Tags

, , , , , , ,

Four Leaf Clover

4-leaf-clover

Alternative Title : All 4 to be Together

 Each of four leaves on this lucky charm has a special meaning –

Faith, Love, Hope & Luck

 Author : Kunang | Main Cast : Choi HaeIn, Sung Hyesoo, Jung Miyoung, Lee Chanri, Kim Sunggyu, Nam Woohyun, Lee Sungyeol, Lee Howon/Hoya, Kim Myungsoo  | Support Cast: Jang Dongwoo, Lee Sungjoong, Jung JoonYoung (Vocalis JJY Band, Miyoung brother), Mr. Lee, Mr. Kim, another cast you will be find it every chapter | Length : series | Genre : romance, drama, friendship, slice of life, collage life| Rating  : PG-15

Disclaimer       :  Infinite members dan Jung Joon Young milik mereka sendiri.. Cerita ini murni milik dari carefree- happy- chicken maniacKunang plagiat jauh-jauh sana sebelum dilempar pake standing mic sama WooGyu.

♪ 4 girls ♪

♪ 4 different personalities ♪

♪ 4 different charms ♪

♪ 4 different love stories ♪

♪ For some reason, they were never seperated ♪

♪ But when something called love is come and make some mistrust ♪

♪ Can their friendship still going on? ♪

(In their university)

4th year        : Kim Sunggyu, Choi HaeIn

3rd year        : Jang Dongwoo, Lee Howon, Sung Hyesoo

2nd year       : Nam Woohyun, Lee Sungyeol, Jung Miyoung

1st year        : Lee Sungjoong, Kim Myungsoo, Lee Chanri

First Leaf –Faith

♪ song : Tell Me Why By Toheart ♪

@Sekang University

 

CKEETT….BRAKKK

Pintu besar ruang kelas E405 langsung terbuka lebar menampakkan seorang gadis berkaki jenjang dan berambut ikal panjang yang diikat ekor kuda. Poninya yang dibelah pinggir ditiupnya dengan kesal saat ia menemukan siapa yang sejak tadi dicarinya. Siapa lagi kalau bukan seorang namja berambut hitam kecokelatan yang sekarang pura-pura membaca diktat kuliah yang dia pegang dengan posisi terbalik.

“YAA NAM WOOHYUN, YOU ARE DEAD!!!” rutuk gadis itu sambil menghampiri Woohyun yang masih pura-pura membaca, ia tidak mempedulikan pandangan beberapa mahasiswa lain yang menatapnya dengan ekspresi ingin tahu. Tapi kebanyakkan dari mereka tidak peduli, gadis itu dan Nam Woohyun memang sering terlihat tidak akur, tapi anehnya mereka seakan tidak terpisahkan.

“Miyoung eonni, annyeong!” wajah cerah seorang gadis keturunan Jepang yang duduk di samping Woohyun mau tak mau membuat Miyoung yang tadinya mau langsung menyemprot Woohyun, terkesiap seketika. Ia tersenyum tipis saat gadis keturunan Jepang itu pindah ke kursi lain agar Miyoung bisa duduk di sebelah Woohyun.

“Gomawo chanri ya”

“YAA!! LEE CHANRI, KAU MAU KEMANA?!” Protes Woohyun yang tidak terima temannya itu pindah, tapi Chanri hanya menjulurkan lidah dan duduk di sebelah Myung soo yang menyambutnya dengan senyum kelewat lebar.

“Apa? Kau tak senang duduk di sampingku Nam Woohyun ssi?”

“M..mwo? Woohyun ssi? Dan sekarang kau membuat kita tampak lebih awkward” kata Woohyun lebih kepada dirinya sendiri, Miyoung yang kesal dengan tingkah Woohyun mengambil buku yang dipegang dari tadi oleh namja itu. Perlahan gadis itu merapatkan meja nya hingga tepat di samping Woohyun.

“Makanya kau harus beritahu aku, kenapa kau aneh akhir-akhir ini? Kita kan tetangga dan selalu ke sekolah bersama sejak senior high, tapi beberapa hari ini kau tak pergi kuliah denganku, kau juga menghindariku” bisik Miyoung sambil menahan keinginannya untuk mencubit sahabat kecilnya itu.

