Tags

, , , , , , ,

PicsArt_1402790130276

Title : Qualified School (QS), Chapter 5 :

Author : Kunang | Main Cast : Do Kyung Soo/D.O (EXO-K), Oh Mi Young (OC), Choi Jun Hong/Zelo (B.A.P), Kang Seung Yoon (Winner)| Support Cast: Kyuhyun (SuJu)Kris (EXO-M),Sehun(EXO-K), Jongup(B.A.P), Taehyun (Winner), Mingi (OC), Chanri (OC), Shin Ae (OC), Hanbin (Team B) & the others, find by your own |  Length : Chaptered | Genre : Family, romance, school life, friendship, fantasy | Rating  : PG-15

Warning : typo, kunang belum sempet 100% edit T.T

Disclaimer       : Mi Young milik Kunang, Min Gi milik my twin sist Chea, Shin Ae milik Azumi dan Chanri milik naeui dongsaeng purplefy. sedangkan member EXO, BAP dan Winner milik mereka sendiri. Cerita ini murni milik dari weird- happy- chicken maniac– Kunang, plagiat jauh-jauh sebelum di buang sama Kyungsoo keujung dunia.

Summary         : Oh Mi Young, gadis nekat, cuek, keras kepala dan selalu memandang sesuatu dengan positif. Dia adalah gadis yang selalu berambisi kuat mencari pangeran yang minggat dari planet asalnya. Ya, tidak ada yang tahu bahwa gadis ini sebenarnya adalah alien dari planet Zallua dan memiliki kekuatan spesial yang tidak biasa. Tapi tampaknya hidup di bumi tak semudah yang ia bayangkan apalagi saat ia harus masuk di dalam sekolah khusus, Qualified School of Arts dan terlibat dengan namja ter-annoying sedunia Kang Seung Yoon, namja ter-jahil sedunia Choi Jun Hong dan namja ter-misterius sedunia Do Kyung Soo. Akan kah gadis ini mencapai tujuannya?

Resume Previous Part : Untuk kedua kalinya di sekolah, Miyoung kembali berubah menjadi Lauren tapi kali ini ia tidak tahu siapa yang mengubahnya. Dan hari-hari Miyoung di sekolah kembali terlihat biasa, hanya di warnai deretan kebetulan yang hampir saja menyelakainya. Tapi yang paling mengejutkan Miyoung, Zelo mengatakan ia mengetahui siapa orang yang selama ini Miyoung cari …

A/N : Buat yang lupa tentang Qualified School, di sekolah ini dibagi menjadi kelas reguler dan kelas special. Dan Miyoung serta cast lainnya berada di Special Class (SC), pembagian kelasnya sbb:

SC 1 (tahun pertama) : Oh Miyoung, Zelo, Kim Hanbin, Lee Chanri, Moon Jongup

SC 2 (tahun kedua) : Kang Seungyoon, Kim Jongin, Choi Shinae, Nam Taehyun, Oh Sehun

SC 3 (tahun ketiga) : Do Kyungsoo, Song Mino, Yoo Youngjae, Park Hanhee, Cho Seunggi

ok, happy reading ^^

Previous Chapter

“Ikut aku…” kata Zelo datar

Mi young melipat keningnya, terlihat bingung “Kemana?”

Zelo menarik nafas panjang sebelum kembali berbicara “Aku akan memberi tahu mu, orang yang kau cari, aku tahu siapa dia”

Kali ini tampaknya kata-kata Zelo bekerja, Mi Young langsung menegakkan punggungnya dan menatap mata Zelo dalam-dalam, sedangkan tiga orang lainnya menatap mereka penuh tanya.

“Apa maksud mu Zelo? kau bilang, kau tahu siapa orang yang kucari?”

==== Miyoung PoV====

“Apa maksud mu Zelo? kau bilang, kau tahu siapa orang yang kucari?”

Aku menatap mata Zelo intens, mencoba mencari kebenaran di bola mata hitam kelamnya. Aku sama sekali tak mempedulikan pandangan penuh tanya ketiga teman kami lainnya. Apa aku tak salah dengar? Zelo bilang dia tahu siapa yang aku cari? Apa mungkin… dia tahu siapa pangeran Will sebenarnya?

Tapi, bukankah itu berarti Zelo mengetahui identitasku yang sebenarnya?

Zelo meneguk salivanya, matanya terlihat bergetar seolah dia telah mengatakan hal yang tak seharusnya dia ungkapkan. Dan akhirnya ia pun akhirnya mengalihkan pandangannya dariku, perlahan ia melepas pergelangan tangan ku lalu berbalik begitu saja, membuka pintu kelas dan kemudian setengah membanting pintu agar tertutup kembali setelah diriya lewat.

DRAK

“ZELO TUNGGU!!”

“Miyoung! Sebentar lagi bel masuk!” protes Han Bin, tapi aku tak mempedulikannya dan berlari mengikuti langkah-langkah panjang Zelo yang baru saja menghilang dari balik pintu kelas, berusaha mengimbangi langkah cepat yang telah mendahuluiku.

“Zelo!!!” pekikku saat akhirnya aku melihat Zelo berbalik di koridor, aku berlari mengejarnya.

“ZELO! TUNGGU AKU!!”

Zelo kembali tak menggubris panggilanku, ia malah makin cepat bergegas menaiki anak-anak tangga. Dia sama sekali tak mempedulikan beberapa siswa bahkan seongsaengnim yang hampir saja ditabrak olehnya.

“YAA!! CHOI JUN HONG!!”

“…..” sama sekali tak ada jawaban , bahkan menengok pun tidak.

Namja inii!!! Benar-benar mengesalkan! Apa sih yang ada dipikirannya?

Aku mendengus kesal, tapi kali ini aku tak lagi mencoba memanggilnya. Lagipula Zelo hanya berjalan cepat dan tidak berlari, jadi dia hanya ingin aku mengikutinya saja kan? Apa mungkin ke atap sekolah? Pikirku ketika Zelo mulai menaiki tangga terakhir yang menuju atap sekolah. Nafasku sudah hampir habis rasanya karena terlalu lelah menaiki tangga.

Cklekk

Zelo membuka pintu yang menuju atap gedung kelas tahun pertama. Sesaat namja di depanku itu hanya membeku di depan pintu seolah apa yang dilihatnya di depan begitu menarik perhatiannya. Tapi aku tak peduli, aku benar-benar penasaran dengan Zelo.

“Zelo—“ aku memegang bahu Zelo dan tanpa kusangka dia menangkap tanganku dengan sebelah tangannya, lalu merangkul pinggangku dan dengan mudahnya memutar tubuhku seratus delapan puluh derajat agar aku berbalik membelakangi pintu yang terbuka. Sekali lagi tatapan matanya seolah menembus ke arah belakangku, tapi saat aku akan menoleh, kata-kata Zelo membuatku terhenyak.

“Aku lah orang yang kau cari”

Aku mengerjapkan mata sedangkan mulutku hanya bisa menganga tanpa sepatah katapun keluar.

Apa mungkin…. Maksud Zelo, dia adalah….

Tidak… tidak mungkin Zelo

ZRUKK

Sepatuku sedikit berdecit saat Zelo menarikku kemudian menenggelamkanku dalam pelukannya. Dia memelukku begitu erat seolah aku akan lenyap begitu saja jika ia mengendurkan pelukannya. Tubuhku tahu, aku mengingat pelukan ini, tapi kenapa hatiku masih sangsi jika dia adalah pangeran Will?

