Tags

, , , , , ,

4-leaf-clover

Alternative Title : All 4 to be Together

 Each of four leaves on this lucky charm has a special meaning –

Faith, Love, Hope & Luck

 Author : Kunang | Main Cast : Choi HaeIn, Sung Hyesoo, Jung Miyoung, Lee Chanri, Kim Sunggyu, Nam Woohyun, Lee Sungyeol, Lee Howon/Hoya, Kim Myungsoo  | Support Cast: Jang Dongwoo, Lee Sungjoong, Jung JoonYoung (Vocalis JJY Band, Miyoung brother), Mr. Lee, Mr. Kim, another cast you will be find it every chapter | Length : series | Genre : romance, drama, friendship, slice of life, collagelife| Rating  : PG-15

Disclaimer       :  Infinite members dan Jung Joon Young milik mereka sendiri.. Cerita ini murni milik dari carefree- happy- chicken maniacKunangplagiat jauh-jauh sana sebelum dilempar pake standing mic sama WooGyu.

♪ 4 girls ♪

♪ 4 different personalities ♪

♪ 4 different charms ♪

♪ 4 different love stories ♪

♪ For some reason, they were never seperated ♪

♪ But when something called love is come and make some mistrust ♪

♪ Can their friendship still going on? ♪

—-|—

Third Leaf –Hope

Hyesoo’s story

♪ song : 24 Hours by Infinite♪

 

Triingggg……….

 

From : Hyesoo noona

Sungyeol-ah, mian aku agak telat, tunggu aku sekitar 15 menit lagi

Sungyeol menghembuskan nafas panjang sebelum membalas email dari sunbae nya itu

To : Hyesoo noona

Take your time noona, aku baru sampai kok ^^

Sungyeol menunggu beberapa saat menunggu balasan tapi nihil hingga akhirnya ia memutuskan menyimpan ponselnya. Sebagai gantinya, tangannya bergerak gerak mencari sesuatu di map yang ia bawa. Sebuah kertas berukuran F4 dilipat dua kali perlahan ia buka.

‘I hope we can meet again, someday’

Senyum tipis terkembang di wajah tampan Sungyeol yang sekarang sibuk mengagumi gambar sketsa gadis kecil cantik berambut sebahu dengan poni menyamping. Sketsa yang ditinggalkan gadis kecil itu sepuluh tahun lalu.

Flashback

PRANGG DRANGGG….

Suara barang pecah dibarengi dengan teriakkan geram pria dan wanita sama sekali tak mengejutkan anak kecil bernama Lee Sungyeol pagi itu. Ini sama sekali tidak baru, mungkin eomma dan appa nya kembali bertengkar karena masalah-masalah yang saat itu belum dan sama sekali tidak mau ia mengerti.

“YAA—!!! AKU INGIN KITA BERCERAI, SUNGYEOL AKAN IKUT DENGANKU!!” suara melengking eommanya terdengar jelas. Malas mendengar kata balasan dari appanya, ia segera bangkit dari kasurnya dan menuju kamar mandi, menyalakan shower.

Lima belas menit berlalu, dan Sungyeol sudah siap bersekolah dengan headphones yang tersambung dengan pemutar kaset (dulu belum ada mp3 player) yang ia bawa di tas nya. Ia terlalu malas mendengar  ayah dan ibunya bertengkar.

“Aku pergi…” sungyeol berkata datar, sama sekali tidak mengacuhkan pelayan nya yang menawarkan sarapan. Ia pun melangkah keluar dan mendapati supir dan security yang bekerja pada keluarganya sedang berbicara dengan seorang ahjumma dan gadis yang sepertinya sebaya dengannya. Gadis itu sepertinya sama sekali tidak bisa diam karena terus menerus berlari kecil mengelilingi ibunya sambil bernyanyi.

“Hyesoo, diamlah! Eomma sedang berbicara dengan kedua ahjusshi ini!”

“Ada apa ini?” Sungyeol mendekati keempat orang itu, ia melepaskan head phonesnya.