“Kau kenapa? Apa aku melakukan kesalahan besar? Tanya Miyoung lagi, kali ini ia terdengar khawatir “ Kalau kau masih marah karena aku tidak sengaja membuat ikan mas koki darimu mati—-“

“Sunggyu hyung mengantarmu kuliah?”

Miyoung memutar matanya, bingung apa hubungan namja bernama Sunggyu dengan pertanyaannya.  “Nee.. seperti biasa Sunggyu oppa kan lewat kompleks rumah kita, sepeda ku masih rusak dan kau meninggalkan ku jadi aku dan dia—-“

“Sudah, aku tak mau dengar lagi” potong Woohyun tajam, ia memalingkan wajahnya dari Miyoung dan menempelkan wajahnya di meja. Pura-pura tertidur.  Miyoung menjadi sebal sendiri dengan tingkah namja itu. Woohyun yang biasa tidak pernah mengacuhkannya semarah apapun atau sehebat apapun dia bertengkar dengan Miyoung. Miyoung merasa ia lebih baik diomeli Woohyun daripada diacuhkan seperti sekarang.

“Ahhh!!” Sentak Miyoung tiba-tiba ketika ia kepikiran sesuatu yang menurutnya tak masuk akal dan ia berpikir untuk mengerjai Woohyun, perlahan ia pun mendekatkan tubuhnya ke arah Woohyun “Jangan bilang kau cemburu pada Sunggyu oppa? Kau baru sadar kalau selama ini menyukaiku kan?”

DRAKK

Woohyun tiba-tiba menegakkan badannya, sesaat matanya menatap intens ke arah Miyoung yang masih tertawa kecil, dan tawa itu lenyap seketika.

“Miyoung-ah …”

“Mwo.. mwo..mwo….?” Miyoung mulai merasa tidak sabar, dan ekspresi apa yang diberikan Woohyun saat ini? Kenapa tiba-tiba ia merasa gugup.

“’Aku menyukaimu’… “ sejenak lidah Woohyun tercekat, dan kemudian lidahnya melanjutkan tanpa berpikir sebelumnya “Kau tahu kan itu hal yang mustahil kukatakan padamu? kita hanya teman sejak kecil dan aku akhir-akhir ini hanya sedang sibuk dengan teman-teman cowok ku, arraseo?”

“Ahahhahahha….” Miyoung terkekeh kecil, tawanya terdengar aneh. “Tentu saja, aku kan hanya bercanda”

Sesaat hening diantara mereka.

“Jadi kau mengacuhkanku karena kau sedang sibuk bersama teman-teman namja mu?” kali ini Miyoung tidak menatapnya, melainkan hanya menatap kosong ke depan. “Sebelumnya kau tak pernah seperti ini”

“A.. aku” Woohyun menggigit bibirnya, bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Akhirnya karena bingung , ia pun memutuskan berdiri.

DRETT

“Aku akan ke toilet sebentar” kata Woohyun tanpa Miyoung tanya, gadis itu hanya menganguk dan menatap sedih punggung sahabatnya yang kemudian menghilang dari balik pintu.

Woohyun dan Miyoung sudah bersahabat sejak mereka Elementary School, dan persahabatan mereka semakin erat saat Miyoung dan kakak kandungnya menyewa dan tinggal di lantai dua rumah keluarga Nam. Karena sesuatu hal, gadis itu hanya tinggal berdua bersama kakaknya yang  bekerja sebagai vocalis dari band indie yang lumayan populer tapi tidak cukup populer untuk masuk ke acara TV. Tanpa sepengetahuan kakaknya, Miyoung bekerja part time di salah satu kafe milik salah satu teman baiknya.

Mr dan Mrs. Nam, orangtua Woohyun berasal dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja di bagian forensik kepolisian Gangnam sedangkan ibunya sering membuat kue yang dititipkannya ke toko kue. Woohyun pernah berkata pada Miyoung jika dia memiliki dua cita-cita, yang pertama dia ingin sekali dengan kemampuannya membangun toko kue untuk ibunya dan cita-cita yang kedua, dia bilang itu adalah rahasia yang suatu saat akan diketahui Miyoung sendiri.