“Zelo.. lepaskan..aku sulit bernafas…”

“Ah mian…” Zelo akhirnya melepaskan pelukannya, dia tampak gugup dan itu membuatku merasa awkward. Apa yang harus kukatakan? Bukan kah seharusnya aku senang jika dia benar adalah pangeran Will? Karena tak sanggup untuk menatap ekspresinya, aku pun berbalik dan …

“Kyungsoo oppa!” aku menutup mulutku saat menyadari seseorang yang berbaring begitu saja di lantai atap, tak lama ia menyingkirkan sheet musik yang tadi menutupi wajahnya. Kyungsoo oppa membuka matanya dan kemudian menguap, ia tampak tak peduli saat menatap ku dan Zelo.

Ntah mengapa sekarang hatiku bertanya-tanya, apa dia melihat Zelo memelukku tadi?

“Wae? Apa karena aku di tahun ketiga, jadi aku tidak boleh tidur di atap gedung tahun pertama?” katanya dengan nada jengkel, ia pun bangun dan menepuk nepuk celana seragamnya yang terkena sedikit debu. “Jika aku mengganggu kalian, aku akan pergi!”

“A…aku—“ di bawah kesadaran, tangan ku seolah ingin menggapai Kyungsoo oppa yang dengan cueknya melewati aku dan Zelo. Mungkin, aku hanya ingin Kyungsoo oppa tetap tinggal karena atmosfer antara ku dan Zelo sekarang terasa begitu awkward.

“Pergilah, sepertinya ada yang ingin kau sampaikan pada Kyungsoo hyung” kata-kata Zelo membuatku tertegun, ia menepuk pundakku dan menganguk. “Aku tahu kau pasti shock dengan pengakuan ku dan memerlukan waktu untuk berpikir, atau kau tak mempercayaiku?”

“Ma..maksudmu? Zelo ya, benar kah kalau kau — ”

“AHAHHAHAHAHHAHAHHA…. “tiba-tiba saja Zelo tertawa keras, ia memegang perut dan kepalanya , kemudian mengerenyit seolah kesakitan karena terlalu banyak tertawa. Entah mengapa tawa nya terdengar aneh.

“Y..YAA!! Kau kenapa heoh?”

“Miyoung benarkah kau tak mengingatku?! Kita pernah bertemu sebelumnya, jauh sebelum kau datang ke bumi ini. Baiklah.. baiklah… aku mengaku, aku bukanlah pangeran Will, dan aku bukanlah manusia dari planet ini, oh ya aku dengar kau kehilangan ingatanmu setelah ditinggal pangeran dari planet mu itu jadi aku ingin sedikit menggodamu”

Aku mengerjapkan mata saat otakku mencoba mencerna semua yang Zelo katakan “Ja.. jadi kau bukan pangeran Will?”

Zelo menggeleng dan kemudian menampakkan senyum khasnya. Tangan kurusnya diulurkan ke arahku. “Miyoung-ah, maksudku Princess Lauren, perkenalkan aku adalah sahabat lama mu, Junhong atau orang di planet kami lebih mengenalku sebagai Prince Leo”

“Prince Leo? Kau… kau alien juga? Jadi kau pangeran Leo yang dikabarkan menghilang dari planet Mato itu?” aku masih menatap Zelo tak percaya saat teringat berita yang pernah kudengar ketika aku masih di Zallua. Tapi aku sama sekali tak pernah menyangka jika Zelo pernah mengenalku sebelumnya. Kekuatan Pangeran Will untuk mengacaukan memori membuatku hampir tak mengingat semua memoriku saat kecil.

“Hahahha kau sendiri alien disini, jangan berbicara seolah hanya akulah yang alien” canda Zelo, mulutnya membentuk senyuman lebar “Oh ya, sebaiknya kau mengejar Kyungsoo hyung”

“Eh?”

Zelo mengangkat bahunya “Sudah kubilang tadi, aku tahu siapa orang yang kau cari- Lebih tepatnya aku mempunyai perkiraan, dan aku mencurigai…” Zelo terdiam sesaat “Kyungsoo hyung”

“Kyungsoo oppa” aku menyebutkan nama itu, dan kemudian menganguk “Kau benar… aku harus mengejar Kyungsoo oppa! Mungkin kau benar.. Zelo, gomawo, aku duluan!” dan dengan perasaan tak menentu, aku pun meninggalkan Zelo yang tidak beranjak dari tempatnya.

Tapi yang aku tak tahu, senyum Zelo mendadak lenyap setelah aku berbalik dan meninggalkannya. Tubuh jangkungnya berbalik ke arah awan pagi yang entah sejak kapan telah berubah menjadi mendung seolah mencerminkan raut wajah namja berwajah tirus itu saat ini.

“Miyoung-ah.. aku tak tahu lagi..” Zelo memejamkan matanya beberapa detik saat menyadari matanya telah memanas, menarik nafas panjang untuk menarik oksigen ke pundi pundi udara di paru-parunya. Tapi percuma, jantungnya masih tetap terasa sesak.

“Mi young ah… yang kutahu hanya perasaanku padamu tidak pernah berubah… dan bahkan di saat kau tak mengngatnya lagi, apakah perasaan mu padanya juga tak pernah berubah? ”

=====||=====

“YA!! YAA!! YAA!! OH MI YOUNG SSHI!! JANGAN LARI LARI DI KORIDOR!”

“Ah.. Seungyoon ssi, apa kau lihat Kyungsoo oppa? Seharusnya tadi dia lewat sini” aku mendelik bingung pada namja chubby yang baru saja menghadangku di depan ruang musik. Kedua tangannya yang panjang direntangkan agar aku tak bisa melewatinya. Namja satu ini menggendong tas gitar di bahunya dan tidak menggunakan seragam sekolah, aku bertaruh dia baru pulang manggung lagi. Tapi se-siang ini?

Dasar tukang bolos!

“Wah wah…. Kau benar-benar sasaeng fans namja itu ya! Tidak siang, tidak malam kau selalu mencarinya. Apa kau tidak tahu kalau sekarang jam belajar heoh? Seharusnya saat ini kau ada di dalam kelas bukannya berkeliaran mencari namja sok itu!”

“YAA! KANG SEUNGYOON SSI! Seharusnya itu kata-kataku! Ck.. ck… Kau sendiri apa-apaan pakaian itu? Kau membolos lagi?“ balasku kesal “Seharusnya aku yang tidak buang-buang waktu bertanya padamu dan ..”

“Karena kau sudah terlanjur membolos” potong Seungyoon dengan nada bossy “kau harus menemaniku belanja untuk keperluan ke Okinawa minggu depan, sekarang!”

“Sekarang? Kenapa harus aku?” firasatku mulai tidak enak. Kenapa orang ini makin seenaknya sih? “Aku sibuk!”

Seungyoon mendecakkan lidahnya tak sabar “Apa kau hilang ingatan jika kau adalah partner ku? Kau harus MENGIKUTI kata-kata ku bukan MEMBALAS ATAU MENOLAK setiap kata-kataku! ARRASSEO? Kajja!!” dan seolah aku adalah anak kucing, Seungyoon mencengkeram dan menarik ujung belakang kerah bajuku saat aku hendak bersiap kabur.

“Y..YAAAAA!!KANG SEUNGYOON!! TIDAK USAH MENARIK-NARIKKU!!”

//***//

@Pertokoan, Hongdae

“Bagaimana?” Seungyoon keluar dari ruangan ganti untuk kesekian kalinya, kali ini dia menggunakan pakaian kasual berupa kemeja bergaris garis dan jeans selutut. Ini lebih dari 10 kali dia mencoba baju, dan dengan enggan kuakui, baju seperti apapun cocok dipakai olehnya yang memiliki proporsi tubuh proporsional apalagi sepertinya toko ini menjual pakaian dengan harga mahal.