“Annyeonghaseyo, naneun Hyesoo imnida, aku baru pindah di situ, tuh sebelah rumahmu”

“Eh… naneun Lee Sungyeol”

Gadis yang baru menyapanya membuatnya merasa aneh, senyumannya benar-benar kontras dengan dirinya saat ini. Gadis itu terlihat bahagia dan ceria, ia memiliki aura yang bisa membuat sekitarnya hangat.

“Lee dolunim (tuan muda), kau.. kau tersenyum??”

“Kapan aku tersenyum?” aku memelototi supirku itu, memberi isyarat agar ia pergi untuk menyalakan mobil, dan kemudian aku pun melihat rumah yang berada tepat di samping rumahnya. Rumah itu jauh lebih sederhana dibanding rumahnya yang berlantai tiga.

“Jadi kau anak dari Mr dan Mrs. Lee yang tinggal di sini?” akhirnya ahjumma itu menunduk dan menepuk bahu Sungyeol “Jika tak merepotkan, kami hanya ingin mengucapkan salam dan mengantarkan sedikit makanan untuk keluarga kalian, kami baru pindah kemarin”

“Kenapa?” ntah mengapa Sungyeol merasa tidak suka “Kami punya makanan lebih dari cukup”

“YAAA!! KAU JANGAN BICARA SEPERTI ITU!!” tiba-tiba gadis yang bernama Hyesoo itu mencubit pipi Sungyeol keras-keras, membuatnya menjerit. Bahkan security, sopir dan Hyesoo eommonim waktu lebih dari tiga menit untuk melepaskan cubitan gadis kecil itu.

“YAAA!! LEPASKAN AKUU!! APPO!” Sungyeol meringis dan untunglah pada akhirnya gadis kecil itu melepaskan cubitannya.

“Hyesoo!! Jangan mengganggunya! Kau ini suka sekali sih mengganggu atau menjahili anak laki-laki?!” sentak Hyesoo eomma, gadis itu hanya cemberut “Nak, maafkan dia yah, kau pasti mau sekolah, tapi bisakah kau bilang pada orang tua mu jika kami ingin bertemu sebentar?”

“Maaf nyonya, tapi orang tua ku sedang tidak bisa di ganggu”kata Sungyeol dengan nada agak kesal, ia masih mengelus pipinya. Untunglah di rumah pakai pengedap suara sehingga teriakan-teriakan dan suara barang pecah lainnya tak terdengar ke luar.

“Oh begitu, baiklah kalau begitu kau bawa saja makanan ini ke sekolah, aku dan Hyesoo yang memasaknya”

“Tapi…” belum sempat Sungyeol menolak, Hyesoo eomma (eommanya Hyesoo) lebih cepat menyodorkan bungkusan besar itu padanya.

“Awas kalau kau tidak habiskan!!! Byee!!!” Hyesoo kecil berlari meninggalkan Sungyeol, Hyesoo eomma hanya geleng-geleng kepala.

“Baiklah nak Sungyeol, eommoni tinggal dulu ya, sampaikan salam kami pada orang tuamu. semoga kamu bisa berteman dengan Hyesoo, walau jahil begitu tapi dia baik loh” Hyesoo eomma mengedipkan matanya sebelum berjalan menjauhinya, tapi baru beberapa langkah ia berbalik dan melambai “Nak, kalau kau ketagihan dengan masakan ku dan Hyesoo putriku, kau boleh main ke rumah kapan pun”

Dan Hyesoo eommai pun meninggalkannya, menuju rumah mereka di samping rumahnya.

Keluarga yang aneh.

Tapi ntah mengapa ia menyukainya.

Sungyeol pun kembali menjalani kehidupan monotonnya di sekolah dasar, tapi yang berbeda kali ini ia membawa bekal. Dari si gadis kecil aneh dan ibunya.