Chanri dan Myungsoo adalah teman Woohyun dan Miyoung. Sebenarnya mereka masih tahun pertama, tapi karena mereka cerdas, pembimbing akademik mereka membolehkan mereka berdua mengambil mata kuliah yang diajarkan pada tahun kedua. Sehingga tidak aneh kalau Chanri dan Myungsoo terkadang sering sekelas dengan Woohyun dan Miyoung.

“Nyaris saja…” Woohyun akhirnya membiarkan tubuhnya jatuh terduduk, nafasnya yang berderu cepat masih berusaha kembali ke ritmenya semula. Ia membiarkan udara pagi atap Sekang university mengisi paru-parunya. Ya, ia tidak benar-benar ingin ke toilet dan membiarkan kemana saja kakinya ingin melangkah sehingga akhirnya ia terdampar di atap gedung kuliah berlantai 10 itu.

“Hampir saja aku kelepasan mengatakan perasaanku… Miyoung tak akan terlalu memikirkannya kan? Anni..anni.. gadis itu memang tidak peka, tapi ia selalu memikirkan apa yang di dengarnya, eothokkhe? Dia tidak akan menyadarinya kan?”

“Kurasa akan memerlukan cukup waktu sampai dia menyadarinya”

“Ya…  mungkin seperti itu, dia—“ Woohyun membulatkan mulutnya dan langsung berbalik untuk melihat sumber suara yang menimpalinya tadi. Dua sosok yang memperhatikannya sejak tadi sibuk makan sambil terus menatap Woohyun dengan tatapan yang membuatnya merinding.

“Hoya dan HaeIn noona, apa yang kalian lakukan disini?”

“Kau tak lihat? Kami sedang sarapan” kata Hoya datar sambil mengambil mandu dan menjejalkannya ke mulutnya, seketika angin besar tiba-tiba bertiup dan membuat bulu kuduk Woohyun lebih merinding. Sarapan di atap gedung yang berangin dingin seperti ini? Orang-orang bergolongan darah AB memang kadang melakukan hal-hal aneh, pikir Woohyun.

“Kalian mendengar semuanya?” perlahan Woohyun menghampiri kedua sahabatnya itu, dengan kasual dia mengambil sepotong mandu dan memakannya. Ia baru sadar perutnya lapar sekali karena tidak sempat sarapan agar bisa pergi ke kampus lebih pagi dari Miyoung “Kalian harus menolongku, jangan beri tahu siapapun terutama Miyoung tentang hal yang kukatakan tadi, jebal!”

“Aku kira kau mau minta tolong untuk menyatakan cinta pada Miyoung” kata Hoya sambil nyengir, tapi cengirannya menghilang ketika HaeIn memukul lengannya dengan ujung sumpit.

“Pabo, apa kau lihat kalau Woohyun belum siap ditolak?”

Woohyun langsung membeku seketika mendengar kata-kata HaeIn, bahkan mandu yang sudah berada di ujung bibirnya kembali keluar.

“Yaa! apa kau tak menyadari kalau tadi aku hanya bercanda?”

“Makan mandu mu Woohyun ah” Hoya membantu memasukkan mandu itu ke mulut Woohyun yang mulai menggigitnya, tapi pikirannya masih blank. Ya, selama ini, ntah sejak kapan, Nam Woohyun selalu menyukai Jung Miyoung, tapi ia tak pernah tahu dan sering tidak yakin akan perasaan Miyoung pada dirinya jadi ia hanya memendamnya selama ini. Sudah setahun lebih Miyoung putus dengan pacarnya dan ketika ia mulai berpikir ini adalah kesempatannya, kakak sepupunya sendiri seolah menjadi saingannya.

