to comment ^^, and thank you 🙂 *bow

Advertisements