“Makanan ini kan… Samgyetang?” Sungyeol menatap takjub ayam utuh yang didalam tubuhnya berisi nasi dan bahan lainnya dan semuanya telah matang sempurna. Ia sama sekali tidak pernah makan makanan itu karena koki mereka tidak pernah menyediakannya, ia hanya tahu dari majalah dan buku saja.

Sungyeol pun mengeluarkan wadah wadah kecil lainnya berisi makanan pendamping seperti Kimchii, pickle radish, japchae dan lainnya. Untung saja saat ini ia memilih makan menyendiri di atap sekolah, jika tidak teman-teman lainnya pasti heboh.

“Sluurppp………” mata Sungyeol melebar saat lidahnya merasakan sensasi lezat makanan di depannya, ia pun segera menambah kecepatan makannya. Ia menyukai segalanya, bahkan ia memakan habis sayurannya juga.

Dan malam itu juga, Sungyeol sendiri mengembalikan tempat makan ke rumah tetangga barunya, dan mulai saat itu ia selalu makan malam di sana. Appa dan eomma Hyesoo juga sangat menyayangi Sungyeol seperti anak mereka sendiri, walau ia dan Hyesoo masih terkadang sering berantem.

Sungyeol merasa, setelah sekian lama baru kali ini ia merasa memiliki keluarga dan teman …

Tapi hal itu hanya berlangsung selama seminggu, karena kemudian keluarga Hyesoo sudah pindah ntah kemana. Rumah gadis kecil itu di kunci dengan teralis besi dan dipasangi pengumuman jika rumah itu telah disita. Ia hanya menemukan sketsa wajah Hyesoo di halaman rumah gadis itu saat Sungyeol berhasil menerobos naik pagar rumah itu.

Di bawah sketsa it tertulis ‘Hyesoo by Joon 20 June 199x’

Flashback end

 

“Sungyeol-ah, kau sudah menunggu lama?!”suara seorang gadis membuat Sungyeol buru-buru menyembunyikan sketsa wajah yang dipegangnya ke dalam map yang ia bawa.

“Ah noona, aku baru sampai kok, kau mau minum apa? Aku tak tahu apa yang kau inginkan, jadi aku sudah memesan duluan” ia tersenyum, agak gugup.

“Biar aku saja yang memesan minumanku, titip tas ku ya Sungyeol-ah” gadis berambut panjang yang menyapanya tadi menaruh tas dan menuju ke salah satu kassa untuk memesan sekaligus membayar minumannya. Sungyeol merutuki dirinya sendiri yang kalah gesit dan membiarkan gadis itu yang memesan sendiri.

Ya.. gadis itu adalah Sung Hyesoo, teman baik Jung Miyoung, sahabatnya. Lebih tepatnya, ia bersahabat dengan Woohyun terlebih dahulu tapi Woohyun selalu bersama Miyoung dan terkadang gadis itu bisa menjadi teman yang lebih menyenangkan dibandingkan Woohyun yang agak temperamental haha.

Mungkin kalian bisa menebaknya, tapi selama lebih dari sepuluh tahun ini Sungyeol tak pernah bisa melupakan Hyesoo kecil, dan parahnya ia tidak tahu marga gadis itu. Nama Hyesoo cukup banyak di negeri in, dan sudah tak terhitung ia mendekati gadis bernama ‘Hyesoo’ hanya untuk mengetahui apa dia gadis yang dicarinya.

Sungyeol merasa, ia harus memastikan ‘Hyesoo kecil’ telah tumbuh menjadi gadis yang bahagia.

Dan Sung Hyesoo adalah gadis bernama ‘hyesoo’ kesekian puluh yang ia temukan. Ia sudah tak terlalu berharap lagi jika ia akan menemukan Hyesoo kecilnya, tapi tetap saja ia merasa harus mencari tahu saat berkenalan dengan Sung Hyesoo.

“Nahhh… jadi apa yang ingin kau tanyakan? Kudengar dari Miyoung, kau ingin menanyakan sesuatu?”

“Ah..eh itu…”

Suara ponsel Hyesoo tiba-tiba bergetar, Sungyeol memberi anggukan kecil agar Hyesoo mengangkatnya.