Kim Sunggyu, bersuara emas, tidak setampan dirinya tapi kharismanya sebagai ketua mahasiswa dan leader band kdi kampusnya diakui oleh seluruh angkatan. Dia pintar dan sangat kaya tapi sama sekali tidak pernah memilih teman dan menggunakan mobil biasa yang didapatnya sendiri dari prestasinya menyanyi untuk berpergian. Tapi yang membuat Woohyun sebal, akhir-akhir ini ia merasa Sunggyu mencoba mendekati Miyoung dan Miyoung tidak menolak.

“Apa mungkin aku bisa bersaing dengan Sunggyu hyung …” Woohyun mengacak-acak rambutnya frustasi, ia sama sekali tidak sadar kata-kata yang baru dilontarkannya.

Hoya dan Haein hanya saling pandang kemudian tertawa, membuat Woohyun menatap mereka berdua dengan bingung.

“Jadi intinya kau cemburu pada Sunggyu hyung ahahhaha, bukankah jelas sekali kalau Sunggyu hyung naksir orang lain?” Hoya tertawa hingga ia hampir tersedak untung saja Haein cepat memberikan minum padanya.

“Hah? Tapi.. tapi selama ini Sunggyu hyung selalu mencari Miyoung dan sering ingin berbicara empat mata dengannya!” kata Woohyun masih tidak percaya “Dan aku tidak cemburu!” tambahnya lagi.

“Aku akan menjelaskannya, tapi kau harus mentraktir aku dan Hoya makan siang di kantin hari ini” tawar Haein sambil tersenyum, jelas menggoda Woohyun mengenai Miyoung selalu menjadi hiburan baginya dan Howon.

“Kalian kan kaya, kenapa harus—“

“Ya, sudah, jangan beritahu dia noona!” potong Hoya, membuat Woohyun mengeluarkan nafas panjang.

“Arraseo, arraseo, tapi kalian berdua tidak boleh makan di atas 30000 ₩!”

“50000 ₩” kata Haein

“Ba..bagaima kalau 35000 ₩?”

“Hmm… 45000 ₩”

“40000 ₩?”

“45000 ₩, atau tidak sama sekali”

Untuk kedua kalinya Woohyun menarik nafas panjang. “Baiklah aku kalah, kalian suka sekali sih memeras orang? Huhuhu .. kasih tahu aku kenapa kalian bisa bilang Sunggyu hyung naksir orang lain dan bukan Miyoung? Dia bahkan tidak cerita denganku!”

HaeIn mendekatkan wajahnya ke telinga Woohyun, tapi Hoya mencegahnya “Biar aku saja yang memberitahunya”

“Oke, siapapun..” Woohyun sama sekali tidak curiga, ia tidak menyadari perubahan wajah Hoya saat wajah HaeIn mendekati pipi chubby Woohyun.

“Jadi sebenarnya Sunggyu hyung sering bersama Miyoung untuk mendekati dan mencari tahu tentang gadis yang sedang ditaksirnya selama ini, kau pasti kenal gadis itu, dia shtt…. Sht…..”

Mata Woohyun melebar saat mendengar penjelasan Hoya “A..AHHHHH….HAHAHHAA rupanya aku salah paham!!”rasanya beban di dada Woohyun terangkat seketika, ia mulai tertawa menyadari kebodohannya yang malah menjauhi Miyoung selama ini.

“Nampabo” lirih HaeIn, sedangkan Hoya hanya menggeleng-gelengkan kepala saat melihat Woohyun yang tertawa sambil berguling guling di beton atap yang keras.

“Dia belum menyadari jika saingannya bukan Sunggyu” tambah HaeIn, hanya terdengar oleh Hoya yang mengerenyitkan dahinya.

“Jangan bilang …” Hoya hanya menganguk nganguk setelah HaeIn memberi anggukan kecil “Eh bukankah itu Miyoung?” tambahnya ketika menyadari pintu atap perlahan terbuka.

“Ya! Nam Woohyun! Kau.. kau disini” langkah-langkah jenjang mendekati Woohyun.  Woohyun yang masih berbaring, langsung terbangun begitu menyadari gadis yang sejak tadi dibicarakan merekalah yang muncul.

“Mi.. mi…” lidah Woohyun tercekat, setelah kata-katanya tadi, tentu saja tidak aneh jika Miyoung terlihat awakward padanya.