Aku menganguk-anguk sambil menguap bosan, rasanya aku bisa mengerti perasaan para pria di drama-drama yang menemani kekasihnya berbelanja. SUNGGUH MEMBOSANKAN!

Dan namja ini bahkan bukan teman apalagi kekasihku.

Okay, dia parnerku! My annoying partner!

“YAA!! Kenapa kau menguap heoh?! Hampir seluruh gadis di Korea ini selalu bersemangat saat melihatku, dan kau—“

“Daripada saat ini, kau jauh lebih tampan saat bernyayi atau bermain gitar” potong ku tanpa maksud apapun, tapi tampaknya kata-kata ku membuat Seungyoon berubah menjadi aneh karena sekarang dia malah memasang muka aneh. Cengar cengir tidak jelas, menjijikan!

“A.. aku..tentu saja aku lebih tampan saat aku bernyanyi, baiklah, karena kau sudah memujiku—“ dan kemudian Seungyoon berbalik menuju deretan dress yang tergantung tak jauh dari ruang ganti. Sejenak aku berpikir namja ini perlahan hampir kehilangan akal sehatnya karena berniat mencoba dress yang jelas-jelas ditujukan untuk dikenakan para gadis, sampai ia berbalik dan menyodorkan sebuah dress cantik berwarna biru dengan pita putih melingkar di pinggangnya.

“A..apa?” aku menggelengkan kepala “Aku tidak bawa uang, tidak—-“

“Hanya mencoba saja kan tidak harus membayar, dan lagi kau lupa siapa aku?”

“Heoh? Tentu saja kau adalah Kang Seung Yoon, pria yang tukang mengomel dan tukang bolos” Kataku sebal. Mataku menyipit curiga mencoba mencari niatan tersembunyinya, tapi aku tak bisa menolak saat dia mendorong ku ke dalam ruang ganti.

“Ganti baju mu dengan dress ini dalam waktu 5 menit, atau aku sendiri yang akan mengganti bajumu!”

“Mwo?! Apa kau bilang?!!!” tidak terima, aku langsung mencubit kedua pipi chubby Seungyoon keras keras “kau bilang apa heoh? Dasar pervert! Mau menggantikanku ba—“

“Aww! Appo!! Miyoung hentikan! Karyawan disini melihat kita!”

“Awas kalau kau berani macam-macam padaku Kang Seungyoon ssi! Pipimu akan bertambah lebar 10 cm!! “ ancamku sesaat sebelum melepaskan cubitanku “Baiklah! Aku ganti baju!”

SREKK

Aku pun menutup tirai dan menatap cermin di depanku. Sejenak aku merasa kagum dengan dress selutut yang dipilihkan Seungyoon padaku. Simpel tapi terligat begitu anggun dan sepertinya cocok dengan seleraku. oh ya.. aku masih belum memanggilnya dengan tambahan ‘oppa’ karena kurasa dia belum pantas.

Tapi apa-apaan harga dress ini? 1.400.000 won (sekitar Rp 16.925.580,-)?? Mahal sekali -_-, hmm tapi mencoba tidak berarti harus membeli kan?

“Baiklah… aku akan mencobanya” gumamku tiba-tiba excited, aku pun memakai dress itu dan sepertinya menghabiskan waktu lebih dari 5 menit yang diberikan oleh Seungyoon oppa karena namja chubby itu mulai mengomel.

“YAA!! Oh Miyoung! Sampai kapan kau mau di dalam sana? Apa kau tak sadar ini sudah hampir sepuluh menit dan—“

SREKK

Suara tirai dibuka, dan aku langsung mundur selangkah saat mendapati Seungyoon oppa berada tepat dibalik tirai ruang ganti. Wajah close up nya, terutama bibir nya yang agak terbuka membuatku hampir tak bisa bernafas karena teringat saat kami tak sengaja berciuman kembali terputar diotakku. Tapi kali ini aku benar-benar menatap wajahnya dari dekat, dan aku baru menyadari mengapa banyak gadis yang tergila-gila padanya.

Seungyoon tidak hanya tampan, tapi dia berkharisma

Aku menggelengkan kepala kuat-kuat! Berusaha memastikan aku tidak akan pernah tertipu dengan wajah malaikatnya.

“Y…YAA!!” Seungyoon terdengar agak gugup “Kenapa menggeleng seperti itu? Apakah kau tak suka kubilang ‘cantik’?”

“Hahh??” mulutku menganga mendengar kata-katanya, memangnya kapan dia memanggilku cantik? Aku menatapnya ragu “Kau bilang apa? aku cantik?”

“ANNI! Kau tidak cantik! KAU SANGAT SANGAT JELEK! Kau terlihat aneh seperti cherry tomato dengan wajah merahmu itu! Bahkan gaun indah tak bisa membuatmu terlihat cantik! Sudah! Tidak penting! Sekarang coba ini!” Seungyoon menyerahkan sepasang sepatu high heels berwarna senada dengan gaunku yang sedari tadi disembunyikan di balik punggungnya. Saat aku hendak mengambil sepatu itu, ia tiba-tiba berlutut dan menghadapkan sepasang high heels itu di depanku. “Pakailah sebelum aku menjitak mu dengan heels ini!”

“Ckckck.. kau ini di luar dugaan bawel sekali sih?! Kasihan sekali gadis yang kelak akan menjadi istrimu!” Omelku panjang lebar, tapi aku tetap mencoba memakainya. Seungyoon menatapku kesal sebelum membantuku dengan meletakkan telapak tangan ku dipunggungnya agar aku lebih mudah menggunakan sepatu berhak tinggi itu.

“Ba.. bagaimana? Apa kau suka?” tanya Seungyoon, tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi terlihat canggung setelah aku menggunakan sepatu itu. Aku terkesiap sesaat saat menyadari mata kami saling bertemu pandang tanpa disengaja.

“A.. aku suka” aku mencoba memalingkan tatapanku dari Seungyoon “ tapi kurasa aku lebih suka flat shoes

Memakai high heels setinggi kurang lebih 12 cm itu membuatku sadar jika kali ini untuk melihat ke arah mata Seungyoon, aku tak perlu lagi mendongak. Bahkan mataku sekarang tepat sejajar dengan bibir tebalnya yang terlihat lembut dan sexy.

Ahhhh!!! Apa yang kau pikirkan Oh Mi Young???!!

“K…kau suka benda ini?” tiba-tiba Seungyoon mengeluarkan sebuah bondu dengan mahkota kecil menempel di salah satu sisi bondunya. Aku terkesiap saat ia, tanpa menunggu jawabanku, memakaikan ku bondu mahkota itu.

“Kau kenapa tiba-tiba baik padaku? Kau membuatku merinding, apa kau merencanakan sesuatu?” kataku saat ia menyisipkan rambut di bekang telingaku.

“Itu…”

Triiinggg

Perlahan terdengar suara bel tanda pintu toko dibuka oleh pelanggan, suara penuh sopan karyawan toko pun terdengar di telingaku dengan jelas membuatku menengok. Tapi yang membuatku terkejut adalah sosok seorang gadis keturunan Jepang yang menatapku shock dengan mata sipitnya, sedangkan namja bertubuh kurus di sampingnya yang tak lain adalah Hanbin ketua kelas kami menatapku dan Seungyoon bergantian dengan dahi mengkerut.