“Sebentar ya Sungyeol-ah, ini namjaching ku, kurasa ia sudah bosan hidup baru menelponku sekarang” kata Hyesoo sebelum menempelkan ponsel di telinga nya sambil berdiri menjauhi Sungyeol, tapi ia masih mendengar apa yang Hyesoo ucapkan  “Yoboseyo, Joon oppa? Lee Joon oppa.. MWO? KAU—“

Joon? Jangan-jangan ….

Sungyeol cepat-cepat mengeluarkan sketsa itu dan membaca tulisan di bawahnya.

Hyesoo by Joon 20 June 199x’

Jadi apakah ini artinya harapannya terkabul?

TBC

—-|||||||——

Fourth Leaf –Luck

HaeIn’s Story

♪ song : Pretty by Infinite-H ♪

Dressss…………….dresss…………….

“Sunbae, kau tidak membawa payung kan? Mau pulang denganku?”

Untuk pertama kalinya bola mata hitam seorang gadis yang terkenal dengan julukan ‘alien princess’ di kampusnya mendarat di sosok namja chubby dengan tinggi standar. Ia memang sedang mencari payungnya tadi dan baru mengingat jika salah satu temannya—Hyesoo yang kadang pelupa itu, belum mengembalikan payungnya.

Gadis itu menengok ke belakang, ke arah pintu fakultasnya dan menyadari hanya ada dia dan pria berpayung biru itu. “Kau mengajakku?”

“Nama ku Lee Howon, tapi kau bisa memanggilku Hoya, aku tingkat tiga” kata namja itu lagi, ada nada gugup di suaranya tapi ia berhasil menyamarkannya dengan senyuman.

Mungkin orang lain akan menganggap aneh dan langsung menghindar atau bertanya lebih jauh jika ada orang tidak dikenal menawarkan payung, tapi HaeIn sepertinya hanya berpikir dia memang sedang beruntung dan tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Maka tanpa ragu, ia pun melangkah mendekati Hoya yang memegang payung, melindungi mereka berdua dari derasnya air hujan.

“Nama ku Choi HaeIn, jika kau memang punya waktu, antar aku ke apartmenku. Aku benar-benar harus cepat sampai kesana sebelum kedua yeoja itu menghancurkan dapurku”

“O..okay…” dan mereka berdua pun berjalan dalam hujan. Apartment HaeIn sendiri tidak jauh dari kampus mereka yang terletak di kota Gangnam. Dengan menggunakan bus, hanya membutuhkan waktu lima menit sedangkan dengan berjalan kaki sekitar dua puluh menit. Tapi melihat jadwal bus yang tiba di halte sudah lewat dan harus menunggu tiga puluh menit lagi, mereka memutuskan terus berjalan.

“Sunbae, kau tak mengingatku?”

“Hmm? Maksud mu?”

Hoya mengambil nafas panjang sebelum menghentikan langkahnya, ia menahan pelan lengan Haein membuat gadis itu berhenti melangkah “Apa kau ingat namja yang kau temui lima tahun lalu di Yeoido Dept. Store?”

HaeIn segera menepis lengan Hoya, ia memang tidak terlalu suka skinship dengan orang lain apalagi yang baru ia kenal “Lepaskan! Lima tahun lalu? Aku tidak mau mengingat hal yang tidak penting!”

“Tapi hal ini penting bagiku, lima tahun lalu karena sunbae… anni… karena noona, hidupku berubah”

HaeIn yang biasanya tidak terlalu peduli dengan sekitarnya hanya bisa terdiam saat ia mengingat suatu sosok di masa lalunya, sosok itu mirip dengan Hoya, tapi memangnya apa yang telah dilakukannya? Ia sama sekali tidak ingat.

“Noona, kau benar-benar tak ingat keberuntungan yang telah kau berikan padaku?” Hoya terlihat kecewa sementara HaeIn masih mematung memandanginya. Awan gelap menyelimuti kenangan gadis itu lima tahun silam, ia memang hampir tak mengingat kejadian lima tahun silam karena kecelakaan yang menimpa dirinya.