“Sampai kapan.. kau.. mau disini, kita ada quiz, pabo!” kata Miyoung lagi, tapi jelas sekali ia menghindari mata Woohyun.

Woohyun tersenyum lebar, merasa tidak enak sendiri sudah membuat Miyoung kesal padanya karena menjauhinya. Padahal dia sendiri yang selama ini menderita saat mencoba menjauhi Miyoung.

“AIGO YAA URI MIYOUNGIE!! Bagaimana kalau kita bolos saja?!” Woohyun melompat dan merangkul Miyoung, mengacak-acak rambut gadis itu dengan gemas. “AYOO, KAJJA! KITA BOLOS SAJA!!”

“YAA!! Hentikan, kita..”

“Kajja!! Karaoke bagaimana? Atau kita ke bazaar senior high saja, gadis-gadis SMA itu— AWWW AWWW… MIAN.. MIAN MIYOUNG-AH!! Lepaskan!!” mohon Woohyun terdengar kesakitan saat gadis itu memelintir tangannya. HaeIn dan Hoya yang sering dapat ‘tontonan gratis’ saat mereka bertengkar hanya mengangkat bahu atau menggelengkan kepala.

Miyoung akhirnya melepaskan tangan Woohyun tapi ganti menjewer telinga namja itu “Kajja, kita ke kelas untuk quiz, ini bukan waktunya bolos.. Hae In eonni, Hoya sunbae, kami duluan, maaf makhluk ini sudah mengganggu waktu sarapan kalian”

“Nee”

“YAA!! YAA!! AWWW.. MIYOUNGAHHH …SAKITTT!!  LEPASKAN TELINGAKUU ;_;”

To be contonued

Second Leaf – Love

♪ song : My Heart is Beating By Infinite F ♪

Cafetaria, Sekang University

“Chanri ya, kuharap… jika kau tidak suka, kau tidak perlu memikirkan terlalu serius kata-kata abeoji ku tadi malam”

Kata-kata yang meluncur dari namja berkulit putih bagai pualam dengan wajah menawan dan rambut tertata membuat gadis yang duduk tepat di depannya otomatis menghentikan makannya. Pikirannya kembali pada 12 jam lalu saat mereka makan malam dengan kondisi jauh berbeda dengan saat ini.

Flashback, 12 jam sebelumnya

Ritz Hotel & Restaurant

Chanri sudah merasa ada yang aneh saat ibunya menyurunya berdandan lengkap dan menggunakan dress untuk menemui ayahnya di salah satu hotel berbintang lima. Dia yakin ini bukan sekedar ayahnya ingin makan malam bersamanya dan sekalian dijemput dari sana olehnya, bukankah ada sopir juga?

“Yoboseyo, appa, kau dimana? Aku sudah di restaurant”

“Oke, kau masuklah saja, kami di meja yang menghadap kolam renang, kau tidak akan kesulitan menemukannya”

pipp

“Kami?” pikir Chanri, moodnya sudah turun. Jangan bilang ini salah satu usaha ayahnya untuk mengenalkannya dengan anak-anak koleganya atau para pebisinis muda. Tapi Chanri terlalu sayang pada ayahnya untuk pergi dari restoran itu.

‘Baiklah, akan kubuat ini tidak lama, berbincang sebentar dan pulang’

“Chanri ya, disini!” suara appanya kelewat keras, namja setengah baya itu melambaikan wajahnya. Sedangkan ada dua namja lain yang duduk di depan ayahnya, dan satu kursi kosong di samping appanya. Sepertinya Chanri harus duduk berhadapan dengan salah satu tamu ayahnya itu.

“Mian, apa aku membuat lama—-“ Chanri yang masih berdiri di samping kursi membiarkan kata-katanya menggantung saat menyadari siapa yang duduk di depannya.

“Sepertinya kau terkejut” dengan cepat namja muda itu berdiri dan menggeser kursi di samping Chanri agar gadis itu mudah untuk duduk. Sementara appa Chanri menganguk anguk puas.

“Myungsoo ya, eh maksudku Myungsoo sshi, apa yang kau lakukan disini?”