“Pelayan! Aku ambil sepatu dan dress yang gadis ini kenakan, lalu yang ini.. Miyoung, kau mau coba….” Seungyoon yang menyadari aku hanya diam saja, mengikuti arah pandanganku. “Kau Hanbin..dan gadis itu teman sekelasmu kan Miyoung ah?”

“Miyoung padahal kupikir—-“ Wajah Chanri sekarang sudah merah seolah menahan tangis dan kemudian seperdetik kemudian ia berbalik untuk berlari keluar disusul oleh Hanbin yang sebelumnya melempar laser glare ke arah kami. Kaki ku sendiri terasa lemas untuk berlari, Chanri pasti salah paham. Dia pasti mengira aku sedang nge-date dengan Kang Seungyoon! Sial!

“Aku.. aku akan menyusul Chanri” aku hendak beranjak tapi pergelangan tanganku lebih dahulu ditangkap oleh Seungyoon.

“Bukankah tadi ada Hanbin yang menyusulnya? Sebenarnya ada apa—“

“Chan ri meyukai mu pabo! Dia pasti salah paham karena melihat aku bersamamu di luar sekolah!”

“HAAAH?”

Aku menatap Seungyoon kesal dan tanpa pikir panjang mengibaskan tangannya lalu berusaha mengejar Chanri yang sudah menghilang di balik pintu, tapi sialnya aku bahkan terpeleset ke depan karena tidak terbiasa dengan high heels yang kukenakan saat hendak melewati pintu keluar.

BRAKK

“MIYOUNG!!”

“AWWW!!! ”

“Kau baik-baik saja?” Seungyoon bergegas menghampiriku yang meringis tepat di depan pintu, sibuk memijiti kaki kiriku yang terkilir “Pabo! Kau ingat tidak kalau baju dan sepatu yang kau pakai belum dibayar?! Kau akan disangka penguntil jika kabur begitu saja! Dan lagi sepatu ini jadi lecet karena kau …”

Sial! Jadi lebih penting sepatunya dibanding aku?

Aku tak mempedulikan omelah Seungyoon karena masih menahan sakit di pergelangan kakiku yang sepertinya terkilir saat jatuh tadi. Aku bisa mendengar pria di sampingku sekarang menghambuskan nafas panjang sebelum menggendongku ala bridal style.

“Y..YYAAA!! TURUNKAN AKU!!”

Seungyoon tampaknya tak mempedulikan protesku, ia malah menghampiri salah satu karyawan toko yang tampak kebingungan “Pelayan, apa kalian punya kotak P3K?”

====**Author PoV**====

Beberapa hari kemudian

@Asrama Shining Star

Hanbin’s room

Malam itu tidak seperti malam-malam lainnya bagi Kim Hanbin. Sudah beberapa minggu ini dia harus berpartner dengan siswa bernama Cho Seunggi, seorang siswa pindahan dari luar negeri yang langsung saja menjadi idola di Qualified School karena ketampanan dan bakatnya yang luar biasa. Walaupun begitu, Hanbin merasa tidak nyaman karena merasa seolah Seunggi dapat membaca apa yang ada di pikirannya. Dan anehnya ia merasa Seunggi terkadang terlihat begitu mirip dengan Oh Miyoung, teman sekelasnya saat ia memergoki Seunggi membuka kaca matanya. Sebuah pikiran terbersit di benak Hanbin. Apa mungkin mereka bersaudara?

“Apa kau perlu bantuan?”

“Anni… aku sudah membereskan semua barang-barang ku, aku kesini hanya ingin melihatmu haha” balas seseorang berwajah cute dengan rambut pendek selayaknya anak laki-laki “Ini sudah beberapa hari sejak kejadian itu, apa kau sudah berhasil menenangkan Park Chanri? Aku tak mengira dia akan sehancur itu melihat pujaan hatinya bersama gadis lain, kau harus bersyukur aku memberi kesempatan dia menangis di punggungmu kan?”

“Kau…” Jika saja Hanbin tidak ingat jika kelemahannya dipegang oleh Seunggi, sudah sejak lama dia melaporkan siswa misterius dan mencurigakan ini ke dewan sekolah. Bagaimana tidak mencurigakan? Di mata Hanbin, Seunggi sering terlihat memiliki niat jahat pada Miyoung dan teman-teman di sekitarnya.

“Kau berpikir jika aku sangat mirip dengan Oh Miyoung kan?” Seunggi menghela nafas panjang dan mengambil sebuah wig panjang dari tasnya, menggunakannya, membuat Hanbin menahan nafas melihat kemiripan Seunggi dan Miyoung. Mereka benar-benar seperti kembar identik. Hanbin pernah mengira jika Seunggi dan Miyoung adalah orang yang sama sampai ia melihat keduanya nyaris bersamaan.

“Kalian mirip sekali…” mata Hanbin menyipit, ia terus memperhatikan tingkah laku Seunggi “YAA! Kau mau kemana?”

“Jalan-jalan… tenang saja, jika ada yang melihatku, mereka pikir mereka melihat Oh Mi Young” jawab Seunggi ringan, sebelum ia membuka pintu, ia menengok ke arah Hanbin yang masih duduk di meja belajarnya.

“Kau ingat kan Kim Hanbin? Aku tidak suka ditanya-tanya” kata Seunggi, walau sesaat tapi Hanbin masih bisa merasakan aura dingin yang dipancarkan oleh Seunggi.

Haruskah aku bertanya pada Miyoung?

*****//*****

“CHANRI YAA!! Dengarkan aku!! Buka pintunya!!!” Sudah lebih dari 30 menit aku mengetuk ngetuk pintu kamar Chanri, tapi sama sekali tak ada jawaban dari dalam. Sudah hampir seminggu Chanri menghindariku setelah kejadian di butik itu padahal besok adalah acara wisata sekolah ke Okinawa.

‘Padahal aku sudah mencoba menjelaskan, kalau aku dan Seungyoon ssi sama sekali tidak memiliki hubungan spesial dan saat itu kami sedang tidang nge-date!’ tanpa sadar aku mengutarakan pikiranku

“Jika dia benar-benar sahabat mu, dia akan mengerti” suara seseorang membuatku berbalik. Membuatku spontan mundur ke pintu saat menyadari wajahnya begitu dekat.

“O..oppa..”

“Kenapa? Habis melihat hantu?”

Aku menggeleng keras dan namja yang tak lain adalah Kyungsoo oppa itu melewatiku begitu saja. Tunggu! Bukankah kamar Chanri ini berlawanan arah dari kamarnya jika hendak ke luar atau ke ruang makan? Apa mungkin Kyungsoo oppa kesini karena ada keperluan dengan Chanri.. atau denganku?

“Pange—-“

DAKK

“AAWWW!!!!” Aku mengusap dahiku yang sakit karena disentil oleh Kyungsoo oppa.

“Sudah kubilang Oh Miyoung, berhenti memanggilku pangeran dan jaga jarak dariku minimal dua meter!”

“Galak sekali!” rungut ku kesal, saat-saat Kyungsoo oppa menyebalkan seperti ini membuatku meninjau ulang mengapa aku bisa mengira dia adalah pangeran Will.

Pangeran will menyentil kepalaku? That’s no.. no…

“MIYOUNGG!!! KAU DISINI RUPANYA!!” Tiba-tiba namja bertubuh jangkung dan kurus datang dari lantai di atas kami, ia merangkul ku ringan bersamaan dengan Kyungsoo oppa yang berbalik dan melangkah pergi meninggalkan kami berduaan “Ada apa dengan Kyungsoo hyung? Kalian ribut lagi?”