“Aku..”

“Pegang sebentar” Hoya tiba-tiba memberikan payungnya pada HaeIn dan ia pun dengan cepat melepas jaket yang digunakannya untuk dipakaikan pada gadis di sampingnya yang terlihat agak kaget. Sambil tersenyum kecil ia pun mengambil kembali payung dari HaeIn.

“Hoya?”

“Gwenchana, mulai saat ini aku akan berusaha menebus keberuntungan yang kau berikan padaku, aku akan membuatmu menjadi wanita paling beruntung” jawab Hoya yakin, padahal HaeIn tak mengerti maksud yang namja itu katakan “Kajja noona, bukankah kau buru-bu——“

“EONNI!!!”

“Miyoung-ah??” baru saja berjalan beberapa langkah suara nyaring seorang gadis diikuti suara klakson membuatnya kembali berhenti. Seorang gadis berambut coklat ikal melambaikan tangannya dari kursi pengemudi, di samping gadis itu seorang namja menatapnya ingin tahu. “Miyoung-ah itu mobil siapa?”

“Milik teman Joonyoung oppa, eonni, kau sudah dengar dari Sungjoong?? Hyesoo eonni dan Chanri sepertinya benar-benar akan menghancurkan dapurmu! Ayo ikut denganku dan Woohyun biar cepat dan—-“ Miyoung akhirnya menyadari jika eonni nya bersama orang lain.

“Tidak apa-apa, pergilah dengan teman mu noona”

“Baiklah, jaketmu —-“

“Kau simpan saja dulu, baju mu agak basah noona” kata Hoya, ia pun dengan gentle memayungi HaeIn hingga masuk ke dalam mobil KIA tipe SUV yang Miyoung kendarai.

“Gomawo Hoya, anni.. Lee Howon”

Hoya terlihat agak terkejut saat HaeIn eonni memanggil nama aslinya, tapi ia berhasil menguasai dirinya kembali “Cheonmaneyo, kurasa seharusnya aku yang berterima kasih, noona sampai ketemu di kampus”

Lee Howon, rasanya nama itu begitu familiar

“DAEBAKKK…. Kupikir aku sedang menonton drama tadi ahahhahahhahha” kata Woohyun excited setelah Miyoung menekan pedal gasnya, ia tak kuasa menahan tawa. Langsung saja ia terkena bogem mentah di kepalanya yang didaratkan oleh Miyoung. “YAA! APPO!”

“Woohyunnie!!  Jangan menggoda HaeIn eonni!” bela Miyoung, tapi jelas sekali wajahnya dipenuhi rasa penasaran. Sepertinya mereka sudah lupa jika Chanri dan Hyesoo sedang memasak di dapur apartment HaeIn, dan itu artinya kekacauan! “Eonni, bukankah namja tadi bernama Hoya? Kabarnya dia orang jenius dan kaya raya, kau mengenalnya eonni?”

“Anni, Miyoung-ah fokus menyetir atau kau akan menabrak mobil van biru dongker di depanmu”

“hahhahaha kenapa kau tidak cerita eonni?” Miyoung masih menggoda HaeIn, ia tak mempedulikan kata-kata HaeIn lagian yang di depannya sedan merah bukan mobil van. Merasa mobil di depannya terlalu lambat, ia memutuskan untuk menyalipnya.

“Cerita apa?”

“Dia Lee Howon atau lebih dikenal dengan Hoya kan?? Dia sangat terkenal di kampus kita sebagai programmer muda jenius yang kaya raya, kau tahu eonni kurasa beberapa minggu terakhir dia terus memperhatikanmu, mengikutimu kemanapun. Kurasa dia menyukaimu eonni hehe.. “

“Jika seorang namja mengikutimu terus berati menyukaimu, lalu makhluk di sebelahmu? Bukankah ia mengikutimu sejak junior high” kata HaeIn, ia mulai merasa bosan Miyoung mulai mencerewetinya. Dan lebih baik membuat temannya itu mengalihkan kebawelannya pada Woohyun.