Myungsoo tersenyum lebar “Apa kau tak lihat jika aku sedang makan bersama dengan abeoji dan ayahmu Chanri ya, oh ya perkenalkan ini ayahku, Mr. Kim Sung Soo”

“Oh.. annyeonghaseyo, joneun Chanri Lee imnida, bangapseumnida”

“Bangapseumnida Chanri ya, YAA! Hyung! Aku tak tahu jika anak mu telah tumbuh menjadi putri yang sangat cantik“ Mr. Kim menatap Chanri sambil menganguk senang “Dan aku sama sekali tidak tahu jika mereka saling mengenal, eh bukankah putraku juga sangat tampan? Dia juga pintar dan memiliki banyak talenta melebihiku, kurasa mereka akan menjadi pasangan yang sempurna”

“Uhuk” Chanri yang sedang meminum jus hampir saja tersedak mendengar kata-kata Mr. Kim

“Gwenchana Chanri ya? Tarik nafas panjang dan buang perlanan” kata Myungsoo terdengar khawatir, ia tersenyum tipis saat Chanri menganguk “Bagaimana, kau ingin aku pesankan minuman lain?”

“Tidak perlu, khamsamnida Myungsoo ssi”

Myungsoo tersenyum kembali “cheon, kau bisa berbicara banmal seperti biasa, rasanya aneh kau memanggilku seperti itu”

Chanri rasanya ingin mencubit cubiti Myungsoo saat ini juga. Apa namja itu tidak sadar jika sejak tadi kedua ayah mereka memperhatikan terus mereka dengan senyum lebar di wajah? Chanri sampai merasa sulit untuk menelan tenderloin steak nya karena perhatian berlebihan dari ayahnya Myungsoo.

“Ah ya, kita bisa berbicara lebih santai, tapi kudengar Chanri dua kali mengikuti kelas akselerasi saat junior dan senior high, tentunya kau lebih muda dibanding Myungsoo kan?”

“Hmm.. nee..” jawab Chanri, tidak mengerti ke arah mana pertanyaan ayahnya Myungsoo

“Kalau begitu kau bisa memanggil Myungsoo dengan sebutan ‘oppa’, hahahhhaa bagaimana kau setuju Mr. Lee? Chanri ya kau tidak keberatan kan?”

“Tentu saja tidak, memang harusnya seperti itu” tambah Mr. Lee sambil menepuk nepuk bahu Chanri.

“Hahahaha… nee..” chanri tertawa kaku, untung kali ini dia sedang tidak menelan makanan, berbeda halnya dengan Myungsoo yang ternyata tersedak.

“UHUK UHUK!! A..abeoji! hentikan please, kasihan Chanri, dan lagi Chanri satu angkatan dengan —“

“Gwenchana… “kata Chanri membuat ketiga perhatian pria itu kembali padanya “aku tidak masalah memanggilmu… Myungsoo oppa…”

Segurat garis kemerahan muncul di pipi putih Myungsoo, tapi sebelum yang lain menyadarinya ia pura-pura batuk dan menutupi sebagian wajahnya dengan sapu tangan.

“Baiklah baiklah… ayo kita kembali makan” kata Mr. Kim, sepertinya dia sudah cukup puas menggoda anak laki-lakinya itu. Dan dia benar-benar tertarik menjadikan Chanri sebagai calon menantunya, dia selalu memimpikan memiliki anak perempuan yang manis seperti Chanri. “Chanri ya, bagaimana steak disini?”

“Aku menyukainya, khamsamnida”

Dan makan malam pun berlangsung lancar. Yang membuat Chanri agak kesal, setelah makan malam, ayahnya menyuruh Chanri pulang duluan diantar oleh Myungsoo sedangkan dia dan Mr. Kim berencana menghabiskan malam di rumah Mr. Kim. Katanya mereka ingin mengenang masa lalu.

Chanri benar-benar merasa tertipu, namun anehnya ia merasa perasannya sat ini tidak terlalu buruk.

Flashback End

“Chanri ya? Chanri ya? Gwenchana?”