“Junhong-ah, kurasa perkiraanmu salah, dia tidak mungkin pangeran Will” bibirku membentuk pout dan alih alih mengikuti Kyungsoo oppa yang berjalan ke arah ruang makan, aku memilih naik anak tangga menuju ke kamarku.

“Kau tidak makan Miyoungie?” Zelo masih menahan bahuku yang telah berbalik.

“Aku mau makan ramyun instan aja, aku belum selesai membereskan barangku untuk ke okinawa besok” jawabku sekenanya, dan tak kusangka Zelo malah merangkulku lebih erat.

“Kalau begitu, aku ikut! Kebetulan aku juga ingin makan ramyeon saja, kau punya dua kan?”

“Ehh… ehhh!!! Kenapa kau ikut? Aku harus—“

“Oh Miyoung, kau disini rupanya! Bantu aku beres-beres barang!” entah dari mana munculnya, Kang Seungyoon tiba-tiba saja ada di depanku. Ia dengan cueknya berbalik sambil menarik pergelangan tanganku, aku tidak bergeming karena Zelo masih merangkulku dengan erat.

“Ada apa sih dengan kalian?!” aku melihat kedua namja ini yang sekarang terlihat seperti sedang eye battle, haduhh…? Memangnya aku itu gadis protagonis lemah di drama – drama yang sering ditarik-tarik beberapa pria? Malas sekali!

“Lepaskan tanganmu darinya Seungyoon sunbae!” kata Zelo datar, tapi aku masih bisa merasakan nada dingin dalam suaranya ”Miyoung akan ikut denganku!”

Seungyoon berbalik, dan akhirnya menatap Zelo yang sedari tadi diacuhkannya. “Oh Miyoung adalah partnerku, aku lebih berhak daripada kau!” kemudian tatapannya beralih padaku, ia menarik salah satu sudut bibirnya “Kajja!”

“Tapi—“

“Jjamkam!!”

“Sehun oppa?” aku menengok ke atas dan menyadari jika kami dari tadi ribut di bawah tangga. Tapi bukan itu masalahnya. Walau ia hanya berjalan dalam keheningan, aku dapat merasakan hawa pembunuh yang ditujukan tepat pada Seungyoon dan Zelo. Perlahan aku merasakan Zelo melepaskan rangkulannya dariku, dan genggaman tangan Seungyoon tidak sekuat tadi.

“Masih berani kalian menyentuh adikku di depanku heoh?! Kau memiliki nyali juga Seungyoon ssi, masih tak mau melepaskan tangan adikku?” Tanya Sehun dingin ketika ia sudah turun dan berada tepat di depan kami bertiga.

“Aku hanya—“ Seungyoon tak melanjutkan kata-katanya saat Sehun oppa dengan mudahnya melepas genggaman tangan Seungyoon padaku, dan menarikku di sisinya. “Oh Miyoung milikku, jangan seenak-enaknya menarik adikku!”

Setelah dipikir-pikir, Seungyoon, Zelo ataupun Sehun oppa sama saja! Semuanya senang sekali menarik narikku tanpa persetujuanku! Kesinilah…kesitu lah…! Entah mengapa aku jadi sebal sendiri!

“OPPA LEPAS!”

“Miyoung?!”

“Kalian semua, YA KAU JUGA SEHUN OPPA!!” Aku berkacak pinggang dan memelototi Sehun oppa yang terlihat speechless, lalu melihat kea rah Zelo dan Seungyoon dengan perasaan kesal “Jangan mencoba mendekati ku malam ini! Zelo kalau mau makan Ramyun, dikamarmu saja! Seungyoon ssi, kau punya tangan kan? Berkemas sendiri! Sehun oppa, kalau kau mencariku untuk membujukku untuk pulang, percuma saja! Pulang saja sendiri! AKU MAU BERKEMAS DAN PERGI KE OKINAWA!!! “

“Pulang?” Seungyoon mengerutkan keningnya, ia menatapku penuh tanya.

“Bukan urusanmu!” jawabku jengkel pada Seungyoon, dan kemudian melewati mereka bertiga begitu saja untuk nya, aku masih kesal karena Seungyoon sama sekali tidak terlihat merasa bersalah sudah membuat salah satu fans beratnya yang sekaligus temanku patah hati.

“YAA!! OH MI YOUNG”

Haahhhh… Sehun oppa pasti akan memarahiku, aku harus cepat-cepat kabur!

======//=====

Keesokkan harinya, Lapangan Sekolah

“Chan ri ya…” aku menatap Chanri dari balik jok bis yang disewa sekolah untuk ke bandara. Gadis berambut sebahu, sahabatku itu duduk bersama dengan Hanbin. Sesekali ia tertawa mendengar candaan Jogup dan Zelo yang duduk bersebrangan dengan mereka. Aku iri, seandainya saja Sehun oppa tak memaksaku duduk bersamanya, aku ingin berbaur dengan teman sekelasku saja.

Ya, hari ini semua special class yang berjumlah 15 orang hari ini akan berlibur ke Okinawa, sementara kelas regular lainnya akan menikmati wisata ke Jeju. Aku tak tahu tempat seperti apa Okinawa ataupun Jeju, tapi oppaku bilang itu adalah tempat yang terkenal dengan pantainya.

“Apa ada yang melihat DO Kyungsoo? Apakah dia sudah disini?” Tanya Tablo seonsaengnim, ia menatap satu persatu anak-anak kelas special yang sudah masuk ke dalam bis yang menggeleng, tak terlalu peduli “Aneh sekali.. di sekolah dan kamarnya juga dia tidak ada”

Kemana dia? Aku merasa bingung sendiri, perlahan aku melihat ke tempat duduk paling belakang. Seungyoon ssi duduk paling dekat dengan pintu keluar, ia menatapku sekilas sebelum memalingkan wajahnya. Menyebalkan! Zelo yang duduk tak jauh dari Seungyoon menatapku penuh tanya saat mata kami tak sengaja terpaut, tapi aku langsung membuang muka.

‘Jika saja tidak ada Sehun oppa, aku akan mencari Kyung soo oppa… ah.. itu mungkin, you’re lucky girl Oh Miyoung!’pikirku saat menyadari Sehun oppa telah tertidur saat kepalanya terkulai padaku. Ia pasti tidak tidur semalaman karena melakukan sesuatu, ia tak pernah mau memberitahuku apa alasannya!

“Seonsaeng, boleh aku keluar sebentar? Barangku ada yang tertinggal” kataku begitu berhasil berhasil bebas dari kepala kakakku. Hyejeong seonsaeng menganguk dan mengijinkan ku pergi tapi tidak lebih dari 15 menit karena kami semua akan segera berangkat.

“Kau mau kemana?”

“K—KAU!” Aku agak terlonjak saat seseorang menepuk pundakku. Padahal baru lima menit aku meninggalkan bus untuk mencari Kyungsoo oppa di sekitar sekolah “Kang Seungyoon! Kau mengangetkan ku!”

“Kenapa kau turun dari bus? Sebentar lagi busnya pergi”

“Bukan urusanmu! Urusi saja urusan mu sendiri!” gerutu ku kesal, sebagian besar karena namja ini sudah membuat Chanri salah paham . Chanri sampai saat ini masih saja bersikap dingin padaku, dan Seungyoon sama sekali tidak membantu.

Aku kembali bergegas, menaiki tangga-tangga yang menuju ke arah atap gedung musik. Aku ingat pagi ini jadwal Kyungsoo oppa adalah pelajaran basic cello dan dia sering sekali membolos untuk tidur di atas gedung seni ini jadi mungkin saja dia ada di atas gedung ini kan? Padahal semua kelas hari ini ditiadakan.