“Woohyun, jangan bilang kau—-“

“Jung Miyoung, kau salah kalau mengira aku menyukaimu!” tukas Woohyun cepat, tapi jelas wajahnya memerah.

“Baguslah, jadi jangan mengikuti aku lagi!”

“HAHHH!!! KAU YANG TINGGAL DI RUMAHKU!!”

Ckiitttttttttt……….

Miyoung mengerem tajam mobilnya dan masih ribut dengan Woohyun, membuat HaeIn meninggalkan mereka berdua. Terlalu berisik.

“Ck..ck… sepertinya mereka hampir lupa kalau dapurku hendak dihancurkan oleh Chanri dan Hyesoo, lagian kedua orang itu sebaiknya memang tidak perlu memasak karena selain rasanya akan ‘ajaib’ sekali ia juga tak bisa membayangkan bagaimana kondisi dapurnya sekarang.

***||***

@Alpha Department Store

Sudah tiga bulan sejak HaeIn bertemu dengan Hoya, dan hal-hal yang rasanya tak masuk akal mulai terjadi pada gadis itu. Hidupnya selama tiga bulan terakhir ntah mengapa selalu dipenuhi keberuntungan. Bagaimana tidak, ia memenangkan undian berhadiah, diskon dan barang-barang gratis di toko yang ia kunjungi. Dan puncaknya adalah …

“Aku memenangkan hadiah liburan ke Jepang selama seminggu?? Untuk berempat, Jinjja?”

“EONNIIIII CHUKKAEEEEE!!!!!” ketiga temannya, Chanri, Hyesoo dan Miyoung langsung berhamburan memeluk HaeIn yang baru turun dari panggung. Ya, sekarang mereka mereka sedang berada di Alpha Dept Store yang sedang menggelar pengumuman undian berhadiah. Padahal HaeIn hanya membeli peralatan mandi dan mendapat satu nomor undian, tapi no itu berhasil memenangkan undian utama?!

“KYAAA!! EONNI!! TRAKTIRR!!” seru Chanri yang paling muda “Kita harus merayakannya!”

“Tapi ini aneh, baru kemarin aku melihat banner undian ini dan berharap mendapat hadiah liburan dan sekarang…”

“Eonni, you’re queen of luck !! Daebakkk!!” ribut Hyesoo

“Tapi aneh” ujar Miyoung, hanya dia yang terlihat tidak terlalu excited.. “Aku merasa eonni akhir-akhir ini selalu beruntung, aku senang eonni memenangkan undian terus tapi—“

“Get rid your habit Jung Miyoung!” Hyesoo menjitak kepala Miyoung hingga membuat gadis itu mengaduh “Kau ini curigaan terus, ayo kita ke restoran! Aku sudah lapaarrr”

Tapi diam-diam Hae In memikirkan kata-kata Miyoung, ya ini terlalu kebetulan.. tapi bukankah no undian ini diacak menggunakan sistem komputer, ini artinya dia memang beruntung, atau…

“ …. mulai saat ini aku akan berusaha menebus keberuntungan yang kau berikan padaku, aku akan membuatmu menjadi wanita paling beruntung”

‘Jangan-jangan….’ HaeIn yang sudah ditarik Hyesoo ke arah food court menoleh ke belakang, bola matanya melebar saat melihat Hoya berada di antara panitia yang tadi mengundi undiannya. Dan detik kemudian mata mereka bertemu, Hoya tersenyum hangat padanya.

“Eooniii! Awas kau hampir tersandung!” Miyoung menariknya, membuat HaeIn sekilas melepaskan pandangannya dari Hoya, tapi saat ia kembali melihat ke belakang, Hoya telah lenyap.

HaeIn berpikir ia harus segera menemui Hoya sesegera mungkin.