“A..ahh.. maaf tadi aku tiba-tiba memikirkan sesuatu” jawab Chanri sambil tertawa kaku, ia kembali menyantap makan siangnya, Sushi roll dengan isian daging tuna dan salad yang disajikan perpisah.

Myungsoo terdiam sejenak kemudian tertawa kecil “Kau tahu? Sepertinya ayahku mengira kau adalah putri yang feminim, dia pasti akan sangat terkejut jika tahu Chanri yang sebenarnya jago bela diri, suka main drum dan menyukai musik rock”

“Ahahahhaha lucu sekali”

“Jadi… bagaimana, kau mau menjadi temanku?” tiba-tiba Myungsoo mengulurkan tangannya ke arah Chanri. Ia terdengar agak gugup.

Myungsoo memang sudah hampir sepuluh bulan berada di kelas yang sama dengan Chanri, tapi ia merasa Chanri memiliki teman-teman dekatnya sendiri. Chanri sering ia lihat bersama dengan para yeoja dari tahun kedua, ketiga dan keempat. Kalau tidak salah yang tahun kedua adalah Jung Miyoung, ia tahu karena yeoja itu sepertinya yang paling dekat dengan Chanri. Yang di tahun ketiga adalah Sung Hyesoo, kadang ia menemukannya sedang bersama Lee Sungyeol yang merupakan sahabat baiknya. Dan yang di tahun keempat adalah Choi HaeIn. Tidak ada yang tidak kenal dengan HaeIn noona di kampus ini, pikirnya.

Tapi ada satu orang yang membuatnya merasa tidak nyaman karena sering berada di sekitar Chanri. Seorang namja yang menurutnya ‘aneh’ dan seenaknya

“YAA!! LEE CHANRI!! WAKTUNYA LATIHAN!!” suara khas yang bernada tidak sabar memanggilnya, dan benar saja saat Chanri menengok ke belakang, Kim Sunggyu, kakak seniornya sekaligus leader band kampus mereka menunggu tidak sabar di ujung tangga.

“Gawat!! Itu Sunggyu oppa!!” Chanri cepat cepat menelan sepotong sushi yang masih ada di piringnya dan meminum jusnya hingga hampir tersedak.

“Gwenchana? ”

Chanri hanya menganguk dan memberi isyarat dengan lambaian kalau dia akan pergi duluan. Mulutnya masih penuh dengan sushi.

“YAA!! Kau makan saja! Kau tahu kan seminggu lagi kita ada kompetisi?’ omel Sunggyu pada Chanri, ia mendorong pelan bahu yeoja itu membiarkan yeoja itu mendahuluinya sementara Myungsoo masih menatap punggung mereka berdua.

Sunggyu yang menyadari tatapan Myungsoo menengok ke arah Myungsoo sambil merangkul bahu Chanri, dan sebuah smirk muncul di wajahnya.

“Cih” Myungsoo mendengus dan kemudian menggelengkan kepalanya “Kurasa dia akan menjadi saingan yang merepotkan”

===TBC===

Fanfiction ini khusus dibuat untuk lovely yeoja, eonni Iin (Haein eonni), eonni Intan (Hyesoo eonni) dan Fasya (Chanri), ehehehhe ini baru 2nd leaf, yang 3rd sama 4th life nya cerita nya Haein eonni sama Hyesoo eonni.

1st leaf nya kenapa gw? Okeh itu karena gw authornya

2nd leaf Fasya karena Hyesoo eonni dari kemaren pengen banget aku putus ama Yoon dan HaeIn eon jadi leader jual mahal terus ke saeng ;_;, and uri maknae is too adorable >,< dia yg ga pernah (?) jahatin aku /alasan apa ini/

3rd ama 4th leaf.. moga aku ga amnesia dan malah balik ngelanjutin cerita 1st ama 2nd leaf ya di part selanjutnya, makanya eonnideul harus baik (?) ke saeng

Udah itu doang .. eonni deul dan chanri harus komen disini atau WA ya, wajibbb!! lol

Buat reader lainnya juga, gomawo udah baca ;_;, mian kunang jarang apdet

inifiniteee

Advertisements