“Oh Miyoung! Tunggu aku! Aishh… kau cepat juga!” Seungyoon terus mengomel di belakang ku, tapi aku tak repot-repot lagi untuk menanggapinya.

“Kyungsoo oppa, awas saja kalau kau tidak ada di atap!”

“Jadi kau mencarinya?” tanya Seungyoon lagi, aku menengok dan menatapnya jengkel. Seharusnya dia tidak menanyakan hal yang sudah jelas kan? “Kenapa kita harus mencarinya? Dia punya hak untuk tidak ikut kan?” tambahnya lagi.

“Bukan kita, tapi aku yang mencarinya, kalau kau tidak mau ikut mencarinya lebih baik kembali ke bis!” kata ku lagi sambil memelototi Seungyoon, namja ini benar-benar deh namja paling cerewet yang pernah kutemukan.

“YYA!! Kupiir aku senang menemanimu mencari dia? Memikirkan dia ikut ke Okinawa saja membuatku malas, tapi aneh juga, biasanya dia tidak pernah ikut jika ada acara ke luar sekolah tapi sekarang dia mendaftarkan diri ikut ke Okinawa…YAA!! CHERRY TOMATO TUNGGU!!!”

Aku menggunakan muffler yang sedari tadi kubawa karena dua hal 1) Musim dingin di Korea ini sudah hampir mulai dan 2) setidaknya jika Seungyoon mulai mengomel, benda ini bisa meredamnya. Setengah berlari aku menaiki tangga dan kupikir sudah jauh meninggalkan Seungyoon, tapi salah ternyata dia sekarang sudah merangkul bahuku. Entah mengapa membuatku berhenti melangkah saat mata kami tak sengaja saling terpaut.

“Ja..jangan salah paham, aku hanya memastikan kalau kau tidak menghilang dan kembali ke dalam bis, kau ingat kalau aku partnermu? “ katanya dengan nada tidak meyakinkan, aku hanya menarik nafas panjang saat merasakan udara panas di sekitar wajahku.

“A..APA?” kata ku agak grogi saat dia kembali menatapku.

“Sekarang kau benar-benar seperti cherry tomato, wajahmu…”

“Kau membuatku sebal, singkirkan lenganmu mr. nagging, hahhh.. aku harus cepat-cepat menemukan Kyungsoo oppa” dan aku pun melenggang pergi, berusaha menyadarkan diri dari hipnotis namja satu ini. Anni… aku, Oh Mi Young tidak mungkin menyukai orang lain selain pangeran Will.

“YAAA!! Kau memanggilnya oppa.. tapi memanggilku seolah kita seumuran?!! APA KAU TAK INGAT KALAU AKU LEBIH TUA DARIMU! DIMANA SOPAN SANTUN MU HEOH?

! YAA!! OH MI YOUNG!!!”

Aku kembali tak mempedulikan Seungyoon, sekarang aku sudah sampai di anak tangga terakhir dan tinggal membuka pintu yang menuju rooftop…

“Kyungsoo oppa…..” mataku melebar karena shock, dan aku tak bisa mengendalikan tubuhku yang mendadak lemas saat melihat ‘pemandangan’ di depanku.

“Kau… Cho Seunggi? Kyungsoo hyung, apa yang kalian lakukan?!” Seungyoon terdengar bingung, tapi ia tidak sefokus aku menatap ‘pemandangan’ di depanku karena entah sejak kapan ia sudah menahan bahuku yang hampir menabrak pintu di belakangku. Ya.. tanpa sadar aku telah mundur beberapa langkah dan hampir ambruk.

Bagaimana aku tidak terkejut, tadi, di depan mataku Kyungsoo oppa sedang berciuman dengan seorang namja. Apa mataku tak salah? Tapi jelas orang bertopi yang berdiri di samping Kyungsoo oppa sekarang adalah seorang namja karena dia menggunakan seragam siswa laki-laki Qualified School. Dan tadi.. Seungyoon bilang jika dia adalah Cho Seunggi?

Jadi… apa artinya … apa mungkin Kyungsoo oppa… gay?

“Miyoung… ini…tidak seperti yang kau pikirkan” Kyungsoo oppa menatapku cemas, saat dia akan mendekat aku langsung menggeleng kuat. Dan mungkin karena hal itu, dia tidak lagi melangkah mendekatiku.

Aku menggigit bibirku menahan rasa perih yang tiba-tiba saja menohok hatiku. Otakku benar-benar macet saat berusaha mencerna fakta mengapa mendapati Kyungsoo oppa berciuman dengan pria lain membuatku begitu sakit. Jadi… apakah ini yang membuat Kyungsoo oppa menjaga jarak dariku? Agar yeoja … anni namjachingunya tidak salah paham?

“Seungyoon-ah” Seunggi bersuara “Kalau kau disuruh mencari kami, sebentar lagi kami akan naik bus”

“Ah.. nee..” jawab Seungyoon, tak tahu harus berkata apa-apa lagi “Kalau begitu kami duluan sunbae”

Aku tak menyadari jika sejak tadi Seungyoon terus melihat reaksiku sampai ia menangkap pergelangan tanganku. “Kalau begitu kami duluant. Kajja Miyoungie!” aku tak melawan saat Seungyoon merangkulku dan membawaku menjauh dari rooftop.

Seungyoon tak mengatakan apapun lagi saat menuntunku kembali menuju lapangan tempat bus sudah menunggu. Sedangkan aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri. Kenangan ku sejak pertama bertemu dengan Kyungsoo oppa disini kembali berkelabat dan membuatku semakin menyadari jika ia tidak menginginkan keberadaanku, dan sekarang.. ia dengan Seunggi. Oh ya Seunggi.. aku tak benar-benar bisa melihat wajahnya tadi karena wajahnya tertutup topi dan hoodie. Ia sepertinya begitu menyukai Kyungsoo oppa karena aku melihatnya menggenggam pergelangan tangan Kyungsoo oppa begitu erat seolah mencegahnya menghampiriku.

“Kita sudah sampai pabo!”

“….” Aku menengadah dan mendapati pintu bus sudah di depanku, tapi aku masih menatap kosong apapun yang ada di depanku sekarang.

‘DDAK’

“YAA!! APPO!!” Aku mengelus dahiku yang disentil tiba-tiba oleh Seungyoon, tanpa kuduga ia mengelap air mata yang membasahi pipiku. Aku sendiri terkejut, sejak kapan aku mulai menangis?

“Uljima! Sebelumnya wajahmu memerah seperti cherry tomato, tapi sekarang kau sepucat kapas dengan mata bengkak. Apa kau ingin membuat Sehun oppa mu itu membunuhku karena mengira aku sudah membuatmu menangis?”

“Aku tidak menangis! Memangnya aku cengeng?!” kataku dengan kesal sambil melepaskan genggaman tangannya. Aku pun menepuk nepuk mukaku yang rasanya panas, memastikan jika aku tak kelihatan seperti habis menangis.

“Dengar Oh Miyoung, yang kau lihat tidak selamanya sesuai dengan yang kau pikirkan, dan.. Kyungsoo hyung yang kutahu bukan pria seperti ‘itu’, jadi jangan terlalu bersedih” kata Seungyoon sambil tersenyum tipis, tapi matanya entah mengapa terlihat sedih. Ia menepuk pundakku sebelum melewatiku untuk masuk ke dalam bis duluan.