====||====

Keesokkan harinya

@Atap Sekang University

“Akhirnya aku menemukanmu, Lee Howon ssi” HaeIn melipat tangannya, ia menatap lurus ke arah namja yang sepertinya sedang mengadakan ‘piknik’ sendiri. Berbagai makanan yang HaeIn yakin bukan dari kafetarianya malah lebih seperti makanan dari restoran bintang lima berjejer di depannya.

“Hmmpf…” Hoya berusaha menelan makanannya, ia pun langsung minum untuk melegakan tenggorokannya “Noona, bagaimana kau bisa —-“

“Aku ingin bicara denganmu, tapi tampaknya akan membutuhkan waktu lama sampai kau menghabiskan makananmu” kata HaeIn lagi, ia pun mendekati Hoya dan duduk tepat di depannya. Mengambil sumpit bersih yang terletak tak jauh darinya dan mulai makan. Hoya hanya bisa menatapnya takjub, apalagi ketika Hae In mulai memisahkan dan memakan kecambah, kacang polong dan berbagai sayuran lainnya yang tidak disukai Hoya.

“Kurasa tidak buruk makan bersama, tapi bagaimana noona tahu kalau aku tidak suka semua ini?”

“Makanan yang kau suka, adalah yang aku suka, tapi jangan salah, aku suka daging dan akan memakannya juga”

“Noona… kau mengingatku? Lima tahun lalu?”

Hae In menyodorkan sebuah kotak makanan ke arah Hoya “Belum, tapi aku senang jika lima tahun lalu aku membuatmu beruntung dan bahagia, karena lima tahun lalu… hal yang kuingat hanyalah hal tak menyenangkan”

“Mian…”

“Jika kau merasa bersalah, hentikan membuatku beruntung seperti yang selama ini kau lakukan” kata HaeIn, ia tersenyum “Karena aku merasa sangat beruntung sekarang, temanku bertambah lagi”

“Teman?”

HaeIn menganguk “Oh ya, dan Chanri yang bilang padaku kalau selama ini kau membuatku menang berbagai undian, kau menghack sistem IT ya? Kau bisa dimasukkan penjara Howon ssi!”

“Ckk.. Lee Chanri… “

“Hahhahaha dia adik sepupumu kan? Jangan terlalu marah padanya, haha ia memohon padaku agar jangan bilang padamu kalau ia membocorkan identitasmu sebagai dewa keberuntunganku”

Hoya menatap HaeIn kemudian mengelengkan kepalanya “bocah itu… lihat saja…”

“Jadi Howon, maksudku Hoya, mau kah kau ikut liburan ke Jepang bersama ku?”

Hoya yang sedang mengunyah menghentikan aktifitasnya, kemudian ia tersenyum “Bukankah tiketnya untuk berempat? Kupikir kau akan mengajak ketiga temanmu noona”

HaeIn balas tersenyum “Kau lupa siapa Chanri dah Hyesoo? Mereka bisa membeli tiket mereka sendiri”

Hoya terkekeh kecil “Hmm.. baiklah, akan kupikirkan noona”

TBC…

note : sebenernya sebelumnya aku bingung ini cerita mau jadi series atau emang bersambung ke lanjutannya, tapi setelah dipikirkan sii emang mau series ajah tapi kalau series2 ini mau digabungkan juga bisa jadi chaptered *udah ga usah ikut bingung apalagi ma storynya, biar aku ajah T.T*

JADI INTINYA

1st leaf faith itu ceritanya Miyoung, 2nd leaf love itu Chanri, 3rd leaf hope itu Hyesoo eon, 4th itu HaeIn eon, dan berurutan gol darahnya A, O, B dan AB

pokoknyaa haein eon, hyesoo eon, chanri wajib koment hehe

buat reader lainnya juga thx udah baca, mian kunang lagi jarang update atau balasin koment T.T, BUT I READ ALL COMMENT AND PLANNING TO REPLY ALL OF IT  AND CONT MY FF*ditendang, ga penting kata reader.. thx yaa^^

Advertisements