“Melihatmu menangis untuk pria lain, membuatku ‘sakit’”

Aku mengerjapkan mata, kata-kata yang diucapkan sambil lalu oleh Seungyoon membuatku seperti disiram air es. Perasaan apa ini? Pikirku bingung. Tapi yang bisa kulakukan sekarang hanya mengikuti punggungnya yang menghilang setelah masuk ke dalam bus.

====**Author PoV**====

3 Jam kemudian

@Okinawa, Naha International Airport

Sepasang mata bulat diam-diam sudah menyoroti sosok mungil gadis yang setengah hari lalu memergokinya di atap sekolah. Gadis itu terlihat baru saja duduk di salah satu kursi di bandara tak begitu jauh darinya, hanya terhalang dua pilar besar yang membatasi sebagian pandangan pemilik mata bulat itu dengan gadis yang diperhatikannya. Tepat di sebelah kanan gadis itu, seorang pria jangkung berkulit bagai pualam dengan ekspresi cool terlihat sama sekali tidak senang dengan pria yang duduk di sebelah kiri gadis mungil itu. Ya, pikirnya, Oh Sehun sama sekali tidak berubah terhadap salah satu adiknya itu. Jika saja seonsaengnim tidak memerintahkan murid kelas satu untuk terus bersama partnernya (dalam arti untuk Miyoung, dia harus bersama Kyungsoo atau Seungyoon), tidak mungkin Oh Sehun akan membiarkan Oh Miyoung dekat dengan laki-laki lain.

“YA! Kang Seungyoon kau mau kemana?!” Tanya Kyungsoo ketika Seungyoon bangkit dari tempat duduk dan melewatinya. Seungyoon yang dia tahu bukanlah tipe yang akan tahan bersama dengan gadis yang tak mau kalah seperti Miyoung, tapi sepertinya dugaannya salah, Miyoung berbeda.

“Kau disini? Aku mau membeli minum untuk partnerku” jawab Seungyoon dingin, dan tanpa berkata apapun lagi ia berlalu. Ia berpapasan dengan dua orang yang terlihat mendekati Kyungsoo, tapi Seungyoon tidak mau ambil pusing dan bergegas ke vending machine terdekat. Ia merasa tak bisa meninggalkan Miyoung lama-lama.

“Kyungsoo hyung, seperti kau lihat, Oh Miyoung sepertinya bisa menerima kalau kau ‘gay’” sindir seseorang yang tadi berpapasan dengan Seungyoon. Namja yang mengikutinya menatap Kyungsoo penuh minat.

“Apa yang kau mau Oh Mingi? Aku sudah menuruti permintaan absurb mu, dan sesuai janjimu, kau tidak boleh menyentuh Oh Miyoung setidaknya selama di Okinawa”

“Ya..ya.. ya… aku ingat, kau memang tidak berubah, Miyoung inilah… Miyoung itulah … Miyoung, Miyoung dan Miyoung! Sama seperti dia, oppa dan orang tua ku! Kalian membuatku muak!” kata orang itu tak bisa menyembunyikan amarahnya, tapi ia masih bisa mengendalikan suaranya sepelan mungkin hingga hanya Kyungsoo dan pengikutnya yang mendengar,

“….” Kyungsoo tak membalas kata-kata Mingi, ia berdiri melewati gadis yang menyamar jadi namja itu dan berjalan ke arah Miyoung yang otomatis membelalakkan matanya begitu namja bermata besar itu duduk tepat di sebelahnya. Tanpa gadis itu sangka, Kyungsoo merangkul bahu gadis mungil itu dengan agak kasar dan berbisik di telinganya.

“Karena sekarang kau sudah tahu ‘rahasiaku’, kuhapuskan jarak 2 meter diantara kita”

“MWO? Ma… maksudmu.. rahasia kalau kau ga—”

Dengan cepat Kyungsoo menutup mulut Miyoung, seolah hendak membekap gadis itu “Mulai sekarang aku akan terus mengawasi mu Oh Miyoung, tak akan kubiarkan kau mengatakan rahasia ku pada siapapun, arra?!”

“Hmpfff hmpfff….” Jawab Miyoung dengan anggukan, dan akhirnya Kyungsoo melepaskannya. Gadis itu menatap kesal ke arah Kyungsoo, nafasnya tidak teratur karena dibekap oleh pria bermata bulat itu tadi. Dan dimana Oh Sehun disaat-saat seperti ini? Mata Miyoung menangkap sosok kakaknya yang entah sejak kapan mengobrol dengan Kai di dekat pintu masuk airport.

“Tenang saja aku tak akan bilang siapapun.. bahkan jika kau bilang sebenarnya kau suka Kang Seungyoon, aku—“ Miyoung menghentikan kata-katanya saat melihat wajah Kyungsoo yang memancarkan aura tidak bersahabat “Mungkinkah aku benar? Ah.. eothokkhe!! Jadi kau, Seungyoon dan Seunggi oppa terlibat cinta segitiga? Wahh seperti fanfic yang pernah kubaca!!”

“YOU WISH!” Kyungsoo mendengus keras sebelum melipat tangan dan memasang poker face nya kembali. Menggelikan sekali, Pertama Miyoung mengira dia ‘gay’ dan sekarang mengira dia menyukai Seungyoon dan terlibat cinta segitiga? Benar-benar tidak lucu.

“Sampai kapan kita menunggu? Kuharap tour guide yang membawa kita cepat datang”

Kyungsoo menarik nafas panjang melihat Miyoung yang sekarang menatap kosong udara di depannya. Ia tidak menghiraukan Seungyoon yang entah sejak kapan muncul di depan Miyoung dan menatap heran ke arahnya. Pandangannya kembali ke arah Mingi yang sekarang sedang berbicara dengan Kyuhyun seonsaeng. Tinggal sekitar 10 menit lagi jemputan datang untuk membawa mereka ke hotel, tapi ntah mengapa Kyungsoo merasa liburan ini tidak akan menenangkannya.

Setidaknya dengan ‘kesalah pahaman’ ini, ia mendapat alasan untuk tetap berada di sisi Miyoung.

Setidaknya mungkin, tidak seperti dulu, kali ini ia bisa melindunginya.

 

==== Miyoung PoV ====

“Hujan?” aku menatap langit yang mulai dijatuhi titik air begitu keluar dari airport dan menuju stasiun kereta yang terletak bersampingan dengan airport. Aku menatap hujan dengan takjub, di Zallua tidak ada hujan air, yang jatuh ke tanah kami hanya berupa embun dan salju.

“Sebegitu suka kah kau dengan hujan? Gadis aneh!” suara annoying itu, aku menjulurkan lidah pada Seungyoon yang berdiri di sampingku menunggu kereta shinkansen yang akan membawa kami lewat. Mood nya entah mengapa mendadak jelek kembali setelah kami landing, padahal tadi di pesawat dia sama sekali tak menggangguku.

“Air nya terasa sejuk, aku memang suka hujan” Kataku saat merentangkan sebelah tangan untuk merasakan air yang menetes semakin deras jatuh di telapak tanganku. Sedangkan siswa lain sengaja berada di pinggir pintu, berdiri sejauh mungkin di bawah kanopi agar tidak terciprat air hujan. Tak lama kemudian, aku melangkah dan membiarkan air hujan yang semakin deras itu menjatuhi diriku, tapi hanya sesaat karena sebuah payung transparan membuatku tetap kering.

“Kau membawa payung?” aku menatap Kyungsoo oppa, rasanya aku masih belum biasa berada sedekat ini dengannya. Sesungguhnya aku selalu merasa ada yang tidak beres dengan jantungku saat ia berada begitu dekat denganku.

“Dengan payung ini, kau masih bisa melihat air yang jatuh tanpa menjadi basah” kata Kyungsoo oppa dengan nada enggan “Jangan salah paham, aku membuka payung agar bisa menunggu disini, jadi bisa paling cepat naik shinkansen”

“Dia tidak perlu payung mu, okay!” Sehun oppa tiba-tiba muncul sambil memakaikan mantel tebalnya padaku.

“OPPA!” umpatku kesal karena dia mulai berulah lagi menjadi kakak yang over protective padaku, ia tidak menanggapi dan hanya menunjuk ke arah kereta yang melambat dan mendekati kami.

“Tidak akan ada yang mendekati Oh Miyoung ku seenaknya lagi, bahkan jika kalian berdua atau kau…” matanya menatap ke arah yang kukira adalah Zelo “adalah partner, teman sekelas, atau pangeran sekalipun!”

“Kalau kekasih?” Kai oppa tiba-tiba nyeletuk, dia menyeringai saat mendapati Sehun oppa memelototinya.

IN YOUR DREAM!”

“YAAA!!!”

My sister is mine” Sehun mengedipkan sebelah matanya padaku saat ia menarikku ke sebuah kursi yang kosong dengan meja di depan kami, ada dua kursi lainnya yang juga kosong tepat di depan meja. “Kita lihat, seberani apa fans-fans mu itu, apa mereka berani duduk di depan kita?

=====|Author PoV|======

“Hari ini karena cuaca buruk dan telah senja, kalian di hotel saja, dalam keadaan hujan lebat seperti sekarang tidak mungkin untuk melihat sunset” ucap Kyuhyun seonsaeng setelah mereka semua makan malam, dan baru saja mereka dibagikan kunci untuk mengakses kamar masing-masing. Karena siswa wanita hanya berempat dan kamar yang tersedia cukup besar, Miyoung akan sekamar dengan Chanri, sedangkan Shin Ae dari tahun kedua akan sekamar dengan Hanhee dari tahun ketiga. Miyoung merasa ini mungkin kesempatannya untuk berbaikkan dengan Chanri.

“Nee seonsaengnim..” koor siswa kelas spesial yang hanya berjumlah 15 orang. Miyoung tak menjawab dan hanya menatap kosong jendela-jendela besar tembus pandang yang tak ditutup sempurna, sedangkan suara petir terus terdengar bersahutan bahkan walau mereka di dalam ruangan. Miyoung ntah mengapa teringat Mingi, ia merasa saudara kembarnya akan membenci suara petir. Mingi tidak menyukai suara keras yang dapat mengagetkannya.

“Seunggi ya, gwenchana? Sebaiknya kita ke kamar” suara seorang namja. Miyoung menengok dan mendapati namja yang memiliki tinggi seperti dirinya terlihat kaku sementara Youngjae oppa dari tahun ketiga merangkulnya. Miyoung menatap Kyungsoo oppa yang sibuk dengan ponselnya, ia tampak tidak memperhatikan Cho Seunggi lagi.

“Oppa.. apa kau tak apa-apa namja chingu mu bersama Youngjae oppa?”

“Namjaching… “ Kyungsoo langsung menarik nafas panjang, tapi jelas-jelas ia terlihat seperti tersinggung “KAU— aku mau ke kamar saja!”

“Oppa… Kyungsoo oppa!! Huhh dia kenapa lagi sih?” Miyoung memukul-mukul dadanya yang sesak, setelah dia mengira Kyungsoo oppa sudah tak mempedulikannya karena tidak berusaha duduk dengannya di Shinkansen, sekarang ia merasa keberadannya bagi Kyungsoo semakin tidak penting.

“Miyoung ah, kau menyakiti dirimu sendiri”

“Zelo?”

“Ikut aku!”

“HAH?” tanpa menunggu jawaban dariku, Zelo tiba-tiba menarikku ke salah satu ruangan karaoke yang tak terlalu jauh dari restoran hotel. Seungyoon dan yang lainnya terlalu sibuk mendengarkan penjelasan seonsaengnim mengenai rencana liburan kami hingga tak menyadari kami berdua telah menghilang. Entah mengapa perasaanku tak enak, sejak di bus aku merasa Zelo menjadi agak aneh.

“Miyoung ah… apa kau mempermainkan ku?”

“M..mwo?”

“Kemarin kau bilang jika kau hanya menyukaiku, tapi hari ini kau terus…. Kyungsoo hyung.. bahkan Seungyoon hyung… apa arti tatapan dan tindakanmu pada mereka? apa kau menganggap perasaanku hanya main-main belaka?”

“Ze..zelo tenanglah.. aku, aku tak mengerti—“

“Padahal kau bilang tadi malam tak apa-apa jika aku bukanlah Pangeran Will, kau akan berusaha mencintaiku, karena kau merasa menyukaiku”

Mulutku hanya bisa menganga berusaha mencerna apa yang Zelo katakan, dan semuanya terasa tak masuk akal. Jelas-jelas tadi malam pada akhirnya aku berkemas dengan Sehun oppa.

“Zelo ya, kurasa kau salah paham.. aku…” lidahku tercekat saat Zelo merangkul pinggangku, memerangkapku ke dalam dada bidangnya. Aku bisa merasakan debar jantungnya yang tak beraturan, membuatku tersadar akan perasaan Zelo selama ini. Mungkin.. ia menyukaiku, tapi mengapa ia begitu yakin aku telah membalas perasaannya? Padahal baru sekarang aku menyadari perasaannya padaku.

“Miyoung… anni Princess Lauren, aku mencintaimu, selalu, sejak dulu” katanya Lembut di telingaku, aku mendongak dan mendapati Zelo tersenyum lembut padaku. Dan tanpa kuduga, ia memejamkan wajahnya dan bibirnya yang lembut hampir saja menyapu bibirku jika seseorang tidak membekap mulutku dari belakang dan mendorong dada Zelo.

“Pangeran Will, kau—“ Zelo menekapkan mulutnya sementara mataku melebar. Ingin sekali aku berbalik untuk melihat siapa yang Zelo panggil dengan ‘Pangeran Will’ , tapi namja di belakangku ini begitu eratnya memelukku dari belakang.

I’m sorry Zelo, she is still mine—“ dan kemudian semuanya terjadi begitu cepat. Alih-alih menutup mulutku, sekarang pria di belakangku itu menutup kedua mataku dengan tangannya dan memutarku ke arahnya. Yang kutahu, udara panas menggelitik hidungku dan sesuatu yang lembut menyapu bibirku, mengulumnya dan aku tahu, aku mengingat ciuman ini.

Dan kuharap ia tak membuatku melupakannya.. lagi…

 TBC

AHHHH~~~ I dunno kalo masih ada yg bakal baca nih FF, aku janjiiii deh bakal ngereveal pangeran will di ch 6, dan FF ini bakal aku buat tamat di ch 7 atau 8 ajah T.T karena ga yakinnn deh aku sanggup panjang2 huhuhu *nih ch 5 nya aja keluar berbulan bulan*

thx yang udah baca, and please kripik saran dll,,, ga papa dikit jugaa~~aku tau kok ff ini berbelit belit dengan konflik yg itu2 ajah huhuhu, ga papa kritik ajah seenggaknya aku tahu ada yg baca dan ada masukkan *wlo aku udah memasrahkan diri kalo udah ga da yg baca ahahahha salah aku sndiri ni ff lama bgt

thxxxx *peluk kang seungyoon /eh

Advertisements